Anda di halaman 1dari 8

SAP ( Satuan Acara Penyuluhan ) DENGUE HEMORAGIC FEVER

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Diagnosa Keperawatan

:Kurang pembelajaran mengenai proses penyakit dan


pengobatan yang berhubungan dengan kurang pengetahuan

Penyuluh

: Mahasiswa

Tampat Pelaksanaan

: Ruang Catelya RSUD CILACAP

Hari / Tanggal

: Jumat, 20 Februari 2015

Pukul

: 10.00 WIB

A. Tujuan
1. Tujuan Intruksional umum
Setelah mengikuti penyuluhan, Peserta dapat memahami tentang Dengue
Hemoragic Fever
2. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini, pasien akan dapat :
a.
b.
c.
d.
e.

Menjelaskan tentang pengertian Dengue Hemoragic Fever


Menyebutkan penyebab Dengue Hemoragic Fever
Menyebutkan tanda dan gejala dari Dengue Hemoragic Fever
Menyebutkan faktor resiko Dengue Hemoragic Fever
Menjelaskan cara Penatalaksanan Dengue Hemoragic Fever

B. Pokok Bahasan : Dengue Hemoragic Fever


C. Sub Pokok Bahasan
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian Dengue Hemoragic Fever


Penyebab Dengue Hemoragic Fever
Tanda dan Gejala dari Dengue Hemoragic Fever
Menyebutkan faktor resiko Dengue Hemoragic Fever
Penatalaksanaan Dengue Hemoragic Fever

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab.
E. Media dan Alat Bantu
1.

Leaflet

2.

Lembar balik

F. Kegiatan
N

Tahap

Waktu

Kegiatan

(menit)
Pembukaan

Penyuluh
1. Memberi salam
2. Memperkenalkan

3 menit

1
2

Inti

diri
3. Menjelaskan tujuan
Menjelaskan tentang :

20 menit

1. Pengertian Dengue

Peserta
1. Memberi salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
1. Menyimak
2. Mendengarkan atau
memperhatikan

Hemoragic Fever
2. Tanda dan gejala
Dengue Hemoragic
Fever
3. Faktor penyebab
4. Faktor resiko
terkena Dengue
Hemoragic Fever
5. Pencegahan
Dengue Hemoragic
3.

Evaluasi

5 menit

4.

Penutup

2 menit

Fever
1. Tanya jawab
2. Menyimpulkan
1.

Memberi salam

1. Bertanya
2. Menjawab pertanyaan
1.

Menjawab salam

G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kesepakatan dengan pasien dan keluarga (waktu dan tempat)
b. Kesiapan materi penyaji
c. Media pembelajaran sudah dibuat
2. Evaluasi Proses
a. klien bersedia diberi pendidikan kesehatan sesuai dengan kontrak waktu yang
ditentukan

b. klien antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya


c. klien menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan
3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
b. Semua pertanyaan yang ditanyakan, semuanya dijawab 50% benar
c. Adanya kesepakatan antara keluarga dengan perawat dalam melaksanakan
implementasi keperawatan selanjutnya.

H. Referensi
1. Carpenito, Lynda Jual, Moyet.2008. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 10.
Jakarta : EGC.
2. Djunaedi, D. 2006. Demam Berdarah (DBD). Malang : Universitas Muhamadiyah
Malang.
3. Ginanjar, Genis. 2008. Demam Berdarah. Yogyakarta : Bentang Pustaka.
4. Setiati T E, Soemarti Ag. 2009. Demam Berdarah Dengue Pada Anak : Patofisiologi,
Resusitasi Mikrobiologi dan Terapi Komponene Darah. Semarang : Pelita Insani.
5. Triyani. 2010. Waspada Penyakit Demam Berdarah. Jakarta : Nobel Edumedia.

Lampiran
A.

: Materi

Definisi Penyakit

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita
melalui gigitan nyamuk aedes aegypti (betina). DHF terutama menyerang anak remaja
dan dewasa dan seringkali meyebabkan kematian bagi penderita.
Penyakit DHF adalah penyakit virus yang sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan penderita meninggal dalam waktu yang sangat pendek (beberapa hari).
B.

Penyebab Katarak
1. Disebabkan oleh virus dengue dari kelompok arbovirus B yaitu arthropod-borne virus
atau virus yang disebarkan oleh artopoda. Virus ini termasuk genus flavivirus dari
family flavivirade.
2. Disebabkan oleh nyamuk aedes agypti (didaerah perkotaan) dan aedes albopictus
(didaerah pedesaan). Nyamuk yang menjadi faktor penyebab DBD adalah nyamuk
yang menjadi terinfeksi saat mengigit manusia yang sedang sakit dan viremia
(terdapat virus dalam darahnya). Menurut laporan terakhir,virus dapat pula ditularkan
secara transovarial dari nyamuk ke telur telurnya.

C.

Klasifikasi
Mengingat derajat beratnya penyakit bervariasi dan sangat erat kaitanya dengan
pengelolaan dan prognosis, WHO (1975) membagi DBD dalam 4 derajat setelah kriteria
laboratorik terpenuhi yaitu :
1. Derajat
Demem mendadak 2-7 hari disertai gejala tidak khas, dan satu -satunya

manifestasi perdarahan adalah tes toniquet positif


2. Derajat II
Derajat I dan disertai perdarahan spontan pada kulit atau perdarahan lain.
3. Derajat III
Ditemukan kegagalan sirkulasi ringan yaitu nadi cepat dan lemah
tekanan darah rendah, gelisah, sianosis mulut, hidung dan ujung jari.
4.

Derajat IV
Syok hebat dengan tekanan darah atau nadi tidak terdeteksi.

D. Faktor Resiko

Mutasi Nyamuk Aedes Aegypti (nyamuk demam berdarah) Vektor Primer Virus
Demam Berdarah

Virus Dengue mentransmisikan terutama melalui gigitan dari nyamuk Aedes


aegypti. Setelah penularan melalui gigitan nyamuk, virus dengue terinkubasi selama
tiga sampai empat belas hari. Dengue kemudian menyebabkan sakit mirip flu dan
nyeri, demam tinggi, kehilangan nafsu makan, sakit kepala dan ruam. Permeabilitas
vaskular dan kegagalan peredaran darah ciri bentuk yang paling parah pada infeksi
dengue. Mutasi yang terjadi semakin meningkatkan faktor resiko penyebab demam
berdarah apalagi mereka yang rentan, yaitu orang yang memiliki daya tahan tubuh
rendah.

Jenis Kelamin, ras dan usia Faktor predisposisi untuk Demam Berdarah Dengue
Berdasarkan data dari Kuba, orang yang berkulit putih mungkin menghadapi
resiko lebih besar dari kulit hitam untuk demam berdarah dengue.Dengan riwayat
infeksi dengue sebelumnya berada pada risiko komplikasi tinggi dari bentuk parah
demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome (DSS). Bayi dengan
perlindungan antibodi ibu mungkin mengalami kondisi demam ringan dibedakan
ketika terinfeksi dengan serotipe yang sama. Namun, antibodi ibu tempat bayi
berisiko lebih besar menyebabkan komplikasi dari infeksi dengan serotipe lain. Usia
merupakan faktor risiko dimana kebanyakan kematian terjadi pada anak di bawah usia
,Jenis kelamin termasuk faktor risiko komplikasi parah. Perempuan cenderung untuk
memiliki riwayat parah dari demam berdarah daripada laki-laki.

E.

Tanda dan Gejala


1

Demam selama dua hari tanpa sebab yang jelas.

Manisfestasi perdarahan dengan tes leede (+) mulai dari petekie (+) sampai
perdarahan spontan seperti mimisan,muntah darah atau berak darah hitam.

Hasil pemeriksaan trombosit menurun ( normal : 150.000 300.000 L).


Hematokrit meningkat ( normal : pria <45,wanita <40).

F.

Akral dingin,gelisah,tidak sadar (DSS,dengue shock syndrome).

Patofisiologi

Fenomena patologis yang utama pada penderita DHF adalah meningkatnya


permeabilitas dinding kapiler yang mengakibatkan terjadinya perembesan plasma ke
ruang ekstraseluler.
Hal pertama yang terjadi setelah virus masuk kedalam tubuh penderita adalah
viremia yang mengakibatkan penderita mengalami demam,sakit kepala,mual,nyeri
otot,pegal pegal diseluruh tubuh,ruam atau bintik bintik merah pada kulit
(Petekie),Hiperemi tenggorokan dan hal lain yang mungkin terjadi seperti pembesaran
kelenjar getah bening,pembesaran hati ( hepatomegali ) dan pembesaeran limpa
( splenomegali ).
Peningkatan permeabilitas dinding kapiler mengakibatkan berkurangnya volume
plasma,terjadinya hipotensi,hemokonsentrasi dan hipoproteinemia serta efusi dan
renjatan atau shock.
G.

Pemeriksaan Penunjang
1. Darah
Pada DHF terdapat leukopenia pada hari kedua atau hari ketiga. Pada DHF
dijumpai trombositopenia dan hemokonsentrasi. Masa pembekuan masih
normal,masa perdarahan biasanya memanjang,dapat ditemukan penurunan faktor
II,V,VII,IX dan XII. Pada pemeriksaan kimia darah tampak
hipoproteinemia,hiponatremia,hipokloremia. SGOT , serum glumatik piruvat
transaminasi (SGPT),Ureum dan pH darah mungkin meningkat,reverse alkali
menurun.
2. Air seni. Mungkin ditemukan albuminuria ringan.
3. Sumsum tulang. Pada awal sakit biasanya hiposelular kemudian menjadi hiperselular
pada hari kelima dengan gangguan maturasi dan pada hari ke sepuluh sudah kembali
normal untuk semua sistem.
4. Uji serologi.
a. Uji serologi memakai serum ganda , yaitu serum diambil pada massa akut dan
kovalesen,yaitu uji pengikat komplemen,uji netralisasi,dan uji dengue blot. Pada
uji ini dicari kenaikkan antibodi antidengue sebanyak minimal empat kali.

b. Uji serologi memakai serum tunggal, yaitu uji dengue blot yang mengukur
antibodi antidengue tanpa memandang kelas antibodinya,uji IgM antidengue
yang mengukur hanya antibodi antidengue dari kelass IgM. Pada uji ini yang
dicari adalah ada tidaknya atau titer tertentu antibodi antidengue.
5. Isolasi virus , yang diperiksa adalah drah pasien dan jaringan.

H.

Manajemen Terapi
1. Tirah Baring
2. Makanan lunak dan bila belum nafsu makan diberi minum 1,5-2 liter dalam 24 jam
(susu, air dengan gula, atau sirup) atau air tawar ditambah garam.
3. Medikamentosa yang bersifat simtomatis. Untuk hipertireksia dapat diberi
kompres, antipiretik golongan asetaminofen, eukinin atau dipiron dan jangan
diberikan asetosal karena bahaya perdarahan.
4. Antibiotik diberikan bila terdapat kemungkinan terjadi infeksi sekunder.

DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, Lynda Jual, Moyet.2008. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 10. Jakarta :
EGC.
Djunaedi, D. 2006. Demam Berdarah (DBD). Malang : Universitas Muhamadiyah Malang.
Ginanjar, Genis. 2008. Demam Berdarah. Yogyakarta : Bentang Pustaka.
Setiati T E, Soemarti Ag. 2009. Demam Berdarah Dengue Pada Anak : Patofisiologi,
Resusitasi Mikrobiologi dan Terapi Komponene Darah. Semarang : Pelita Insani.
Triyani. 2010. Waspada Penyakit Demam Berdarah. Jakarta : Nobel Edumedia.