Anda di halaman 1dari 12

1

  • A. JUDUL Sifat Fisik dan Mekanik Mortar Geopolimer Dengan Perawatan Uap.

  • B. LATAR BELAKANG MASALAH Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk di Indonesia, pembangunan gedung, perumahan, sarana perhubungan serta infrastruktur lainnya yang menggunakan mortar sebagai salah satu komponen untuk bahan bangunannya juga meningkat dengan pesat. Pemanasan Global pun makin meningkat, produksi semen adalah salah satu penyumbang pemanasan global yang pada proses produksinya menghasilkan gas karbondioksida (CO 2 ), yaitu gas penyebab terjadinya efek rumah kaca. Geopolimer mempunyai potensi mengurangi dominasi semen portland karena memungkinkan untuk mengganti seluruh penggunaan semen dalam aplikasi konstruksi beton. Untuk mendapatkan kekuatan maksimal yang diinginkan perlakuan yang dilakukan setelah mortar adalah perawatan. Perawatan adalah proses pengatur laju dan tingkat kehilangan kelembaban dari beton selama hidrasi semen. Perawatan memiliki pengaruh kuat pada sifat-sifat mortar setelah mengeras. Perawatan yang tepat akan meningkatkan daya tahan, kekuatan, watertightness, ketahanan abrasi, stabilitas volum dan ketahanan terhadap pembekuan dan pencairan. Suhu disekitar tempat mortar di pasang sangatlah berpengaruh pada proses perawatan mortar. Cuaca di Indonesia sering kali ekstrim, musim penghujan yang megakibatkan suhu menjadi dingin. Hal ini mengakibatkan proses hindrasi sulit untuk dicapai, kekuatan awal mortar sulit untuk didapatkan. Maka di perlukan panas tambahan dalam kegiatan perawatan mortar. Jenis perawatan yang tepat adalah perawatan uap. Perawatan uap adalah perawatan dengan menggunakan tekanan uap yang dilakukan dalam ruangan beruap. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kami melakukan penelitian yang meliputi sifat fisik dan mekanik mortar geopolimer dengan

2

perawatan uap. Campuran mortar geopolimer yang kami gunakan meliputi fly ash, pasir, aktivator NaOH dan Na 2 SiO 3 .

  • C. PERUMUSAN MASALAH Dengan latar belakang masalah seperti tersebut diatas maka yang menjadi

permasalahan adalah :

  • 1. Bagaimana sifat fisik dan mekanik mortar geopolimer dengan perawatan uap?

  • 2. Bagaimana hubungan mortar geopolimer dengan berbagai variasi aktivator dengan beberapa metode perawatan?

  • 3. Berapa kadar optimum dari variasi aktivator NaOH?

    • D. TUJUAN Tujuan yang hendak dicapai pada Tugas Akhir ini adalah:

  • 1. Mendapatkan sifat fisik dan mekanik mortar geopolimer dengan perawatan uap

  • 2. Mendapatkan hubungan mortar geopolimer dengan berbagai variasi aktivator dengan beberapa metode perawatan.

  • 3. Mendapatkan komposisi optimum dari variasi aktivator NaOH

    • E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Karya kreatif dan inovatif yang menghasilkan mortar geopolimer instan yang dapat digunakan untuk grouting.

  • F. KEGUNAAN Tugas Akhir ini diharapkan memberikan kontribusi bagi masyarakat,

industri dan pengembangan ilmu adalah sebagai berikut :

  • 1. Dapat mengurangi pencemaran lingkungan (dampak negatif) yang dapat ditimbulkan reaksi hidrasi semen.

  • 2. Dapat menghasilkan produk mortar instan untuk grouting

3

3. Bagi masyarakat kampus, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pengayaan dalam pengajaran dan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mortar geopolimer dengan perawatan uap.

  • G. TINJAUAN PUSTAKA

Geopolimer pertama kali diperkenalkan oleh Davidovits (2002) sebagai nama dari bahan alkali-activated alumino-silicates yang merupakan bahan pengikat hasil dari reaksi pengikatan polimerisasi bahan sumber yang banyak mengandung silikat (Si 2 ) dan alumunium (Al) dicampur dengan larutan alkali. Bahan sumber tersebut dapat berupa mineral alam, seperti kaolin dan metakaolin. Alternatif lain dapat dipakai

hasil limbah industri deperti fly ash, slag, abu sekam padi dan silica fume. Semen portland biasa (OPC) dapat digantikan seluruhnya oleh geopolimer dalam campuran beton. Semakin besar rasio perbandingan Si/Al, maka karakter polimer semakin terbentuk kuat. (Wallah, 2006). Mortar Geopolimer adalah mortar dengan bahan pengikat yang sepenuhnya tidak menggunakan semen sebagai pengikat, tetapi menggunakan fly ash sebagai pengganti karena kandungan silika dan aluminanya sangat tinggi. Fly Ash yang digunakan diaktifkan dengan larutan alkali berupa Sodium Hidroksida dan Sodium Silikat sebagai katalisatornya. Semakin besar variasi faktor air binder adalah (0,2; 0,225; 0,25; 0,275; dan 0,3) dapat meningkatkan kinerja workability. Adapun pengaruh terhadap kuat tekan menunjukkan bahwa nilai kuat tekan maksimal pada faktor air binder 0.3 dan terjadi peningkatan nilai kuat tekan sampai mortar mencapai umur 56 hari (Veliyati, 2010). Kelebihan – kelebihan menggunakan polymer adalah:

  • 1. Tahan terhadap serangan asam sulfat.

  • 2. Mempunyai rangkak dan susut yang kecil

  • 3. Tahan reaksi alkali-silikat.

Fly Ash adalah abu yang merupakan limbah dari pembakaran batu bara pembangkit tenaga listrik, yang dipisahkan dari gas pembakaran melalui pengumpul mekanik dan elektrostatik. Fly Ash terdiri dari

4

sebagian besar partikel yang sebagian besarnya mempinyai diameter berkisar antara 1 -150 mikrometer yang lolos dari ayakan 45 mikrometer sebanyak 75 %. Fly ash sendiri mempunyai kandungan SiO 2 dan Al 2 O 3 dalam kadar yang tinggi yang berguna untuk membentuk ikatan geopolimer setelah bereaksi dengan alkaline activator. Ikatan geopolimer ini mereaksikan ikatan silikat oksigen dan alomina ( Si – O – Al ) dari serangkaian struktur yang tak beraturan menjadi ikatan kristal (Davidotist, 1994 ). Menurut ASTM C618-03 fly ash dibagi menjadi dua kelas yaitu fly ash kelas F dan kelas C. Perbedaan utama dari kedua fly ash tersebut adalah banyaknya calsium, silika, aluminium dan kadar besi di fly ash tersebut. Walaupun kelas F dan kelas C sangat ketat ditandai untuk digunakan fly ash yang memenuhi spesifikasi ASTM C 618-03, namun istilah ini lebih umum digunakan berdasarkan asal produksi batubara atau kadar CaO. Yang penting diketahui, bahwa tidak semua fly ash dapat memenuhi persyaratan ASTM C 618-03, kecuali pada aplikasi untuk beton, persyaratan tersebut harus dipenuhi. Fly ash kelas F merupakan fly ash yang diproduksi dari pembakaran batubara anthracite atau bituminous, mempunyai sifat pozzolanic dan untuk mendapatkan sifat cementitious harus diberi penambahan quick lime, hydrated lime, atau semen. Fly ash kelas F ini kadar kapurnya rendah (CaO < 10%). Adapun fly ash kelas C diproduksi dari pembakaran batubara lignite atau sub-bituminous selain mempunyai sifat pozolanic juga mempunyai sifat self-cementing (kemampuan untuk mengeras dan menambah strength apabila bereaksi dengan air) dan sifat ini timbul tanpa penambahan kapur. Biasanya mengandung kapur (CaO) >

20%.

Aktivator dibutuhkan untuk mereaksikan polimerisasi monomer alumina dan silika. Alkali mengaktifkan binder yang mendisolusikan merekan ke dalam monomer (SiO 4 ) dan ( AlO 4 ). Cairan alkali yang paling umum digunakan dalam geopolymerisation adalah kombinasi dari sodium

5

hidroksida (NaOH) atau Potasium hidroksida (KOH) dan sodium silikat dan potasium silikat (Achmad, 2011 ). Sodium hidroksida (NaOH) murni berbentuk putih padat dan

tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembap cair dan secara spontan menyerap CO 2 dari udara bebas, sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, namun tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan NaOH akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. Sodium hidroksida berfungsi untuk mereaksikan unsur unsur Al dan Si yang terkandung dalam fly ash sehingga dapa menghasilkan ikatan polimer yang kuat (Wikipedia, 2012 ). Sodium silikat (Waterglass) adalah aktivator yang secara umum digunakan karena mudah di dapat dan harganya ekonomis (Widhatra, 2008). Sodium silikat terdapat dalam dua bentuk, yaitu berupa padat dan larutan. Untuk campuran beton lebih banyak digunakan dalam bentuk larutan. Sodium silikat berfungsi untuk mempercepat reaksi polimerisasi (Achmad, 2011). Berdasarkan SNI 03-6882-2002, ada beberapa tipe mortar yaitu:

  • 1. Mortar tipe M adalah mortar yang memiliki kuat tekan minimum

rata-rata 17,2 MPa pada umur 28 hari.

  • 2. Mortar tipe S adalah mortar yang memiliki kuat tekan minimum

rata-rata 12,5 MPa pada umur 28 hari.

  • 3. Mortar tipe N adalah mortar yang memiliki kuat tekan minimum

rata- rata 5,2 MPa pada umur 28 hari.

  • 4. Mortar tipe O adalah mortar yang memiliki kuat tekan minimum

rata- rata 2,4 MPa pada umur 28 hari. Perawatan uap menguntungkan karena akan memunculkan kekuatan awal yang besar. Panas tambahan diperlukan dalam beton untuk mencapai hidrasi, seperti dalam cuaca dingin. Dua metode perawatan uap yang

digunakan:

  • 1. uap di tekanan atmosfer (untuk cor-di-tempat struktur dan unit pracetak beton besar)

6

  • 2. tekanan tinggi uap dalam otoklaf (untuk unit manufaktur kecil).

Beberapa penelitian mengenai mortar atau beton geopolimer telah banyak dilakukan termasuk dengan pemberian bahan tertentu. Songpiriyakij (2006) meneliti geopolimer dengan bahan fly ash sebagai mortar dan beton. Larutan sodium hidroksida dan sodium silikat digunakan sebagai alkali actvator dalam tujuh campuran berbeda. Pasta geopolimer dicampur dengan pasir pada rasio 1 : 2,75 untuk membuat mortar. Semua benda uji dirawat dengan suhu berbeda yaitu 25 ºC dan 60 ºC selama 24 jam, lalu dibiarkan pada suhu 25 ºC hingga umur pengujian. Batang mortar ukuran 25 x 25 x 300 mm³ dibuat untuk mempelajari perubahan panjang setelah perendaman dalam larutan 5% sodium sulfat. Kubus mortar 50 x 50 x 50 mm³ dibuat untuk mempelajari perubahan kuat tekan setelah perendaman larutan 5% MgSO4. Benda uji mortar dirawat pada suhu 60ºC selama 24 jam lalu dibiarkan pada suhu 25ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geopolimer yang diteliti dapat digunakan sebagai pengganti semen portalnd dalam membuat beton. Campuran dengan rasio Na2O : SiO2 dan molaritas NaOH yang tinggi, menghasilkan kuat tekan umur 3 hari lebih dari 30 MPa dan mempunyai ketahanan sulfat setara mortar semen portland type V. Setiadji (2011) meneliti penggunaan fly ash tipe F dari PLTU Suralaya dengan aktivator NaOH dan Na2SiO3 dan menggunakan tailing sebagai agregat halus. Penelitian meliputi pembuatan mortar geopolimer dengan aktivator larutan NaOH, mortar geopolimer dengan aktivator gabungan larutan NaOH dan Na2SiO3 dan beton geopolimer dengan aktivator gabungan larutan NaOH dan Na2SiO3. Variasi konsentrasi NaOH 8, 10 dan 12 M, dengan rasio Na2SiO3/NaOH sebesar 1, 2 dan 3 sedangkan rasio aktivator/fly ash antara 0,3 – 0,5. Metode pemadatan dengan penusukan dan perawatan dengan suhu ruang tanpa perlakuan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak tailing semakin kecil kuat tekan. Aktivator/fly ash beton geopolimer 0,4 hingga 0,5 menyebabkan kuat tekan berkurang. Konsentrasi NaOH 8 M hingga 12

7

M, tidak banyak mengurangi kuat tekan mortar. Nilai optimum waterglass/NaOH sebesar 2.

  • H. METODE PELAKSANAAN

Penelitian ini berlokasi di laboratorium Uji Bahan Jurusan Teknik

Sipil Politeknik Negeri Jakarta

1.

Desain Penelitian

 

Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat benda uji berupa mortar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi jumlah NaOH. Sampel dibuat dalam 4 komposisi:

No.

Fly Ash

Pasir

Aktivator/FA

NaOH

Na2SiO3/NaO

 

(Molar)

H

1.

1

3

0,3

8

2

2.

1

3

0,3

9

2

3.

1

3

0,3

10

2

4.

1

3

0,3

11

2

2.

Bahan-bahan Penelitian

 

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fly

ash, pasir, NaOH, Na2SiO3, dan air.

 

3.

Metode Pengujian Kualitas Produk yang dihasilkan

 

Dibuat benda uji dengan rincian sebagai berikut :

benda uji berbentuk kubus dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm untuk pengujian kuat tekan, ditinjau pada hari ke 7,14,21,28 dan 56 sebanyak 15 buah per komposisi.

benda uji berbentuk balok dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 10 cm untuk pengujian kuat lentur, ditinjau pada hari ke 28 dan 56 sebanyak 6 buah per komposisi.

benda uji berbentuk balok dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 28,5 cm untuk pengujian perubahan panjang, ditinjau pada hari ke 7,14,21,28 dan 56 sebanyak 2 buah per komposisi.

4.

Cara Penelitian

 

Penelitian dilakukan di laboratorium bahan Politeknik Negeri Jakarta,

dengan alur penelitian sebagai berikut :

START
START

8

Persiapaan Bahan

Persiapaan Bahan

   
   
8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak
   

Agregat

1. Berat Jenis & Peny Air

1.

Berat Jenis & Peny Air

2.

Berat isi

3.

Analisa Ayak

4.

Kadar Air

5.

Kadar Lumpur

 
Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak 4. Kadar Air
8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak

Pembuatan Larutan GEOPOLIMER

8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak
8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak
Pengujian Bahan Standar No
Pengujian Bahan
Standar
No
Yes
Yes
8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak

Perancangan Mortar GEOPOLIMER

8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak
8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak

Pembuatan/Pengadukan MortarGEOPOLIMER

8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak

Uji Konsistensi

   
8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak
Waktu Ikat Benda Uji Perawatan (curing) Pengujian Mortar Keras Kuat Tekan Kuat Tarik Lentur Perubahan Panjang
Waktu Ikat
Benda Uji
Perawatan (curing)
Pengujian Mortar Keras
Kuat Tekan
Kuat Tarik Lentur
Perubahan Panjang
Analisa Data
8 Persiapaan Bahan Agregat 1. Berat Jenis & Peny Air 2. Berat isi 3. Analisa Ayak
Kesimpulan
Kesimpulan
SELESAI
SELESAI

Gambar Diagram Alir Penelitian

  • I. JADWAL KEGIATAN

9

9 J. RANCANGAN BIAYA K. DAFTAR PUSTAKA
  • J. RANCANGAN BIAYA

9 J. RANCANGAN BIAYA K. DAFTAR PUSTAKA
  • K. DAFTAR PUSTAKA

10

ASTM 618-03 Standart Specificatin for Coal Fly Ash and Raw or Calcined Natural Pozzoland for Use as a Mineral Admixtyre in Concrete, American Society of Testing Material.

Davidovits, J., 2002, 30 Year of Successes and Failures in Geopolimer

Applications,

Market

Trends

and

Potentials

Brakthroughs,

Geopolimer 2002 conference, October 28-29, Melbourne, Australia.

Setiadji, R.A., 2011, Sifat Mekanik Beton Geopolimer dengan Agregat Tailing, Tesis Magister Teknologi Bahan Bnagunan, Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

SNI 03-6882-2002, Spesifikasi Mortar untuk Pekerjaan Pasangan, Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah Badan Penelitian dan Pengembangan, Jakarta.

Songpiriyakij,

S.

2006,

Engineering

Properties

of

Mae

Moh

Fly

Ash

Geopolymer Concrete, Proceedings Of International Conference on Pozzoland, Concrete and Geopolymer, Khon Kaen, Thailand.

Veliyati, 2010, Pengaruh Faktor Air Binder Terhadap Kuat Tekan Dan Workability Fly Ash Based Geopolymer Mortar (Effect Of Water / Binder Factor On The Compressive Strength And Workability Fly

Ash Based Geopolymer Mortar

Skripsi, Fak. Teknik Univ.

L.

LAMPIRAN

1) BIODATA KETUA serta ANGGOTA KELOMPOK

BIODATA KETUA Nama

:

Lina Hasyyati

Tempat/tanggal lahir

:

Depok, 28 Maret 1992

Jenis Kelamin

:

Perempuan

NIM

:

1109030133

Jurusan

:

Teknik Sipil

 

Depok, 28 Maret 2012 Ketua Peneliti

(Lina Hasyyati) NIM. 1109030133

BIODATA ANGGOTA 1 Nama

:

Asri Handayani

11

Tempat/tanggal lahir

:

Kebumen, 9 Februari 1992

Jenis Kelamin

:

Perempuan

NIM

:

1109030043

Jurusan

:

Teknik Sipil

2) BIODATA DOSEN PENDAMPING

Depok, 28 Maret 2012 Anggota Peneliti

(Asri Handayani) NIM. 1109030043

Nama Lengkap dan Gelar

:

Anni Susilowati, ST, M.Eng

Golongan Pangkat dan NIP

: IIIC/Lektor/19650613 199003 2 002

Jabatan Fungsional

:

Penata

Jabatan Struktural

:

Tidak Ada

Jurusan

: Teknik Sipil

Bidang Keahlian

:

Teknologi Bahan

Riwayat Pendidikan

:

DIII, Teknik Sipil Poltek ITB Bandung, Tahun 1989 S1, Jurusan Teknik Sipil FTUI Jakarta, Tahun 1999 S2, Magister Teknologi Bahan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan UGM Yogyakarta, Tahun 2011 Pengalaman Penelitian

No

Judul Penelitian

Thn

Sumber

Keduduk

Ket.

 

Dana

an

1.

Kinerja Campuran Beraspal dengan Bahan Tambahan Serabut Kelapa terhadap Stabilitas dan Kelelehan

 
  • 2006 DIPA PNJ

Anggota

Proseding Seminar Nasional 2007, ISBN 1978-

3999X

2.

Pemanfaatan Abu Sekam Padi

  • 2007 Dosen

Anggota

Proseding

sebagai Pengganti Bahan Pengisi

Muda

Seminar Nasional

pada Aspalt Concrete- Wearing

Dikti

2008, ISBN 978-

Course

979-17377-0-8

3.

Pemanfaatan Limbah Granit sebagai

  • 2008 Dosen

Anggota

 

Agregat Kasar pada Campuran

Muda

Beton

PNJ

4.

Abu Sekam Padi dan Tawas sebagai bahan Accelerating Admixture dalam

  • 2008 Riset

Grand

Ketua

 

Beton

PNJ

5.

Penggunaan Limbah Industri Kayu

  • 2009 Dosen

Anggota

 

dengan Anyaman Bambu sebagai

Muda

Papan Semen Wol Kayu Dekoratif

PNJ

6.

Abu Batubara sebagai Bahan

  • 2009 Riset

 

Ketua

Proseding

Pengganti Semen Sebagian dalam

Grand

Seminar Nasional

Mortar

PNJ

PNJ

22

November 2010

12

7.

Beton Ringan beragregat limbah

  • 2009 DIPA PNJ

Anggota

botol plastik jenis PET

8.

Pemanfaatan superplasticizer pada

 
  • 2010 Unggulan

Anggota

Proseding

 

beton ringan struktural beragregat

PNJ

seminar Nasional

limbah botol plastik jenis PET

PNJ 2010

 

ISSN

:

1979-

338X,

9.

Penggunaan Sekam Padi dengan

  • 2010 BIL PNJ

Anggota

Proseding

 

Anyaman Bambu sebagai Papan

seminar Nasional

Semen Wol Kayu Dekoratif

PNJ 2011

 

ISSN

:

1978-

399X

10.

Pemanfaatan Sampah Daun sebagai

  • 2011 Bantuan

Ketua

 

Bahan Campuran Papan Panel

Riset S2

Semen dengan Bahan Ikat MU

PNJ

Plesteran

11.

Beton Mutu Tinggi tanpa Proses

  • 2011 Unggulan

Anggota

Proseding

 

Pemadatan Manual (High Strength

PNJ

Seminar Nasional

of Self Compacted Conrete)

PNJ

2011 ISSN:

2087-555X

 

:

Depok, 28 Maret 2012 Dosen Pembimbing

( Anni Susilowati, ST, M.Eng ) NIP. 19650613 199003 2 002