Anda di halaman 1dari 33

CIDERA MATA

Perlu diperhatikan : riwayat penyakit mata


DIBAGI MENJADI :
1. Abrasi kornea
2. Benda asing
3. Cedera karena radiasi
4. Cedera kimiawi
5. Cedera tumpul
6. Cedera tembus

1.

AB
LA
SI

KORNEA

Umumnya akibat cedera tumpul : benda asing, tergaruk kuku atau tergores dahan
Bila tak terdeteksi ----> tetesi fluorescein
Tujuan terapi :
penyembuhan yg cepat dan melindungi mata --->tutup mata dg perban
cegah infeksi---->salep antibiotika
atasi rasa sakit = tetesi sikloplegik (homatropin 2%) dan oral analgesic
Abrasi kambuhan :
o -siang ---> diatasi dengan air mata buatan
o malam---> diatasi dengan salep mata

Abrasi kornea ditetesi fluoresein dan diperiksa dg


diperiksa dg
sinar putih

Abrasi kornea ditetesi fluoresein dan

sinar biru

2. BENDA ASING

Bila di kornea& konjungtiva harus diambil sesegera mungkin


Harus dicari sampai ketemu
Cara mengambil : -gunakan anaestesi lokal
-jika benda asing tak melekat erat ---> guyur dg air
-jika melekat gunakan kapas basah yg ujungnya diruncingkan atau
secarik karton
-bila gagal ---->rujuk
-bila berhasil ---->terapi spt abrasi

Palpebra bawah secara perlahan ditarik ke


bawah untuk memperlihatkan benda asing.
Kornea telah mengalami perforasi

3. CIDERA KARENA RADIASI

Sering pada tukang las tanpa kacamata pelindung

Keluhan khas pasien : rasa sakit dan air mata banyak keluar setelah kena las/sinar
Terapi = abrasi kornea

Kornea sehabis mengelas ,diwarnai dg fluoresein dan diperiksa

4. CIDERA KIMIAWI

Segera guyur dengan air


Keluarkan partikel2 yang ada
Rujuk
Perhatian khusus untuk alkali karena sangat merusak mata

5. CIDERA BENDA TUMPUL

Cari :
- perdarahan badan kaca

4. CIDERA TEMBUS
-hifema

Laserasi perlu pemeriksaan


-robekanoftalmoskopi
iris di periferbila :
- pinggir kelopak mata robek
-duktus
nasolakrimal
-pupil
melebar --- kerusakan
mengalami kerusakan
sfingter
-diduga ada benda asing atau
Rujuk
cedera tembus
kelopak mata
Bila ragu2---->radiologi
Rujuk
Hati2 dengan :

Pukul besi dan pahat


Kaca
Duri
Pisau
Anak panah
Pensil

Kelopak mata yg mengalami laserasi

GANGGUAN PENGELIHATAN AKUT

RIWAYAT SAKIT :
-

apungan
lapangan pandang hilang
garis zig-zag
kilatan cahaya
sakit kepala
sakit jika mata digerakkan

PEMERIKSAAN :

tajam penglihatan
reaksi pupil
hilangnya reflek merah
gambaran retina ,makula dan saraf optic

1. ABLASI BADAN KACA POSTERIOR

Usia lanjut
Penyebab timbulnya apungan akut yg paling sering
Penyebab gangguan penglihatan akut yg paling umum
Riwayat sakit : - melihat benda ter-apung2 (apungan/floaters)
- bila disertai ablasi retina --->kilatan cahaya (flashing lights)
Pemeriksaan : tajam penglihatan normal
Terapi ---ragu2---->rujuk

2. PERDARAHAN BADAN KACA


Riwayat sakit : -apungan atau gelembung2
-tajam penglihatan normal---> menurun tergantung jumlah
perdarahannya
-adanya kilatan cahaya mungkin ada tarikan pada retina ini gejala
yg berbahaya.
Bisa terjadi perdarahan2 spontan dari rupture
p.darah ,avulsi p.darah pd saat ada tarikan pada retina atau dari
p.darah baru jika
-penderita miopia biasanya disertai ablasi retina
-perdarahan pada diabetes berasal dari p.darah baru

Pemeriksaan : -tajam penglihatan tergantung jumlah perdarahaN

-uji projeksi sinar (+) kecuali perdarahan hebat


-oftalmoskopis terlihat ada bagian2 refleksmerah yg terhalang yg mungkin
disebabkan
olehgumpalan2 darah yg mengapung dan bergeraK
-gerak didalam badan kaca

Terapi : rujuk ,cari penyebab --- vitrektomi

Perdarahan Badan Kaca

3. ABLASI RETINA

Riwayat sakit : pasien mengeluh tiba2 melihat benda2 melayang-layang yg disebabkan oleh adanya pigmen
dan darah dalam badan kaca, kilatan cahaya sbg akibat tarikan pada retina.
Keadaan ini ber-ubah2 dan pasien mungkin tdk menyadari.
Bila cukup luas bisa terjadi defek lapangan pandang.
Sering terjadi pada :
- penderita miopia(karena retinanya sangat tipis)
-kerusakan retina ok trauma
-terganggunya dinamika okular( karena operasi katarak)
-perdarahan karena pengerutan badan kaca( pada diabetik retinopati)
Pemeriksaan : - tajam penglihatan bila kena daerah makula ---> bisa sangat turun
- oftalmoskopi : -bila kecil ---> normal
-bila besar ---> lipatan retina
Terapi :
-rujuk
-sinar laser/operasi

4. SUMBATAN ARTERI

Riwayat sakit :
-tiba2 penglihatan kabur. Bisa menetap ,bisa
-penglihatan seperti tertutup tirai dari atas ke
Pemeriksaan :
- tajam penglihatan turun/normal tergantung
- lapang pandang tergantung daerah retina yg
-oftalmoskopi ----Cherry red spot
Terapi :- rujuk
-cari faktor predisposisi

sementara ( Amaurosis Fugak)


bawah
serabut2 yg kena
kena

5. SUMBATAN VENA

Meningkatnya tekanan darah


menyebabkan terjadinya
penebalan dinding arteri yg
berakibat penekanan pd vena

Riwayat sakit :
- gangguan penglihatan bila sumbatan didaerah temporal dan
merusak makula
- lapangan pandang ada yg hilang
- hipertensi
- hiperviskositas, darah pekat (pd DM)---> predisposisi sumbatan vena

Pemeriksaan :
- tajam penglihatan bisa normal . Bila makula kena --->terganggu
- oftalmoskopi :- Flame hemorrhage
-cotton wool spots--->retina iskhemi---> buruk
Terapi :
- rujuk
-cari faktor predisposisi hipertensi, hiperviskositas dll hrs diobati
Retina yg iskemik akan menstimulasi pembtkan p.darah baru di iris (rubeosis)--->
glaukoma

Infark retina bagian bawah

Neuropati optik iskemik

6. DEGENERASI
DISKIFORM
SumbatanMAKULA
cabang vena
retina

Riwayat sakit :
-gangguan penglihatan sentral
-garis lurus tampak bergelombang
-bentuk objek berubah tambah besar/kecil

-lama2 penglihatan sama sekali hilang


Lapisan dibawah retina adalah epitel pigmen retina yang hitam.
Dg bertambahnya usia (>60 th) ,keadaan ttt (miopia yg tinggi) dibawah lapisan ini
didaerah makula sering tumbuh membran neovaskuler.
Melalui membran ini bisa terjadi kebocoran cairan atau terjadi perdarahan

Kebocoran cairan di makula

Perdarahan makula

Pemeriksaan :
-tergantung luas bagian makula yg kena
-pemeriksaan fundus bisa normal , menonjol, perdarahan retina
-bila perdarahan dl retina --->merah
-bila perdarahan berada dibawah epitel
pigmen---> retina tampak gelap

Terapi : laser dg menutup membran neovaskuler

Bila satu mata kena --->gangguan penglihatan sentral biasanya mata yg satu bisa terjadi hal
yg sama

7. NEURITIS RETROBULBAR

Riwayat sakit :
-wanita usia 20-40 tahun
-gangguan penglihatan satu mata
-nyeri yg memburuk bila mata digerakkan
-tajam penglihatan normal tapi warna merah pudar
Terapi :

-sembuh spontan , tapi tajam penglihatan menurun dan ada atropi optik
-steroid tak mengubah prognosis tapi mempercepat penyembuhan

8. MIGREN

Riwayat sakit : penglihatan kabur


-dalam keluarga ada yg menderita migren
-serangan terjadi dg adanya rangsangan
-garis zigzag, kilatan warna-warni
-sakit kepala terkait dan mual
Pemeriksaan : defek lapangan pandang tapi biasanya membaik dl bbrp jam
Terapi : analgesik dan anti emetic

Ada hemiparesis pada sisi yang sama dengan hilangnya penglihatan


Terapi : cari penyakit vaskuler yang mendasari

9. PENYAKIT KARDIOVASKULER

KATARAK

Kekeruhan lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi lensa, denaturasi protein lensa
Menimbukan kesukaran :
- membaca dekat
- mengenali wajah seseorang
- nonton televisi
- melihat dalam sinar terang
- mengendarai mobil
Keluhan :
Tajam penglihatan menurun
Berkurangnya reflek merah pada oftalmoskopi

jernih
keruh
Perubahan bentuk lensa. Katarak masak ---> coklat/putih bila disinari dg
lampu senter.
Pasien bisa menunjukkan dari mana arah sinar
Reaksi pupil normal
Katarak pada anak harus segera dirujuk
Penyebab katarak :
- usia
- diabetes
- radang : uveitis
- trauma :cedera mata fisik,kimia
- steroid : penggunaan oral/topikal yg lama
- herediter
- gangguan nutrisi dll
Berdasarkan umur dibagi 3 :
- K. kongenita = K.liquid
- K. juvenilis = soft cataract < 35 th
-

lensa lb padat seperti bubur

- K.senilis = hard cataract >35 th


Ada 4 stadium :
1. Stadium Incipien :
mulai di perifer
mulai di central
Th/: catalin
- protein larut----> tidak larut
- produksi hasil metabolisme guninoid derivat dicegah ---->diikat agar tidak bereaksi dg
lensa
2. Stadium Immature :
jernih

keruh

3. Stadium Mature ; sudah keruh semua


4. Stadium Hypermatura :
-lensa hanya tinggal intinya
-kapsula lentis rapuh , seolah-olah nukleus mengapung dalam cairan capsula
lentis dan bergerak gerak disbt : Cataract Morgagni

Katarak Kongenital

Pengobatan : pembedahan
Indikasi pembedahan :
- tidak ada batas ketentuan, biasanya jika tajam penglihatan ke 2 mata 6/18 atau
lebih buruk
- penderita katarak usia muda ---> operasi yg lebih segera
- pengemudi 6/10
Nasehat :
- gunakan lampu yg cukup terang untuk membaca dan sinarnya diatur supaya
dari atas belakang kepala
- konsep operasi menunggu katarak yg sudah masak sudah tidak digunakan lagi
Tehnik operasi:
- metode ekstrakapsular
- metode intra kapsular : seluruh lensa dan
kapsul dikeluarkan
- lensa tanam intraokular
(intra ocular lens implant)

Kapsul anterior lensa diiris dan


dibuka

Nukleus lensa didorong keluar dr


kantong kapsul (capsular bag)

Sisa lensa didl kantong kapsul


diaspirasi

Lensa buatan ditanam didl kantong


kapsul

Ekstraksi katarak intrakapsular

KELAINAN REFRAKSI
1. EMETROPIA

= mata tanpa kelainan refraksi

Sinar dari jauhdifokuskan pada retina oleh kornea dan lensa dalam keadaan istirahat
(relaxasi)

Sinar dari objek dekat difokuskankeretina oleh proses akomodasi. Otot 2 siliar
berkontraksi, memungkinkan bentuk lensa lebih cembung

Peran kornea 2/3 sedang lensa 1/3

Jadi kelainan kornea ---> kelainan refraksi berat

Mata tanpa kelainan refraksi

Otot2

Otot2
Lensa menjadi
Ligamen
cembung
suspensorium

Ligamen
suspensorium
Lensa
tegang
papak

kendor

Berakomodasi
Tidak
berakomodasi
Pada keadaan tanpa penyakit, penglihatan makin membaik dg pinhole bisa dipastikan
kelainan refraksi atau tidak

Pada orang tua memakai kaca mata baca ok untuk mencembungkan lensa sukar
dikerjakan (Presbiopia). Hal ini biasanya dimulai usia 40 tahun keatas
+ 1.0 D untuk usia 40 tahun
+ 1.5 D untuk usia 45 tahun
+ 2.0 D untuk usia 50 tahun dst

Ialah keadaan dimana pembiasan mata dengan panjang bola mata yang tidak
seimbang

Ada 2 macam:
1. A.Aksial : sumbu bola mata lebih
2. A. refraktif : ok kelainan sistim

panjang/pendek
pembiasan sinar didalam mata

Kausa ametropia

2. MATA MIOPIA ( MATA PANDANG DEKAT )

Sinar dari jauh difokuskan didepan retina ok bolamata terlalu panjang atau ok
daya konvergensi kornea dan lensa terlalu besar
Untuk melihat dekat bisa tanpa kacamata dan pada usia tua biasanya tak perlu
kacamata
Punya kecenderungan lb besar untuk terjadinya ablasi retina, degenerasi makula
dan glaukoma sudut terbuka menahun
Berdasarkan derajat berat miopia dibagi :
- ringan
1-3 dioptri
- sedang
3-6 dioptri
- berat >6 dioptri

3. MATA HYPERMETROPIA ( MATA PANDANG JAUH )

Penglihatan jauh sangat jelas , visus bisa 6/4


Untuk melihat dekat perlu akomodasi yg lebih
Umur 20-30 th sudah memerlukan kaca mata baca
Bila hebat dan akomodasi tidak mencukupi perlu kacamata bifokal pada usia lb
dini

Cenderung menderita glaukoma sudut tertutup ok bola mata kecil lb


memungkinkan terjadi pendangkalan bilik mata depan dan penyempitan sudut
bilik mata depan

Berkas sinar tidak terfokus


pada retina

Terfokus diretina

Berkas sinar tidak terfokus pd


retina

Terfokus di retina

4. MATA ASTIGMAT

Kelengkungan kornea tidak sama rata


Ada 2 macam :
1. reguler : kurvatur 2 meredian tegak lurus
2. irreguler : kurvatur kornea irreguler

Kornea berbentuk kerucut (keratokonus)


mendorong kelopak mata bawah pada
saat memandang ke bawah

Refleksi lingkaran2 konsentris menunjukkan


adanya distorsi yg mengakibatkan
astigmatisme

5. LENSA KONTAK
1. Lensa Kontak keras :
- tidak permiabel thd gas dan cairan
- tidak bisa dipakai terus menerus ok bisa hipoksik
-memakainya sukar
- baik untuk astigmatime
Kornea berbentuk kerucut

Refleksi lingkaran2

- jarang alergi dan infeksi


2. Lensa Kontak yg permiabel thd gas
- sifat diantara yg keras dan lembut
-bisa dilalui oksigen ke lapisan airmata (tear film) dan kornea
- koreksi astigmatisme lb baik dp yg lembut
- bisa tahan bbrp bulan
3. Lensa Kontak lembut :
-pemakaian bisa lb lama
-sering infeksi dan alergi
-paling sering diresepkan
Indikasi :
-kosmetik
-kacamata yg kekuatannya sgt tinggi
-beda daya refraksi kanan-kiri sgt besar
Kontra indikasi:
-riwayat sakit atopi
-mata kering
-tidak bisa memakai kontak lensa
Komplikasi : abrasi kornea sampai abses kornea

Epitel squamus
Epitel silisdris

epit
el

Membran
Bowman
Inti sel fibroblas

stroma
Serabut kolagen

Membran
Lapisan endotel td
sel kubis

GLUKOMA

Terjadinya peningkatan tekanan intra okuler sebab :


-bertambahnya produksi cairan mata
-berkurangnya pengeluaran cairan mata didaerah sudut bilik mata atau
celah pupil
-berubahnya susunan biokimia cairan mata yg mengakibatkan bertambahnya
protein dan sel cairan mata
KLASIFIKASI MENURUT Vaughen
G.primer :
-sudut terbuka (simpleks)
-sudut sempit
G.kongenital : -primer
-disertai kelainan kongenital lainnya
G. sekunder : -perubahan lensa
-kelainan uvea
-trauma
-bedah
-steroid dll
G.absolut :
-stadium akhir
-sudah terjadi kebutaan total

1.
2.
3.

4.

Ialah suatu rangkaian kelainan yg ditandai penggaungan papil saraf optik, ada defek
lapangan pandang dan tekanan intra okuler yg tinggi yg bisa merusak mata
Glaukoma asal kata Yunani glaukos = hijau kebiruan.
pupil penderita glaukoma ---hijau kebiruan

1. GLUKOMA SUDUT TERBUKA MENAHUN

Golongan yg beresiko tinggi :


- golongan lansia
- hubungan keluarga dg penderita
- diabetes
-miopia tinggi

2. GLUKOMA SUDUT TERTUTUP AKUT

Golongan berresiko :
lansia
penderita hipermetropia
Paling dikenal ok akut, mata merah dan sakit

Gejala Glukoma
- Naiknya tekanan intra okuler
- @ G.sudut terbuka menahun biasanya tanpa gejala ok tek.intra okuler naiknya
perlahan-lahan

@ G.sudut tertutup akut ---tek. Intra okuler naiknya cepat


--->gejalanya mata merah, sakit sekali, penglihatan sangat
terganggu
kadang2 muntah
Disekeliling lampu menyala terlihat halo dan korneanya berkabut, seperti
melihat melalui kaca es (Frosted glasses)
Nyeri tu pd tekanan yg sdh sgt tinggi
Defek lapangan pandang :
@ tekanan pada serabut saraf dan iskhemia menahun pd papil saraf optik-->serabut saraf rusak
---> skotoma arkuata
@ stadium akhir ---lapangan pandang sgt menciut dg daerah makula masih
agak berfungsi(ok kaya inervasi) jadi visus
bisa 6/6 tapi lapangan pandang
(-)
Perubahan papil optik : penggaungan papil saraf optik (Khas untuk G.
menahun)
Sumbatan vena : Tekanan intra okuler yg tinggi--->tekanan vena rendah--->
sumbatan vena
Pembesaran bola mata : pada anak ---> bufthalmos , pada bayi sering disertai
fotofobia dan aair mata ncrocos

Therapy Glukoma
- Obat topikal : golongan beta bloker untuk menghambat sekresi humor akuos.
Kontra indikasi : sakit jantung dan paru
- Parasimpatomenetik : pilokarpin --->menciutkan iris---> menarik iris dari
trabekel.
Kontra indikasi : radang pada mata
- Simpatomenetik : adrenalin meningkatkan aliran keluar humor akuos tapi
melebarkan pupil.
Kontra indikasi : bilik mata depan yg dangkal
- Oral/ I.V : carbonik anhidrase inhibitor :asetazolamid ---> menurunkan sekresi
humor akuos
- Bedah/laser: trabekuloplasti/iridektomi

Glaukoma sudut tertutup


akut

Iridektomi perifer dg cara pembedahan

Iridektomi dg sinar laser

3. JENIS GLUKOMA LAIN

Pembuluh2 darah baru


pada iris mengakibatkan
terjadinya glaukoma
rubeotik

Steroid yang digunakan secara topikal bisa mengakibatkan perubahan drainase didalam
jalinan trabekel dengan akibat meningkatnya tekanan intraokuler

Penderita mungkin tidak mengeluh sama sekali mengenai penglihatannya kecuali jika
kerusakannya sudah berat

Terapi :

Menutup mata setelah ditetesi dg


obat untuk megurangi efek samping
sistemik

Trabekuloplasti laser

Pupil kecil setelah ditetesi


pilokarpin

PENGELIHATAN HILANG PERLAHAN, PENGELIHATAN PARSIAL DAN


KEBUTAAN

PENYEBAB
Kelainan refraksi
Katarak
Glaukoma sudut terbuka menahun
Degenerasi makula senil : biasanya bilateral, sering pada hipermetropia
Degenerasi retina herediter : Gejala termasuk buta malam dan intoleransi
terhadap cahaya
Lesi yg menekan jalur optik
langka
cari G/neurologi
cari G/endokrinologis
cari atropi papil saraf optik/papil edema
obat2an : alkohol,rokok, metanol, kloroquin, etambutol, steroid

Meningioma yg mengalami
kalsifikasi sebagian besar tumor
intrakranial tdk tampak

TERAPI
Lampu yg terang dari belakang
Alat pembesar
Buku yg hurufnya besar2
TV. Sirkuit tertutup

JULING / STRABISMUS
Batasan yang benar juling ialah jika salah satu matanya tidak mengarah ke objek
Catatan : konvergensi saat melihat atau bekerja dengan jarak dekat ---BUKAN JULING
Juling perlu diperhatikan sebab :
- penglihatan mata yg juling it buruk yang disebabkan oleh suatu penyakit mata
- pada anak dapat mengakibatkan ambliopia
- dapat merupakan gejala yg mengancam hidupnya
- dapat merupakan suatu gejala adanya gangguan tajamnya pengelihatan
Menentukan juling dengan :
- riwayat penyakit
- pemeriksaan :
- tajam penglihatan
- periksa posisi mata pasien
-periksa reflek korneal
-uji tutup
-uji gerakan bolamata ke semua arah pandangan
-periksa pupil mata
Th/ :
-kacamata
-oklusi
-pengobatan ortoptik ---latihan visual yg bisa memacu penggunaan ke 2 mata
bersamaan
-pembedahan

PENATALAKSANAAN

Mata yg penglihatannya baik ditutup


untuk merangsang mata yg

PENYAKIT PEYAKIT LAIN YANG BERDAMPAK KE MATA


1.
Diabetes melitus
2.
Hipertensi
3.
Penyakit mata distiroid
4.
Artritis rheumatoid
5.
Acne rosasea
6.
AIDS
7.
Fokus dari gigi

1.

Diabetes Melitus
Penyebab kebutaan yg paling sering pada usia produktif
2% penderita DM ----buta
Sering menyebabkan :
- katarak
- glaukoma sudut terbuka menahun
- retinopati diabetes
-sering menyebabkan buta
-bisa pada semua usia
-bertambah buruk bila disertai hipertensi dan
hiperlipidemia
Pencegahan :
-kontrol gula darah
-kontrol hipertensi
-kontrol hiperlipidemia
-hentikan merokok

2. Hipertensi
Ringan ----> perubahan padaa fundus :
-silver wiring of retinal arteries
-terjepitnya (nipping) arteri vena
-penciutan arteriol
Berat ----> edema papil saraf optik
- pada fundus bisa ada eksudat ,

bercak seperti kapas, perdarahan2


----> prognosa buruk

3. Distiroid
Hipertiroidisme
- retraksi kelopak mata
- kelambanan kelopak mata (lid lag) terutama saat penderita memandang ke bawah
Penderita dg gejala penyakit autoimun yg nyata keisi orbita ,tu otot2 , G/ ini mungkin
ada kaitannya dg gejala Penyakit Graves : goiter, pseudo-clubbing of finger,
hipertiroidisme, miksedema pretibial
Penyakit mata autoimun tanpa disfungsi tiroid :
Pembengkakan kelopak mata, edema (kemosis) konjungtiva dan injeksi
konjungtiva, kornea terpajan karena kelopak mata terlambat saat mengedip dan
tidak bisa menutup dg sempurna, mata sangat menonjol, gerakan bola mata
terhambat (ok infiltrasi sel2 radang ke dalam otot2 dan terjadi peradangan, edema
dan akhirnya fibrosis)

Hipertiroidisme dg retraksi kelopak


mata

Penyakit mata autoimun dg hambatan


gerakan bolamata

4. Arthritis Remathoid
Sering mengenai kel.lakrimal ---radang dg akibat air mata berkurang---> mata kering,
gatal, pedih
Th/ air mata buatan sesering mungkin, salep mata
Bisa juga mengenai episklera dan sklera --->mata merah, dan tidak enak di mata.
Kemerahan biasanya setempat dan nyeri di daerah tsb. Skleritis biasanya jauh lb
sakit dp episkleritis dan injeksi pembuluh2 darah letaknya lb dalam . Jika skleritis
berlanjut maka sklera bisa tipis(skleromalasia) dan akhirnya bisa terjadi perforasi
(skleromalasia perforans)
Bisa terjadi pada penyakit jaringan ikat yg lain mis SLE, skleroderma dan
dermatomiositis
Pada penyakit artritis yg lain ---> sering uveitis anterior --->
katarak sekunder, glaukoma sekunder
episkleritis

skleritis

Uveitis anterior menahun


dan

5.

Acne Rosasea
Sering menimbulkan blefaritis, kalazion, hordeolum kambuhan
Kelopak mata abnormal
Terjadi jaringan parut di kornea tu daerah inferonasal dan
inferotemporal
Ada p. darah baru di kornea
Penipisan kornea sampai perforasi
Th/ -airmata buatan
-tetrasiklin 4x 250 mg 1 bulan
lanjutkan 1x250 mg beberapa bulan
Akne rosasea disertai
blefaritis

6. AIDS
Bisa menimbulkan kebutaan wujudnya sebagai :
- sarkoma Kaposi konjungtiva
- perdarahan retina
- vaskulitis
Bila ada bercak2 seperti kapas --->buruk
Terapi : antiviral + komplikasi lain
7.

Fokus Dari Gigi


Konjungtivitis
Keratitis
Ulkus kornea
Iritis
Koroiditis
Optik neuritis
Terapi : hilangkan fokus infeksi

MATA DAN PERSYARAFANNYA

1. Lapisan luar ---jar. fibrous--merup.lap.penyangga--- Sklera


2. Lapisan tengah---vaskuler ---- Koroid
3. Lapisan dalam--- jar.saraf---- Retina
Traktus uvea td : iris, korpus/badan siliar dan
koroid

SARAF CRANIALIS

N. OLFAKTORIUS (sensorik)---hidung
N. OPTIKUS ----- penglihatan
N.OKULOMOTORIUS :
-otot eksterna mata
-parasimpatis untuk otot siliaris ,otot iris
Bila rusak/lumpuh:
-ptosis
-juling
-kehilangan reflek thd cahaya dan daya
-pupil melebar

akomodasi

N.TROKHLEARIS (motorik)
ke sebuah otot mata : m.obliqus superior
N. TRIGEMINUS : terbesar
-sensorik untuk kulit kepala dan wajah
- selaput lendir mulut, hidung,sinus paranasalis,gigi
-cabang motorik ---otot pengunyah
-3 cabang utama ; untuk sensibilitas
- n.oftalmikus
- n. maksilaris
- n.mandibularis
N. ABDUSEN (motorik) : m.rektus lateralis
N.FASIALIS : motorik --->ke otot mimik dan kulit kepala
sensorik : rasa pengecap dari lidah
N.AKUSTIKUS : pendengaran
N.GLOSSO FARINGEUS : motorik-sensorik faring
N.VAGUS
N.AKSESORIUS
N.HIPOGLOSUS

KERUSAKAN PADA NERVUS CRANIALIS


Lesi N.III :
E/ : - aneurisma intrakranial

- tek. dalam sinus kavernosus


- DM
G/ : sesuai fungsi
Lesi N.IV :
-Dx/ sulit
-kompensasi : kepala miring menjauhi lesi dan janggut tertekan ke bawah
-bila lesi bilateral --->kesukaran membaca
Lesi N.VI
-mata yg kena tidak dapat berabduksi
-diplopi
Lesi N.VII :
-E/ tak diketahui
-kelopak mata tak menutup sempurna- kornea terpajan---> ulkus kornea-->buta

Palsi fasial kanan. Kelopak mata


kanan sebagian telah dijahit untuk
melindungi mata

Matanya terpajan pada waktu


menutup mata

Sindrome Horner : saraf simpatis yg menuju kemata terganggu :


- pupil miosis ok lumpuh otot delatator yg dipersarafi oleh saraf simpatis
-kelopak mata atas menggelayut kebawah ok otot yg mengangkat kelopak mata
dipersarafi oleh N.III
dan saraf simpatis shg lesi N.III atau
simpatis ---> ptosis
walau ringan
- tidak berkeringat pada sisi wajah yang sama

Sindrom Horner
kanan
Lokasi lesi pada jalur simpatis

Papil optik :
Papil edema:
-E/ terkenal :peningkatan tekanan intra kranial
Tidak adanya papil edema bukan berarti tek .intrakranialnya tdk naik
- gejala :
-penglihatan kabur
-defek lapangan pandang
-kepucatan papil optik
-eksudat dan perdarahan retina
- terapi : rujuk segera
Gambaran papil edema bisa juga dijumpai pada : hipermetropia, Drusen papil
saraf optik(badan koloid papil saraf optik membuat batas papil jadi kabur),
kelainan perkembangan papil saraf optic

Kepucatan papil :
-E/ : lesi kompresif, glaukoma, def. vit , zat toksik, herediter
-Dx/ sulit
-Th/ sulit

Pembengkakan papil optik Pembengkakan papil optik


Pembengkakan papil optik
Drus
Serabut2 saraf
ok kenaikan
en tekanan intrakranial
okbermielin
artritis sel raksasa pada sumbatan vena retina

SAKIT KEPALA DAN MATA


Gambaran yg perlu diperhatikan :
- sifat sakit kepala
- gangguan penglihatan terkait
- mata merah
- gangguan pergerakan bola mata
- kelainan pupil
- kelainan papil saraf optik