Anda di halaman 1dari 4

Elektrolisa air

Elektrolisa air ada sebuah proses


mengurai atom hidrogen dan atom
oksigen dari molekul H2O (air).
Penguraiannya melalui pemberian
arus listrik pada batang logam
(biasanya platina) yang ditaruh di
dalam air dimana katoda (kutub
positif) dan anoda (kutub negatif)
baterai terhubung dengan logam
tersebut. Pada logam kutub positif,
akan menghasilkan gas oksigen.
Sedang
kutub
negatifnya
menghasilkan gas hidrogen.
Alat elektrolisa air dijual di tokotoko kimia. Jadi jika Anda ingin
mengurai atom hidrogen dan atom
oksigen dari air, dapat membeli alat
tersebut di toko kimia.
Namun
apabila
Anda
sulit
mendapatkannya,
Anda
dapat
membuatnya
seperti
gambar
berikut:
Membuat Alat Elektrolisa Air Sederhana:
Untuk membuat alat elektrolisa air seperti gambar di atas, yang
dibutuhkan adalah:
- Pipa paralon yang tebal (kualitas 1, tahan panas) ukuran diameter 1 inchi
dan 2 inchi;
- 3 buah kran air 1/2 inchi;
- 4 buah keni 1/2 inchi ke 2 inchi;
- 3 buah keni leter T
- 2 buah balon warna merah dan biru
- Lem paralon
- Karet sumbat
- Batang logam Stainless steel.
- 1 buah baterai/aki mobil

- Kabel;
- Air garam atau air + baking soda.
Buatlah dari bahan tersebut seperti terlihat digambar. Buat pula
penyanggahnya agar tidak rebah.
Memulainya:
- Buka semua keran (keran dalam kondisi terbuka);
- lalu masukkan air garam atau air yang diberi seujung sendok makan
baking soda. setelah permukaan air rata (terlihat berada sedikit di atas
keran), tutuplah semua keran.
- Lalu pasang balon dan buka keran A dan C. Maksudnya agar ketika
gas mulai keluar, balon akan melembung.
- Koneksikan kabel ke baterai/aki mobil.
- Tunggulah sampai balon melembung.
- Jika balon sudah melembung cukup besar, lepaskan balon dari alat dan
ikatlah.
Balon yang dapat terbang seperti balon gas, itulah balon yang terisi gas
hidrogen. Sedang balon yang tidak terbang, itulah balon yang terisi gas
oksigen. Agar balon tidak terbang jauh, ikatlah dengan benang.
Sampai disini, kita sudah dapat membuat gas hidrogen dan gas oksigen
melalui proses elektrolisa air dengan alat yang kita buat sendiri untuk
keperluan membuat water fuel cell.
Berikutnya kita akan belajar apa itu grafit?, bagaimana memperoleh bahan
grafit yang mudah?, bagaimana cara membuat atau membentuk grafit
untuk water fuel cell (WFC). Mengenai hal tersebut akan kita bicarakan
berikutnya.
2. Simulasi biogas
Saudara sekalian, biogas adalah gas yang diperoleh dari sampah tanaman,
kotoran hewan, dan lain sebagainya yang dapat membusuk. Biogas dapat
kita manfaatkan untuk energi. Antara lain untuk memasak.
Ada cara mudah dan sederhana bagi yang ingin mengetahui tentang biogas
dan pemanfaatannya. Alat yang dibutuhkan pun ada disekitar kita. Dalam
kesempatan ini, saya mencoba menjelaskan secara sederhana mungkin
bagaimana cara membuat biogas dengan alat dan bahan disekeliling kita.

Alat/Bahan yang dibutuhkan:


1. Galon air mineral
2. Pisau untuk melubangi tutup galon
3. Pipa logam kecil denga diameter kira-kira 1 cm
4. Selang plastik aquarium dengan diameter 1 cm
5. Air.
6. Eceng gondong atau sisa sayuran mentah dari dapur.
Cara membuatnya:
1. Masukkan eceng gondok atau sisa sayuran sampai 1/2 galon.
2. Isilah galon tersebut dengan air secukupnya lalu tutup yang rapat
(jangan sampai ada lubang sedikit pun).
3. Simpan selama 7 hari
4. Siapkan pipa logam dengan diameter 1 cm sepanjang 10 cm dan 20 cm (2
buah)
5. Siapkan selang plastik aquarium dengan diameter 1 cm, sepanjang 1
meter.
6. Lubangi tutup galon air mineral sedikit saja (Jangan dibuka tutupnya
agar gas tidak hilang/habis menguap).
7. Lalu tusukkan pipa logam pada tutup tersebut.
8. Kemudian sambungkan selang palstik ke pipa logam pada tutup galon
tersebut.
9. Di ujung selang satunya, sambungkan pipa loga 20 cm.
10. Sulutlah dengan korek api.
Jika pembusukannya baik, maka pasti akan menyala.

Pemanfaatan:
Dalam kapasitas yang lebih besar, misalnya menggunakan drum bekas
minyak, dapat digunakan untuk bahan bakar kompor gas dengan biogas
ini.
Mudah ?,
Catatan: Bila belum berhasil, mungkin terdapat kekurangan bakteri pada
sisa sayurannya. Untuk itu dapat ditambah bakteri methanogen yang
produknya berupa gas methana (CH4). Tetapi biasanya tanpa ditambah
bakteri itu tetap dapat memproduksi biogas.