Anda di halaman 1dari 10

Bandura : Teori Kognitif Sosial

Regulasi Diri

Isi
Faktor-faktor Eksternal Regulasi Diri
Faktor-faktor Internal Regulasi Diri
Regulasi Diri Melalui Agen Moral

Manusia mempunyai efikasi diri yang tinggi : Yakin terhadap ketergantungan mereka akan
proxy-proxy dan mempunyai efikasi kolektif yang solid.

Proxy : Hal-hal yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari yang berasal dari dalam maupun luar diri manusia.

Manusia menggunakan 2 strategi dalam regulasi diri:


1) Reaktif

: Berusaha mengurangi perbedaan natara pencapaian dan tujuan secara reaktif.

2) Proaktif

: Menentukan tujuan baru dan lebih tinggi untuk diri mereka sendiri

Proses yang berkontribusi dalam


regulasi diri

Kemampuan terbatas untuk mengelola faktor eksternal yang memberikan input terhadap
paradigm interaktif timbal balik.

Kemampuan memonitoring perilaku mereka dan mengevaluasi hal tersebut dalam konteks
tujuan yang dekat atau jauh.

A. Faktor eksternal dalam regulasi diri

Faktor eksternal mempengaruhi regulasi diri dalam dua cara:


Memberikan standar untuk mengevaluasi perilaku kita
Contoh : Observasi terhadap orang lain, kita membentuk berbagai standar untuk mengevaluasi
diri.
Faktor personal mempengaruhi apa saja standar yanga kan kita pelajari , tetapi dorongan dari
lingkungan juga memiliki peranan.
Mempengaruhi regulasi diri dengan menyediakan cara untuk mendapatkan penguatan
Contoh : Seorang seniman membutuhkan lebih banyak penguatan dibandingkan kepuasan diri
untuk dapat menyelesaikan mural yang besar.
Manusia membutuhkan insentif yang didapatkan dari factor eksternal.

B. Faktor internal dalam regulasi diri


Faktor eksternal mempengaruhi regulasi diri dalam tiga cara:
Observasi diri

Observasi diri dari performa bertujuan untuk memonitor sejauh mana pencapaian yang telah kita
peroleh.
Proses menilaian

Proses penilaian melibatkan proses median kognitif.


Proses penilaian bergantung pada standar pribadi, performa rujukan, pemberian nilai pada kegiatan,
dan atribusi terhadap performa.
Reaksi diri

Respon manusia terhadap perilaku mereka tergantung pada bagaiaman perilaku tersebut memenuhi
standar personal mereka.
Contoh : Seorang murid yang telah selesai mengerjakan tugas memberi pengharagaan terhadap
diri sendiri dengan menonton program televisi favoritnya.

C. Regulasi diri melalui agen moral


Dua aspek agen moral menurut Bandura :

Tidak menyakiti orang lain

Membantu orang lain secara proaktif

Pengaruh regulasi moral bisa berfungsi jika :


Melakukan aktifasi selektif
Prinsip moral dapat memprediksikan perilaku moral hanya apabila prinsip tersebut diubah menjadi
tindakan.
Melepaskan kendali internal
Membenarkan moralitas dari sebuah perilaku dengan membedakan atau melepaskan konsekuensi
terhadap perilaku tersebut.
Contoh : Seorang politisi meyakinkan pendukung tentang moralitas dari peperangan, takni
pertarungan melawan orang jahat, yakni orang yang pantas dilenyapkan atau bahkan
dilenyapkan.

Cont. Regulasi diri melalui agen


moral

Mekanisme Ketika Kontrol Internal diaktifkan atau dilepaskan secara


selektif dari perilaku yang salah pada titik-titik yang berbeda dalam
proses regulasi

Justifikasi moral, perbandingan


yang bersifat menenangkan, dan
menggunakan label yang
diperhalus

Meminimalisasi, tidak
menghiraukan, atau
menyalahpahami
konsekuensi

Dehumanisasi dan stribusi


kealahan

Perilaku yang dipersalahkan

Efek-efek yang berbahaya

Korban

Pemindahan tanggung jawab


Pengaburan tanggung jawab

Cont. Regulasi diri melalui agen


moral
Mekanisme Ketika Kontrol Internal diaktifkan atau dilepaskan secara selektif
1. Mendefinisikan Ulang Perilaku
Mendefinisikan ulang perilaku bertujuan untuk membenarkan sebuah perilaku yang salah dengan melakukan
restrukturisasi kognitif yang membuat meminimalisasi atau lepas dari tanggung jawab.
3 Cara melepaskan tanggung jawab dari perilaku melalui definisi ulang perilaku :

Justifikasi Moral
benar

Memakai perbandingan yang bersifat menenangkan atau menguntungkan antara perilaku tersebut dengan
suatu keburukan yang lebih parah yang dilakukan oleh orang lain

Menggunakan label yang bersifat memperhalus

: Perilaku yang salah dibuat seolah-olah dapat dibela ataupun malah menjadi terlihat

2. Tidak Menghiraukan Ataupun Mendistorsi Konsekuensi Dari Perilaku

Manusia dapat meminimalisai konsekuensi dari perilaku mereka

Manusia dapat tidak menghiraukan konsekuensi dari tindakannya

Manusia dapat mendistorsi atau menginterpretasikan dengan salah


konsekuensi dari tindakan mereka

3. Dehumanisasi atau Menyalahkan Korban


4. Memindahkan Atau Mengaburkan Tanggung Jawab