Anda di halaman 1dari 6

NAMA

: UMMU SHABIHA

NIM

: D111 14 302

Sejarah Perkembanngan Atom

Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta
awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang
bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang
tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan
membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama
bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat
positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan
neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur
kimiaatom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.
Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (/tomos, -), yang berarti tidak
dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai
komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para
filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar
pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi
menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20,
para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom,
membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika
kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.
Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat
kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau
dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa
atom berpusat pada inti atom, dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap
unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat
mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah
jumlah proton dan neutron pada inti. Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras
energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan
menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras.

Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifatsifat magnetis atom tersebut

Teori perkembangan atom

Leukippos dan Demokritus (460 380 SM)


Leukippos merupakan orang pertama yang mencetuskan tentang keberadaan atom. Beliau
bersama dengan Demokritus muridnya mengemukakan bahwa materi terbentuk dari partikel
yang sudah tidak terbagi lagi. Yang kemudian mereka namai dengan sebutan atom
(Yunani: atomos = tak terbagi). Namun, Pendapat ini ditolak oleh Aristoteles, Dia berpendapat
bahwa materi bersifat kuntinu (materi dapat dibelah terus-menerus sampai tidak berhingga). Oleh
karena Aristosteles termasuk orang yang sangat berpengaruh pada masa itu, gagasan tentang
atom memudar dan tidak mengalami perkembangan selama berabad-abad lamanya.

Gassendi (1592-1655 M)
Pemikiran tentang keberadaan atom muncul kembali. Sekitar tahun 1592 1655 Gasendi
mengemukakan bahwa atom merupakan bagian terkecil suatu zat. Isaac Newton (1642 1727),
seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh pada masa itu, mengemukakan dukungannya tentang
keberadaan atom.

Teori atom Dalton (1808 M)


Berdasarkan berbagai penemuan pada masa itu, John Dalton merumuskan teori atom yang
pertama sekitar tahun 1803-1807, yang kita kenal sebagai teori atom Dalton. Berikut adalah
postulat-postulat dalam teori atom Dalton.
1.

Setiap unsur terdiri atas partikel yang sudah tak terbagi yang dinamai atom.

2.

Atom-atom dari suatu unsur adalah identik. Atom-atom dari unsur yang berbeda
mempunyai sifat-sifat yang berbeda, teimasuk mempunyai massa yang berbeda.

3.

Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain, tidak dapat
dimusnahkan atau diciptakan. Reaksi kimia hanya merupakan penataan ulang atomatom.

4.

Senyawa terbentuk ketika atom-atom dari dua jenis unsur atau lebih bergabung dengan
perbandingan tertentu.

Namun pada perkembangannya, terdapat kelemahan dari teori atom Dalton ini, di antaranya :
1.

Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.

2.

Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.

3.

Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain.

Meskipun demikian, Teori atom Dalton diterima karena dapat menjelaskan dengan
baik beberapa fakta eksperimen pada masa itu, di antaranya Hukum Kekekalan Massa dan
Hukum Perbandingan Tetap dengan baik

Hipotesa Prout (1785-1855)


Hipotesis Prout adalah upaya yang dilakukan di awal abad kesembilan belas untuk
menjelaskan keberadaan beberapa unsur kimia melalui hipotesis tentang struktur internal dari
atom . Pada 1815 dan 1816 , kimiawan Inggris William Prout menerbitkan dua artikel di
mana ia mencatat bahwa berat atom yang telah ditetapkan untuk unsur yang dikenal pada saat
itu tampaknya menjadi beberapa dari semua berat atom hidrogen . Akibatnya, hipotesis
bahwa atom hidrogen adalah satu-satunya benar-benar mendasar, dan bahwa atom elemen
lain sebenarnya kelompok dari beberapa atom hidrogen.

Model Atom Thomson


Pada Tahun 1900, J. J Thomson menemukan Elektron. Penemuan elektron berkaitan
dengan percobaan-percobaan tentang hantaran listrik melalui tabung hampa. Melalui
percobaan dapat ditunjukkan bahwa perpendaran itu disebabkan oleh suatu radiasi yang
memancar dari permukaan katode menuju anode.Oleh karena berasal dari katode, maka
radiasi ini disebut sinar katode. Percobaan lebih lanjut menunujukan bahwa sinar katode
merupakan radiasi partikel yang bermuatan listrik negatif. Selanjutnya, Thomson
menamakanya elektron. Berdasarkan hal itu, Thomson menyimpulkan bahwa elektron
merupakan partikel dasar penyusun atom.
Setelah penemuan elektron pada tahun 1900, J. J Thomson mengajukan model atom
yang menyerupai roti kismis. Menurut Thomson, atom terdiri dari materi bermuatan positif
dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.

Model Atom Rutherford


Pada tahun 1910, Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger
dan Ernest Marsden, melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui lebih banyak
tentang susunan atom. Mereka menembaki lempeng emas yang sangat tipis dengan partikel
sinar alfa berenergi tinggi.
Mereka menemukan bahwa sebagian besar partikel alfa dapat menembus lempeng
emas tanpa pembelokkan berarti, seolah-olah lempeng emas itu tidak ada. Akan tetapi,
kemudian mereka menemukan bahwa sebagian kecil dari partikel alfa mengalami
pembelokan yang cukup besar, bahkan di antaranya dipantulkan.
Adanya partikel alfa yang terpantul mengejutkan Rutherford. Partikel alfa yang
terpantul itu pastilah telah menabrak sesuatu yang sangat padat dalam atom. Fakta ini tidak
sesuai dengan model yang dikemukakan oleh J. J Thomson, dimana atom digambarkan
bersifat homogen pada seluruh bagiannya.
Pada tahun 1911, Rutherford menjelaskan penghamburan sinar alfa dengan
mengajukan gagasan tentang inti atom. Menurut Rutherford, sebagian besar dari massa dan
muatan positif atom terkonsentrasi pada bagian pusat atom yang selanjutnya disebut inti
atom. Elektron beredar mengitari inti pada jarak yang relatif sangat jauh. Lintasan elektron
itu disebut kulit atom.
Namun, terdapat kelemahan pada teori atom Rutherford yakni tidak dapat
menjelaskan elektron itu tidak jatuh ke intinya. Menurut teori fisika klasik, gerakan elektron
mengitari inti akan disertai pemancaran energi berupa radiasi elektromagnet. Dengan
demikian, energi elektron semakin berkurang dan gerakannya melambat sehingga
membentuk lintasan spiral dan akhirnya jatuh ke inti atom.

Model atom bohr (1913), Spektrum hidrogen


Pada tahun 1913, berdasarkan analisis spektrum atom dan teori kuantum yang
dikemukakan oleh Max Planck, Niels Bohr mengajukan model atom hidrogen. Model atom
hidrogen menurut Bohr menyerupai sistem tata surya. Elektron dalam atom hanya dapat
berada pada tingkat energi tertentu. Artinya, elektron hanya dapat beredar pada lintasan
tertentu saja. Elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau
penyerapan sejumlah tertentu energi.

Model Atom Mekanika Kuantum (1926), Hipotesa de Broglie


Teori atom Bohr hanya sesuai untuk atom hidrogen. Selain itu, pada perkembangan
selanjutnya diketahui bahwa gerakan elektron menyerupai gelombang. Oleh karena itu, posisi

elektron tidak mungkin dapat dipastikan. Dengan kata lain, orbit elektron yang berbentuk
lingkaran dengan jari-jari tertentu seperti yang dikemukakan Niels Bohr tidak dapat diterima.
Pada tahun 1926, dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel
berperilaku seperti gelombang, Erwin Schrdinger mengembangkan suatu model atom
matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai
titik-titik partikel. Menurut teori atom mekanika kuantum, meski elektron mempunyai tingkat
energi tertentu, posisinya tidak dapat dipastikan. Yang dikatakan tentang posisi elektron
adalah peluang untuk menemukannya. Daerah dengan peluang terbesar untuk menemukan
elektron tersebut disebut orbital. Orbital biasanya digambarkan berupa awan dengan
ketebalan yang bervariasi. Awan yang lebih tebal menyatakan peluang yang lebih besar untuk
menemukan elektron dan sebaliknya. Teori atom mekanika kuantum dapat menjelaskan
struktur atom yang lebih kompleks (atom multielektron).

Hubungan antara struktur atom dengan teknik sipil

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang
bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi
juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.
Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya
pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, dan lingkungan. Teknik sipil
dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa
dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar. Salah satu cabang ilmu
teknik sipil yaitu Struktural
Struktur adalah Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang
digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa
pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan
tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifatsifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis
bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan
perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi
hingga bangunan siap digunakan.
Dalam kaitannya dengan pembangunan atau konstruksi, struktur atom berlaku pada
bidang Ilmu material atau teknik material atau ilmu bahan. Ilmu material adalah interdisiplin
ilmu teknik yang mempelajari sifat bahan dan aplikasinya terhadap berbagai bidang ilmu dan
teknik. Ilmu ini mempelajari hubungan antara struktur bahan dan sifatnya. Termasuk ke
dalam ilmu ini adalah unsur fisika terapan, teknik kimia, mesin, sipil dan listrik. Ilmu
material juga mempelajari teknik proses atau fabrikasi (pengecoran, pengerolan, pengelasan,

dan lain-lain), teknik analisis, kalorimetri, mikroskopi optik dan elektron, dan lain-lain), serta
analisis biaya atau keuntungan dalam produksi material untuk industri.
Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa atom merupakan bagian terkecil dari suatu
senyawa. Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kaitmengait. Senyawa dibentuk dari minimal 2 unsur yang berbeda. Walaupun dibentuk dari
unsur yang berbeda, namun senyawa tetap disebut zat tunggal, karena sifat-sifat unsur yang
membentuknya tidak dapat di temukan pada senyawa. setiap senyawa adalah molekul namun
setiap molekul belum tentu senyawa. Senyawa adalah gabungan minimal 2 atom berbeda.
Dalam suatu pembuatan bangunan, kita menggunakan berbagai macam senyawa. Misalnya
kayu, kaca, cat, pasir, dan semen. Semua senyawa tersebut terdiri dari penggabungan
beberapa unsure. Dengan demikian, antara struktur atom dan bidang konstruksi memiliki
keterkaitan dalam hal pengggunaan material atau bahan bangunan. Secara umum, ilmu kimia
memliki keterkaitan dengan teknik sipil. Seperti bahan bangunan, perhitungan konstruksi
bahan bangunan harus mempertimbangkan sifat material yang digunakan, misalnya
ketahanan material terhadap air, cuaca, dan udara. Selain itu, pengggunaan bahan sintetik
pada konstruksi, misalnya lapisan waterproofing pada beton. Sehingga jika diuraikan hingga
ke dasarnya, material-material tersebut terdiri dari atom-atom.