Anda di halaman 1dari 1

ANAK DIVISI LICHENES (LUMUT KERAK)

Organisme ini sebenarnya kumpulan antara Fungi dan Algae, tetapi sedemikian
rupa, hingga dari segi morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan.
Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan, tetapi dapat juga diatas
tanah, terutama di daerah tundra di sekitar kutub utara. Di daerah ini, areal dengan luas
ribuan km2 tertutup oleh Lichenes. Baik di atas cadas maupun dalam batu, tidak terikat
pada tingginya tempat di atas permukaan air laut. Lichenes dapat kita temukan dari tepi
pantai sampai di atas gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong dalam
tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Beberapa jenis dapat
masuk pada bagian pinggir batu-batu, oleh karenanya disebut bersifat endotilik.
Lichenes tidak memerlukan syarat-syarat hidup yang tinggi, dan tahan kekurangan air
dalam jangka waktu yang lama. Karena panas yang terik, Lichenes yang hidup pada
batu-batu dapat menjadi kering, tetapi tidak mati, dan jika kemudian turun hujan,
Lichenes dapat hidup kembali. Pertumbuhan talusnya sangat lambat, dalam satu tahun
jarang lebih dari 1 cm. Tubuh buah baru terbentuk setelah mengadakan pertumbuhan
vegetatif bertahun-tahun.
Alga yang ikut menyusun tubuh Lichenes disebut gonidium, dapat bersel tunggal
atau berupa koloni. Kebanyakan gonidium adalah ganggang biru (Cyanophyceae) antara
lain Chroococcus dan Nostoc, kadang-kadang juga ganggang hijau (Chlorophyceae)
misalnya Cystococcus dan Trentepohlia.
Kebanyakan cendawan yang ikut menyusun Lichenes tergolong ke dalam
Ascomycetes terutama Discomycetales, hanya kadang-kadang Pyrenomycetales.
Mungkin juga basidiomycetes mengambil bagian dalam pembentukan Lichenes,
kebanyakan cendawan-cendawan tertentu bersimbiosis dengan ganggang tertentu pula.
Untuk memelihara Lichenes pada medium buatan dijumpai banyak kesukaran. Tetapi jika
cendawan dan ganggangnya dipisahkan, masing-masing dapat dipiara dengan mudah
pada medium buatan. Pada umumya Lichenes pada medium buatan tidak
memperlihatkan pertumbuhan yang kuat. Jadi daya untuk hidup sendiri telah hilang
sehingga cendawan itu di dalam alam jarang sekali ditemukan dalam keadaan hidup
bebas. Dalam kultur murni cendawan itu memperlihatkan susunan morfologi menurut
jenisnya, tetapi bentuk talus seperti Lichenes baru terjadi, jika bertemu dengan jenis
ganggang yang tepat. Lain ganggang yang menghasilkan Lichenes. Jadi bentuk Lichenes
bergantung pada macam cara hidup bersama antara kedua macam organisme yang
menyusunnya.
Hidup bersama antara dua organisme yang berlainan jenis umumnya disebut
simbiosis. Masing-masing organisme itu sendiri disebut simbion. Dalam pembicaraan
sehari-hari, simbiosis itu sering diartikan sebagai hidup bersama dengan keuntungan
bagi kedua simbion, yang seharusnya dinamakan mutualisme.
Pada Lichenes simbiosis antara Fungi dan Algae diberikan tafsiran yang berbedabeda. Ada yang menafsirkan sebagai mutualisme, karena dipandang kedua-duanya
dapat memperoleh keuntungan dari hidup bersama itu.
Ganggang memberikan hasil-hasil fotosintesis terutama yang berupa karbohidrat
kepada cendawan, dan sebaliknya cendawan memberikan air dan garam-garam kepada
ganggang.