Anda di halaman 1dari 5

CRITICAL REVIEW

Measuring and reporting public


: sector outputs/outcomes
Exploratory evidence from Australia
: Zahirul Hoque
Administrative Science Quarterly, 43 (1998): pp
: 58-86

JUDUL
PENULIS
DIPUBLIKASIKAN PADA

I.

JUDUL PAPER
Judul paper sudah mencerminkan pokok bahasan yang dibahas dalam paper
tersebut.

II.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari makalah ini adalah untuk melaporkan sebuah studi
pengukuran kinerja dan praktik pelaporan kinerja di empat departemen
pemerintah di Australia.

III.

METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi

penelitian

yang

digunakan

adalah

menganalisa

pengukuran kinerja pada empat departemen pemerintahan yang ada di


Australia melalui analisa data pelaporan. Setelah itu membandingkan kinerja
dan kecenderungan sifat dari ke empat departemen yang diteliti tersebut dari
aspek akuntabilitas, efisiensi, efektifitas dan produktivitas.

Manajemen Strategis

IV.

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA


1. Penulis cukup jelas dalam memaparkan cara kerja dan perilaku masing
masing departemen dalam melayani masyarakat.
2. Output yang diharapkan dapat dicapai oleh masing-masing departemen
juga sudah cukup jelas tergambar pada masing-masing studi kasus.
3. Adanya data kuantitatif dari hasil skoring terhadap kinerja masing-masing
departemen menjadikan penilaian kinerja dan karakteristik masing-masing
departemen dapat jelas terlihat.
4. Tidak dijelaskan apakah ada regulasi pemerintah yang mengatur
bagaimana organisasi pemerintah ini harus berjalan sehingga efisiensi dan
efektifitas harus tercapai.
5. Tidak dipaparkan bagaimana respon organisasi jika terjadi perubahan
lingkungan, mengingat dalam dunia nyata, lingkungan organisasi adalah
sesuatu yang bersifat dinamis.

V.

HASIL PENELITIAN
1. Pada studi kasus 1, organisasi alpha ini memakai sistem Balance
Scorecard (BSC) guna meningkatkan kinerja organisasi, dengan adanya
BSC ini diharapkan ada keseimbangan antara berbagai indikator
keberhasilan kinerja dalam organisasi yaitu :
Keseimbangan indikator finansial dan non finansial

Manajemen Strategis

Keseimbangan antara konsituen internal dan eksternal dari organisasi


Keseimbangan antara indikator performa lag dan lead. Dimana Lag
adalah performa masa lalu sedangkan lead adalah pemicu performa
yang membawa pada pencapaian indikator lag.
Dengan tercapainya keseimbangan yang tentu saja diiringi dengan
perbaikan dan peningkatan secara terus menerus, diharapkan efesiensi,
efektifitas dan produktivitas dari organisasi dapat ditingkatkan.
2. Pada studi kasus 2, organisasi gamma sangat berorientasi pada
peningkatan pelayananan terhadap masyarakat melalui sistem perencanaan
kerja yang strategis dan matang. Tingkat kepuasan masyarakat menjadi
pijakan atau tolok ukur dalam kinerja departemen ini secara keseluruhan.
Segala pengembangan dalam organisasi ini harus berorientasi pada
peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.
3. Pada studi kasus 3, organisasi beta mempunyai tanggung jawab sosial
terhadap masyarakat sebagai salah satu indikator kinerja organisasi.
Organisasi ini menjamin pendidikan, pelatihan kerja dan keselamatan serta
kesehatan dalam lingkungan kerja masyarakat.
4. Pada studi kasus 4, organisasi delta mempunyai tanggung jawab untuk
menjamin rasa aman masyarakat baik dari kejahatan ataupun dari segala
bencana. Oleh karena itu rasa aman masyarakat menjadi indikator utama

Manajemen Strategis

kinerja dari organisasi ini. Segala rencana pengembangan dan rencana


kerja harus berorientasi pada peningkatan rasa aman ini.

VI.

REKOMENDASI UNTUK PENELITIAN SELANJUTNYA


Menurut kami, sangat penting untuk melakukan benchmarking antara
organisasi dengan karakter aspek kinerja yang mempunyai kemiripan dengan
organisasi alpha, gamma, beta dan delta. Sehingga dapat diketahui aspekaspek mana sajakah yang harus segera dibenahi. Selain itu penting juga
memasukkan organisasi ini dalam suatu simulasi sitem dinamis guna
mengetahui seperti apa respon yang terbaik dari organisasi dalam menghadapi
situasi dinamis tersebut.

VII.

RINGKASAN DAN KESIMPULAN


Ringkasan dan Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah:
a. Organisasi Alpha beroperasi dengan prinsip-prinsip seperti yang dilakukan
oleh organisasi pada sektor swasta. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan
efisiensi biaya yang ditekankan oleh organisasi ini. Penghematan seperti
ini biasa dilakukan oleh organisasi yang bergerak di sektor swasta.
b. Organisasi Gamma beroperasi dengan prinsip seperti yang dilakukan oleh
organisasi publik pada umumnya. Mereka sangat berorientasi pada
pelayanan, BSC tidak diterapkan disini.

Manajemen Strategis

c. Organisasi Beta sangat berorientasi pada akuntabilitas, transparansi dan


tanggung jawab sosial. Tetapi sebenarnya efisiensi juga sangat dibutuhkan
disini, sehingga cakupan aspek kegiatan bisa ditambah lagi volumenya
guna melayani lebih banyak masyarakat, BSC juga tidak diterapkan disini.
d. Organisasi Delta berfokus pada manajemen kinerja, pelayanan pengiriman
dan manajemen sumberdaya. Dalam organisasi ini efisiensi dalam hal
keuangan juga tidak terlalu diperhatikan.
e. Sebaiknya dalam organisasi pemerintahan dalam bidang apapun perlu
memandang efisiensi dalam hal keuangan sebagai salah satu aspek
peningkatan kinerja. Walaupun secara global, tujuan dari organisasi
pemerintah ini adalah peningkatan layanan, tetapi aspek efisiensi,
efektifitas dan produktivitas tidak boleh diabaikan. Ketiga aspek tersebut
harus dapat menjadi acuan dalam penyusunan kerangka kerja tiap
organisasi pemerintah.

Manajemen Strategis