Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah
: SMK Negeri 2 Bondowoso
Kelas/Semester
: X/I
Program
: Semua Program Keahlian
Mata Pelajaran
: Pendidikan Agama Islam
Materi Pokok
: Kejujuran Membawa Keberuntungan
Alokasi Waktu: 3 x 45 menit
A. Kompetensi Inti
Perilaku Terpuji (Kejujuran)
(KI-1) Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya;
(KI-2) Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia;
(KI-3) Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah;
(KI-4)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implemantasi dari
pemahaman Q.S. Al-Maidah (5): 8, Q.S. At-Taubah (9): 119 dan hadits terkait.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui metode pemberian tugas, diskusi, tanya jawab, active learning, dan ceramah diharapkan
pada akhir kegiatan siswa dapat:
1. Menyebutkanmakna kejujuran;
2. Menunjukkan dan membiasakan bersikap jujur dalam kehidupan sehari-harisebagai
implemantasi dari pemahaman Q.S. Al-Maidah (5): 8, Q.S. At-Taubah (9): 119 dan hadits
terkait.
D. Indikator Pencapaian Kompetensi
Memahami makna kejujuran
Menunjukkan dan membiasakan bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari
sebagai implemantasi dari pemahaman Q.S. Al-Maidah (5): 8, Q.S. At-Taubah (9): 119
dan hadits terkait.
E. Materi Pembelajaran
Perilaku Terpuji (Jujur)
a. Pengertian Kejujuran
Jujur berarti lurus hati; tulus; ikhlas; tidak berbohong (berkata apa adanya); tidak
curang (dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku).
Jujur juga dapat diartikan bisa menjaga amanah. Jujur merupakan salah satu sifat
manusia yang mulia, orang yang memiliki sifat jujur biasanyat mendapat kepercayaan dari
orang lain. Sifat jujur merupakan salah satu rahasia diri seseorang untuk menarik
kepercayaan orang lain atau masyarakat karena orang yang jujur senantiasa berusaha untuk
menjaga amanah. Amanah adalah ibarat barang titipan yang harus dijaga dan dirawat
dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.Berhasil atau tidaknya suatu amanah
sangat tergantung pada kejujuran orang yang memegang amanah tersebut. Jika orang yang

memegang amanah adalah orang yang jujur maka amanah tersebut tidak akan terabaikan
dan dapat terjaga atau terlaksana dengan baik. Begitu juga sebaliknya, jika amanah
tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak jujur maka keselamatan amanah tersebut pasti
tidak akan tertolong.
Jujur dapat pula diartikan kehati-hatian diri seseorang dalam memegang amanah
yang telah dipercayakan oleh orang lain kepada dirinya. Karena salah satu sifat terpenting
yang harus dimiliki bagi orang yang akan diberi amanah adalah orang-orang yang
memiliki kejujuran. Karena kejujuran merupakan sifat luhur yang harus dimiliki manusia.
Orang yang memiliki kepribadian yang jujur, masuk dalam kategori orang yang pantas
diberi amanah karena orang semacam ini memegang teguh terhadap setiap apa yang ia
yakini dan menjalankan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung
jawab.
Orang yang jujur umumnya akan bertanggung jawab penuh terhadap segala yang
diberikan atau dibebankan kepadanya, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan
kewajibannya tersebut dengan sungguh-sungguh. Selain itu orang yang dalam lubuk
hatinya mengalir darah kejujuran maka ia tidak akan sanggup menyakiti atau melukai
perasaan orang lain.
Kejujuran adalah perhiasan orang berbudi mulia dan orang yang berilmu. Oleh sebab
itu, sifat jujur sangat dianjurkan untuk dimiliki setiap umat Rasulullah saw., sesuai dengan
firman Allah swt. :
Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada
yang berhak menerimanya. (Q.S. an-Nisa: 58).

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan
Rasul-Nya dan janganlah kamu menghianati amanah-amanah yang dipercayakan
kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Q.S. al-Anfal: 27).
Dari dua ayat tersebut dapat di pahami bahwa manusia, selain dapat berlaku tidak
jujur terhadap dirinya dan orang lain, akan berlaku tidak jujur juga kepada Allah dan
Rasul-Nya. Maksud dari ketidakjujuran kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tidak
memenuhi perintah mereka. Dengan demikian, sudah jelas bahwa kejujuran dalam
memelihara amanah merupakan salah satu perintah Allah dan dipandang sebagai salah satu
kebajikan bagi orang yang beriman.
Jujur adalah sikap yang tidak mudah dilakukan jika hati tidak benar-benar bersih.
Namun sayangnya sifat yang luhur ini belakangan sangat jarang kita temui, kejujuran
sekarang ini menjadi barang langka. Saat ini kita membutuhkan teladan yang jujur, teladan
yang bisa diberi amanah umat dan menjalankan amanah yang diberikan dengan jujur dan
sebaik-baiknya. Dan teladan yang paling baik, yang patut dicontoh kejujurannya adalah
manusia paling utama yaitu Rasulullah saw. Kejujuran adalah perhiasan Rasulullah saw.
dan orang-orang yang berilmu.
b. Contoh Perilaku Jujur dalam kehidupan sehari-hari

c. Membiasakan dan menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan


Kejujuran merupakan sifat utama dan kunci dalam hubungan apapun, seperti
persahabatan, percintaan, pekerjaan dan terutama dalam pendidikan. Semua orang
mendambakan adanya sifat jujur pada dirinya, walaupun ia sering melakukan suatu hal
yang tidak jujur. Kata jujur adalah sebuah ungkapan yang sering kali kita dengar dan
menjadi pembicaraan. Akan tetapi, bisa jadi pembicaraan tersebut hanya mencakup sisi
luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari makna jujur itu sendiri. Kejujuran
merupakan hal yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak
ataupun muamalah; di mana yang terakhir ini memiliki banyak cabang, seperti masalah
jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan sebagainya.
Beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kejujuran sebagai
berikut :
a. Jujur dalam kehidupan sehari-hari; merupakan anjuran dari Allah dan Rasulnya.
Dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 119 Allah menerangkan kedudukan orangorang jujur :

Artinya : Allah berfirman, Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang
yang benar atas kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap
mereka dan merekapun ridha terhadap-Nya Itulah keberuntungan yang paling besar.
(QS. Al Maidah : 119)
Begitu juga secara gamblang Rasulullah menyatakan dengan sabdanya :
Wajib atas kalian untuk jujur, sebab jujur itu akan membawa kebaikan, dan kebaikan
akan menunjukkan jalan ke sorga, begitu pula seseorang senantiasa jujur dan
memperhatikan kejujuran, sehingga akan termaktub di sisi Allah atas kejujurannya.
Sebaliknya, janganlah berdusta, sebab dusta akan mengarah pada kejahatan, dan
kejahatan akan membewa ke neraka, seseorang yang senantiasa berdusta, dan
memperhatikan kedustaannya, sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta (HR.
Bukhari-Muslim dari Ibnu Masud)
b. Kejujuran dan kebohongan dalam kehidupan politik;
Ada hadits yang menyatakan dengan tegas bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Ada tiga kriteria manusia yang tidak dilihat dan disucikan Allah swt. di hari akhirat
bahkan bagi mereka mendapat adzab yang pedih, yaitu :
1.

Orang sudah tua yang berzina,

2.

Pemimpin yang berdusta, dan

3.

Orang sombong.

Adapun kebohongan yang diperbolehkan dalam kaitan untuk kegiatan berpolitik,


apabila kebohongan itu bisa meredam keributan sosial agar tidak terjadi perpecahan.
Dalam hal ini Rasulullah saw. memberi keringanan seperti dalam hadis dari Ummi
Kultsum: Saya tidak mendengar Rasulullah saw. memberi keringanan pada suatu
kebohongan kecuali tiga masalah:

1.

Seseorang yang membicarakan masalah dengan maksud mengadakan perbaikan


(Islah);

2.

Seseorang membicarakan masalah pada saat konflik perang (agar selamat), dan

3.

Seseorang yang merayu istrinya begitu juga istri merayu suami.(HR. Muslim)

Ada juga hadits yang menyatakan, Rasulullah saw. bersabda:


Bukanlah pendusta orang yang ingin melerai konflik sesama, hingga orang tersebut
berkata: semoga baik dan menjadi baik (HR. Mutafaq Alaih)
Begitulah batas kejujuran dan kebohongan secara dasar yang berkaitan dengan keseharian dan
politik.Dan sudah jelas bahwa tujuan dari keduanya adalah untuk sebuah kedamaian.
C. Uswah Hasanah
Jujur menyadarkan ahli maksiat
Dituliskan dalam suatu kisah tentang sahabat Rasulullah SAW yang mengaku punya kebiasaan
mabuk, judi, zina dan sifat jelek lainnya. Ia meminta kepada Rasulullah satu petuah agar bisa
jadi muslim yang shalih. Rasulullah pun bersabda, Kamu jangan berbohong. Lalu orang
tersebut berkata, hanya itukah, ya Rasulullah. Ya, laksanakanlah, nanti datang lagi ke saya
kata Rasul. Selanjutnya, ketika ingin melakukan judi, dia bergumam dalam hatinya, kalau aku
melakukan kebiasaan itu, dan Rasulullah bertanya kepadaku, bagaimana nanti aku
menjawabnya, sementara tidak boleh berbohong. Akhirnya perbuatan itu tidak terulang lagi,
setiap dia mengingat pesan Rasulullah. Efeknya, bukan saja telah menghentikan kebiasaan judi,
tapi semua perbuatan tercela yang biasa dia lakukan. Lewat beberapa hari, Rasululah bertemu
dengannya dan bertanya, Apakah kamu masih melakukan perbuatan tercela yang pernah kamu
ceritakan?. Orang itu menjawab, Semuanya sudah saya tinggalkan ya Rasulullah.
Kenapa?, lanjut Rasul. Dengan enteng orang itu menjawab Setiap kali saya ingin
melakukannya, saya dilanda kebingungan tentang jawabannya kalau engkau tanya, padahal
engkau menyuruh saya untuk tidak bohong.
D. Rangkuman
1. Jujur dapat diartikan bisa menjaga amanah dan merupakan salah satu sifat manusia yang
mulia, orang yang memiliki sifat jujur biasanyat mendapat kepercayaan dari orang lain.
2. Kejujuran adalah perhiasan orang berbudi mulia dan orang yang berilmu. Oleh sebab itu,
sifat jujur sangat dianjurkan untuk dimiliki setiap umat Rasulullah saw
3. Jujur dalam kehidupan sehari-hari; merupakan anjuran dari Allah dan Rasulnya
4. Kebohongan yang diperbolehkan dalam kaitan untuk kegiatan berpolitik, yaitu apabila
kebohongan itu bisa meredam keributan sosial agar tidak terjadi perpecahan.
5. Perilaku jujur dapat menyadarkan seorang yang biasa melakukun perbuatan maksiat.
F. Metode Pembelajaran
1. Metode:
a. Pemberian Tugas
b. Diskusi
c. Tanya jawab
d. Active learning
e. ceramah
2. Media Pembelajaran
Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video/kertas karton/dll
3. Sumber Belajar
Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls X SMA
Al Quran
Hadits
Internet/ Majalah/ koran
G. Langkah-langkah Pembelajaran
No.
Kegiatan
1. Pendahuluan
a. Membuka pembelajaran dengan dengan salam dan berdoa
bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan

Waktu
20 menit

No.

Kegiatan
penuh khidmat;
b. Memulai pembelajaran dengan membaca al-Quranyang
berkaitan dengan tema dengan benar danlancar
c. Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar
kehadirandan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan
tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;
d. Guru menyapa peserta didik dengan memperkenalkan diri
kepada peserta didik.
a. Mengajukan pertanyaan secara komunikatifberkaitan dengan
tema perilaku terpuji (kejujuran)
b. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan
dicapai;
c. Menyampaikantahapan kegiatan yang meliputi kegiatan
mengamati, menyimak,menanya, berdiskusi,
mengkomunikasikan dengan menyampailan, menanggapi dan
membuat kesimpulan hasil diskusi
2. Kegiatan Inti
a. Mengamati
Siswa mengamati slide tentang tema perilaku terpuji
(kejujuran) melalui tayangan media ICT/gambar yang
dibuat oleh salah satu kelompok yang mendapatkan tugas
untuk mempresentasikannya
b. Menanya
Siswa (audiens) mengajukan pertanyaan tentang hasil
presentasi kelompokterkait dengan perilaku terpuji
(kejujuran)
c. Eksperimen/Explore
Siswa mengemukakan isi tayangan media ICT/gambar
yang disampaikan oleh kelompok yang mendapatkan tugas
untuk mempresentasikan
Secara berkelompok siswa mendiskusikan perilaku yang
tercermin dalam Perilaku Terpuji (kejujuran)
Asosiasi
diskusi kelompok tentang Mana kejujuran
Menguhubungkan makna kejujuran dengan penerapan
perilaku kejujuran dalam kehidupan sehari-hari

Waktu

110 menit

d. Komunikasi.
Menyampaikan hasil diskusi tentang manakejujuran
Menanggapi hasil presentasi (melengkapi,
mengkonfirmasi, menyanggah)
Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru
3.

Penutup
a. Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan
pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang
telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan
langkah selanjutnya;
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan
tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik
yang menguasai materi;
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.

H. Penilaian Hasil Pembelajaran


a.
Individu

10 menit

Penilaian pada masing-masing siswa meliputi beberapa aspek, yaitu


1. Kehadiran
1. Tidak rajin 70 %
3. Rajin 85 99 %
2. Cukup Rajin 70 84 %
4. Sangat Rajin 100 %
2. Keaktifan menjawab pertanyaan
1. Tidak aktif
3. Aktif
2. Kurang aktif
4. Sangat aktif
3. Keaktifan mengajukan pertanyaan
1. Tidak aktif
3. Aktif
2. Kurang aktif
4. Sangat aktif
4. Keseriusan dalam mengikuti pelajaran
1. Tidak serius
3. Serius
2. Kurang serius
4. Sangat serius
5. Ketepatan mengerjakan soal evaluasi/tugas.

Lembar penilaian individu terlampir

b. Kelompok
Penilaian pada masing-masing kelompok meliputi beberapa aspek, yaitu :
1. Partisipasi dalam kelompok
a. Kurang bagus : satu atau dua siswa yang berpartisipasi aktif
b. Bagus
: minimal tiga per empat siswa berpartisipasi aktif
c. Sangat bagus : semua siswa berpartisipasi aktif
2. Beban tanggung jawab
a. Kurang bagus : Tanggung jawab dibebankan pada satu orang
b. Bagus
: Tanggung jawab dipikul tiga perempat anggota
kelompok
c. Sangat bagus : Tanggung jawab terhadap tugas terdistribusi secara
merata
3. Kualitas interaksi
a. Kurang bagus : Tidak mampu menujukkan ketrampilan memimpin
danmendengarkan dengan baik
b. Bagus
: Mampu menunjukkan ketrampilan memimpin dan
menunjukkankesadaran akan pandangan/opini orang lain dalam
kelompok
c. Sangat bagus : Tidak mampu menujukkan ketrampilan memimpin
dan
mendengarkan dengan baik; siswa menujukkan kesadaran akan
pandangan /opini orang lain didalam diskusi kelompok/kelas.

Lembar penilaian proses kelompok terlampir

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat
pencapaian kompetensi siswa.Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan
kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.
Tugas
Mengisi rubrik tentang makna kejujuran
Menceritakan hikmah berperilaku kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
Observasi
Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasiterait dengan
- menceritakan isi slide tentang makna kejujuran
- sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan
jalannya diskusi dan kerja kelompok
- Partisipasi dalam kelompok diskusi
Portofolio

Membuat paparan tentang perilaku yang mencerminkan kejujuran dalam kehidupan seharihari
Tes
Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi slide tentang sikap yang sesuai dengan
perilaku jujur.
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
SMK Negeri 2 Bondowoso

Bondowoso, ...................... 2014


Guru PAI

Drs. FATURRAHMAN, M.MPd


Pembina
NIP. 19620202 199303 1 012

Mudarris Sultoni, S.Pd.I


NIP.