Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktik Kerja Lapangan

Proyek Dinas Teknis Kuningan

4.7 Pekerjaan Kolom


B. Definisi
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang
memikul beban dari balok. SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom
adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga
beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang
paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.
Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan
dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta
beban hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan
tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap
akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang
diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya.
Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar
dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah
pun harus benar-benar sudah mampu menerima beban dari pondasi.
Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu
pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat,
harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau
terjadi gempa tidak mudah roboh.
Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya
merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi
adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang
tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton
memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok
bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 103

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan
KOLOM
K1
LT.8-LT.ATP
550X550
LT.5-LT.7
550X550
LT.3-LT.4
650X650
GWT-LT.2
650X650
TABEL KOLOM

K2
550X550
650X650
750X750
800X800

K3
550X550
650X650
750X750
800X800

K4
450X450

Pekerjaan kolom yang diamati adalah pada K-3 lantai GWT seperti yang ditandai
dengan warna merah.
Perhitungan volume pengecoran :
b

= 80

cm

= 80

cm

= 350 cm

Volume beton untuk 1 kolom K3

Dikurangi tinggi balok ( 350x800 ) = 0,8x0,8x0,8


Volume balok = 0,512 m
Jadi, Volume beton = 2,3 0,512 = 1,788 m
C. Pekerjaan Penulangan Kolom
Penulangan kolom dilakukan secara fabrikasi, artinya penulangan
dilakukan di luar titik lokasi yang akan di pasang tulangan kolom.
Penulangan kolom dibuat secara persegmen yaitu dibuat dengan panjang
sesuai tinggi per lantai atau per dua lantai.
Alat:
-

Bar cutter
Bar bender
Catut (gegep)
Tower Crane
Kapur atau white marker

Bahan:
Destya Prasandy 3112110015
Didin Nur Ali - 3112110016

Page 104

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

Kawat bendrat
Baja tulangan

Langkah kerja:
1. Siapkan gambar kerja
2. Potong baja tulangan menggunakan bar cutter

Gambar 4.99 Pemotongan tulangan dengan bar cutter


3.
4.
5.
6.

Buat kait dengan dibengkokkan menggunakan bar bender


Pasang dudukan dari kasau untuk perangkaian tulangan
Letakkan tulangan longitudinal diatas dudukan
Tandai tulangan longitudinal dengan kapur atau white marker sesuai

gambar kerja sebagai penanda jarak antar sengkang.


7. Pasang sengkang dengan jarak tertentu sesuai tanda pada tulangan
longitudinal.
8. Ikat tulangan longitudinal dan sengkang dengan kawat bendrat.
9. Rangkai pembesian kolom menurut gambar shop drawing

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 105

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

Gambar 4.103 Kolom yang sudah terangkai


10. Pasang decking untuk selimut beton
11. Dilakukan checklist terhadap tulangan oleh QC dan pengawas
12. Pemasangan bekisting dapat dilakukan

D. Pekerjaan bekisting kolom


Bekisting yang digunakan pada proyek ini yaitu full sistem.
Dimana peralatan bekisting full system seluruhnya terbuat dari besi . Pada
proyek yang kami amati, bekisting full system dipakai agar mudah dalam
pengecoranya dan mudah dibongkar pasang.
Kelebihan bekisting full sistem :
1.
2.
3.
4.

Proses pemasangan atau perakitannya lebih mudah dan praktis.


Waktu pemasangan lebih cepat.
Proses pembongkaran lebih cepat.
Mudah diatur sesuai dengan bentuk atau dimensi yang diinginkan.

5. Lokasi pekerjaan lebih bersih karena tidak menimbulkan sampah


dari material bekistingnya.
Pekerjaan Bekisting kolom dengan pembuatan bekisting di area fabrikasi:
1.
2.
3.
4.

Siapkan dan pahami gambar kerja.


Siapkan panel-panel acuan.
Dirikan keempat panel tersebut dan bentuk sesuai gambar.
Ikat panel tersebut dengan steel waller yang dikunci dengan

menggunakan tierod di tiap sudut sisinya.


5. Acuan kolom dioleskan dengan solar. Hal ini dilakukan untuk
mempermudah melepaskan acuan ketika beton sudah kaku.

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 106

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

Gambar 4.107 Bekisting kolom yang siap digunakan


6. Siapkan seorang koordinator di lokasi yang akan dipasang bekisting
untuk koordinasi dengan operator Tower Crane.
7. Angkat bekisting dari area fabrikasi dengan bantuan Tower Crane ke
lokasi yang akan dipasang bekisting.

Gambar 4.108 Pemindahan bekisting kolom dengan TC


8. Setelah bekisting sampai di lokasi, pasang skoor dan steel proof untuk
menjaga bekisting tetap tegak.
9. Kencangkan tie rod untuk memperkuat bekisting
10. Putar lengan skoor untuk mengatur ketegakan (verticallity) dengan
melihat unting-unting sebagai patokan ketegakan bekisting tersebut,
dan dibantu juga oleh tim surveying.
11. Tulangan kolom siap untuk dicor.
E. Pekerjaan pengecoran kolom
Beton yang digunakan adalah beton ready mix dengan mutu beton
fc 40 dengan slump 12 2 cm.
Alat:
-

Truk Mixer
Tower crane

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 107

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

Bucket + tremi
Vibrator

Bahan:
-

Cairan calbond
Beton fc 40, slump 12 2
Solar

Langkah kerja:
1. Pastikan bekisting yang akan digunakan sudah dioleskan dengan solar
untuk mempermudah ketika melepaskan acuannya.
2. Pastikan besi tulangan yang akan dicor bersih dari adukan yang
,kmengeras pada pengecoran kolom yang sebelumnya.
3. Pastikan juga tulangan telah terpasang beton decking untuk
menentukan tebal selimut beton.
4. Apabila terjadi cold joint, maka beton yang lama diberikan cairan
calbond yang berfungsi sebagai zat yang dapat menyatukan antara
beton lama yang sudah mengeras dan beton baru
5. Lakukan uji slump ketika truk mixer datang untuk memastikan beton
segar yang dipesan sesuai dengan pesanan.

Gambar 4.109 Pengujian slump


6. Ambil sample dengan benda uji berbentuk silinder untuk diuji kuat
tekannya di laboratorium.

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 108

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

Gambar 4.110 Pembuatan benda uji


7. Tuangkan beton segar dari truk mixer ke bucket.
8. Angkat bucket yang telah diisi dengan beton segar ke lokasi yang akan
dicor dengan bantuan Tower Crane. Pengecoran dilakukan dengan
bucket yang telah terpasang tremi.
9. Tuangkan beton segar ke dalam cetakan kolom dengan membuka
penutup aliran pada bucket oleh petugas yang berada di bucket
10. Setelah beton segar dituangkan dilakukan pemadatan dengan
menggunakan vibrator.
11. Setidaknya dalam jangka waktu minimal 8 jam dari waktu selesai
pengecoran, bekisting kolom sudah dapat dilepas.
12. Lakukan curing kolom dengan menyiramkan air ke badan kolom
secara berkala.

Gambar Kolom yang sudah jadi dan di bungkus

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 109

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

F. Permasalahan dan solusi


Pada proyek yang kami amati, kami menemukan permasalah dalam
pengerjaan kolom tower office LAvenue. Dimana terdapat empat buah
kolom yang arah verticalnya terhalangi waller beam.

Gambar 4.113 Kolom yang terhalang waller beam


Solusi agar tulangan kolom dapat disambung dan kolom tetap
dapat dicor maka dilakukan release pada bagian waller beam yang
menghalangi kolom. Beton waller beam akan dibobok sehingga tulangan
kolom dapat disambung. kemudian ground anchor yang sudah distressing
yang terdapat diarea kolom dipotong sehingga nantinya ground anchor dan
tulangan waller beam akan ikut tercor oleh pengecoran kolom.

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 110

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

Gambar 4.114 Proses pembobokan waller beam yang menghalangi kolom

Gambar 4.115 Waller Beam yang telah dibobok


4.8 Pekerjaan Balok
A. Definisi Balok
Dalam sebuah sistem struktur, terdapat beberapa elemen-elemen
yang saling merangkai membentuk sebuah kesatuan unit konstruksi.
Bagian struktur umumnya berbentuk lurus, kecuali bagian struktur yang
berbentuk struktur pelengkung dan juga rangka batang. Bagian elemen
struktur yang lurus dan terbebani secara transversal disebut balok. Disebut
terbebani secara transversal karena elemen ini biasanya terbebani oleh
gaya dari berbagai arah yaitu gaya vertikal, horizontal dan momen.
Biasanya pada bangunan gedung, elemen balok akan menerima beban dari
pelat lantai yang diatasnya dan kemudian disalurkan ke kolom.
Fungsi balok adalah sebagai rangka penguat horizontal bangunan
akan beban-beban. Apabila suatu gelagar balok bentangan sederhana
menahan beban yang mengakibatkan timbulnya momen lentur akan terjadi
deformasi (regangan) lentur di dalam balok tersebut. Regangan-regangan
balok tersebut mengakibatkan timbulnya tegangan yang harus ditahan oleh
balok, tegangan tekan di sebelah atas dan tegangan tarik dibagian bawah.
Agar stabilitas terjamin, batang balok sebagai bagian dari sistem yang

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 111

Laporan Praktik Kerja Lapangan


Proyek Dinas Teknis Kuningan

menahan lentur harus kuat untuk menahan tegangan tekan dan tarik
tersebut karena tegangan baja dipasang di daerah tegangan tarik bekerja, di
dekat serat terbawah, maka secara teoritis balok disebut sebagai
bertulangan baja tarik saja (Dipohusodo,1996).

Destya Prasandy 3112110015


Didin Nur Ali - 3112110016

Page 112