Anda di halaman 1dari 7

PERBEDAAN POMPA DAN KOMPRESOR

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai berbagai macam percakapan


yang
menggunakan
kata
POMPA.
Seperti
percakapan
di
bawah
ini:
Percakapan
1:
Ahmad
:
Budi,
kamu
punya
pompa?
Budi
:
Kenapa?
Ahmad
:
Ban
sepedaku
bagian
belakang
kempes.
Percakapan2:
Ibu
:
Ayah,
air
tidak
mengalir.
Ayah
:
Kenapa?
Ibu
:
pompa
air
yang
disumur
rusak
Ayah : ok, nanti habis pulang kerja ayah beli yang baru.
Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak contoh lain yang menggunakan kata
pompa.
Pompa
(pump)
menurut
definisi
rekayasa
mekanika
adalah:
Sebuah alat mekanika yang digunakan untuk mengalirkan cairan. Hal ini dilakukan
dengan cara menaikkan tekanan sedemikian rupa sehingga sistem fluida (dalam bentuk
cairan) itu mempunyai tekanan yang tinggi di sisi hisap pompa, dan tekanan yang
rendah di sisi keluar pompa. Mengapa? Karena fluida mengalir dari tekanan tinggi ke

tekanan

rendah.

pompa digunakan untuk mengalirkan fluida dalam bentuk cairan, tidak untuk gas.
Meskipun gas juga merupakan fluida, namun fluida gas dan fluida cairan mempunyai dua
karakter yang berbeda. Salah satunya adalah reaksi mereka terhadap tekanan. Cairan
adalah fluida inkompresibel (tidak dapat ditekan/ tidak berubah volumenya jika
mendapat tekanan) sementara gas adalah fluida kompresibel (dapat di tekan).
Pada contoh percakapan di atas, penggunaan kata pompa pada kalimat pertama
adalah salah (menurut kaidah rekayasa mekanika). Karena angin (udara) yang mau
ditambahkan ke dalam ban itu adalah termasuk fluida kompresibel sementara pompa
tidak digunakan untuk mengalirkan fluida kompresibel. Untuk mengalirkan fluida
kompresibel, ada istilah atau alat lain yang digunakan yaitu kompresor. Jadi, untuk
contoh percakapan pertama, kata yang seharusnya digunakan adalah kompresor.
Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan
fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan tekanan dapat untuk
mengalirkan atau kebutuhan proses dalam suatu system proses yang lebih besar (dapat

system fisika maupun kimia contohnya pada pabrik-pabrik kimia untuk kebutuhan
reaksi). Secara umum kompresor dibagi menjadi dua jenis yaitu dinamik dan
perpindahan
positif.

Secara prinsip, kedua benda ini sama. Masing-masing terdiri dari motor
penggerak dan juga bagian untuk meningkatkan tekanan di sisi hisap dan merendahkan
tekanan di sisi keluar. Tapi keduanya tidak sama pada segi aplikasi karena cara
peningkatan tekanan tersebut dilakukan dengan dua cara yang berbeda. Kedua alat ini
tidak dapat saling dipertukarkan. Kompresor tidak dapat digunakan untuk mengalirkan
cairan dan pompa tidak dapat digunakan untuk mengalirkan gas.

KOMPRESSOR

Pengertian Kompresor

Kompressor udara atau air compressor digerakkan oleh motor bakar, motor listrik atau penggerak
mula lainnya, dan umumnya dipergunakan untuk menghasilkan udara tekan (compressed air) pada
tekanan tinggi. Suatu motor udara (air motor) adalah suatu motor yang digerakkan oleh udara
tekan. Kompressor udara dapat diklasifikasikan menjadi dua :
1.
2.

Kompressor torak (reciprocating compressor)


Kompressor putar (rotary compressor)

Kompresor torak serupa dengan motor torak, dapat dengan gerak tunggal (single acting) atau
gerak ganda (double acting).

Jika udara dimampatkan di dalam suatu silinder, maka dinamakan kompresor satu tingkat (single
stage compressor). Tetapi jika udara dimampatkan didalam lebih dari satu silinder yang disusun
secara seri, maka dinamakan kompresor bertingkat jamak (multi stage compressor).

POMPA DAN KOMPRESSOR


Desember 9, 2012 in Pompa dan Kompressor | Meninggalkan komentar

BAB I PENGANTAR POMPA

Pompa, secara umum didefinisikan sebagai alat mekanik untuk meningkatkan energi tekanan pada
fluida. Pompa digerakkan oleh beberapa penggerak utama yang dapat berupa motor listrik, mesin
bensin atau diesel, atau mesin uap. Pompa digunakan untuk :
1.
2.

Pada penggunaan secara umum, menaikkan fluida dari posisi rendah ke posisi yang lebih
tinggi.
Meningkatkan energi tekanan tanpa memindahkan fluida.

Berdasar fungsi-fungsi diatas,pompa dapat ditemui penggunaannya pada industri minyak, industri
kimia, public health engineering, irigasi, thermal power stations dll.
1.
2.
3.
4.

Pada irigasi, pompa digunakan untuk memompa air dari sungai, danau atau waduk menuju
ke persawahan.
Pada thermal plants, pompa digunakan untuk mensirkulasikan air menuju ke boiler,
kondensor untuk proses kondensasi, dll.
Pada sistem pelumasan, seperti dalam motor bakar, mesin-mesin perkakas atau peralatan
lain, pompa mensirkulasikan minyak pelumas pada komponen-komponen yang
bergesekan.
Pada berbagai industri seperti industri kimia, bahan-bahan kimia atau cairan lain
dipompakan dari satu bagian ke bagian yang lain.

Berdasar gerak zat cairnya, Pompa dapat diklasifikasikan dalam dua tipe, yaitu :
1.
2.

Positive-displacement pumps
Rotodynamic pumps

Positive-displacement pumps merupakan pompa yang bekerja dengan menghisap fluida cair dan
kemudian mendorong atau memindahkan dengan tekanan yang dilakukan oleh gerakan
komponen, dengan hasil berupa kenaikan fluida cair hingga ketinggian yang diinginkan. Contoh
positive-displacement pumps adalah pompa torak (reciprocating pump).

Rotodinamik Pumps, merupakan pompa yang memiliki bagian yang berputar (disebut: impeler)
yang memberikan pertambahan momentum anguler pada zat cair, sehingga akan meningkatkan
energi tekanan zat cair. Contoh dari rotodinamik pumps adalah pompa sentrifugal.

Laju aliran zat cair yang dipompakan tidak hanya bergantung pada gaya pendorong dan kecepatan
putaran pompa saja, namun juga dipengaruhi oleh faktor gesekan dalam sistem perpipaannya.

II. Terminologi Pompa

Umumnya pompa dinilai berdasarkan kapasistas tekanan operasional maksimumnya dan output
pompa dengan satuan meter kubik per menit / gallons per menit (British).

Tekanan

Industri pembuat pompa biasanya menentukan masa pakai sebuah pompa berdasar nilai tekanan
yang dimiliki oleh pompa pada kondisi operasional kerja yang normal. Belum ada standar baku
mengenaisafety factor dari sebuah pompa yang dibuat oleh industri. Pompa yang selalu bekerja
pada tekanan yang tinggi dapat menyebabkan berkurangnya masa pakai pompa tersebut atau
kemungkinan kerusakan yang berat.

Pemindahan

Kapasitas aliran sebuah pompa umumnya dinyatakan dalam bentuk besarnya pemindahan
volume tiap putaran pompa atau output zat cair dalam satuan meter kubik per menit/ gallons
per minute(gpm). Pemindahan adalah volume zat cair yang ditransfer dalam satu putaran/cycle
penuh dari operasional pompa. Harga ini sama dengan total volume chamber yang dimiliki pompa
tiap putaran pompa. Pemindahan dinyatakan dalam satuan meter kubik tiap putaran. Pada
aplikasinya, umumnya pompa yang digunakan akan memiliki nilai pemindahan/displacement yang
konstan kecuali dilakukan penggantian komponen pompa. Namun ada juga pompa yang dapat

divariasikan ukuran chambernya dan dengan demikian pemindahan pompa dilakukan dengan
kontrol eksternal.

Efisiensi Volumetrik

Dalam teori, pompa memindahkan sejumlah zat cair sebesar pemindahan pompa tiap siklus atau
putarannya. Pada kenyataannya, output aktual sebuah pompa akan berkurang akibat adanya
kebocoran (leakage) atau karena slip (slippage). Kenaikan tekanan dan kenaikan leakage akan
menyebabkan menurunnya efisiensi volumetrik pompa.

Efisiensi volumetrik dirumuskan dengan perbandingan antara aktual output dengan teoritical
output, yang dinyatakan dalam prosentase.

Efisiensi volumetric: aktual otput / territical output x 100%

Sebagai contoh, sebuah pompa yang secara toritis seharusnya dapat mentransfer 10 gpm tetapi
ternyata hanya dapat mentransfer 9 gpm pada tekanan 1000 psig, maka dikatakan pompa
tersebut memilki efisiensi volumetrik sebesar 90 %.

Jika tekanan pada sisi discharge dinaikkan, maka akan meningkatkan slippage pompa sehingga
akan menurunkan aktual outputnya.

Total Head Pompa

Beda ketinggian antara permukaan suction liquid terhadap discharge liquid disebut dengan static
headatau elevation head. Statik head dapat diuraikan dalam dua nilai yaitu static suction
lift dan staticdischarge head. Static suction lift adalah jarak antara permukaan suction liquid
terhadap mata impeler pompa, sedangkan discharge head merupakan jarak antara mata impeler
pompa dengan permukaan discharge liquid.

Energi yang dibutuhkan untuk memindahkan cairan oleh pompa bukan hanya banyaknya cairan
yang dipindahkan namun juga hilangnya energi aliran akibat gesekan pada pipa dan sambungan
pemipaannya. Energy loss akibat kedua faktor tersebut disebut dengan head loss atau friction
head. Atau dapat dianggap sebagai tambahan jarak tempuh bagi cairan yang akan dipindahkan
oleh pompa. Metoda yang mudah untuk menentukan besarnya head loss adalah dengan
menghitung besarnyasuction head loss ditambah dengan discharge head loss.

Author ; Rianto Wibowo,ST. Meng

Anda mungkin juga menyukai