Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

SEMESTER 4
No Percobaan

: 07

Judul

: Miniature Circuit Breaker

Grup

:3

Nama Praktikan
(1313020040)
Nama Anggota

: REYHAN RAHMAT ADISAPUTRO


: a. FAJAR KURNIA (1313020001)
b. MUHAMMAD NOER ARIFIN (1313020034)

Kelas

: TL 4A

Tanggal Percobaan

: 1 dan 8 April 2015

Tanggal Penyerahan : 22 April 2015


NILAI :
Program Studi

: TEKNIK LISTRIK

Jurusan

: TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2015

MINIATURE CIRCUIT BREAKER

TUJUAN :
Praktikan diharapkan dapat :
- Menentukan karakteristik MCB
- Dapat memilih MCB sesuai tujuan pemakaian.
PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1. Autotrafo 0 - 220 V,5A
2. Trafo 220/10V, 10/200A.
3. Tangamper-meter.
4. Stop Watch
5. MCB 2 A 2 buah
6. Kabel penghubung.
PENDAHULUAN
Circuit breaker adalah suatu alat pengaman pemutus rangkaian kelistrikan yang dapat bekerja
secara otomatis. Circuit breaker berfungsi sebagai pengaman terhadap arus beban lebih dan arus
hubung singkat juga sebagai sakelar yang berkemampuan untuk mengatasi kenaikan beban
sakelar. Miniatur Circuit Breaker (MCB) adalah salah satu macam circuit breaker yang
dilengkapi dengan pengaman thermis (bimetal) sebagai pengaman beban lebih dan juga
dilengkapi pengaman magnetis untuk arus hubung singkat. Terdapat bermacam-macam MCB
yang antara satu dengan yang lain mempunyai sifat (karakter) yang berbeda-beda, sesuai dengan
maksud dan tujuannya. Macam-macam MCB antara lain : tipe H, Z, G, L, U, K dan V.
MCB biasa diaplikasikan atau digunakan pada instalasi rumah tinggal, pada instalasi penerangan,
pada instalasi motor listrik di industri dan lain sebagainya.

Prinsip kerja MCB sangat sederhana, ketika ada arus lebih maka arus lebih tersebut akan
menghasilkan panas pada bimetal, saat terkena panas bimetal akan melengkung sehingga
memutuskan kontak MCB (Trip). Selain bimetal, pada MCB biasanya juga terdapat solenoid
yang akan mengtripkan MCB ketika terjadi grounding (ground fault) atau hubung singkat (short
circuit).
Namun penting juga untuk di ingat, bahwa MCB juga bisa trip dengan panas (over heating) yang
diakibatkan karena kesalahan desain/perencanaan instalasi, seperti ukuran kabel yang terlalu
kecil untuk digunakan dalam arus yang tinggi, sehingga menghasilkan panas, yang lamakelamaan akan melekungkan bimetal dan mengtripkan MCB. Oleh karena itu penggunaan kabel
instalasi juga harus memperhatikan standar maksimum arus (A) kabel yang akan digunakan, dan
arus kabel tersebut tidak boleh lebih kecil dari arus maksimum rangkaian/circuit.
Menurut karakteristik Tripnya, ada tiga tipe utama dari MCB, yaitu: tipe B, tipe C, dan tipe D
yang didefinisikan dalam IEC 60898.
1.

MCB Tipe B, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 3 sampai 5
kali dari arus maksimum atau arus nominal MCB. MCB tipe B merupakan karateristik trip
tipe standar yang biasa digunakan pada bangunan domestik.

2.

MCB Tipe C, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 5 sampai 10
kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe ini akan menguntungkan bila digunakan

pada peralatan listrik dengan arus yang lebih tinggi, seperti lampu, motor dan lain
sebagainya.
3. MCB tipe D, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 8 sampai 12 kali
arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe D merupakan karakteristik trip yang biasa
digunakan pada peralatan listrik yang dapat menghasilkan lonjakan arus kuat seperti,
transformator, dan kapasitor.

DIAGRAM RANGKAIAN

PROSEDUR PERCOBAAN.
1. Kita buat rangkaian seperti gambar di atas, dengan kedudukan autotrafo 0V.
2. Lalu kita atur tegangan autotrafo untuk mendapatkan arus yang diinginkan (lihat tabel1,
karakteristik dingin) dan kita ukur lama waktu pemutusan MCB.
3. Setelah itu kita dinginkan MCB di atas dan kita ulangi langkah 2 untuk nilai arus yang lain
(table 1).
4. Untuk membuat karakteristik panas, kita berikan arus sebesar arus nominal MCB
selama 10 menit, kemudian kita berikan arus sesuai dengan table 2.
Lalu kita ukur lama waktu pemutusan MCB.
5. setelah itu kita dinginkan kembali MCB di atas dan kita ulangi langkah 4 untuk nilai arus
yang lain (table 2.)

TUGAS DAN PERTANYAAN.


1. Gambarkan karakteristik dingin dan panas pada MCB, dan jelaskan!
2. Terangkan fungsi MCB sesuai dengan tipenya .
3. Terangkan prinsip kerja MCB.
4. Mengapa semakin besar faktor pengali semakin cepat waktu pemutusannya.?
5. Mengapa pengaman magnetik pada MCB tidak memerlukan waktu pemutusan
yang lama ?
6. Apa perbedaan antara termal over load relay dengan MCB ?

Tabel 1
Karakteristik Dingin T = f (I)
In = 2A
No
1
2
3
4
5
6
7
8

I (A)

Tabel 2
Karakteristik Panas T = f (I)
In = 2A

T (det/menit)

Kondisi MCB

No
1
2
3
4
5
6
7
8

I (A)

T (det/menit)

Kondisi MCB