Anda di halaman 1dari 1

UNSUR PERJANJIAN

Pada dasarnya dalam suatu perjanjian dapat terbagi menjadi tiga unsur, yaitu essensialia, naturalia dan
accidentalia[11].
Unsur esensialia merupakan unsur yang harus ada dalam suatu perjanjian. Merupakan sifat yang
menentukan atau menyebabkan perjanjian itu tercipta (constructieve oordel)[12] karena unsur
esensialia berkaitan dengan isi dari perjanjian merupakan salah satu dari syarat sah perjanjian yaitu
hal tertentu. Tanpa adanya unsur ini maka suatu perjanjian menjadi batal demi hukum.
Unsur Naturalia merupakan sifat bawaan (natuur) perjanjian sehingga secara diam-diam melekat pada
perjanjian, seperti menjamin tidak ada cacat dalam benda yang dijual (vrijwaring)[13].
Unsur aksidentalia merupakan sifat yang melekat pada perjanjian dalam hal secara tegas diperjanjikan
oleh para pihak, seperti ketentuan-ketentuan mengenai domisili para pihak, dan juga pilihan
penyelesaian sengketa.
[1] Subekti, Hukum Perjanjian, Cet.18.Jakarta: PT Intermasa, 2001, hal.1
[2] Kitab Undang-Undang hukum Perdata, diterjemahkan oleh R. Subekti, Jakarta: Pradnya Paramita,
1995, Pasal 1233.
[3]Subekti, op., cit.
[4] Ibid. hal.2.
[5]Ridwan Khairandy, Itikad Baik dalam Kebebasan Berkontrak, Jakarta: Program Pascasarjana, Fakultas
Hukum Universitas Indonesia, 2003, hal.27
[6]Subekti, op., cit. hal. 15.
[7]Khairandy, Op., cit. hal. 27.
[8] Mariam Darus Badrulzaman, Kompilasi Hukum Perikatan, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2001,
hal.84.
[9] J. Satrio, Hukum Perjanjian, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 1992, hal.128.
[10] Subekti, Op., cit. hal. 19.
[11]R. Setiawan, Pokok-Pokok Hukum Perikatan,Bandung: Binacipta, 1987, hal.50.
[12] Badrulzaman, op., cit. hal. 74
[13] Ibid.

Anda mungkin juga menyukai