Anda di halaman 1dari 7

Mengurus Pendirian PT CV

Ketentuan mengenai peraturan perusahaan diatur pada Pasal 108


sampai dengan Pasal 115 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan (UU No.13/2003) dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Nomor PER.16/MEN/XI/2011 tentang Tata Cara Pembuatan dan
Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran
Perjanjian Kerja Bersama (Permenaker 16/2011). Pasal 1 angka (20) UU
No.13/2003 mendefinisikan peraturan perusahaan sebagai peraturan yang
dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja dan
tata tertib perusahaan (Peraturan Perusahaan).
Pengusaha yang mempekerjakan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh)
orang pekerja/buruh wajib membuat Peraturan Perusahaan. Peraturan
Perusahaan mulai berlaku setelah disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi atau pejabat yang ditunjuk. Namun, kewajiban pembuatan
Peraturan Perusahaan tidak berlaku apabila perusahaan telah memiliki
perjanjian kerja bersama. Adapun ketentuan di dalam Peraturan Perusahaan
tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, serta tidak boleh lebih rendah dari peraturan perundang-undangan.
Peraturan Perusahaan harus disahkan oleh pejabat yang berwenang. Yang
dimaksud sebagai pejabat yang berwenang adalah sebagai berikut
(Pejabat)
1.

kepala instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan


kabupaten/kota, untuk perusahaan yang terdapat hanya dalam 1 (satu)
wilayah kabupaten/kota;
2.
kepala instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan
provinsi, untuk perusahaan yang terdapat pada lebih dari 1 (satu)
kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi;
3.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja, untuk perusahaan yang terdapat pada lebih dari 1 (satu)
provinsi.
Pasal 111 ayat (1) UU No.13/2003 mengatur bahwa Peraturan Perusahaan
sekurang-kurangnya memuat sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

hak dan kewajiban pengusaha;


hak dan kewajiban pekerja/buruh;
syarat kerja;
tata tertib perusahaan; dan
jangka waktu berlakunya Peraturan Perusahaan.

Untuk melakukan pengesahan Peraturan Perusahaan maka pengusaha harus


mengajukan permohonan pengesahan Peraturan Perusahaan tersebut
kepada Pejabat.
Pasal 8 ayat (2) Permenaker 16/2011 mengatur bahwa permohonan
pengesahan Peraturan Perusahaan dilengkapi dengan dokumen sebagai
berikut:
1.

naskah Peraturan Perusahaan yang dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan


ditandatangani oleh pengusaha; dan
2.
bukti telah dimintakan saran dan pertimbangan dari serikat
pekerja/serikat buruh dan/atau wakil pekerja/buruh apabila di
perusahaan tidak ada serikat pekerja/serikat buruh.

Dalam hal pengajuan Peraturan Perusahaan telah memenuhi


kelengkapan sebagaimana dimaksud di atas dan materi dari Peraturan
Perusahaan tidak lebih rendah dari peraturan perundang-undangan maka
Pejabat wajib mengesahkan Peraturan Perusahaan dengan menerbitkan
surat keputusan dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak
diterimanya permohonan.
Pasal 11 ayat (3) UU No.13/2003 mengatur bahwa Peraturan Perusahaan
berlaku paling lama 2 (dua) tahun dan wajib diperbaharui setelah habis masa
berlakunya. Perusahaan dapat mengubah Peraturan Perusahaan asalkan hal
tersebut telah disepakati oleh para pekerja/buruh dan tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perubahan Peraturan Perusahaan harus mendapatkan pengesahan
kembali dari Pejabat. Jika perubahan Peraturan Perusahaan tersebut tidak
mendapat pengesahan maka perubahan terhadap Peraturan Perusahaan
tersebut dianggap tidak ada.

Tata Cara Terbaru Dalam Pengesahan Badan Hukum, Persetujuan


Perubahan Anggaran Dasar,
Penyampaian Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar dan Perubahan Data
Pada 26 Maret 2014, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
(Menkumham) menerbitkan Peraturan Menkumham No. 4 Tahun 2014
tentang Tata Cara Pengesahan Badan Hukum dan Persetujuan Perubahan
Anggaran Dasar serta Penyampaian Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar dan Perubahan Data Perseroan (Permenkumham No. 4/2014). Secara
prinsip, Permenkumham No. 4/2014 mengatur tata cara terbaru untuk

meningkatkan pelayanan dan dan mempercepat proses pengesahan badan


hukum,
persetujuan
perubahan
anggaran
dasar,
penyampaian
pemberitahuan perubahan anggaran dasar, dan perubahan data perseroan
terbatas (Perseroan) melalui media elektronik. Permenkumham No. 4/2014
mengatur tata cara yang cenderung lebih efektif bila dibandingkan dengan
tata cara sebelumnya, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menkumham
No. M.HH-01.AH.01.01 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengesahan Badan
Hukum dan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar serta Penyampaian
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dan Perubahan Data Perseroan
(Permenkumham No. 01/2011).
Pada dasarnya, Permenkumham No. 4/2014 mengatur bahwa
persetujuan maupun penolakan oleh Menkumham disampaikan secara
elektronik kepada pemohon. Untuk itu, notaris dapat mencetak sendiri
keputusan dari Menkumham tersebut. Dalam hal pemohon berkewajiban
untuk menyampaikan dokumen pendukung dalam mengajukan suatu
permohonan, maka si pemohon diwajibkan untuk menyampaikan surat
pernyataan secara elektronik yang menyatakan bahwa dokumen pendukung
telah lengkap. Namun demikian, dokumen-dokumen pendukung tersebut
dalam bentuk fisik akan disimpan oleh notaris. Hal ini berbeda dengan
Permenkumham No. 01/2011, yang mewajibkan pemohon untuk
menyampaikan secara fisik surat permohonan yang dilampiri dengan
dokumen pendukung.

Permohonan Melalui Media Elektronik


Secara substansi, proses dan permohonan pengesahan badan hukum,
persetujuan perubahan anggaran dasar, penyampaian pemberitahuan
perubahan anggaran dasar, dan perubahan data Perseroan sebagaimana
yang diatur dalam Permenkumham No. 4/2014 adalah sama. Permohonanpermohonan tersebut diajukan melalui sistem administrasi badan hukum
(SABH). SABH adalah pelayanan jasa teknologi Perseroan secara elektronik
yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.
Sedangkan, yang dimaksud sebagai pemohon adalah pendiri secara
bersama-sama atau direksi Perseroan
dalam hal Perseroan telah
memperoleh status badan hukum, atau likuidator Perseroan apabila
Perseroan telah bubar (Pemohon).
Untuk permohonan pengesahan badan hukum didahului dengan
pengajuan nama Perseroan kepada Menkumham. Persetujuan maupun
penolakan pengajuan nama tersebut akan diberikan kepada Pemohon secara
elektronik. Permohonan pengesahan badan hukum wajib diajukan secara
elektronik kepada Menkumham paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak

tanggal penandatanganan akta pendirian. Permohonan tersebut dilakukan


dengan mengisi format pendirian Perseroan. Pemohon berkewajiban untuk
membayar biaya permohonan pengesahan badan hukum melalui bank
persepsi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Selain itu, Pemohon
juga wajib untuk menyampaikan surat pernyataan secara elektronik yang
menyatakan bahwa format pendirian Perseroan dan dokumen pendukung
telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sedangkan,
dokumen pendukung terkait dengan permohonan pendirian Perseroan akan
disimpan oleh notaris.
Keputusan Menkumham mengenai pengesahan badan hukum
diterbitkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal pernyataan
tidak berkeberatan dari Menkumham. Keputusan Menkumham tersebut
disampaikan secara elektronik kepada Pemohon dan dapat langsung dicetak
oleh notaris dengan dibubuhi cap jabatan oleh notaris. Selain itu, surat
keputusan Menkumham tersebut juga harus memuat frasa yang menyatakan
Keputusan Menteri ini dicetak dari SABH.
Adapun tata cara (i) pembayaran biaya permohonan, (ii) penyampaian
surat pernyataan Pemohon, (iii) pernyataan tidak terdapatnya keberatan dari
Menkumham setelah dilengkapinya format pengisian data permohonan
melalui SABH, (iv) jangka waktu penerbitan keputusan Menkumham, (v)
penyampaian keputusan Menkumham, (vi) penyimpanan dokumen
pendukung oleh notaris, serta (vii) pencetakan keputusan Menkumham oleh
notaris, secara mutatis mutandis berlaku dalam permohonan persetujuan
perubahan anggaran dasar, pemberitahuan perubahan anggaran, dan
pemberitahuan perubahan data Perseroan. Adapun yang berbeda dari
permohonan tersebut adalah terletak pada jenis masing-masing dokumen
pendukung.

Permohonan Secara Non-Elektronik


Dalam hal permohonan pengesahan badan hukum, permohonan
perubahan anggaran dasar, atau permohonan perubahan data Perseroan
tidak dapat diajukan secara elektronik dengan alasan (i) tempat kedudukan
notaris belum tersedia jaringan internet; atau (ii) SABH tidak berfungsi
sebagaimana mestinya berdasarkan pengumuman resmi oleh Menkumham,
maka Pemohon dapat mengajukan permohonan secara manual. Permohonan
secara manual tersebut dilakukan dengan menyampaikan permohonan
secara tertulis dengan melampirkan dokumen pendukung. Selain itu,
permohonan secara manual juga perlu beserta surat keterangan dari kepala
kantor telekomunikasi setempat yang menyatakan bahwa tempat kedudukan
notaris tersebut belum terjangkau fasilitas internet.

Dengan berlakunya Permenkumham No. 4/2014 maka Permenkumham


No. 01/2011 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Anggaran Dasar Perseroan Terbatas


Akta pendirian sebuah Perseroan Terbatas (Perseroan) memuat
anggaran dasar Perseroan dan keterangan lain yang berkaitan dengan
pendirian Perseroan. Pasal 15 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas (UUPT) mengatur bahwa anggaran dasar Perseroan
harus sekurang-kurangnya memuat:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

nama dan tempat kedudukan Perseroan;


maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan;
jangka waktu berdirinya Perseroan;
besarnya jumlah modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor;
jumlah saham, klasifikasi saham apabila ada berikut jumlah saham
untuk tiap klasifikasi, hak-hak yang melekat pada setiap saham, dan nilai
nominal setiap saham;
nama jabatan dan jumlah anggota Direksi dan Dewan Komisaris;
penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS;
tata cara pengangkatan, penggatian, pemberhentian anggota Direksi
dan Dewan Komisaris;
tata cara penggunaan laba dan pembagian deviden.

Pasal 15 UUPT juga mengatur mengenai hal-hal apa yang tidak boleh dimuat
dalam sebuah anggaran dasar, yaitu:
1.
2.

ketentuan tentang penerimaan bunga tetap atas saham;


ketentuan tentang pemberian manfaat pribadi kepada pendiri atau
pihak lain.

Anggaran dasar Perseroan mengatur ketentuan mengenai:


1.
2.
3.

tata cara pengunduran diri anggota Direksi;


tata cara pengisian jabatan angota Direksi yang lowong;
pihak yang berwenang menjalankan pengurusan dan mewakili
Perseroan dalam hal seluruh anggota Direksi berhalangan atau
diberhentikan untuk sementara.

Perubahan anggaran dasar ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang


Saham (RUPS). Acara mengenai perubahan anggaran dasar wajib
dicantumkan dengan jelas dalam pemanggilan RUPS. RUPS untuk mengubah
anggaran dasar dapat dilangsungkan jika dalam rapat paling sedikit 2/3 (dua

pertiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara hadir atau
diwakili dalam RUPS dan keputusan adalah sah jika disetujui paling sedikit
2/3 (dua pertiga) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan. Dalam hal
kuorum kehadiran tidak tercapai dapat diselenggarakan RUPS kedua. RUPS
kedua sah dan berhak mengambil keputusan jika dalam rapat paling sedikit
3/5 (tiga perlima) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara hadir
atau diwakili dalam RUPS dan keputusan adalah sah jika disetujui paling
sedikit 2/3 (dua pertiga) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan.
Perubahan-perubahan anggaran dasar tertentu harus mendapatkan
persetujuan Menteri. Perubahan-perubahan yang harus mendapatkan
persetujuan Menteri meliputi perubahan atas:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

nama Perseroan dan/atau tempat kedudukan Perseroan;


maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan;
jangka waktu berdirinya Perseroan;
besarnya modal dasar;
pengurangan modal ditempatkan dan disetor;
status Perseroan yang tertutup menjadi Perseroan terbuka atau
sebaliknya.

Perubahan anggaran dasar selain dari perubahan-perubahan yang


disebutkan di atas tidak harus mendapatkan persetujuan Menteri, tetapi
Perseroan hanya perlu memberitahukan perubahan anggaran dasar kepada
Menteri.
Perubahan anggaran dasar Perseroan dibuat dalam akta notaris dalam
bahasa Indonesia. Perubahan anggaran dasar Perseroan yang tidak dimuat
dalam akta berita acara rapat yang dibuat oleh notaris harus dinyatakan
dalam bentuk akta pernyataan keputusan rapat atau akta perubahan
anggaran dasar paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal
keputusan RUPS.
Permohonan persetujuan perubahan anggaran dasar Perseroan diajukan
kepada Menteri paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal
akta notaris yang memuat perubahan anggaran dasar Perseroan. Ketentuan
ini juga berlaku bagi pemberitahuan perubahan anggaran dasar Perseroan
kepada Menteri. Permohonan persetujuan perubahan anggaran dasar
Perseroan mengenai perpanjangan jangka waktu berdirinya Perseroan harus
diajukan kepada Menteri paling lambat 60 (enam puluh) hari sebelum jangka
waktu berdirinya Perseroan berakhir.
Permohonan persetujuan atas perubahan anggaran dasar Perseroan dapat
ditolak apabila:

1.

bertentangan dengan ketentuan mengenai tata cara perubahan


anggaran dasar;
2.
isi perubahan bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangundangan, ketertiban umum, dan/atau kesusilaan;
3.
terdapat keberatan dari kreditur atas keputusan RUPS mengenai
pengurangan modal.

Perubahan anggaran dasar Perseroan yang harus mendapatkan


persetujuan Menteri mulai berlaku sejak tanggal diterbitkannya Keputusan
Menteri mengenai persetujuan perubahan anggaran dasar Perseroan.
Sedangkan perubahan anggaran dasar Perseroan yang diberitahukan kepada
Menteri mulai berlaku sejak tanggal diterbitkannya surat penerimaan
pemberitahuan perubahan anggaran dasar oleh Menteri.
Perubahan anggaran dasar mengenai status Perseroan yang tertutup
menjadi Perseroan Terbuka mulai berlaku sejak tanggal:
1.

efektif pemberitahuan pendaftaran yang diajukan kepada lembaga


pengawas di bidang pasar modal bagi Perseroan Publik;
2.
dilaksanakan penawaran umum, bagi Perseroan yang mengajukan
pernyataan pendaftaran kepada lembaga pengawas di bidang pasar
modal untuk melakukan penawaran umum saham sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Perubahan anggaran dasar yang dilakukan dalam rangka penggabungan


atau pengambilalihan berlaku sejak tanggal:
1.
2.
3.

persetujuan Menteri;
kemudian yang ditetapkan dalam persetujuan Menteri;
pemberitahuan perubahan anggaran dasar diterima Menteri atau
tanggal kemudian yang ditetapkan dalam akta penggabungan atau akta
pengambilalihan.