Anda di halaman 1dari 5

ALAT PENGAMATAN

A. Alat Interpretasi Citra


Citra merupakan hasil dari penginderaan jauh yang dapat kita kaji secara visual dengan
menggunakan suatu alat. Nah, alatnya itu sendiri dapat kita golongkan menjadi dua jenis
yaitu alat pengamat stereoskopik dan nonstereoskopik.
1. Stereoskopik
Stereoskop cermin adalah stereoskop yang digunakan untuk melihat
foto udara bertampalan(berukuran lebih besar daripada stereoskop saku). Bagianbagian dari stereoskop cermin ini meliputi lensa cembung, sepasang prisma/cermin,
cermin perak, tiang penyangga, dan lensa binokuler.

Gambar 1 : Stereoskop Citra

Kelebihan Stereoskop :
- Dapat melakukan perbesaran dengan penambahan lensa binokuler, daerah yang
-

diamati lebih luas daripada stereoskop saku,


dan dapat menampakkan satu lembar foto udara secara penuh.

Kekurangan Stereoskop :
-

ukurannya yang besar sehingga tidak praktis (lebih sukar jika dibawa ke
lapangan), harga relatif mahal, dan jika ditambahkan dengan binokuler maka akan

memperkecil daerah yang diamat.


a. Stereoskop Lensa
Stereoskop lensa (saku) merupakan stereoskop yang dibuat menggunakan lensa
konveks (cembung) dan memiliki faktor pembesaran yang cukup besar namun
wilayah yang bisa diamati menjadi terbatas. Steroskop ini sangat simpel, mudah
dibawa sehingga dinamakan juga sebagai steroskop saku.

Gambar 2 : Stereoskop lensa

Kelebihan :
o Lebih murah daripada stereoskp cermin
o Cukup kecil hingga dapat dimasukkan kedalam saku
o Terdiri dari susunan lensa convex yang sederhana
o Mempunyai factor perbesaran yang cukup besar
o Mudah dibawa ke lapangan
o Daerah yang dpat dilihat secara stereoskopis sangat terbatas
b. Stereoskop Cermin
Stereoskop cermin merupakan steroskop yang dirancang untuk melihat foto yang
penampakannya lebih luas daripada stereoskop saku. Adapun bagian dari
stereoskop ini meliputi lensa cembung, lensa binokuler, prisma, cermin dan tiang
penyangga.

Gambar 3 : Stereoskop Cermin

Spesifikasi stereoskop cermin sebagai berikut :


1.

Kerangka
a. Jarak antar pusat medan pandang = 260 mm
b. Jarak pandang stereoskopik :
- Dengan mata biasa = 170 x 230 mm
- Dengan pembesaran = 126 mm - 220 mm
- Penyesuaian panjang kaki penyangga = 3 mm

2.

Kotak prisma dan pembesar

a.

Pembesar 3 x = 70 mm

b.

Pembesar 6 x = 35 mm

c.

Jarak penyesuaian dioptri = + 5d

d.

Jarak antar pupil mata = 65 + 10 mm

3.

Berat

a.

Kerangka = 2,6 kg

b.

Kotak prisma = 0,6 kg

c.

Pembesar 3 x 200 g

d.

Pembesaar 6 x 120 g

4.

Dimensi

a.

Kerangka = 250 x 630 x 225 mm

b.

Pembesar 3 x = 250 x 630 x 285 mm

c.

Pembesar 6 x = 250 x 630 x 275 mm

Kelebihan :
o Lebih besar dari stereoskop saku
o Daerah yang dapat dilihat secara stereoskop lebih luas jika dibandingkan
dengan menggunakan stereoskop lensa
o Karena bentuknya agak besar maka agak lebih sukar dibawa ke lapangan
c. Stereoskop Mikroskopik
Stereoskop mikroskopik memiliki pembesaran yang sangat besar. Stereoskop ini
ada dua macam yaitu stereoskop zoom (dapat diperbesar secara berkali-kali) dan
interpretoskop yang fungsinya mirip dengan mikroskop.

Gambar 4 : Stereoskop Mikroskopik

Stereoskop Mikroskopik terbagi 2 yaitu :


1. Stereoskop Zoom
Yaitu Stereoskop yang lensanya dapat diganti ganti untuk perbesaran yang
berbeda beda. Bagian bagian stereoskop ini adalah sepasang
cermin/prisma, sepasang lensa, cermin pada tiap kaki. Kelebihan stereoskop
ini adalah perbesaran sangat besar, pasangan foto stereonya dapat diputar
sejauh 360, dan bila terkena cahaya akan lebih memperjelas gambar.

Sedangkan kekurangan dari stereoskop ini adalah bila tidak terkena cahaya
gambar yang dihasilkan akan tidak kelihatan.

Gambar 5 : Stereoskop Zoom

2. Interpretoskop
Yaitu Interpretoskop, yaitu stereoskop modern yang sudah menggunakan
komputer. Kelebihan dari interpretoskop adalah hasil lebih akurat karena
terkomputerisasi. Kekurangan pada interpretoskop adalah ukurannya yang
besar dan membutuhkan listrik disaat pemakaiannya.

Gambar 6 : Interpretoskop

Daftar Pustaka
http://www.siswapedia.com/alat-pengamat-citra/
http://www.guntara.com/2012/11/pengertian-dan-spesifikasi-stereoskop.html
https://alfaruka.wordpress.com/2010/11/15/foto-geologi-stereoskop/