Anda di halaman 1dari 5

VARIASI JENIS IKAN (PISCES) DI KAWASAN PERAIRAN PADANG TIKAR KECAMATAN BATU

AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA


1
DAYANG TAEMAH
(1Mahasiswi Prodi Pendidikan Biologi Angkatan 2012, FKIP Universitas Tanjungpura)

ABSTRAK
Pengamatan dilakukan di dermaga Desa Padang Tikar. Dendan mengamati jenis-jenis ikan yang
berada di gudang penyimpanan ikan hasil nelayan. Ditemukan banyak jenis ikan di wilayah perairan
Padang Tikar. 22 Jenis ikan yang ditemukan sebagian besar merupakan ikan yang biasa sering di
konsumsi oleh warga pada umunya. Jenis ikan yang didapat dapat kita katakana bahwa
keanekaragam jenis ikan di wilayah ini cukup besar. Spesies yang diperoleh yaitu ikan pari elang
(Aetomyleus nichofii), ikan tirusan (Pseudesciaena soldado), ikan duri (Arius leiotetocephalus), ikan
julung-julung (Zenarchopterus buffonis),ikan buntal (Diodon holocanthus), ikan belanak (Liza
melinoptera), ikan kerapu (Epinephelus bleekeri), ikan sembilang (Plotasus canius), ikan kakap (Lates
calcarifer), ikan pirang (Setipinna taty), ikan mayung (Arius thalassinus), ikan simerah (Lutjanus
fuscescens), ikan tudung tempayan (Platax teira), ikan glodok (Penopthalmus koelreuteri), ikan
sebelah (Scatophagus argus), ikan ketang (Scatophagus argus), ikan ronggeng, ikan teri (Anchovies
sp.), ikan pesut (Orcaella brevirostris), dan ikan malong.

Kata Kunci : Variasi,Keragaman,Pisces,Family

Jurnal Ekologi Perairan

Page 1

PENDAHULUAN

Penelitian ikan di wilayah perairan Indonesia telah dimulai sejak tahun 1653 oleh
Johannes Nieuhof

yang menjadi perwakilan eksplorasi dan komisi diplomatik dari

Nederlansche Oost-Indische Company di Timur jauh dan China. Sebagian besar koleksi
Nieuhof ditemukan di Batavia dan sekitarnya. Beberapa peneliti meneruskan pekerjaan ini,
diantaranya dua pemuda: Heinrich Kuhl & Johan Conraad van Hasselt yang hanya bertahan
kurang dari tiga tahun dan dikuburkan di Kebun Raya Bogor. Setelah itu banyak peneliti lain
yang meneliti di perairan Indonesia, namun yang paling banyak kontribusinya adalah Pieter
Bleeker (Roberts, 1989).
Kawasan Padang Tikar merupakan gugus kepulauan yang terletak di pesisir barat
kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya dengan luas wilayah 2.002,00 km. Kawasan
ini memiliki wilayah perairan air tawar berupa air sungai dan air laut, sehingga diduga
menyebabkan keanekaragaman ikan di wilayah perairan ini cukup tinggi baik dari jenis ikan
air tawar dan ikan air laut. Adanya hubungan positif antara kekayaan jenis dengan suatu area
yang ditempati tergantung pada dua faktor. Pertama, peningkatan jumlah mikro habitat akan
dapat meningkatkan keragaman. Kedua, area yang lebih luas sering memiliki variasi habitat
yang lebih besar dibanding dengan area yang lebih sempit (Wooton, 1991).
Hasil wawancara dengan masyarakat sekitar kawasan pantai, diperoleh informasi bahwa
pemanfaatan ikan terutama yang memiliki nilai komoditas tinggi terus berlangsung. Banyak
diantaranya dipergunakan untuk dipelihara, dikonsumsi ataupun diperdagangkan. Seperti ikan
dari golongan Tenggiri /Tuna yang menjadi komoditi ekspor dan Udang Ketak yang juga menjadi
primadona hasil tangkapan perikanan di perairan Padang Tikar.
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis ikan yang hidup di perairan
Padang Tikar, Kec. Batu Ampar Kab. Kubu Raya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah
pengetahuan tentang keanekaragaman jenis ikan disana dan mendukung pengelolaan perairan
laut maupun tawar di Perairan Padang Tikar.
BAHAN DAN METODE

Jurnal Ekologi Perairan

Page 2

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan perairan Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar,
Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10
Januari 2015 di lokasi perairan Padang Tikar yakni di tempat pelelangan ikan (TPI) pelabuhan
Teluk Air. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kamera dan alat tulis, Sementara
bahan yang digunakan adalah tally sheet, dan buku identifikasi Pisces di Indonesia
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara. untuk
pengamatan di TPI Teluk Air dilakukan metode wawancara dengan para nelayan yang pulang
dari melaut. Waktu pengamatan dimulai pukul 09:00-10:00 WIB.data sekunder berupa hasil
wawancara dengan para nelayan untuk menggali informasi mengenai ikan yang sering ditemukan
atau ditangkap oleh para nelayan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
No

Jenis Ikan

Nama ilmiah

Family

Pari elang

Aetomyleus nichofii

Mobulidae

Tirusan

Pseudesciaena soldado

Centropomidae

Duri

Arius leiotetocephalus

Ariidae

Julung-julung

Zenarchopterus buffonis

Belonidae,

Buntal

Diodon holocanthus

Belanak

Liza melinoptera

Mugilidae

Kerapu

Epinephelus bleekeri

Serranidae

Sembilang

Plotasus canius

Plotosidae

Kakap

Lates calcarifer

Centropomidae

10

Pirang

Setipinna taty

Engraulidae

11

Ikan mayung

Arius thalassinus

Ariidae

12.

Ikan simerah

Lutjanus fuscescens

Lutjanidae

13

Tudung tempayan

Platax teira

Ephippidae

14

Ikan glodok

Penopthalmus koelreuteri

Gobiidae

15

Ikan sebelah

Achioides melanorhynchus

Soleidae

16.

Ketang-ketang

Scatophagus argus

Scatophagidae

17.

Ikan tenggiri

Scomberomorus sp.

Scombridae

Jurnal Ekologi Perairan

Diodontidae

Page 3

18.

Tenggiri papan

Scomberomous commerson

Scombridae

19

Ikan ronggeng

20.

Ikan teri

Anchovies sp.

Engraulidae

21.

Ikan pesut

Orcaella brevirostris

Delphinidae

22.

Ikan malong

Dari hasil pengamatan menunjukkan adanya 14 famili dengan 22 spesies ikan yang
hidup di kawasan perairan Padang Tikar seperti yang terlihat pada table. Spesies yang
diperoleh yaitu ikan pari elang (Aetomyleus nichofii), ikan tirusan (Pseudesciaena soldado),
ikan duri (Arius leiotetocephalus), ikan julung-julung (Zenarchopterus buffonis),ikan buntal
(Diodon holocanthus), ikan belanak (Liza melinoptera), ikan kerapu (Epinephelus bleekeri),
ikan sembilang (Plotasus canius), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan pirang (Setipinna taty),
ikan mayung (Arius thalassinus), ikan simerah (Lutjanus fuscescens), ikan tudung tempayan
(Platax teira), ikan glodok (Penopthalmus koelreuteri), ikan sebelah (Scatophagus argus),
ikan ketang (Scatophagus argus), ikan ronggeng, ikan teri (Anchovies sp.), ikan pesut
(Orcaella brevirostris), dan ikan malong.

Hasil diatas menunjukkan bahwa kenakaragaman ikan di Perairan padang


tikar sangat Beragam.Dibandingkan dengan kawasan sekitar aliran sungai kecil,
kawasan perairan payau (Muara) lebih bervariasi dalam hal keragamannya,
sedangkan di sekitar aliran sungai yang ditemukan umumnya merupakan ikan
air tawar, sedangkan pada air payau keragaman lebih tinggi akibat pertemuan
dua buah aliran air yang berbeda kadar garamnya.
Salah satu penyebab kelimpahan ikan pada suatu lokasi adalah
ketersediaan bahan makanan. Bahkan beberapa kelompok burung dapat hidup
lestari hingga saat ini disebabkan telah berhasil menciptakan relung yang
khusus bagi dirinya sendiri untuk mengurangi kompetisi atas kebutuhan sumber
daya dan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi lingkungan (Elfidasari dan
Junardi, 2006).
Jurnal Ekologi Perairan

Page 4

Selain itu, tingginya keragaman ikan di perairan padang tikar dikarenakan


di kawasan ini lebih banyak tersedia tanaman berbuah yang menjadi makanan
bagi ikan serta tumbuhan berbunga yang menjadi sumber makanan utama bagi
jenis ikan frugivor. Menurut Priatna (2002), bahwa perbedaan keanekaragaman
jenis ikan pada setiap habitat sangat dipengaruhi dari ketersediaan makanan
bagi ikan.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 22 spesies dengan 14 famili ikan
yang hidup di kawasan perairan Padang Tikar. Spesies yang diperoleh yaitu ikan pari elang
(Aetomyleus nichofii), ikan tirusan (Pseudesciaena soldado), ikan duri (Arius leiotetocephalus), ikan
julung-julung (Zenarchopterus buffonis),ikan buntal (Diodon holocanthus), ikan belanak (Liza
melinoptera), ikan kerapu (Epinephelus bleekeri), ikan sembilang (Plotasus canius), ikan kakap (Lates
calcarifer), ikan pirang (Setipinna taty), ikan mayung (Arius thalassinus), ikan simerah (Lutjanus
fuscescens), ikan tudung tempayan (Platax teira), ikan glodok (Penopthalmus koelreuteri), ikan
sebelah (Scatophagus argus), ikan ketang (Scatophagus argus), ikan ronggeng, ikan teri (Anchovies
sp.), ikan pesut (Orcaella brevirostris), dan ikan malong.

DAFTAR PUSTAKA
Roberts T. 1989. The Freshwater Fishes of Western Borneo. California Academy of
San Fransisco.

Sciences,

Wooton, J. 1991. Ecology of Teleost Fishes. New York: Chapman & Hall.

Jurnal Ekologi Perairan

Page 5