Anda di halaman 1dari 11

Hutang lancar

Hutanh jangka pendek


Hutang yang akan dilunasi oleh
perusahaan dalam jangka waktu
siklus operasi perusahaan atau satu
tahun.
Karena siklus usaha yang berbedabeda, maka:

Utang jangka pendek yang sudah


pasti
Jika:
Jumlah yang harus dibayar sudah
pasti
Kewajiban membayar sudah pasti,
artinya sudah terjadi transaksi yang
menimbulkan kewajiban membayar

Utang dagang & wesel


Biasanya timbul karena pembelian
barang-barang jasa dan dari
pinjaman jangka pendek.
Dalam utang jangka pendek perlu
diperhitungkan barang yang masih di
perjalanan , yakni syarat
pengirimannya

Utang deviden
Deviden yang dibagikan dalam bentuk
uang/ aktiva(belum dibayar) dicatat dengan
mendebit rekening laba tidak dibagi dan
mengkredit utamg deviden.
Utang deviden ini timbul saat pengumuman
pembagian deviden oleh direksi& terutang
sampai tanggal pembayaran.
Deviden untuk saham prioritas walau
jumlahnya pasti namun sebelum tanggal
pengumuman belum merupakan utang.

Utang jangka panjang yang jatuh


tempo dalam periode itu
Jika akan dilunasi urang dari 1 tahun
dilaporkan sebagai utang jangka
pendek. Jika jatuh temponya
sebagian, maka bagian yang jatuh
tempo itu dilaporkan sebagai utang
jangka pendek, sedang yang belum
jatuh tempotetap sebagai utang
jangka panjang

Utang gaji dan upah


Perhitungan jumlah yang masih akan
dibayar untuk gaji dan upah, bunga,
sewa dll yg dilakukan dg dasar waktu
terjadinya biaya itu.
Misal gaji dibayarkan tiap tgl 5, maka
jurnal 31 akhir bulan:
Gaji xxx
utang gaji
xxx

Uang muka dan jaminan yang dapat


diminta kembali
Pembayaran dimuka dari pembeli
untuk barang2 yang dipesan,
sebelum barang diserahkan pada
pembeli, uang muka itu merupakan
utang jangka pendek
Jaminan yang diminta dari client jua
utang, jika jaminan dapat ditarik
sewaktu-waktu maka termasuk utang
jangka pendek

Dana untuk pihak ketiga


Perusahaan kadang akan menjadi
pihak yang mengumpulkan uang dari
client/ pegawai yang akan
diserahkan pada pihak lain
Pengumpulan dana dapat dilakukan
dengan cara pemotongan gaji/
membebani client dengan jumlah
tertentu

Misal: gaji pegawai dipotong 15%


sebagai PPh. Jika gaji dicatat Rp
1200.000 maka jurnalnya
Gaji Rp 1200.000
utang PPh
Rp 180.000
kas
Rp 1020.000