Anda di halaman 1dari 3

Pertemuan 4

Pengambilan Keputusan Etis


A. Pendahuluan
Mengapa pertimbangan etis penting untuk pengambilan keputusan? Pengambilan
keputusan etis sangat penting bagi setiap orang, khususnya bagi para manager. Ada
beberapa alasan mengapa pertimbangan etis penting untuk mengambil keputusan :
Pertama, seorang manajer yang biasanya membuat keputusan membutuhkan
pertimbangan etis karena keputusan manajer akan menjadi standar atau
mempengaruhi seluruh bawahan dan organisasinya.
Kedua, perilaku manajer berada dalam pengawasan yang luas.
Ketiga, para konsumen tidak memberikan toleransi kepada perusahaan yg tidak
etis.
Keempat, pertimbangan etis dapat meningkatkan kualitas kerja seseorang.
Seorang manager harus memiliki karakter etis yang kuat dan kebiasaan (habits) dari
pemimpin etis yang kuat adalah :
1. Memiliki karakter personal yang kuat
2. Memiliki kemauan yang kuat untuk melakukan yang benar
3. Bersifat proaktif
4. Mempertimbangkan kepentingan stakeholders
5. Menjadi role model bagi organisasi
6. Transparan dan aktif terlibat dalam pembuatan keputusan organisasi
7. Mengambil pandangan holistik mengenai budaya etis perusahaan
B. Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Etis
Ada 4 kerangka kerja pembuatan keputusan etis dalam bisnis:
1. Intensitas Isu Etis, seberapa banyak kita terlibat dalam pengambilan keputusan
etis, ditentukan dari keluarga, tempat kerja, agama, profesi dan sebagainya.
2. Faktor Individual, berkaitan dengan nilai-nilai yang dipegang sendiri melalui
pergaulan dan sosialisasi.
3. Faktor Organisasi, berkaitan dengan budaya organisasi, peraturan yang berlaku
dan nilai-nilai yang dijunjung organisasi.
4. Kesempatan atau Peluang, kondisi organisasi membatasi perilaku etis atau tidak
etis.
Contoh isu etis di tempat kerja misalnya diskriminasi, nepotisne, kejujuran , konflik
kepentingan, dan sebagainya. Oleh karena itu dalam pekerjaan pun kita harus
melakukan pengambilan keputusan etis.
C. Pedoman Pengambilan Keputusan Etis
Ada 3 langkah pedoman saat mengambil keputusan:
1. Mengambil keputusan melalui proses P.E.A.C.E
P . Problem : Mengidentifikasi dan merinci seteliti mungkin masalah-masalah yg
ada, termasuk yg mungkin terselubung. Dalam hal dibutuhkan ketenangan agar
seluruh indera kita lebih respektif dan peka.

E . Emotion : Peka pada emosi diri sendiri dan membuatnya lebih tenang sebelum
mengambil keputusan. Emosi yg tenang akan lebih memungkinkan kita untuk
membuat penilaian dan pilihan secara lebih bebas dan objektif.
A . Analysis : Analisis masalahnya secara cermat, kapan masalah terjadi? Mengapa
masalah itu terjadi?dampaknya apa? siapa yang harus dimintai pertolongan?
akibat kepada orang lainnya? dsb.
C . Contemplation : Tahap ini menunjuk pada usaha mental dalam mengidentifikasi
masalah, menganalisis, melaksanakan keputusan, dsb.
E. Equilibrium : Sudah mengambil sebuah keputusan, apabila hati tenang maka
lakukan, apabila hati tidak kunjung tenang, ulangi atau tinjau dari awal.

2. Menguji keputusan dengan E.T.H.I.C.S


E . Explore : Mengeksplorasi semua kemungkinan pilihan yg ada. Selain itu,
dengan mengajukan pertanyaan kritis terhadap berbagai pilihan yg ada.
T . Truth : Apabila berada pada situasi tertentu, kebenaran harus selalu
diutamakan. Cth: orang tetap mempromosikan suatu produk sebagai produk
terbaik padahal ia mengetahui bahwa itu produk gagal.
H . Honor : Mempertimbangkan apakah keputusan yg diambil terhormat, bukan
bentuk cuci tangan atau lari dari tanggung jawab?
I . Identity : Ketahui posisi anda, misalnya anda seorang manajer, apakah
keputusan anda sebagai manajer sudah tepat? bagaimana dampaknya terhadap
perusahaan? semakin senior anda di dalam pekerjaan = semakin keputusan anda
berpengaruh
C . Conscience : Diuji dengan hati yang nurani, apakah keputusan ini benar?
S . Stakeholder : Ujian ini tidak perlu dilakukan apabila hati nurani menyatakan
ketidaksetujuannya. Pertimbangkan keputusan kita dan akibatnya bagi keluarga
kita, orang lain, teman dll.
3. Melakukan 7 pedoman menurut Robbins dan Husker
Pedoman yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan:
1. Pahami kebijakan etik organisasi anda, apa yg diperbolehkan dan apa yang tidak
2. Antisipasi konflik yang tidak etis
3. Berpikir sebelum bertindak
4. Mempertimbangkan konsekuensinya
5. Minta pendapat orang lain
6. Jangan membiarkan diri terisolasi
7. Lakukan yang anda yakini benar
Pertimbangan isu etis digunakan langkah:
1. Kumpulkan fakta sebanyak mungkin
2. Identifikasi isu etis dari fakta
3. Identifikasi kelompok yang dipengaruhi isu etis tersebut
4. Identifikasi konsekuensi yang terjadi
5. Pertimbangkan karakter dan integritas anda sendiri.

Ketika mempertimbangkan tindakan meragukan, tanyakan pada diri sendiri


pertanyaan-pertanyaan berikut: a). Apa yang dikatakan keluarga, teman, pimpinan,
dan rekan kerja mengenai tindakan saya?
b). Apakah keputusan saya sesuai dengan ajaran agama? Dll.

6. Berpikir kreatif
7. Periksa intuisi pribadi
8. Bersiaplah untuk membela tindakan anda sendiri
D. Implikasi suatu keputusan etis
Faktor penting lain yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan
etis adalah implikasinya. Kesalahan dalam mengambil keputusan dapat berakibat
fatal bagi banyak orang, bukan hanya organisasi dimana keputusan tersebut
dilaksanakan tetapi juga bagi masyarakat luas.
Cth 1 : keputusan seorang gubernur bank sentral berakibat inflasi, inflasi
selanjutnya menimbulkan pengangguran, pengangguran mengakibatkan
kemiskinan, kemiskinan mendorong orang melakukan kejahatan dan seterusnya.
Cth 2 : penemuan dinamit yang awalnya dimaksudkan untuk menghancurkan batu
karang ternyata dikemudian hari justru digunakan untuk menghancurkan manusia.
E. Penutup
- Pembuatan keputusan etis melibatkan karakter etis pemimpin dan nilai-nilai
organisasi merupakan aspek yg sangat penting mempengaruhi keputusan etis
- Seorang pemimpin harus memiliki wawasan etis yg cukup untuk dapat membuat
sebuah keputusan etis.

Anda mungkin juga menyukai