Anda di halaman 1dari 55

PEMIMPIN YANG BERPENGARUH

Biografi Nabi Muhammad S.A.W - Nabi dan


Rosul Terakhir; Panutan Bagi Seluruh Umat
Manusia
POSTED BY MUHAMAD NURDIN FATHURROHMAN POSTED ON 3:16 PM

Artikel "Biografi Nabi Muhammad S.A.W - Nabi dan Rosul Terakhir; Panutan Bagi
Seluruh Umat Manusia" adalah bagian dari seri "Kisah 25 Nabi dan Rasul Islam"

Kaligrafi Arab yang bermakna "Muhammad"


Nabi Muhammad S.A.W
Gelar:
Rasulullah, An-Nabi, Khatamul Anbiya, Al-Mustafa, Al-Amin, Shalallahu alaihi wa Salam
(Salawat dari Allah dan salam atasnya) Kun-yah: Abul Qasim Nama: Muhammad Nasab Jalur
ayah: Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusay bin Kilab bin
Murrah bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin
Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim
Jalur ibu:
Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab.
Nisbah:
Al-Makki Lahir: 20 April 570 Mekkah

Wafat:
8 Juni 632 Madinah
Sebab wafat:
Demam
Dimakamkan
di Rumah Aisyah, di kompleks Masjid Nabawi
Nama lain:
Ahmad
Etnis:
Arab, suku Quraisy, bani Hasyimiyah
Zaman:
Pra Hijriah - Abad pertama Hijriah
Wilayah aktif:
Jazirah Arab
Jabatan:
Nabi Islam, Pemimpin Negara
Mazhab Akidah:
Tauhid
Penghargaan:
Tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia
Nama terpopuler di dunia adalah merujuk kepada namanya
Istri:
Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zum'ah, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti
Umar, Zaynab binti Khuzaymah, Hindun binti Abi Umayyah, Zaynab binti Jahsy, Juwayriyah
binti Harits, Ramlah binti Abu Sufyan, Shafiyah binti Huyay, Maymunah binti al-Harits, Maria
binti Syamaun
Keturunan:
Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Ibrahim
Muhammad bin Abdullah (lahir di Mekkah, 20 April 570 meninggal di Madinah, 8 Juni
632 pada umur 62 tahun) adalah seorang nabi dan rasul yang terakhir bagi umat
Muslim. Muhammad menyebarkan ajaran dan ilmu pengetahuan berupa agama Islam
yang diperoleh dari Allah S.W.T melalui perantara Malaikat Jibril. Nabi Muhammad
S.A.W dimasukkan dalam urutan pertama pada buku karya Michael H. Hart yang
berjudul "The 100 ".

Etimologi
"Muhammad" (Arab: ; Transliterasi: Muhammad) secara bahasa berasal
dari akar kata semitik 'H-M-D' yang dalam bahasa Arab berarti "dia yang terpuji". Selain
itu di dalam salah satu ayat Al-Qur'an, Muhammad dipanggil dengan nama "Ahmad",
yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji".
Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua julukan dari suku Quraisy
(suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amiin yang artinya
"orang yang dapat dipercaya (jujur)" dan As-Saadiq yang artinya "yang benar". Setelah
masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allh () ,
kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu 'Alayhi Wasallam ( ) , yang
berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya"; sering
disingkat "S.A.W" atau "SAW") setelah namanya.
Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang berarti "bapak Qasim",
karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia
meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.

Genealogi
Silsilah Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka'b bin
Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin
Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.
Adnan merupakan keturunan laki-laki ke tujuh dari Ismail bin Ibrahim, yaitu keturunan
Sam bin Nuh.
Lebih lengkap silsilahnya dari Muhammad hingga Adam adalah Muhammad bin
Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin
Murrah bin Kaab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah
bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin
Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail
bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru bin Rau bin Falikh bin Aybir bin Syalikh
bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamikh bin Mutusyalikh bin Akhnukh bin Yarda bin
Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam.
Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu
riwayatnya. Nasab Rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan
setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Maksud dari Quraisy adalah putra Fihr bin
Malik atau an-Nadhr bin Kinanah.

Riwayat
Kelahiran
Pada masa kelahiran Nabi Muhammad SAW terdapat kejadian yang luar biasa yaitu
ada serombongan pasukan Gajah yang dipimpin Raja Abrahah (Gubernur kerajaan
Habsyi di Yaman) hendak menghancurkan Kakbah karena negeri Makkah semakin
ramai dan bangsa Quraisy semakin terhormat dan setiap tahunnya selalu padat umat
manusia untuk haji. Ini membuat Abrahah iri dan Abrahah berusaha membelokkan umat
manusia agar tidak lagi ke Makkah. Abrahah mendirikan gereja besar di Shana yang
bernama Al-Qulles. Namun tak seorang pun mau datang ke gereja Al Qulles itu.
Abrahah marah besar dan akhirnya mengerahkan tentara bergajah untuk menyerang
Kakbah. Didekat Makkah pasukan bergajah merampas harta benda penduduk
termasuk 100 ekor Unta Abdul Muthalib
Dengan tak disangka Abdul Munthalib kedatangan utusan Abrahah supaya menghadap
ke Abrahah. Yang pada akhirnya Abdul Munthalib meminta Untanya untuk dikembalikan
dan bersedia mengungsi bersama penduduk dan Abdul Munthalib berdoa kepada Allah
supaya Kakbah diselamatkan.
Keadaan kota Makkah sepi tentara Abrahah dengan leluasa masuk Makkah dan siap
untuk menghancurkan Kakbah. Allah SWT mengutus burung Ababil untuk membawa
kerikil Sijjil dengan paruhnya. Kerikil itu dijatuhkan tepat mengenai kepala masingmasing pasukan bergajah tersebut hingga tembus ke badan sampai mati. Peristiwa ini
diabadikan dalam Al-Quran surat Al Fiil ayat 1-5. (QS 105 :1-5). Pasukan bergajah
hancur lebur mendapat adzab dari Allah SWT.
Pada masa itu lahir bayi yang diberi nama Muhammad dari kandungan ibu Aminah dan
yang ber-ayahkan Abdullah. Muhammad lahir sudah yatim karena saat nabi
Muhammad SAW masih dalam kandungan ayahnya sudah meninggal dunia.
Hari kelahiran Nabi -shallallahu alaihi wa sallam adalah hari Senin. Dari Abu Qotadah
Al Anshori radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya
mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,

Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu
untukku. (HR. Muslim no. 1162)
Sedangkan tahun kelahiran beliau adalah pada tahun Gajah. Ibnul Qayyim dalam

Zaadul Maad berkata,



.
Tidak ada khilaf di antara para ulama bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam lahir di
kota Mekkah. Dan kelahirannya adalah di tahun gajah.
Tanggal dan Bulan Lahir Nabi Muhammad
Sedangkan mengenai tanggal dan bulan lahirnya Nabi kita -shallallahu alaihi wa
sallam-, hal ini masih diperselisihkan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa beliau
lahir tanggal 8 Rabiul Awwal, seperti pendapat Ibnu Hazm. Ada pula yang mengatakan
tanggal 10 Rabiul Awwal. Dan yang masyhur menurut jumhur (mayoritas) ulama adalah
pada tanggal 12 Rabiul Awwal. Selain itu ada yang mengatakan, beliau dilahirkan pada
bulan Ramadhan, ada pula yang mengatakan pada bulan Shafar. Sedangkan ahli hisab
dan falak meneliti bahwa hari Senin, hari lahir beliau bertepatan dengan 9 Rabiul
Awwal. Dan inilah yang dinilai lebih tepat.
Jika kita meneliti lebih jauh, ternyata yang pas dengan tanggal 12 Rabiul Awwal adalah
hari kematian Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-. Meski mengenai kapan beliau
meninggal pun masih diperselisihkan tanggalnya. Namun jumhur ulama, beliau
meninggal dunia pada tanggal 12 dari bulan Rabiul Awwal, dan inilah yang dinilai lebih
tepat.
Para penulis sirah (biografi) Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir pada
Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M, yang merupakan tahun gagalnya Abrahah menyerang
Mekkah. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat
yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat
perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal dalam
perjalanan dagang di Madinah, yang ketika itu bernama Yastrib, ketika Muhammad
masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan
seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.
Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya
ke Yatsrib (sekarang Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi
makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah
beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib,
dan dikuburkan di sana. Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya,
'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib.
Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya di sekitar Mekkah dan
kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah,

Lebanon, dan Palestina).


Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah
Pada zaman kelahiran nabi Muhammad SAW masyarakat Makkah mempunyai
kebiasaan jahiliyah yaitu kebiasaan menyembah patung atau berhala. Jahiliyah artinya
zaman kebodohan. Yang disembah bukan Allah tetapi patung atau berhala dan
kebiasaannya sangat buruk yaitu m4buk, berjud!, m4ksiat dan merendahkan derajat
wanita. Mereka hidup berpindah-pindah dan terpecah dalam suku-suku yang disebut
kabilah. Hidup serba bebas tidak ada aturan dalam bermasyarakat. Sehingga
kehidupan sangat kacau balau. Di saat kekacaubalauan masyarakat Makkah itu lahir
Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat bagi seluruh alam.

Masa Kanak-Kanak
Kebiasaan di kalangan pemuka pada saat itu apabila mempunyai bayi, maka bayi yang
baru lahir itu dititipkan kepada kaum ibu pedesaan. Dengan tujuan agar dapat
menghirup udara segar dan bersih serta untuk menjaga kondisi tubuh ibunya agar tetap
sehat.
Menurut riwayat, setelah Muhammad dilahirkan disusui oleh ibunya hanya beberapa
hari saja, Tsuaibah menyusui 3 hari setelah itu oleh Abdul Munthalib disusukan kepada
Halimah Sadiyah istri Haris dari kabilah Banu Saad.
Muhammad diasuh Halimah selama 6 th. Pada usia 4 th Muhammad didekati oleh
malaikat Jibril dan menelentangkannya lalu membelah dada dan mengeluarkan hati
serta segumpal darah dari dada nabi Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya kemudian
menata kembali ke tempatnya dan Muhammad tetap dalam keadaan bugar.
Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu, Halimah khawatir dan mengembalikan
Muhammad ke ibundanya. Pada usia 6 th nabi diajak Ibunya untuk berziarah ke makam
ayahnya di Yatsrib dengan perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke Makkah
Aminah sakit dan akhirnya meninggal di Abwa yang terletak antara Makkah dan
Madinah.
Nabi Muhammad lantas ditemani Ummu Aiman ke Makkah dan diantarkan ke tempat
kakeknya yaitu Abdul Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu tidak punya ayah
dan ibu. Abdul Munthalib sangat menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan pada usia 8
th 2 bl 10 hari Abdul Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang
bernama Abu Thalib.
Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th nabi

diajak Abu Thalib berdagang ke Syam. Di tengah perjalanan bertemu dengan pendeta
Bahira. Untuk keselamatan nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke Makkah.
Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang Fijar antara kabilah Quraisy bersama Kinanah
dengan Qais Ailan. Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan mengumpulkan anakanak panah buat paman-paman beliau untuk dilemparkan kembali ke musuh.
Pada masa remajanya Nabi Muhammad biasa menggembala Kambing dan pada usia
25 th menjalankan barang dagangan milik Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad SAW
dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam berdagang nabi SAW
jujur dan amanah serta keuntungannya melimpah ruah.
Peristiwa tentang cara dagangnya nabi SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah.
Lantas Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar
mau menikah dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya
dan disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan
mas kawin 20 ekor unta Muda.
Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi Muhammad SAW 25 th. Dalam perkawinannya
Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum
dan Fatimah. Semua anak laki-laki nabi wafat waktu masih kecil dan anak
perempuannya yang masih hidup sampai nabi wafat adalah Fatimah.

Perkenalan dengan Khadijah


Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang
dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu
untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang
umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad
sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan kabar tentang kejujuran dan
sifatnya yang dapat dipercaya menyebar luas dengan cepat, membuatnya banyak
dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah.
Salah seseorang yang mendengar tentang kabar adanya anak muda yang bersifat jujur
dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan adalah seorang janda yang
bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku
Arab. Sebagai seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke
berbagai pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad
membuat Khadijahmemercayakannya untuk mengatur barang dagangan Khadijah,
Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan
ketika sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari
biasanya.

Muhammad menikahi Khadijah, pada saat Muhammad berusia 25 tahun. Saat


ituKhadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun. Perbedaan umur yang jauh dan
status janda yang dimiliki oleh Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka, walaupun
pada saat itu suku Quraisy memiliki budaya yang lebih menekankan kepada
perkawinan dengan seorang gad!s ketimbang janda.
Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sebagai
orang yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan hartanya untuk hal-hal
yang lebih penting, terutama untuk perjuangan islam.

Memperoleh gelar
Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan
Kakbah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang
berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut
dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab
karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia
memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat dipercaya".
Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan (Allah). Ia
hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan
sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orangorang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan
dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah
membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjud!, meminum
minuman ker4s, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq
yang berarti "yang benar".

Kerasulan - Mendapat wahyu pertama dari Allah


Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda
banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan Kakbah. Dengan
peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Kakbah dan yang
menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih
tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini
sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah.
Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat
pintu Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat
dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu

masjid adalah Rasulullah SAW dan yang berhak adalah Rasulullah.


Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad . Rasulullah meminta
sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujung-ujung
selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya Nabi
mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah
semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki Al-Amin yang artinya dapat dipercaya.
Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau
sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya
lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya,
paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan AlAmin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin,
menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.
Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri
dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira
beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat
menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan
Malaikat jibril yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan
kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri
ke Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian
dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari
ketenangan dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab
pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, ia sering berpikir dengan
mendalam, dan memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan
kebodohan.
Mendapat wahyu pertama
Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17
Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan
surah pertama dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq.
Muhammad diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya,
namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali
meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal
darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia

dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang
tidak diketahuinya. (Al-Alaq 96: 1-5)
Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus
pengangkatannya sebagai rasul disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun
kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut
perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari).
Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan
ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian akibat peristiwa yang
baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar memberinya selimut.
Diriwayatkan pula untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak
Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani yaitu Waraqah
bin Naufal. Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab
suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun
berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Waraqah menanggapi
Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya, agar dia
berteguh hati. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nms al-Akbar (Malaikat
Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu,
mereka akan memusuhi dan melawannya.
Muhammad menerima ayat-ayat Quran secara berangsur-angsur dalam jangka waktu
23 tahun (22 tahun 2 bulan 22 hari). Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan
kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat Quran turun disertai
oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang
turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al Mushaf yang juga
dinamakan Al- Qur'an (bacaan). Meski demikian Al'Qur-an dijamin oleh Allah, yang
merupakan kitab suci yang tak lekang oleh waktu, sampai akhir zaman. Al;Qur'an
diturunkan sebagai wahyu yang diturunkan kepada Muhammad S.A.W untuk seluruh
umat manusia. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup agar manusia selamat baik di dunia
ataupun di akhirat.
Sebagian ayat Al-Qur'an mempunyai tafsir atau pengertian yang izhar (jelas), terutama
ayat-ayat mengenai hukum Islam, hukum perdagangan, hukum pernikahan dan
landasan peraturan yang ditetapkan oleh Islam dalam aspek lain. Sedangkan sebagian
ayat lain yang diturunkan pada Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian
perlu ada interpretasi dan pengkajian lebih mendalam untuk memastikan makna yang
terkandung di dalamnya, dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh
langsung penerapan ayat-ayat tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya seharihari, sehingga para pengikutnya mengikutinya sebagai contoh dan standar dalam
berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW mendapat tugas untuk menyiarkan agama
Islam dan mengajak umat manusia menyembah Allah SWT.

Menyiarkan Agama Islam Secara Sembunyi-Sembunyi


Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kedua mulailah beliau dakwah secara
sembunyi-sembunyi dengan mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat beliau
seorang demi seorang masuk Islam.
Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam adalah: Siti Khadijah (Istri Nabi SAW),
Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW), Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW), Abu
Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW),
Orang-orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar AshShidiqyaitu: Utsman Bin Affan, Zubair Bin Awwam, Saad Bin Abi Waqqash,
Abdurahman Bin Auf, Thalhah Bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah Bin Jarrah, Arqam Bin Abil
Arqam, Fatimah Binti Khathab.
Mereka itu diberi gelar As-Saabiqunal Awwaluun Artinya orang-orang yang terdahulu
dan yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang Islam langsung
dari Rasulullah SAW di rumah Arqam Bin Abil Arqam.

Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-Terangan


Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara sembunyi sembunyi dari satu
rumah ke rumah lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr: 94 (QS 15 ayat 94).
ArtinyaMaka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang telah
diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik (QS Al Hijr : 15).
Dengan turunnya ayat ini Rasulullah SAW menyiarkan dakwah secara terang-terangan
dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam menjadi perhatian dan
pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat Makkah. Islam semakin meluas dan
pengikutnya semakin bertambah.
Tanggapan orang-orang Quraisy
Orang-orang quraisy marah dan melarang penyiaran islam bahkan nyawa Rasul
terancam. Nabi beserta sahabatnya semakin kuat dan tangguh tantangan dan
hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar walaupun ejekan, cacian, olok-olokan
dan tertawaan, menjelek-jelekkan, melawan al-Quran dan memberikan tawaran
bergantian dalam penyembahan.

Dakwah secara terangan ini walaupun banyak tantangan banyak yang masuk Agama
Islam dan untuk penyiaran Islam Nabi SAW ke Habasyah (Etiopia),Thaif, dan Yatsrib
(Madinah). Sehingga Islam meluas dan banyak pengikutnya.
Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW th ke 10 pada saat Amul Khuzniartinya
tahun duka cita yaitu Abu Thalib (pamannya wafat) dan siti Khadijah (istri nabi juga
wafat) serta umat Islam pada sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad
dijemput oleh Malaikat Jibril untuk Isra Miraj yaitu sebuah perjalanan dari Masjidil
Haram ke masjidil Aqsha dan dari masjidil Aqsha menuju ke Sidratul Muntaha untuk
menghadap Allah SWT untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Mendapatkan pengikut
Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sebagai rasul, Muhammad hanya
menyebarkan Islam secara terbatas di kalangan teman-teman dekat dan kerabatnya,
hal ini untuk mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat
itu yang sudah sangat terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan 4moral, yang
dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh
Muhammad. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad
pada masa-masa awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat
awam yang dekat dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain Khadijah, Ali, Zaid
bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan
secara terbuka agama Islam. Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab
seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf,
Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa
Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun alAwwalun atau Yang pertama-tama.

Penyebaran Islam
Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam,
Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat
Mekkah, respon yang ia terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran
Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan
pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan
bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah,
akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan
kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad
dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan dikucilkan
dari pergaulan masyarakat Mekkah.
Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah

besar, para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke


negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang
penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar
langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik
memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih
besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar
tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran islam,
meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan
sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak
pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman alFarisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.
Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong
lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiopia). Negus atau
raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan
melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun
622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara
Mekkah.

Hijrah ke Madinah
Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk beziarah
ke Bait Allah atau Ka'bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam
kunjungan tersebut. Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan
ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang
dari Yatsrib. Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih
dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyisembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi para
pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.
Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah,
mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya.Abbas bin Abdul
Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam
pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah
ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para
pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan
berhijrah ke Yastrib PADA TAHUN 622 M.
Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat
jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan
berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan
agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama kurang lebih dua

bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian,
akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah
kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah atau
Madinatun Nabi (kota Nabi).
Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan
Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah,
begitupun kaum minoritas Kristen dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke
Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman
pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi
semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah bersatu di
Madinah.

Pembebasan Mekkah
Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali
ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia
bermaksud untuk menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota
Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah yang tidak memiliki pertahanan yang
memadai kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan
syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan
ketika pada tahun berikutnya ketika ia kembali, ia telah berhasil mempersatukan
Mekkah dan Madinah, dan lebih luas lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan
Islam ke seluruh Jazirah Arab.
Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua
berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan
menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.

Mukjizat
Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan
datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam
beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di
dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat
selama kenabiannya.
Umat Muslim meyakini bahwa Mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an, yaitu
kitab suci umat Islam. Hal ini disebabkan karena kebudayaan Arab pada masa itu yang
masih barbar dan tidak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur'an hal itu berubah
total karena Qur'an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan dasar-dasar
nilai budaya baru di dunia Arab yang sebelumnya tidak berperadaban serta

mengeliminasi akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di dunia Arab, serta pada
masa yang lebih dekat mengantarkan pemeluknya meraih tingkat perabadan tertinggi di
dunia pada masanya.
Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya
bulan, perjalanan Isra dan Mi'raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang
sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta
kepribadiannya yang banyak dipuji serta menjadi panutan para pemeluk Islam hingga
saat ini.

Pernikahan
Selama hidupnya Muhammad menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat
perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan
Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini
digambarkan sangat bahagia, sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan
dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.
Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanya untuk menikahi
Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana Muhammad
akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat menikahi
beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, dimana
sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad.
Sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai
dengan budaya Arab), menolong janda yang ditingal wafat suaminya yang ikut dalam
perang jihad fisabilillah atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda
lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan
p3raw4n).

Perbedaan dengan nabi dan rasul terdahulu


Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Muhammad diutus
Allah untuk menjadi Nabi bagi seluruh umat manusia, sedangkan nabi dan rasul
sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing seperti halnya Nabi Musa
yang hanya diutus untuk Bani Israil.
Sedangkan kesamaan ajaran yang dibawa Muhammad dengan nabi dan rasul
sebelumnya ialah sama-sama mengajarkan keesaan Tuhan, yaitu kesaksian bahwa
Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah.

Wafat

Detik-detik Sakaratul Maut (wafat) Rasulullah SAW


Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah
SWT melalui kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan
mengepakkan sayapnya. Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah
terakhirnya, Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, alQuran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan
kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap
sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar
dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang
dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah
tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua, keluh hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu
semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang
berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu,
seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari
kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah
sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah
kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
Bolehkah saya masuk? tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.
Maafkanlah, ayahku sedang demam, kata Fatimah yang membalikkan badan dan
menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah.
Siapakah itu wahai anakku?
Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya, tutur Fatimah
lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.


Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut, kata Rasulullah.
Fatimah menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril
tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di
atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah? tanya Rasululllah dengan suara
yang amat lemah.
Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga
terbuka lebar menanti kedatanganmu, kata Jibril.
Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh
kecemasan dan tanda tanya.
Engkau tidak senang mendengar kabar ini? tanya Jibril lagi.
Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?
Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di
dalamnya, kata Jibril meyakinkan.
Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah
ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang.
Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini. Perlahan terdengar desisan suara
Rasulullah mengaduh.
Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di
sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan
muka.
Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril? tanya Rasulullah
pada Malaikat pengantar wahyu itu.

Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal, kata Jibril sambil terus
berpaling.
Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan
lagi.
Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,
jangan pada umatku, pinta Rasul pada Allah.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya
bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan
telinganya.
Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah
orang-orang lemah di antaramu.
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah
menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir
Rasulullah yang mulai kebiruan.
Ummatii, ummatii, ummatiii? Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi
sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ala
Muhammad wa baarik wa salim alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Dalam surat Al Maidah ayat 3 telah diungkapkan bahwa:
Artinya: Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan sungguh telah
Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. (Q.S.
Al Maidah (5) : 3).
Ayat ini menjelaskan bahwa dakwah nabi Muhammad SAW telah sempurna. Nabi
Muhammad SAW dakwah selama 23 tahun. Pada suatu hari beliau merasa kurang
enak badan, badan beliau semakin tambah melemah, beliau menunjuk Abu
Bakarsebagai imam pengganti beliau dalam shalat. Pada tanggal 12 Rabiul Awwal
tahun 11 Hijriyah beliu wafat dalam usia 63 tahun.

Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah


Uswatun Hasanah artinya teladan yang baik. Panutan dan teladan umat Islam adalah
Nabi Muhammad SAW. seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk
menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam. Oleh sebab itu, setiap muslim

harus meniru dan mencontoh kepribadian beliau. Sebagaimana Firman Allah SWT
dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi
orang yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah.(QS Al Ahzab:21). Untuk dapat meneladani Rasulullah SAW harus banyak belajar
dari Al-Quran dan Al Hadits.

Sifat Rasulullah SAW


Rasulullah SAW mempunyai sifat yang baik yaitu:
Siddiq - Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat bohong
(kidzib) Rasulullah sangat jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang
dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong.
Karena akhlak Rasulullah adalah cerminan dari perintah Allah SWT.
Amanah - Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat
Khianat atau tidak dapat dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar aturan
Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT. Dan dalam membawakan risalah sesuai
dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap Allah SWT
maupun kepada umatnya.
Tabligh - Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak mungkin untuk
menyembunyikan (kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak
ada yang ditutup- tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan
bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah menyampaikan risalah secara
sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.
Fathonah - Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul bersifat baladah atau
bodoh. Para Rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang telah
diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak
mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa menyampaikan wahyu Allah.

Haji Wada Rasulullah SAW


Pada tahun 10 H, nabi Muhammad SAW melaksanakan haji yang terakhir yaitu haji
wada. Sekitar 100 ribu jamaah yang turut serta dalam ibadah haji bersama beliau.
Pada saat wukuf di arafah Nabi SAW menyampaikan khutbahnya dihadapan umatnya
yaitu yang berisi pelarangan melaksanakan penumpahan darah kecuali dengan cara
yang benar, melarang mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar,
melarang makan makanan yang riba dan menganiaya, hamba sahaya harus

diperlakukan dengan baik, dan umatnya supaya berpegang teguh dengan Al Quran
dan sunah Nabi SAW.

Nabi Muhammad SAW Rahmatan Lil Alamin


Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhiruzzaman yaitu nabi yang terakhir di dunia ini.
Maka setelah nabi Muhammad Saw tidak ada nabi lagi di dunia ini. Allah SWT
mengutus nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil Alamin yaitu untuk semua
manusia dan bangsa. Nabi Muhammad Saw diutus untuk memberikan bimbingan
kepada manusia agar menjalani hidup yang benar sehingga dapat memperoleh
kebahagiaan di dunia maupun di akherat.

Misi Nabi Muhammad SAW


Misi yang dibawa nabi Muhammad SAW adalah cerminan atau panutan bagi
seluruh umat manusia yaitu sebagai berikut:

Menyiarkan agama Islam - Islam disiarkan atau didakwahkan Rasulullah SAW


secara sempurna terhadap umat manusia yaitu selama 23 tahun.

Menyampaikan wahyu Allah SWT - Wahyu Allah SWT yaitu berupa Al Quran.
Al Quran ini di dakwahkan kepada umat manusia dan bangsa sebagai pedoman
hidup.

Menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia

Menyempurnakan akhlak yaitu akhlak Qurani

Misi nabi Muhammad SAW tidak hanya dikalangan kaum tertentu saja akan tetapi
Rasulullah SAW diutus untuk seluruh kaum dan bangsa dan ajarannya berlaku untuk
seluruh umat manusia sepanjang masa.
Kronologi Kehidupan Muhammad - Tanggal dan lokasi penting dalam hidup
Muhammad

569-Meninggalnya ayah, Abdullah 570-Tanggal lahir (perkiraan), 20 April:


Mekkah

570-Tahun Gajah, gagalnya Abrahah menyerang Mekkah

576-Meninggalnya ibu, Aminah

578-Meninggalnya kakek, Abdul Muthalib

583-Melakukan perjalanan dagang ke Suriah 595-Bertemu dan menikah dengan


Khadijah

610-Wahyu pertama turun dan menjadi Nabi sekaligus Rasul, kemudian


mendapatkan sedikit pengikut: As-Sabiqun al-Awwalun

613-Menyebarkan Islam kepada umum: Makkah 614-Mendapatkan banyak


pengikut:

615-Hijrah pertama ke Habsyah

616-Awal dari pemboikotan Quraish terhadap Bani Hasyim 619-Akhir dari


pemboikotan Quraish terhadap Bani Hasyim 619-Tahun kesedihan: Khadijah dan
Abu Thalib meninggal

620-Dihibur oleh Allah melalui Malaikat Jibril dengan cara Isra' dan Mi'raj
sekaligus menerima perintah salat 5 waktu

621-Bai'at 'Aqabah pertama

622-Bai'at 'Aqabah kedua

622-Hijrah ke Madinah

624-Pertempuran Badar

624-Pengusiran Bani Qaynuqa

625-Pertempuran Uhud 625-Pengusiran Bani Nadir

625-Pertempuran Zaturriqa`

626-Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Suriah

627-Pertempuran Khandak

627-Penghancuran Bani Quraizhah

628-Perjanjian Hudaibiyyah

628-Melakukan umrah ke Ka'bah 628-Pertempuran Khaybar

629-Melakukan ibadah haji

629-Pertempuran Mu'tah

630-Pembukaan Kota Makkah

630-Pertempuran Hunain 630-Pertempuran Autas

630-Pendudukan Thaif

631-Menguasai sebagian besar Jazirah Arab

632-Pertempuran Tabuk

632-Haji Wada'

632-Meninggal (8 Juni): Madinah

Sumber:

Al - Qur'an nur Karim, kitab suci agama Islam

Wikipedia

Fatwa Syaikh Sholih Al Munajjid no 147601

Website Islam

Biografi Isaac Newton - Penemu Hukum


Gravitasi
POSTED BY MUHAMAD NURDIN FATHURROHMAN POSTED ON 3:12 PM

Issac Newton 46 tahun


pada lukisan karya Godfrey Kneller
tahun 1689
Lahir: 25 Desember 1642 Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, Inggris
Meninggal: 20 Maret 1727 (umur 84) Kensington, Middlesex, Inggris, Britania Raya
Tempat tinggal: Inggris Kebangsaan: Inggris (kemudian Britania)
Bidang:
Fisika, Filsafat alam, Matematika, Astronomi, Alkimia, Teologi Kristen, Ekonomi
Institusi:
Universitas Cambridge Royal Society Royal Mint
Alma mater:
Kuliah Trinity, Cambridge Pembimbing akademik: Isaac Barrow Benjamin Pulleyn Mahasiswa
doktoral: Roger Cotes William Whiston
Dikenal atas:
Newtonian mechanics, Gravitasi Universal sangat kecil, kalkulus, Optika, Deret binomial,
Principia Metode Newton(hukum newton)
Dipengaruhi: Johannes Kepler, Henry More, Polish Brethren,Robert Boyle.
Mempengaruhi: Nicolas Fatio de Duillier, John Keill
Sir Isaac Newton FRS (lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari
1643 meninggal 31 Maret 1727 pada umur 84 tahun; KJ: 25 Desember 1642 20

Maret 1727) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam,
alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran
heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan
dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik.
Karya bukunya Philosophi Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada
tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku
ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan
hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai
alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di
Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum
alam yang sama.
Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak
planet Keplerdengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan
para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah.
Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum
dan momentum sudut. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi
yang pertama dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa
sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga
merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.
Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang
dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus
integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan "metode
Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi
terhadap kajian deret pangkat.
Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah
survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal
Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains,
apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap
memberikan kontribusi yang lebih besar.

Masa-masa Awal
Isaac Newton dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1643 [KJ: 25 Desember 1642] di
Woolsthorpe-by-Colsterworth, sebuah hamlet (desa) di county Lincolnshire. Pada saat
kelahirannya, Inggris masih mengadopsi kalender Julian, sehingga hari kelahirannya
dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari Natal. Ayahnya yang juga bernama Isaac
Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dilahirkan secara

prematur; dilaporkan pula ibunya, Hannah Ayscough, pernah berkata bahwa ia dapat
muat ke dalam sebuah cangkir ( 1,1 liter). Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya
menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya, Margery
Ayscough.
Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah The King's
School yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan
sekolah). Ia sempat dikeluarkan oleh keluarganya untuk menjadi [petani, namun atas
saran dari kepala sekolah akhirnya newton kembali ke sekolah dan lulus pada usia 18
tahun dengan nilai yang memuaskan.
Pada Juni 1661, Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge sebagai
seorang sizar (mahasiswa yang belajar sambil bekerja). Pada tahun 1665, ia
menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika
yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus. Segera setelah Newton
mendapatkan gelarnya pada Agustus 1665, Universitas Cambridge ditutup oleh karena
adanya Wabah Besar. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di
Trinity.

Masa Dewasa
Matematika
Kebanyakan ahli sejarah percaya bahwa Newton dan Leibniz mengembangkan kalkulus
secara terpisah. Keduanya pula menggunakan notasi matematika yang berbeda pula.
Menurut teman-teman dekat Newton, Newton telah menyelesaikan karyanya bertahuntahun sebelum Leibniz, namun tidak mempublikasikannya sampai dengan tahun 1693.
Ia pula baru menjelaskannya secara penuh pada tahun 1704, manakala pada tahun
1684, Leibniz sudah mulai mempublikasikan penjelasan penuh atas karyanya. Notasi
dan "metode diferensial" Leibniz secara universal diadopsi di Daratan Eropa,
sedangkan Kerajaan Britania baru mengadopsinya setelah tahun 1820.
Newton umumnya diakui sebagai penemu teorema binomial umum yang berlaku untuk
semua eksponen. Ia juga menemukan identitas Newton, metode Newton,
mengklasifikasikan kurva bidang kubik, memberikan kontribusi yang substansial pada
teori beda hingga, dan merupakan yang pertama untuk menggunakan pangkat
berpecahan serta menerapkan geometri koordinat untuk menurunkan penyelesaian
persamaan Diophantus.
Optika
Dari tahun 1670 sampai dengan 1672, Newton mengajar bidang optika. Semasa
periode ini, ia menginvestigasi refraksi cahaya, menunjukkan bahwa kaca prisma dapat

membagi-bagi cahaya putih menjadi berbagai spektrum warna, serta lensa dan prisma
keduanya akan menggabungkan kembali cahaya-cahaya tersebut menjadi cahaya
putih.
Dia juga menunjukkan bahwa cahaya berwarna tidak mengubah sifat-sifatnya dengan
memisahkan berkas berwarna dan menyorotkannya ke berbagai objek. Newton
mencatat bahwa tidak peduli apakah berkas cahaya tersebut dipantulkan, dihamburkan
atau ditransmisikan, warna berkas cahaya tidak berubah. Dengan demikian dia
mengamati bahwa warna adalah interaksi objek dengan cahaya yang sudah berwarna,
dan objek tidak menciptakan warna itu sendiri. Ini dikenal sebagai teori warna Newton.
Dari usahanya ini dia menyimpulkan bahwa lensa teleskop refraksi akan mengalami
gangguan akibat dispersi cahaya menjadi berbagai warna (aberasi kromatik). Sebagai
bukti konsep ini dia membangun teleskop menggunakan cermin sebagai objektif untuk
mengakali masalah tersebut. Pengerjaan rancangan ini, teleskop refleksi fungsional
pertama yang dikenal, yang sekarang disebut sebagai teleskop Newton melibatkan
pemecahan masalah bagaimana menemukan bahan cermin yang cocok serta teknik
pembentukannya. Newton menggosok cerminny sendiri dari komposisi khusus logam
spekulum yang sangat reflektif, menggunakan cincin Newton untuk menilai mutu optika
teleskopnya. Pada akhir 1668 dia berhasil memproduksi teleskop pantul pertamanya.
Mekanika dan gravitasi
Pada tahun 1679 Newton kembali mengerjakan mekanika benda langit, yaitu gravitasi
dan efeknya terhadap orbit planet-planet, dengan rujukan terhadap
hukumKepler tentang gerak planet. Ini dir4ngs4ng oleh pertukaran surat singkat pada
masa 1679-80 dengan Hooke, yang telah ditunjuk untuk mengelola korespondensi
Royal Society, dan membuka korespondensi yang dimaksudkan untuk meminta
sumbangan dari Newton terhadap jurnal ilmiah Royal Society.
Bangkitnya kembali ketertarikan Newton terhadap astronomi mendapatkan r4ngs4ng4n
lebih lanjut dengan munculnya komet pada musim dingin 1680-1681,yang dibahasnya
dalam korespondensi dengan John Flamsteed. Setelah diskusi dengan Hooke, Newton
menciptakan bukti bahwa:
Bentuk elips orbit planet akan berasal dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik
dengan kuadrat vektor jari-jari.
Newton mengirimkan hasil kerjanya ini ke Edmond Halley dan ke Royal Society dalam
De motu corporum in gyrum, sebuah risalah yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin
ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684 Risalah ini membentuk inti
argumen yang kemudian akan dikembangkan dalam Principia yang dipublikasikan pada

5 Juli 1687.
Dalam karyanya ini Newton menyatakan hukum gerak Newton yang memungkinkan
banyak kemajuan dalam revolusi Industri yang kemudian terjadi. Hukum ini tidak direvisi
lagi dalam lebih dari 200 tahun kemudian, dan masih merupakan pondasi dari teknologi
non-relativistik dunia modern. Dia menggunakan kata Latin gravitas (berat) untuk efek
yang kemudian dinamakan sebagai gravitasi, dan mendefinisikan hukum gravitasi
universal.
Dalam karya yang sama, Newton mempresentasikan metode analisis geometri yang
mirip dengan kalkulus, dengan 'nisbah pertama dan terakhir', dan menentukan analisis
untuk menentukan (berdasarkan hukum Boyle) laju bunyi di udara, menentukan
kepepatan bentuk sferoid Bumi, memperhitungkan presesi ekuinoks akibat tarikan
gravitasi bulan pada kepepatan Bumi, memulai studi gravitasi ketidakteraturan gerak
Bulan, memberikan teori penentuan orbit komet, dan masih banyak lagi.
Hukum gerak Newton
Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik.
Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan
gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang
berbeda-beda selama hampir 3 abad, dan dapat dirangkum sebagai berikut:
Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada
gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan gaya
nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan
konstan (tidak mengalami percepatan). Hal ini berlaku jika dilihat dari kerangka acuan
inersial.
Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F
akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya
berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga
diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari
momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama,
dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar
F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar F kepada benda A. F
dan F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal
sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan F adalah reaksinya.
Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya

Philosophi Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli 1687.
Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meniliti gerak dari bermacammacam benda fisik maupun sistem. Contohnya dalam jilid tiga dari naskah tersebut,
Newton menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara hukum gerak dengan
hukum gravitasi umum, ia dapat menjelaskan hukum pergerakan planet milik Kepler
Pandangan heliosentrisnya tentang tata surya
Newton memperjelas pandangan heliosentrisnya tentang tata surya, yang
dikembangkan dalam bentuk lebih modern, karena pada pertengahan 1680-an dia
sudah mengakui Matahari tidak tepat berada di pusat gravitasi tata surya Bagi Newton,
titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat dianggap diam, namun
seharusnya "titik pusat gravitasi bersama Bumi, Matahari dan Planet-planetlah yang
harus disebut sebagai Pusat Dunia", dan pusat gravitasi ini "diam atau bergerak
beraturan dalam garis lurus".(Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak"
dengan memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya, di manapun itu, tidak
bergerak.
Berkat Principia, Newton diakui dunia internasional, Dia mendapatkan lingkaran
pengagum, termasuk matematikawan kelahiran Swiss Nicolas Fatio de Duillier, yang
menjalin hubungan yang intens dengannya sampai 1693, saat hubungan tersebut
mendadak berakhir. Pada saat bersamaan Newton menderita gangguan saraf.

Kematian
Mendekati akhir hayatnya, Newton bertempat tinggal di Cranbury Park, dekat
Winchester dengan kemenakan perempuan dan suaminya, sampai wafatnya pada
tahun 1727. Newton yang tetap melajang telah membagi-bagikan sebagian besar harta
miliknya kepada sanak keluarganya pada tahun-tahun terakhirnya, dan wafat tanpa
meninggalkan warisan.
Setelah kematiannya, tubuh Newton ditemukan mengandung sejumlah besar raksa,
mungkin sebagai akibat studi alkimianya. Keracunan air raksa dapat menjelaskan
keeksentrikan Newton di akhir hayatnya.
Daftar hasil karya Newton:

Method of Fluxions (1671)

De Motu Corporum (1684)

Philosophi Naturalis Principia Mathematica (1687)

Opticks (1704)

Reports as Master of the Mint (1701-1725)

Arithmetica Universalis (1707)

An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture(1754).

(Wikipedia)

100 Tokoh menurut Michael H. Hart Berdasarkan Peringkat dan Pengaruhnya:

1. Nabi Muhammad : Penyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karir


politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi,
mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi
panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini. Hart menilai Muhammad
sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart,
Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar
biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa
Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar,
terbelakang, dan terpecah-belah oleh sentimen kesukuan menjadi bangsa yang
maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan, dan kemiliteran bahkan sanggup
mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer
terdepan di dunia.
2. Isaac Newton: Fisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak
3. Yesus / Nabi Isa: Isa Al Masih Kristen
4. Siddhartha Gautama (Buddha): Pendiri agama Buddha
5. Kong Hu Cu: Pendiri agama Kong Hu Cu
6. Santo Paulus: Penyebar ajaran Kristen
7. Tsai Lun: Penemu kertas
8. Johann Gutenberg: Mengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab
9. Christopher Columbus: Penjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika
10. Albert Einstein: Fisikawan, penemu Teori Relativitas
11. Louis Pasteur: Ilmuwan, penemu Pasteurisasi
12. Galileo Galilei: Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris
13. Aristoteles: Filsuf Yunani yang berpengaruh

14. Euclides: Matematikawan, membuktikan tentang Geometri


15. Nabi Musa: Nabi terbesar Yahudi
16. Charles Robert Darwin: Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi
17. Kaisar Qin Shi Huang: Kaisar Tiongkok
18. Augustus Caesar (Kaisar Agustus): Kaisar pertama [Kekaisaran Romawi]
19. Nicolaus Copernicus: Astronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris
20. Antoine Laurent Lavoisier: Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom
21. Constantine yang Agung: Kaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen
sebagai agama resmi negara
22. James Watt: Mengembangkan Mesin uap
23. Michael Faraday: Fisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik
24. James Clerk Maxwell - fisikawan Skotlandia - Penemu Spektrum
Elektromagnetik
25. Martin Luther: Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran
26. George Washington Presiden pertama Amerika Serikat
27. Karl Heinrich Marx: Bapak Komunisme
28. Orville Wright dan Wilbur Wright: Penemu Pesawat terbang
29. Genghis Khan: Penakluk dari bangsa Mongol
30. Adam Smith: Ekonom, pelopor Kapitalisme
31. Edward de Vere, 17th Earl of Oxford: Kemungkinan menulis karya William
Shakespeare
32. John Dalton: Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial
(Hukum Dalton)
33. Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain: Penakluk dari Makedonia

34. Kaisar Napoleon Bonaparte: Penakluk dari bangsa Perancis


35. Thomas Alva Edison: Penemu bola lampu dan Fonograf, dll.
36. Antony van Leeuwenhoek: Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis
37. William Thomas Green Morton: Pelopor Anestesiologi
38. Guglielmo Marconi: Penemu Radio
39. Adolf Hitler: Penakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II
40. Plato: Filsuf Yunani
41. Oliver Cromwell: Politikus Inggris dan pemimpin militer
42. Alexander Graham Bell: Salah seorang penemu Telepon versi lama
43. Alexander Fleming: - Skotlandia - Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi,
Imunologi dan Kemoterapi
44. John Locke: Filsuf dan Teolog liberal
45. Ludwig van Beethoven: Komponis musik klasik
46. Werner Karl Heisenberg: - Jerman - Pencetus Prinsip Ketidakpastian
47. Louis Daguerre - Perancis - Penemu Proses Fotografi Daguerreotype
48. Simon Bolivar: Pahlawan nasional dari Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan
Bolivia
49. Ren Descartes: Filsuf Rasionalis dan matematikawan
50. Umar bin al-Khattab: Khalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah Khilafah
Islamiyah. Penerus cita-cita Nabi Muhammad SAW.
51. Paus Urbanus II: Penyeru Perang Salib
52. Michelangelo Buonarroti: - Italia - Pelukis, pematung, arsitek
53. Asoka: Raja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha

54. Santo Augustinus: Teolog Kristen awal


55. William Harvey: Penemu sirkulasi darah
56. Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson: Fisikawan
57. John Calvin: Tokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme
58. Gregor Johann Mendel: Penemu teori genetika
59. Max Karl Ernst Ludwig Planck: Fisikawan, mengemukakan Termodinamika
60. Joseph Lister, 1st Baron Lister Inggris - Penemu Antiseptik yang secara besar
mengurangi kematian akibat pembedahan
61. Nikolaus August Otto: Penemu mesin pembakaran 4 tak
62. Francisco Pizarro: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Kerajaan
Inka di Amerika Selatan
63. Hernando Cortes: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Meksiko
64. Thomas Jefferson: Presiden ketiga AS
65. Ratu Isabella I: Penguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus
66. Joseph Stalin ([[Joseph Vissarionovich Dzugashvili]: Tokoh revolusioner dan
penguasa Uni Soviet
67. Julius Caesar: Penguasa Roma
68. Raja William I sang Penakluk: Meletakkan pembangunan Inggris modern
69. Sigmund Freud: Pendiri sekolah Freud untuk psikologi, ahli psikoanalisis
70. Edward Jenner: Penemu vaksin cacar
71. Wilhelm Conrad Roentgen: Penemu sinar X
72. Johann Sebastian Bach: Komponis
73. Lao Tzu: Pendiri Taoisme

74. Voltaire: Penulis dan filsuf


75. Johannes Kepler - Jerman - Astronom penemu Hukum Kepler tentang
pergerakan planet
76. Enrico Fermi Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom
77. Leonhard Euler: Fisikawan, matematikawan penemu Kalkulus Diferensial dan
Integral serta Aljabar
78. Jean-Jacques Rousseau: Filsuf dan pengarang Prancis
79. Niccol Machiavelli: Penulis Sang Pangeran (risalat politik yang berpengaruh)
80. Thomas Robert Malthus: - Inggris - Ekonom penulis Esai Prinsip Populasi dalam
Pengaruhnya.
81. John Fitzgerald Kennedy: Presiden AS yang mendirikan Program Luar Angkasa
Apollo
82. Gregory Goodwin Pincus: Endokrinolog, menemukan pil KB
83. Mani (en): Nabi Iran abad ke-3, Pendiri Manicheanisme
84. Vladimir Ilyich Lenin (Vladimir Ilyich Ulyanov): Tokoh revolusioner dan pemimpin
Rusia
85. Kaisar Sui Wen: Menyatukan Tiongkok, pendiri Dinasti Sui
86. Vasco da Gama: Navigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India
87. Raja Cyrus yang Agung: Pendiri kekaisaran Persia
88. Tsar Peter yang Agung: Mendekatkan Rusia kepada Eropa
89. Mao Zedong (Mao Tse-tung): Bapak Maoisme, komunisme Tiongkok
90. Sir Francis Bacon: Filsuf, menggambarkan secara induktif metode ilmiah
91. Henry Ford: Pembuat mobil model T
92. Meng Tse: Filsuf, pendiri sekolah Konfusianisme

93. Zarathustra (Zoroaster): Pendiri Zoroastrianisme


94. Ratu Elizabeth I: Ratu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary
95. Mikhail Sergeyevich Gorbachev: Perdana Menteri Rusia yang mengakhiri
Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur
96. Raja Menes: Menyatukan Mesir Atas dan Mesir Bawah
97. Kaisar Charlemagne: Kaisar Romawi Suci
98. Homer:- Yunani - Penyair epik
99. Kaisar Justinianus I: Kaisar Romawi, menaklukkan kembali kekaisaran
Mediterania
100.

Mahavira: Pendiri Jainisme

RIWAYAT SINGKAT BUDDHA GAUTAMA


Gautama Buddha dilahirkan dengan nama Siddhrtha Gautama (Sanskerta: Siddhattha
Gotama; Pali: "keturunan Gotama yang tujuannya tercapai"), dia kemudian menjadi
sang Buddha (secara harfiah: orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna). Dia juga
dikenal sebagai Shakyamuni ('orang bijak dari kaum Sakya') dan sebagai sang Tathagata.
Siddhartha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga
merupakan pendiri Agama Buddha Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama
Buddha sebagai Buddha Agung (Sammsambuddha) di masa sekarang. Waktu kelahiran
dan kematiannya tidaklah pasti: sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20
memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM; baru-baru ini, pada
suatu simposium para ahli akan masalah ini, sebagian besar dari ilmuwan yang
menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400
SM untuk waktu meninggal dunianya, sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal
yang lebih awal atau waktu setelahnya.

Siddhartha Gautama merupakan figur utama dalam agama Buddha, keterangan akan
kehidupannya, khotbah-khotbah, dan peraturan keagamaan yang dipercayai oleh penganut
agama Buddha dirangkum setelah kematiannya dan dihafalkan oleh para pengikutnya.
Berbagai kumpulan perlengkapan pengajaran akan Siddhartha Gautama diberikan secara
lisan, dan bentuk tulisan pertama kali dilakukan sekitar 400 tahun kemudian. Pelajar-pelajar
dari negara Barat lebih condong untuk menerima biografi Sang Buddha yang dijelaskan
dalam naskah Agama Buddha sebagai catatan sejarah, tetapi belakangan ini "keseganan
pelajar negara Barat meningkat dalam memberikan pernyataan yang tidak sesuai mengenai
fakta historis akan kehidupan dan pengajaran Sang Buddha."

Biografi Konfusius

Konfusius merupakan sebutan atau nama latin dari seseorang yang


di Cina dikenal dengan Kong Fu-tze. Kong Fu-tze sendiri merupakan panggilan kehormatan yang
diberikan kepadanya. Sedangkan namanya sendiri adalah Kong Chiu. Kong merupakan nama
marga atau nama keluarganya, sedangkan namanya sendiri adalah Chiu (artinya bukit). Ia

dilahirkan pada 551 SM di desa Chang Phing, di Qufu negara feodal Lu, di masa pemerintahan
dinasti Zhou. Pada bagian ini, kita akan melihat bersama tentang kehidupan Konfusius dan latar
belakang keluarganya.

Di dalamnya kita bisa melihat perjalanan hidupnya dari lahir hingga kematiannya, situasi sosial yang
melatarbelakangi gagasan dan ajaran-ajarannya, serta karakter pribadi Konfusius. Dengan ini, kita
bisa semakin mengenal Konfusius dan dengan begitu hal ini akan membantu kita dalam memahami
ajaran dan gagasan-gagasannya.

Riwayat hidup Konfusius ini akan dibagi dalam 5 bagian. Pertama, Leluhur, masa kecil dan masa
muda Konfusius (551-531 SM) yang akan melihat asal usul dan latar belakang keluarga Konfusius
serta keadaan keluarganya yang miskin; kedua, Masa dewasa muda (531-501 SM) yang akan
bercerita tentang kehidupan Konfusius sejak pernikahannya, pekerjaannya setelah menikah dan
peristiwa kematian sang ibu; ketiga, masa pelayanan dalam pemerintahan (500-496 SM) yang
bercerita tentang Konfusius dipercaya untuk menjalankan pemerintahan di Lu dan diangkat sebagai
hakim di Chung-tu. Di sini, kita juga akan melihat proses turunnya Konfusius dari tampuk
pemerintahan Lu yang disebabkan oleh adanya persaingan antar negara; keempat, masa
mengembara (496-483 SM) berbicara tentang masa-masa sulit yang dialami Konfusius setelah
keluar dari Lu; dan kelima, Masa tua dan kematiannya (482-479 SM) yang diwarnai kisah tragis
kematian para murid kesayangannya, dan juga berbicara tentang kematiannya sendiri.

Dari seluruh perjalanan dan peristiwa hidup Konfusius ini, terlihat dengan jelas rangkaian hidup
seorang guru agung yang tidak hanya piawai dalam mengajar murid-muridnya dengan katakatanya yang bijaksana, tetapi juga menghayati hidup sesuai dengan apa yang diajarkannya sendiri.
Dengan ini ia menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang tokoh yang pantas untuk diteladani.

2. Leluhur, Masa Kecil dan Masa Muda

Ketika Cina berada di bawah pemerintahan Dinasti Zhou, terdapatlah seorang bernama Chi yang
bergelar Wei. Ia memiliki cucu yang menjadi seorang kepala Negara feodal Min. cucunya tersebut
mempunyai dua orang anak bernama Fu-fu Ho dan Fang sze. Tiga keturunan setelah Fu-fu Ho,
lahirlah Chang Kao fu, Wu dan Hsuan. Dari Chang Kao-fu inilah lahir Kong Fu Chia, yang darinya

nama marga Kong berasal.


Pada jamannya, Kong Fu-chia dikenal sebagai seorang pejabat pemerintahan yang loyal dan jujur.
Selain itu ia memiliki seorang istri yang sangat cantik. Suatu ketika bangsawan Huang tu,
bertandang ke rumahnya dan diterima oleh Kong Fu-chia bersama istrinya. Setelah melihat istri
Kong Fu-chia ia tertarik dengan kecantikannya dan berusaha untuk memilikinya. Hal ini
mengakibatkan terjadinya perseteruan di antara kedua keluarga tersebut. Untuk mendapatkan apa
yang diinginkannya, bangsawan Huang tu tidak segan-segan menggunakan kekuasannya. Karena
merasa terancam, Kong Fu-chia melarikan diri dan menetap di Lu. Selama dalam pelarian, mereka
hanya yang membawa barang-barang yang diperlukan untuk di perjalanan. Karenanya tidaklah
mengherankan jika ketika mereka tiba dan mulai menetap di Lu, mereka hidup dalam keadaan
sangat miskin. Stelah menetap di Lu, Kong Fu-chia berganti nama, dan dikenal sebagai Kong Fangshu.

Kong Fang-shu, mempunyai seorang anak bernama Po-Hsia. Darinya lahirlah Shu Liang-ho yang
tidak lain adalah ayah Konfusius. Konfusius merupakan anak laki-laki pertamanya, setelah
sebelumnya ia menikah dan dikarunia 9 orang anak perempuan. Konfusius lahir ketika ayahnya
berusia 64 tahun. Ibunya bernama Zheng-zhai yang berasal dari keluarga Yen yang tinggal di
daerah Song.
Pada masa mudanya, Shu Liang-ho dikenal sebagai seorang perajurit Lu. Ia terkenal karena
keberanian dan kepahlawanannya. Ketika terjadi pertempuran di Biyang pada 563 SM. Pada waktu
itu Lu berada di bawah kekuasaan Xiang. Karena meletus pemberontakan di Biyang, ia
memerintahkan Jendral Meng Sun-mie dan pasukannya untuk menyerbu daerah itu. Shu Liang ho
merupakan salah satu anggota pasukan yang dipilih untuk menumpas pemberontakan di Biyang.
Ketika sampai di perbatasan kota itu, Jendral Meng Sun-mie dan pasukannya melihat bahwa pintu
gerbang telah terbuka. Saat itu juga mereka menyadari kemungkinan akan adanya perangkap di
baliknya. Untuk memastikannya, dikirimlah beberapa pasukan dengan mengendarai kereta perang
untuk masuk ke dalamnya. Ketika sampai di dalam, pasukan pemberontak datang menyerbu.
Melihat hal ini mereka segera berbalik keluar di bawah hujan anak panah. Sementara pintu gerbang
mulai menutup. Ketika pintu gerbang kota itu hampir tertutup seluruhnya dan melihat bahwa masih
ada beberapa teman yang tertinggal di dalamnya, Shu Liang ho segera melompat dan berlari
mendekati pintu gerbang kota yang hampir tertutup itu. Dengan sekuat tenaga, ia menahannya
dengan bahunya hingga seluruh temannya dapat keluar dan meninggalkan tempat itu dengan
selamat.

Ketika berusia 3 tahun, Shu Liang ho, ayahnya meninggal dunia dan dikuburkan di Fang shan. Fang
shan terletak di Lu bagian timur. Meskipun demikian, sampai ibunya meninggal dunia, ia tidak tahu
di mana letak makam ayahnya. Sejak saat itu Konfusius dibesarkan dan dididik oleh ibunya. Ketika
masih anak-anak, Konfusius sering bermain upacara mempersembahkan kurban kepada leluhur.
Ketertarikannya pada permainan tersebut, berawal ketika ibunya memberikan ijin untuk melihat
langsung upacara persembahan kurban yang diadakan di ibu kota Lu. Sepulangnya dari sana, ia
langsung menirukan apa yang dilalukan oleh pemimpin upacara persembahan kurban (master of
ceremony) ketika menjalankan tugasnya. Sejak saat itu ia tidak pernah melewatkan waktu untuk
menyaksikan secara langsung upacara persembahan kurban setiap kali diadakan di ibu kota Lu.

Ia menghabiskan masa remajanya dengan belajar. Ia mendapatkan pendidikan dan pengajaran


yang pertama dari ibunya sendiri. Meskipun demikian, dengan kecerdasannya dan dibarengi oleh
kedisiplinan yang diterapkan oleh ibunya, kemampuan berpikir dan kecerdasannya berkembang
dengan baik. Ibunya mengajarkan enam pelajaran pokok (six art) yang meliputi ritual, musik,
memanah, mengendarai kereta perang, berhitung dan menulis kaligrafi Cina. Ia hanya dapat
menguasai dengan baik empat mata pelajaran saja yaitu ritual, musik, menulis kaligrafi Cina dan
berhitung. Sedangkan dua mata pelajaran lain yang kurang begitu dikuasainya adalah memanah
dan mengendarai kereta perang. selain itu, ia juga belajar enam kitab klasik yaitu kitab lagu-lagu
dari jaman kuno (The Book of Songs), kitab Sejarah (The Book of History), kitab Ritual (The Book of
Rites), kitab Music (The Book of Music) dan Yi Ching (The Book of Change), serta Risalah Musim
semi dan musim gugur (The Spring and Autumn Annals) yang kemudian ia perbaharui dan redaksi
ulang di usia tuanya.
Karena ibunya semakin sibuk dengan urusan rumah tangga, sementara ia tidak ingin pelajaran
untuk anaknya terhambat. Ia memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Tetapi hal ini hanya
berlangsung selama tiga tahun, karena Konfusius kecil merasa kurang mendapatkan pelajaran yang
sesuai dengan kecerdasannya.

Hal ini terjadi karena baginya pelajaran di sekolah tersebut terlalu mudah sehingga merasa bahwa di
situ ia kurang bisa berkembang. Karena itu ibunya membawa Konfusius kecil kepada kakeknya
(orang tua Zheng zai) untuk mendapatkan pelajaran tambahan. Hal ini membuat pengetahuannya
tentang enam pelajaran pokok semakin mendalam, karena dari kakeknya, Konfusius dapat belajar
memanah dan mengendarai kereta perang dengan lebih baik. Dengan mempelajari enam mata

pelajaran pokok dan enam kitab klasik, tampak bahwa apa yang dipelajari Konfusius merupakan
sesuatu yang mendasar dan penting bagi hidupnya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakannya,
ketika aku masih muda, keluargaku sangat miskin, karena itu aku harus dapat menguasai banyak
hal tapi yang aku kuasai haruslah sesuatu yang berguna saja bagi hidupku. (The Analects 9:6)

Rupanya, pendidikan yang diperoleh dari ibunya dan ditambah lagi tempaan dari kakeknya dan
kecerdasannya yang luar biasa membuatnya memiliki sikap yang baik dan kemampuan untuk
bekerja dalam masyarakat. Selain itu, teladan dan kedisiplinan yang diberikan dan diterapkan oleh
kakeknya ikut pula menjadi satu hal yang mendasari karakternya.

3. Masa Dewasa Muda

Ketika berusia 19 tahun, Konfusius menikah dengan seorang perempuan dari keluarga Qiguan yang
tinggal di Song. Keluarga ini merupakan keluarga baik-baik. Di dalam keluarga tersebut terdapat
empat orang gadis cantik yang berkeutamaan, rajin bekerja, serta memiliki kata-kata dan sikap yang
baik. Konfusius menikah dengan salah satu dari mereka. Setahun setelah pesta pernikahannya
keluarga baru tersebut dikaruniai seorang anak. Pada saat kelahiran anaknya seorang bangsawan
di Lu bernama Chao datang mengunjunginya dan memberinya hadiah sepasang ikan gurame (li).
Kemudian anak tersebut diberi nama Li Boyu.

Kemungkinan besar, setelah menikah, ia bekerja sebagai pejabat rendahan di kota Cheng di bawah
keluarga Mengsun Xie sebagai seorang penjaga lumbung gandum dan merangkap sebagai petugas
penarik pajak hasil bumi. Pada saat pertama kali bertemu Konfusius, Mengsun menyadari bahwa
Konfusius merupakan seorang yang sangat bertalenta. Karena itu, ketika telah dekat masa panen,
ia memutuskan untuk bekerja padanya. Akhirnya ia pun mengundang Konfusius dan
mengangkatnya sebagai seorang pegawai rendahan dan menempatkannya di kota Cheng.

Selama menjalankan tugasnya, ia membuat berbagai macam perbaikan yang dianggap perlu. Di
antaranya adalah sistem penarikan pajak hasil bumi. Telah menjadi rahasia umum bahwa pada
masa itu, seorang penarik pajak dipandang sebagai orang korup. Karena mereka menarik pajak
melebihi jumlah yang ditentukan, dan lebih dari itu hasil kelebihannya dipakai untuk kepentingannya
sendiri. Keadaan seperti ini tentu saja memberatkan masyarakat yang wajib menyetor pajak hasil

bumi. Tentang hal ini perbaikan yang dibuatnya adalah dengan memberikan pengurangan jumlah
hasil bumi dan hukuman bagi mereka yang terlambat menyetorkannya. Mereka yang membayar
sebelum tanggal yang ditetapkan akan mendapatkan pengurangan jumlah gandum yang harus
disetorkan sebanyak 10 % dari jumlah yang telah ditentukan; bagi mereka yang membayar tepat
waktu dikenakan potongan sebesar 5 %; mereka yang terlambat harus menyetorkan 10% lebih
banyak dari yang seharusnya; sementara mereka yang menolak untuk membayar pajak, tanahnya
akan diambil dan diserahkan pada orang lain untuk diolah. Jika seseorang tidak dapat membayar
pajak atau tidak mampu memenuhi jumlah yang ditentukan karena gagal panen (tanaman
gandumnya kena hama atau penyakit, ia harus membuat laporan secepatnya dan mengajukan
permohonan agar dibebaskan dari pembayaran pajak. Selain itu ia selalu memberikan laporan rutin
tentang hasil kerjanya terhadap Mengsun Xizi, serta mendiskusikan beberapa hal penting yang
terkait dengan pekerjaannya.
Dengan adanya perbaikan itu, pembayaran pajak berlangsung dengan lebih lancar dan orang
merasa tidak terbebani. Hal ini membuat Mengsun Xizi merasa puas dan merasa sangat terbantu.
Setahun kemudian Konfusius dipercaya untuk bekerja sebagai pejabat rendahan yang bertanggung
jawab atas pertanian dan peternakan. Ketika memegang jabatan tersebut, ia mengatakan bahwa
tanaman harus tumbuh dengan subur dan kambing serta seluruh hewan ternak harus gemuk dan
sehat. Selain itu ia juga menjadikan kedua hal tersebut sebagai perhatian utamanya. Hasilnya pun
sungguh mengagumkan, tanaman menghasilkan banyak panenan, sementara seluruh hewan ternak
terpelihara dengan baik dan sehat. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan Konfusius dalam menata
dan mengatur pekerjaannya. Selain itu, ia juga tidak pernah lupa untuk memberikan laporan rutin
kepada Mensun Xizi.

Di usianya yang ke-22, Konfusius memutuskan untuk menjadi guru. Tanpa ragu, ia menggunakan
tempat tinggalnya sebagai tempat untuk mengajar anak-anak muda yang ingin belajar
kebijaksanaan klasik darinya. Ia tidak pernah menolak berapa pun uang yang diberikan oleh para
murid sebagai penghargaan atas pengajaran yang diberikannya. Maka tidaklah mengherankan, jika
ia memiliki banyak murid yang berasal dari berbagai kalangan. Meskipun demikian, ia tidak
sembarangan mengajar. Ia selalu menetapkan standar yang tinggi terhadap setiap muridnya. Selain
itu metode yang dipakainya dalam mengajar disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan
dasar murid-muridnya. Dari sini dengan jelas terlihat bahwa tujuan pendidikan Konfusius adalah
mengembangkan diri dan potensi dari masing-masing muridnya. Konfusius ingin agar para muridnya
memiliki kemampuan untuk berpikir sendiri dan tidak sekedar mengikuti pemikiran gurunya. Ia ingin

murid-muridnya dapat mengembangkan sendiri apa yang telah diterima dari gurunya. Semakin hari
jumlah muridnya semakin bertambah, bahkan hingga mencapai 3000 orang.

Pada 527 SM, ibu Konfusius meninggal dunia. hal ini membawa kesedihan yang sangat mendalam
baginya. Ia selalu ingat berkat usaha keras ibunya, ia menjadi seorang yang terpelajar, mengerti tata
krama, serta menguasai enam pelajaran pokok. ia merasa sangat berhutang budi padanya, terlebih
ibunya telah membesarkannya sendiri sejak ia berusia 3 tahun. Konfusius ingin menguburkan
jenazah ibunya satu liang dengan makam ayahnya seturut tradisi leluhurnya yang masih merupakan
keluarga bangsawan pada masa Dinasti Shang. Tetapi sayangnya, ia tidak mengetahui di mana
ayahnya dimakamkan. Hal ini terjadi karena ayahnya telah meninggal dunia ketika ia berusia 3
tahun dan ibunya belum sempat memberitahukan keberadaan makam ayahnya kepadanya. Karena
itu, Konfusius berusaha untuk mencari tahu letak makam ayahnya dengan pergi ke Wufu yang
berada di luar kota Qufu, sambil membawa peti mati yang berisi jenasah ibunya. Setelah lama
menunggu, akhirnya ada seorang nenek tua yang sedang lewat jalan itu. Tanpa diduga ternyata ia
adalah teman lama ibunya. Kemudian ia mengatakan bahwa ayah Konfusius dimakamkan di lereng
Gunung Fangshan yang terletak di sebelah timur Qufu. Mendengar hal ini, Konfusius segera berlutut
untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Akhirnya tanpa menunggu lama, Konfusius pun membawa jenasah ibunya ke sana. Ia
memakamkan ibunya satu liang dengan jenasah ayahnya. Setelah itu ia membuat nisan setinggi 4
kaki di atasnya, serta mengadakan upacara kematian untuk orang tuanya. Konfusius meratapi
kematian ibunya selama 3 tahun, sesuai dengan tata krama seorang anak (rule of propriety).

Peristiwa kematian ibunya digunakan Konfusius untuk memberikan beberapa ajaran kepada para
muridnya. Ia mengatakan bahwa sebagai seorang anak, kita mempunyai tugas untuk memberikan
penghormatan yang dilandasi oleh rasa terima kasih dan cinta yang mendalam kepada orang tua
kita, pada saat mereka meninggal dunia.[17] Setelah masa berkabungnya berakhir, Konfusius
segera kembali ke Qufu. Di sana ia melanjutkan aktivitasnya sehari-hari dengan mengajar muridmuridnya. Selain itu ia terus melanjutkan studinya tentang karya-karya literatur kuno dan belajar dari
sejarah pemerintahan dinasti-dinasti sebelumnya.

Konfusius meyakini bahwa keutamaan itu dekat dengan musik. Dalam pandangannya, musik dapat
melunakkan hati yang keras dan dapat digunakan untuk memperbaiki temperamen seseorang.
Karena itu ia ingin seluruh puisi-puisi kuno yang telah dikoleksinya dapat dilagukan dan dinyanyikan

dengan iringan alat-alat musik. Konfusius dapat memainkan beberapa jenis alat musik tabuh dan
tiup seperti tambur dan seruling. Meskipun demikian, ia kurang mahir dalam memainkan alat musik
petik. Padahal menurutnya, alat musik petik mampu menghasilkan suara yang lebih baik ketika
digunakan untuk mengiringi sebuah lagu dari pada alat musik lainnya. Ketika diberi tahu bahwa di
dalam kelompok musik istana Lu terdapat seorang pemain musik bernama Shi Xiangzi yang mampu
memainkan alat musik petik dengan sangat baik, ia memutuskan untuk pergi ke tempat Shi Xiangzi
untuk belajar. Shi Xiangzi tinggal di negara feodal Jin.

Di bawah bimbingan Shi Xiangzi, ia tidak sekedar belajar untuk bernyanyi dan memainkan alat
musik. Gurunya itu juga mengajarkan makna dari setiap irama musik yang dimainkannya. Dengan
kecerdasannya, ia mampu menyerap apa yang diajarkan gurunya itu dengan lebih cepat. Karena itu,
tidak mengherankan jika Konfusius pun mengalami kemajuan pesat dalam bermusik. Bahkan ia
sanggup menebak dengan benar sifat dan pribadi pengarang sebuah lagu hanya dengan
mendengarkan irama lagu yang dimainkannya.
Dalam sebuah perjalanan, Konfusius dan murid-muridnya melalui lereng Gunung Tai. Di sana ia
tampak olehnya seorang ibu yang sedang menangis di sebuah makam. Melihat hal itu, ia meminta
Tse lu untuk menanyakan apa yang membuat ibu tersebut menangis. Kemudian ibu itu menjawab
bahwa suami, ayah mertua dan anaknya telah mati karena terbunuh oleh harimau yang ada di
gunung itu. Mendengar jawaban ini, tse lu bertanya lagi, mengapa dia tidak pergi dan meninggalkan
tempat itu. Pertanyaan ini dijawab perempuan itu dengan mengatakan bahwa di tempat ia tinggal,
tidak ada penindasan dan kesewenang-wenangan pemerintah. Mendengar jawaban ini, Konfusius
berkata kepada murid-muridnya bahwa pemerintah yang sering menindas rakyatnya dengan kejam
itu lebih kejam dari seekor harimau.[21]
Apa yang diajarkan Konfusius kepada para muridnya saat itu menunjukkan bahwa meskipun tidak
terlibat secara langsung dalam urusan pemerintahan negara Lu, Konfusius memiliki perhatian yang
besar akan situasi yang terjadi di negara tersebut. Perhatian akan situasi yang terjadi di Lu ini
membawa pengaruh terhadap pemikiran dan ajaran-ajarannya yang didasarkan pada kebajikan dan
keteladanan setiap pribadi sehingga tercipta keharmonian dan keteraturan di dalam masyarakat.[22]
Menurutnya, hal ini harus dimulai dari keluarga.

3. Masa Pelayanan Dalam Pemerintahan

Pada 501 SM, Konfusius menjalankan kehidupan public di pemerintahan. Ia diangkat sebagai hakim

dan pemimpin di kota Zhong du. Pada waktu itu, Konfusius berusia 50 tahun. Kota tersebut terletak
90 li (sekitar 30 km) dari ibu kota Lu. Zhong du sebenarnya merupakan daerah yang subur, tetapi
karena perdana menteri yang tidak kompeten, perseteruan dan intrik politik di antara para pejabat
negara, membuat rakyat hidup menderita dan tertekan. Langkah pertama yang dilakukan Konfusius
begitu sampai di kantornya adalah mempromosikan pegawai dan pejabat yang jujur dan taat hukum;
mereka yang kemampuannya kurang memadai diturunkan dari jabatannya; sedangkan mereka yang
menyalahgunakan wewenang dan jabatannya demi kepentingan pribadi dimasukkan ke dalam
penjara.

Sebelum menentukan apa yang hendak dilakukan untuk masyarakat Zhongdu, ia terjun ke tengahtengah masyarakat untuk melihat kehidupan rakyat dan situasi di kota itu secara langsung. Setelah
itu ia menetapkan kebijakan yang dirasanya tepat untuk diterapkan di Zhong du untuk memperbaiki
keadaan di sana. Dengan segera ia melakukan pembenahan yang perlu di sana, dan hal ini
dilakukan melalui pendidikan moral kepada rakyat Zhong du baik dengan kata-kata atau pun
tindakan-tindakannya yang pantas untuk diteladani. Karena itu tidaklah mengherankan jika dalam
waktu singkat (tiga bulan), dia berhasil mewujudkan pembaharuan kehidupan moral di sana. Pada
masa itu, rakyat Zhong du benar-benar memiliki sikap hidup dan pemikiran yang selaras dengan
tatanan moral; mereka menghormati orang yang lebih tua, dan memperlakukan yang orang-orang
muda dengan penuh cinta dan kebaikan hati.
Atas keberhasilannya memimpin Zhong du, Konfusius dipercaya menjadi menteri pembangunan
(the minister of construction) yang bertanggung jawab atas perencanaan tempat peribadatan atau
kuil, istana, tata kota ibu kota Lu, pembangunan sarana pengairan dan jembatan. Pada intinya, ia
bertanggung jawab atas perencanaan bangunan fisik yang berguna bagi rakyat Lu. Di sela-sela
kesibukannya, ia selalu meluangkan waktu untuk mengajar murid-muridnya. Selanjutnya ia diangkat
sebagai menteri keadilan yang bertugas menciptakan keamanan Lu. Dengan kebijaksanaan dan
integritasnya, ia selalu dapat memecahkan persoalan dan permasalah seputar hukum. Ia juga
menjatuhkan hukuman dengan adil dan memberikan hukuman yang sifatnya mendidik sesuai
dengan tingkat kesalahan setiap orang yang berbuat jahat. Keberhasilannya ini membuat wewenang
dan kekuasaannya meningkat dengan pesat.
Dalam menjalankan administrasi negara, Konfusius memperkuat kedudukan negara dan
memperlemah sistem kekeluargaan. Selain itu ia selalu menerapkan ajaran-ajaran klasik yang telah
dikuasainya dengan baik dalam menjalankan pemerintahan. Hal ini secara tidak langsung menjadi
suatu pendidikan moral bagi setiap rakyat Lu. Akibatnya, setiap orang yang tinggal di sana memiliki

loyalitas dan kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah dan diri mereka sendiri. Di sana, setiap
orang melakukan segala sesuatu sejalan dengan prinsip-prinsip moralitas, sehingga tercapai
keteraturan dan keselarasan dalam kehidupan sosial di Lu.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Perubahan yang terjadi di Lu terdengar hingga ke luar negeri.
Hal ini membuat para pemimpin negara tetangga menjadi iri dan takut. Perasaan tersebut terkait
erat dengan kekhawatiran beberapa pimpinan negara tetangga bahwa Lu akan menyerang daerahdaerah di sekitarnya untuk memperluas wilayah dan memperkuat kedudukannya. Kemudian
beberapa kepala negara tetangga Lu berunding untuk mencari cara bagaimana mereka dapat
memperlemah Lu. Karena itu segera dipilih 80 gadis cantik dan 120 ekor kuda yang terbaik, lalu
dikirim ke Lu kepada bangsawan Ding sebagai hadiah. Dengan sembunyi-sembunyi, seorang
pejabat Lu bernama Chi Huan menerima semua pemberian itu dan menghantarkannya kepada
bangsawan Ding. Selanjutnya, bangsawan Ding menerima pemberian itu dan mulai larut dalam
pesta pora dan kesenangan pribadi. Akibatnya banyak urusan negara dan pelayanan kepada rakyat
yang terabaikan. Hal ini tentu saja tidak menguntungkan bagi kehidupan bangsa Lu, dan bahkan
dapat membuat negara Lu menjadi lemah.

Melihat hal ini, Tze Lu meminta Konfusius untuk segera meninggalkan Lu. Tetapi Konfusius
menolaknya dan lebih memilih untuk menunggu hingga datangnya penyelenggaraan upacara
persembahan kurban kepada dewa Langit pada musim semi berikutnya. Dengan ini Konfusius
bermaksud untuk memberi kesempatan kepada bangsawan Ding untuk kembali kepada prinsipprinsip moral seperti semula. Akan tetapi, ketika ia melihat bahwa upacara persembahan kurban
dilaksanakan secara asal-asalan dan tanpa keantusiasan, ia merasa sangat kecewa. Karena itu
dengan berat hati, Konfusius pun akhirnya pergi meninggalkan Lu. Peristiwa itu sekaligus menandai
dimulainya masa pengembaraan selama 13 tahun yang harus dijalani oleh Konfusius dan beberapa
muridnya.

4. Masa
pengembaraan (496 483 SM)

Setelah meninggalkan Lu, Konfusius pergi ke Wei, sebuah negara kecil yang terletak di sebelah
barat Lu. Meskipun hanya sebuah negara kecil namun, ibu kotanya selalu ramai dikunjungi orang.
Hal ini menunjukkan bahwa negara tersebut merupakan negara yang makmur. Selama dalam

perjalanan ke negara Wei, Konfusius melewati rumah yang pernah ditempatinya dulu. Ketika itu,
tuan rumah sedang melangsungkan upacara kematian. Melihat hal ini, ia meminta Tze-kung untuk
mengeluarkan salah satu kuda dari keretanya dan memberikannya sebagai sumbangan duka cita.

Ketika sampai di ibu kota Wei, Konfusius telah berusia 56 tahun. Selama di sana, ia dan para murid
yang menyertai perjalanannya tinggal di rumah seorang pejabat yang bersih bernama Yen Chau-yu.
Di situ ia tinggal selama 10 bulan. Selama itu, ia terus mengajar murid-muridnya dengan berbagai
macam ajaran klasik dan memperdalam pengetahuan mereka akan ritual persembahan dan
maknanya. Selain itu, ia juga selalu mencari kesempatan untuk mengajarkan prinsip-prinsip
moralitas kepada para pemimpin Wei. Reputasi dan kapasitasnya sebagai seorang cendekiawan
membuatnya selalu diterima oleh semua kalangan termasuk kalangan istana. Ia juga sering kali
dimintai nasehat yang berguna untuk menyelesaikan suatu masalah. Meskipun demikian, akhirnya
ia meninggalkan Wei. Hal ini terjadi karena merasa bahwa para pejabat Wei memang
memperlakukannya dengan sangat baik, tetapi mereka tidak mau menerima dan menjalankan
ajarannya. Selanjutnya ia memutuskan untuk pergi ke daerah Chan yang terletak di sebelah selatan
Wei.

Setelah melewati negara Tsao, sampailah mereka di perbatasan Song. Mereka berniat untuk
singgah beberapa waktu lamanya sebelum melanjutkan perjalanan ke Chan. Tetapi ketika sedang
mengajarkan praktek ritual persembahan kurban kepada murid-muridnya, seorang pejabat Song
bernama Sima Huandui, melihat dan mengenalinya. Kemudian ia mengirim orang untuk menangkap
dan membunuhnya. Hal ini dilakukannya karena ia berpandangan bahwa ajaran yang dibawa
Konfusius akan dapat membahayakan posisi atau kedudukan para pejabat Song. Mendengar hal ini,
para muridnya segera memberi peringatan kepadanya. Meskipun demikian Konfusius masih tetap
meneruskan pengajarannya. Tentang hal ini ia berkata, Jika Langit telah memberikan nilai-nilai
kebajikannya kepadaku apa yang dapat dilakukan Sima Huandui kepadaku? Setelah
menyelesaikan pengajarannya, ia dan para muridnya pun segera melarikan diri ke Chan.
Pada 494 SM, Chan mendapat serangan dari Wu. Mendengar hal ini Konfusius memutuskan untuk
kembali ke Wei. Di sana ia diterima dengan baik oleh bangsawan Ling. Bahkan ia diperlakukan
dengan penuh rasa hormat. Meskipun demikian, bangsawan tersebut tetap saja tidak mau memberi
perhatian pada apa yang diajarkannya. Melihat hal ini, Konfusius berkata kepada para muridnya,
Jika ada penguasa yang mau mempekerjakan aku selama 12 bulan, aku pasti akan menerimanya
dan melakukan perbaikan yang perlu di negara itu. Dalam waktu tiga tahun, aku yakin kehidupan di

negara itu akan menjadi lebih baik dan teratur. Selama di Wei, Konfusius menerima banyak
undangan dari para pejabat di sana, seperti Kung-shan, Fu-zao, dan Pi-shi tetapi tak satu pun
undangan itu diterimanya. Pada tahun yang sama, Bangsawan Ding pemimpin dan Chi Huan
pejabat penting yang berasal dari keluarga Chi yang sangat berpengaruh di Lu meninggal dunia.
Sebelum ia meninggal, bangsawan Ding menyesali apa yang pernah dilakukannya dulu terhadap
Konfusius. Pada waktu itu, ia tidak mendengarkan nasehat Konfusius sehingga terjebak pada
perangkap yang dibuat oleh para pemimpin negara-negara yang iri terhadap kemajuan di Lu.
Kemudian, ia meminta putranya yang bernama Chi Kang untuk memanggil Konfusius agar kembali
bekerja padanya. Selanjutnya Chi Kang segera memanggil Yen Chiu dan mengutusnya ke Chan
untuk menemui Konfusius. Dengan sangat antusias, Konfusius menerima tawaran itu dan segera
kembali ke Lu.

Pada 490 SM, Konfusis pergi ke Tsai. Selama dalam perjalanan, mereka kehabisan perbekalan.
Para muridnya mulai mengeluh dan berkata, Haruskah manusia utama harus mengalami nasib
seperti ini? mendengar hal ini, Konfusius menjawab, Manusia utama (Chun Tzu) harus bisa
menahan keinginannya, tetapi orang yang berguna (shen ren) ketika ia mengingankan sesuatu ia
tidak menutup jalan untuk mencapai keinginannya itu.

Pada 527 SM, ibu Konfusius meninggal dunia. hal ini membawa kesedihan yang
sangat mendalam baginya. Ia selalu ingat berkat usaha keras ibunya, ia menjadi seorang yang
terpelajar, mengerti tata krama, serta menguasai enam pelajaran pokok. ia merasa sangat
berhutang budi padanya, terlebih ibunya telah membesarkannya sendiri sejak ia berusia 3 tahun.
Konfusius ingin menguburkan jenazah ibunya satu liang dengan makam ayahnya seturut tradisi
leluhurnya yang masih merupakan keluarga bangsawan pada masa Dinasti Shang. Tetapi
sayangnya, ia tidak mengetahui di mana ayahnya dimakamkan. Hal ini terjadi karena ayahnya telah
meninggal dunia ketika ia berusia 3 tahun dan ibunya belum sempat memberitahukan keberadaan
makam ayahnya kepadanya. Karena itu, Konfusius berusaha untuk mencari tahu letak makam
ayahnya dengan pergi ke Wufu yang berada di luar kota Qufu, sambil membawa peti mati yang
berisi jenasah ibunya. Setelah lama menunggu, akhirnya ada seorang nenek tua yang sedang lewat
jalan itu. Tanpa diduga ternyata ia adalah teman lama ibunya. Kemudian ia mengatakan bahwa ayah
Konfusius dimakamkan di lereng Gunung Fangshan yang terletak di sebelah timur Qufu. Mendengar
hal ini, Konfusius segera berlutut untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Akhirnya tanpa menunggu lama, Konfusius pun membawa jenasah ibunya ke sana. Ia

memakamkan ibunya satu liang dengan jenasah ayahnya. Setelah itu ia membuat nisan setinggi 4
kaki di atasnya, serta mengadakan upacara kematian untuk orang tuanya. Konfusius meratapi
kematian ibunya selama 3 tahun, sesuai dengan tata krama seorang anak (rule of propriety).

Peristiwa kematian ibunya digunakan Konfusius untuk memberikan beberapa ajaran kepada para
muridnya. Ia mengatakan bahwa sebagai seorang anak, kita mempunyai tugas untuk memberikan
penghormatan yang dilandasi oleh rasa terima kasih dan cinta yang mendalam kepada orang tua
kita, pada saat mereka meninggal dunia. Setelah masa berkabungnya berakhir, Konfusius segera
kembali ke Qufu. Di sana ia melanjutkan aktivitasnya sehari-hari dengan mengajar murid-muridnya.
Selain itu ia terus melanjutkan studinya tentang karya-karya literatur kuno dan belajar dari sejarah
pemerintahan dinasti-dinasti sebelumnya.

Konfusius meyakini bahwa keutamaan itu dekat dengan musik. Dalam pandangannya, musik dapat
melunakkan hati yang keras dan dapat digunakan untuk memperbaiki temperamen seseorang.
Karena itu ia ingin seluruh puisi-puisi kuno yang telah dikoleksinya dapat dilagukan dan dinyanyikan
dengan iringan alat-alat musik. Konfusius dapat memainkan beberapa jenis alat musik tabuh dan
tiup seperti tambur dan seruling. Meskipun demikian, ia kurang mahir dalam memainkan alat musik
petik. Padahal menurutnya, alat musik petik mampu menghasilkan suara yang lebih baik ketika
digunakan untuk mengiringi sebuah lagu dari pada alat musik lainnya. Ketika diberi tahu bahwa di
dalam kelompok musik istana Lu terdapat seorang pemain musik bernama Shi Xiangzi yang mampu
memainkan alat musik petik dengan sangat baik, ia memutuskan untuk pergi ke tempat Shi Xiangzi
untuk belajar. Shi Xiangzi tinggal di negara feodal Jin.

Di bawah bimbingan Shi Xiangzi, ia tidak sekedar belajar untuk bernyanyi dan memainkan alat
musik. Gurunya itu juga mengajarkan makna dari setiap irama musik yang dimainkannya. Dengan
kecerdasannya, ia mampu menyerap apa yang diajarkan gurunya itu dengan lebih cepat. Karena itu,
tidak mengherankan jika Konfusius pun mengalami kemajuan pesat dalam bermusik. Bahkan ia
sanggup menebak dengan benar sifat dan pribadi pengarang sebuah lagu hanya dengan
mendengarkan irama lagu yang dimainkannya.
Dalam sebuah perjalanan, Konfusius dan murid-muridnya melalui lereng Gunung Tai. Di sana ia
tampak olehnya seorang ibu yang sedang menangis di sebuah makam. Melihat hal itu, ia meminta
Tse lu untuk menanyakan apa yang membuat ibu tersebut menangis. Kemudian ibu itu menjawab
bahwa suami, ayah mertua dan anaknya telah mati karena terbunuh oleh harimau yang ada di
gunung itu. Mendengar jawaban ini, tse lu bertanya lagi, mengapa dia tidak pergi dan meninggalkan
tempat itu. Pertanyaan ini dijawab perempuan itu dengan mengatakan bahwa di tempat ia tinggal,
tidak ada penindasan dan kesewenang-wenangan pemerintah. Mendengar jawaban ini, Konfusius
berkata kepada murid-muridnya bahwa pemerintah yang sering menindas rakyatnya dengan kejam
itu lebih kejam dari seekor harimau.

Apa yang diajarkan Konfusius kepada para muridnya saat itu menunjukkan bahwa meskipun tidak
terlibat secara langsung dalam urusan pemerintahan negara Lu, Konfusius memiliki perhatian yang
besar akan situasi yang terjadi di negara tersebut. Perhatian akan situasi yang terjadi di Lu ini
membawa pengaruh terhadap pemikiran dan ajaran-ajarannya yang didasarkan pada kebajikan dan
keteladanan setiap pribadi sehingga tercipta keharmonian dan keteraturan di dalam masyarakat.[44]
Menurutnya, hal ini harus dimulai dari keluarga.

3. Masa Pelayanan Dalam Pemerintahan

Pada 501 SM, Konfusius menjalankan kehidupan public di pemerintahan. Ia diangkat sebagai hakim
dan pemimpin di kota Zhong du. Pada waktu itu, Konfusius berusia 50 tahun. Kota tersebut terletak
90 li (sekitar 45 km) dari ibu kota Lu. Zhong du sebenarnya merupakan daerah yang subur, tetapi
karena perdana menteri yang tidak kompeten, perseteruan dan intrik politik di antara para pejabat
negara, membuat rakyat hidup menderita dan tertekan. Langkah pertama yang dilakukan Konfusius
begitu sampai di kantornya adalah mempromosikan pegawai dan pejabat yang jujur dan taat hukum;
mereka yang kemampuannya kurang memadai diturunkan dari jabatannya; sedangkan mereka yang

menyalahgunakan wewenang dan jabatannya demi kepentingan pribadi dimasukkan ke dalam


penjara.

Sebelum menentukan apa yang hendak dilakukan untuk masyarakat Zhongdu, ia terjun ke tengahtengah masyarakat untuk melihat kehidupan rakyat dan situasi di kota itu secara langsung. Setelah
itu ia menetapkan kebijakan yang dirasanya tepat untuk diterapkan di Zhong du untuk memperbaiki
keadaan di sana. Dengan segera ia melakukan pembenahan yang perlu di sana, dan hal ini
dilakukan melalui pendidikan moral kepada rakyat Zhong du baik dengan kata-kata atau pun
tindakan-tindakannya yang pantas untuk diteladani. Karena itu tidaklah mengherankan jika dalam
waktu singkat (tiga bulan), dia berhasil mewujudkan pembaharuan kehidupan moral di sana. Pada
masa itu, rakyat Zhong du benar-benar memiliki sikap hidup dan pemikiran yang selaras dengan
tatanan moral; mereka menghormati orang yang lebih tua, dan memperlakukan yang orang-orang
muda dengan penuh cinta dan kebaikan hati.
Atas keberhasilannya memimpin Zhong du, Konfusius dipercaya menjadi menteri pembangunan
(the minister of construction) yang bertanggung jawab atas perencanaan tempat peribadatan atau
kuil, istana, tata kota ibu kota Lu, pembangunan sarana pengairan dan jembatan. Pada intinya, ia
bertanggung jawab atas perencanaan bangunan fisik yang berguna bagi rakyat Lu. Di sela-sela
kesibukannya, ia selalu meluangkan waktu untuk mengajar murid-muridnya. Selanjutnya ia diangkat
sebagai menteri keadilan yang bertugas menciptakan keamanan Lu. Dengan kebijaksanaan dan
integritasnya, ia selalu dapat memecahkan persoalan dan permasalah seputar hukum. Ia juga
menjatuhkan hukuman dengan adil dan memberikan hukuman yang sifatnya mendidik sesuai
dengan tingkat kesalahan setiap orang yang berbuat jahat. Keberhasilannya ini membuat wewenang
dan kekuasaannya meningkat dengan pesat.

Dalam menjalankan administrasi negara, Konfusius memperkuat kedudukan negara dan


memperlemah sistem kekeluargaan. Selain itu ia selalu menerapkan ajaran-ajaran klasik yang telah
dikuasainya dengan baik dalam menjalankan pemerintahan. Hal ini secara tidak langsung menjadi
suatu pendidikan moral bagi setiap rakyat Lu. Akibatnya, setiap orang yang tinggal di sana memiliki
loyalitas dan kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah dan diri mereka sendiri. setiap orang
melakukan segala sesuatu sejalan dengan prinsip-prinsip moralitas, sehingga dalam kehidupan
setiap rakyat Lu terwujud kesejahteraan, kebahagiaan dan keselarasan satu sama lain.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Perubahan yang terjadi di Lu terdengar hingga ke luar negeri.

Hal ini membuat para pemimpin negara tetangga menjadi iri dan takut. Perasaan tersebut terkait
erat dengan kekhawatiran beberapa pimpinan negara tetangga bahwa Lu akan menyerang daerahdaerah di sekitarnya untuk memperluas wilayah dan memperkuat kedudukannya. Kemudian
beberapa kepala negara tetangga Lu berunding untuk mencari cara bagaimana mereka dapat
memperlemah Lu. Karena itu segera dipilih 80 gadis cantik dan 120 ekor kuda yang terbaik, lalu
dikirim ke Lu kepada bangsawan Ding sebagai hadiah. Dengan sembunyi-sembunyi, seorang
pejabat Lu bernama Chi Huan menerima semua pemberian itu dan menghantarkannya kepada
bangsawan Ding. Selanjutnya, bangsawan Ding menerima pemberian itu dan mulai larut dalam
pesta pora dan kesenangan pribadi. Akibatnya banyak urusan negara dan pelayanan kepada rakyat
yang terabaikan. Hal ini tentu saja tidak menguntungkan bagi kehidupan bangsa Lu, dan bahkan
dapat membuat negara Lu menjadi lemah.

Melihat hal ini, Tze Lu meminta Konfusius untuk segera meninggalkan Lu. Tetapi Konfusius
menolaknya dan lebih memilih untuk menunggu hingga datangnya penyelenggaraan upacara
persembahan kurban kepada dewa Langit pada musim semi berikutnya. Dengan ini Konfusius
bermaksud untuk memberi kesempatan kepada bangsawan Ding untuk kembali kepada prinsipprinsip moral seperti semula. Akan tetapi, ketika ia melihat bahwa upacara persembahan kurban
dilaksanakan secara asal-asalan dan tanpa keantusiasan, ia merasa sangat kecewa. Karena itu
dengan berat hati, Konfusius pun akhirnya pergi meninggalkan Lu. Peristiwa itu sekaligus menandai
dimulainya masa pengembaraan selama 13 tahun yang harus dijalani oleh Konfusius dan beberapa
muridnya.

4. Masa pengembaraan (496 483 SM)


Setelah meninggalkan Lu, Konfusius pergi ke Wei, sebuah negara kecil yang terletak di sebelah
barat Lu. Meskipun hanya sebuah negara kecil namun, ibu kotanya selalu ramai dikunjungi orang.
Hal ini menunjukkan bahwa negara tersebut merupakan negara yang makmur. Selama dalam
perjalanan ke negara Wei, Konfusius melewati rumah yang pernah ditempatinya dulu. Ketika itu,
tuan rumah sedang melangsungkan upacara kematian. Melihat hal ini, ia meminta Tze-kung untuk
mengeluarkan salah satu kuda dari keretanya dan memberikannya sebagai sumbangan duka cita.

Ketika sampai di ibu kota Wei, Konfusius telah berusia 56 tahun. Selama di sana, ia dan para murid
yang menyertai perjalanannya tinggal di rumah seorang pejabat yang bersih bernama Yen Chau-yu.
Di situ ia tinggal selama 10 bulan. Selama itu, ia terus mengajar murid-muridnya dengan berbagai

macam ajaran klasik dan memperdalam pengetahuan mereka akan ritual persembahan dan
maknanya. Selain itu, ia juga selalu mencari kesempatan untuk mengajarkan prinsip-prinsip
moralitas kepada para pemimpin Wei. Reputasi dan kapasitasnya sebagai seorang cendekiawan
membuatnya selalu diterima oleh semua kalangan termasuk kalangan istana. Ia juga sering kali
dimintai nasehat yang berguna untuk menyelesaikan suatu masalah. Meskipun demikian, akhirnya
ia meninggalkan Wei. Hal ini terjadi karena merasa bahwa para pejabat Wei memang
memperlakukannya dengan sangat baik, tetapi mereka tidak mau menerima dan menjalankan
ajarannya. Selanjutnya ia memutuskan untuk pergi ke daerah Chan yang terletak di sebelah selatan
Wei.

Setelah melewati negara Tsao, sampailah mereka di perbatasan Song. Mereka berniat untuk
singgah beberapa waktu lamanya sebelum melanjutkan perjalanan ke Chan. Tetapi ketika sedang
mengajarkan praktek ritual persembahan kurban kepada murid-muridnya, seorang pejabat Song
bernama Sima Huandui, melihat dan mengenalinya. Kemudian ia mengirim orang untuk menangkap
dan membunuhnya. Hal ini dilakukannya karena ia berpandangan bahwa ajaran yang dibawa
Konfusius akan dapat membahayakan posisi atau kedudukan para pejabat Song. Mendengar hal ini,
para muridnya segera memberi peringatan kepadanya. Meskipun demikian Konfusius masih tetap
meneruskan pengajarannya. Tentang hal ini ia berkata, Jika Langit telah memberikan nilai-nilai
kebajikannya kepadaku apa yang dapat dilakukan Sima Huandui kepadaku? Setelah
menyelesaikan pengajarannya, ia dan para muridnya pun segera melarikan diri ke Chan.
Pada 494 SM, Chan mendapat serangan dari Wu. Mendengar hal ini Konfusius memutuskan untuk
kembali ke Wei. Di sana ia diterima dengan baik oleh bangsawan Ling. Bahkan ia diperlakukan
dengan penuh rasa hormat. Meskipun demikian, bangsawan tersebut tetap saja tidak mau memberi
perhatian pada apa yang diajarkannya. Melihat hal ini, Konfusius berkata kepada para muridnya,
Jika ada penguasa yang mau mempekerjakan aku selama 12 bulan, aku pasti akan menerimanya
dan melakukan perbaikan yang perlu di negara itu. Dalam waktu tiga tahun, aku yakin kehidupan di
negara itu akan menjadi lebih baik dan teratur. Selama di Wei, Konfusius menerima banyak
undangan dari para pejabat di sana, seperti Kung-shan, Fu-zao, dan Pi-shi tetapi tak satu pun
undangan itu diterimanya. Pada tahun yang sama, Bangsawan Ding pemimpin dan Chi Huan
pejabat penting yang berasal dari keluarga Chi yang sangat berpengaruh di Lu meninggal dunia.
Sebelum ia meninggal, bangsawan Ding menyesali apa yang pernah dilakukannya dulu terhadap
Konfusius. Pada waktu itu, ia tidak mendengarkan nasehat Konfusius sehingga terjebak pada
perangkap yang dibuat oleh para pemimpin negara-negara yang iri terhadap kemajuan di Lu.

Kemudian, ia meminta putranya yang bernama Chi Kang untuk memanggil Konfusius agar kembali
bekerja padanya. Selanjutnya Chi Kang segera memanggil Yen Chiu dan mengutusnya ke Chan
untuk menemui Konfusius. Dengan sangat antusias, Konfusius menerima tawaran itu dan segera
kembali ke Lu.

Pada 490 SM, Konfusis pergi ke Tsai. Selama dalam perjalanan, mereka kehabisan perbekalan.
Para muridnya mulai mengeluh dan berkata, Haruskah manusia utama harus mengalami nasib
seperti ini? mendengar hal ini, Konfusius menjawab, Manusia utama (Chun Tzu) harus bisa
menahan keinginannya, tetapi orang yang berguna (shen ren) ketika ia mengingankan sesuatu ia
tidak menutup jalan untuk mencapai keinginannya itu. Di sini, pencapaian keinginan itu selalu
dilakukan dalam ruang interaksi sosial, dan dinyatakan dalam bentuk usaha untuk memberikan
sesuatu yang berguna bagi masyarakatnya, terlebih pelayanan dalam pemerintahan. Hal ini terjadi
karena pelayanan dalam pemerintahan dipandang sebagai sebuah kesempatan untuk mendidik
sebanyak mungkin orang agar mereka menjadi manusia utama, melalui kebijakan yang dibuatnya,
pesan atau ajaran moral dan terutama melalui sikap hidupnya yang pantas untuk diteladani.
Konfusius dan para muridnya menderita kelaparan tujuh hari lamanya. Meskipun demikian,
Konfusius tetap terlihat tenang dan gembira menghadapi kesulitan itu. Mereka tinggal di wilayah Tsai
sampai 489 SM.

5. Masa Tua: Pengkompilasian Kitab-kitab Kuno dan kematiannya (482-479 SM)


Pada masa ini, Konfusius telah berusia 69 tahun. Di usianya itu, ia telah mampu melakukan apa
yang diinginkannya tanpa melanggar prinsip-prinsip moral. Banyak orang dari segala kalangan
selalu menerima dan memperlakukannya dengan sangat baik, tetapi hanya sedikit orang saja yang
mau menerima dan melakukan ajarannya. Bangsawan Ai dan Chi Kang selalu menyambut
kedatangannya dengan tangan terbuka, tetapi mereka tidak pernah mau mendengarkan apa lagi
menjalankan nasehat-nasehatnya. Hal ini membuatnya sangat sedih dan tidak mau lagi terlibat
dalam urusan negara, dan lebih memilih untuk menyelesaikan peredaksian karya-karya literatur
klasik.
Szema-chien menyatakan bahwa Konfusius menulis pendahuluan buku Su-Ching; memperdalam
dan memperluas makna ritual dengan nilai-nilai kebijaksanaan manusia utama dan raja-raja yang
berasal dari generasi sebelumnya; mengumpulkan dan meredaksi puisi-puisi kuno, serta melakukan
pembaruan musik-musik yang dijadikan pengiring upacara ritual. Selain itu, ia juga mencurahkan
perhatiannya untuk mempelajari kitab Yi-Ching. Tentang hal ini ia berkata, jika umurku dapat

bertambah beberapa tahun saja, aku akan memberikan waktuku selama 50 tahun untuk
mempelajari kitab Yi-Ching, sehingga di kemudian hari, aku akan datang kembali tanpa ada
kesalahan besar yang aku perbuat.

Di akhir hidupnya, Konfusius menulis buku tentang peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di masa
Chun Chiu (musim semi dan musim gugur). Di dalam bukunya tersebut dengan berani ia mengkritik
kebijakan para pemimpin Lu dan menampilkan segala peristiwa yang terjadi di Lu secara apa
adanya.[63] Pada 479 SM, Tze Lu, salah seorang murid kesayangan Konfusius meninggal dunia.
Ada sebuah lukisan yang menggambarkan bagaimana Tze Lu meninggal dunia. Di situ, seorang
murid Konfusius bernama Min digambarkan sebagai orang baik. Tze Lu ditampilkan sebagai
seorang yang begitu tegas dan tangkas; Yen Yu dan Tze Kung tampak sebagai seorang yang lepas
bebas dan memiliki jalan yang lurus. Melihat hal ini, Konfusius terlihat senang. Meskipun demikian,
suatu ketika ia mengatakan bahwa Yu nama panggilan Tze Lu tidak akan meninggal dengan
cara yang biasa. Dulu, pada saat kembali ke Lu, Konfusius meninggalkan Tze Lu dan Tze Kao di
Wei untuk bekerja di dalam pemerintahan di sana. Suatu ketika datang berita dari Wei bahwa di
sana sedang terjadi kekacauan. Melihat hal ini, Tze Kao segera memikirkan rencana untuk
menyelamatkan diri, tetapi Tze Lu lebih ingin mendampingi atasannya yang telah
memperlakukannya dengan sangat baik. Akibatnya ia ikut terbunuh dalam kekacauan di Wei
tersebut.

Konfusius memimpin upacara kematian salah satu murid terbaik yang pernah dimilikinya tersebut.
Menurut peraturan Hsia, jenazah haruslah diberikan pakaian yang terbaik; peti mati mesti
dihadapkan ke timur; dan orang yang telah meninggal dunia ini harus tetap diperlakukan dengan
hormat layaknya orang yang masih hidup. Sementara itu dalam peraturan Shang, disebutkan bahwa
upacara haruslah diadakan di antara dua tiang rumah, dan orang yang telah meninggal dunia itu
hendaknya diperlakukan sebagai seorang tamu sekaligus tuan rumah.

Pada 497 SM, akhirnya Konfusius pun meninggal dunia. Meskipun demikian, apa yang telah dicapai
selama hidupnya dan segala sesuatu yang dihayatinya mampu membuat kematiannya menjadi
begitu bermakna. Selain itu, proses pendidikan dan pengajaran yang telah dilakukannya sejak lama,
tampaknya menjadi semacam pesemaian ajaran-ajarannya. Melalui pemikiran dan penafsiran
murid-muridnya itu pula, ajaran-ajaran Konfusius akan terus disampaikan pada murid-murid yang
baru dari generasi yang berbeda hingga akhir masa.