Anda di halaman 1dari 11

PEMERIKSAAN JANTUNG

Fungsi utama system kardiovaskular adalah mengangkut bahan gizi ke dalam dan
menghilangkan metabolit dari tiap sel di dalam tubuh. Sistem pengiriman bertekanan
tinggi adalah jantung kiri dan arteri, sedangkan system pengembalian bertekanan rendah
mencakup vena dan jantung kanan.

INSPEKSI
INSPEKSI

Inspeksi
KULIT

Inspeksi
KUKU

Inspeksi
Extrimitas

Inspeksi
WAJAH

Inspeksi
Mata

Inspeksi
MULUT

Inspeksi
LEHER

Inspeksi
Konfigurasi
dada

Inspeksi Kulit
Sianosis atau tidak?? (jika ya, apakah sentral atau perifer?)
Inspeksi Kuku
Splinter hemorrhage terlihat sebagai garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku.
Splinter hemorrhage biasanya terdapata pada pasien endokarditis.
Inspeksi Wajah
Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah pada stenosis
pulmonal.
Lipatan daun telinga atau tanda Lichstein , adalah lipatan melintang, seringkali
bilateral sering dijumpai pada pasien di atas 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria
yang bermakna.
Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luar alis
dijumpai pada penderita kardiomiopati.
Inspeksi Mata
Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada cor pulmonale atau gangguan miokard.
Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif.
Hipertelorisme, atau mata yang berjarak lebar berkaitan dengan penyakit jantung
congenital, terutama stenosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular.
Inspeksi Mulut
Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung
congenital seperti prolaps katup mitral.
Inspeksi Konfigurasi Dada
Pectus Excavatum, dijumpai sindrom Marfan dan pada prolaps katup mitral.
Pectus Carinatum, juga berkaitan dengan sindrom Marfan.

Inspeksi Ekstrimitas
Phalang extra, jari kaki dan tangan ekstra pada pasien dengan defek septum atrium.
Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah pada kemungkinan reugirtasi aorta.

PENGUKURAN TEKANAN DARAH


Nama Fase

Deskripsi

Fase 1

Suara mengetuk jelas, intensitas ketika tekanan

Fase 2

penyumbat
Terjadi pada kira2 10-15 mmHg di bawah fase 1. Suara

Fase 3

mengetuk diikuti bising.


Bunyi serupa fase 2, tanpa bising.

Fase 4

Suara ketukan melemah, mendekati diastole.

Fase 5

Bunyi benar2 hilang

Denyut Arteri
Informasi yang dapat diperoleh dari palpasi denyut arteri :
-

Kecepatan dan irama jantung


pemeriksa beriri di depan pasien memegang kedua arteri radialis. Jari kedua,
ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis. Hitung denyut selama
1 menit. Irama jantung tidak teratur ditemukan pada fibrilasi atrium, pada kasus
ini hanya auskultasi jantung- bukan denyut radial yang tepat akurat untuk
kecepatan denyut jantung.

Irama jantung
iramanya teratur atau tidak..??
Irama jantung yang tidak tertur biasa ditemukan pada pasien fibrilasi atrium.

PERKUSI
Perkusi Batas-Batas Jantung
Perkusi dilakukan pada sela iga ketiga, keempat dan kelima dari garis aksilaris
anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan. Biasanya ada perubahan nada perkusi dari
sonor ke redup kira-kira 6 cm di sebelah lateral kiri sternum.

PALPASI

Palpasi Titik
Impuls Max

Palpasi Gerakan
Setempat

Palpasi Gerakan
Umum

1. Palpasi titik impuls maksimum


Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam
posisi duduk. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga
kelima, garis midklavikular, karena ujung jari paling sensitif untuk menila
gerakan setempat.
Jika impuls apikal tidak teraba, pemeriksa harus menggerakkan ujung jari
tangannya di daerah apeks jantung.
titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan
diameternya tidak lebih dari 2-3 cm.
titik impuls maksimum yang pindah ke lateralatau teraba dalam 2 sela iga
selama fase respirasi yang sama mengarah pada : Cardiomegali

2. Palpasi gerakan setempat


-

pasien diminta berbaring

pemeriksa dengan ujung2 jari mulai memeriksa gerakan setempat.

Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah sternum mengarah kepada
hipertensi pulmonal.

3. Palpasi gerakan umum


-

pemeriksa memakai bagian proksimal tangan kanan untuk meraba adanya geakan
keluar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas, yang disebut heave atau
lift.

Impuls parasternal kiri yang terus menerus + retraksi lateral pembesaran


ventrikel kanan.

AUSKULTASI
Bunyi Jantung pertama paling keras terdengar pada apeks jantung. Splitting bunyi
jantung pertama dapat didengar di daerah tricuspid. Bunyi jantung kedua paling keras
terdengar di basis jantung.
Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien. Observasi yang penting adalah
untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar.
Bising mungkin terdengar paling kuat di apex dan axila.
Pengaruh Insipirasi
Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan
menguat dgn inspirasi. Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang
terjadi dengan inspirasi yang mengakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan.
Penentuan Waktu Peristiwa Jantung
1. Raba arteri kaotis dengan tangan kiri sementara tangan kanan mengubah-ubah
posisi stetoskop.
2. Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1
3. S2 terdengar setelah denyut tersebut

Siklus Jantung
Sistolik Awal

Bunyi
Ejection Click
Bunyi pembukaan katup protesa aorta

Sistole pertengahan/

Midsystolic Click

akhir

Rub

Diastolik Awal

Opening Snap
S3
Bunyi pembukaan katup protesa mitral
Deburan tumor

Diastolik Pertengahan

S3
Summation Gallop

Akhir Diastolik (kadang- S4


kadang disebut
presistolik)

Bunyi pacu jantung

4 AREA AUSKULTASI KLASIK

Daerah
Pulmonal

Daerah aorta
Daerah
Trikuspid

Daerah
Mitral

Pendekatan Auskultasi Jantung


Posisi

Evaluasi

Telentang

S1 pada semua daerah


S2 pada semua daerah

Dekubitus lateral kiri

Bising/bunyi sistolik pada semua daerah


Peristiwa diastolik pada apeks memakai bel
stetoskop

Duduk tegak

S1 pada semua daerah


S2 pada semua daerah

Bising/bunyi sistolik pada semua daerah


Duduk tegak, bungkuk Peristiwa diastolik pada basis jantung memakai
ke depan

diagfrahma stetoskop