Anda di halaman 1dari 50

DIURETICS

&
ANTIDIURETIC
1

Reference :
BASIC AND CLINICAL
PHARMACOLOGY
Katzung, 2001,
Eighth Edition.

CARBONIC
ANHYDRASE
INHIBITOR

CA mbr luminal dan basolateral nefron,


sitoplasma sel epitel, dan sel darah merah
pd sirkulasi renal.
CA mbr sel luminal tubulus proksimal
(predominant)
CA katalisis dehidrasi H2CO3 sbg
tahapan penting reabsorbsi bikarbonat
CAI hambat reabsorbsi bikarbonat
Prototipe CAI acetazolamide
4

Chemistry
Alkilasi pd gugus SO2NH2 menghambat
dg sempurna efek CA
A
NHCCH3
N
S
N

SO2
NH2
Acetazolamide
5

Pharmacokinetics
CAI diserap baik GIT
Bicarbonat diuresis 30 menit, max 2 jam,
durasi 12 jam setelah pemberian dosis
tunggal
Ekskresi sekresi pd segment S2 tubulus
proksimalis

Pharmacodynamics
Prox Convulate
Tubule

Lumen
Urine
Na+ +

HCO3- + H

H2CO3

Na+ ATP
H+ + HCO3-

K+

H2CO3
CA

H2O + CO2
Cl-

Interstitium
Blood

CA
CO2 + H2O
Base-

Acetazolamide hambat reabsorbsi


bikarbonat 85% dari kapasitas tub
proksimal. Efek maksimal 45% dari
seluruh reabsorbsi bikarbonat ginjal
CAI kehilangan bikarbonat scr signifikan
hiperkloremik metabolic asidosis.
CAI hambat Ciliary body sekresi
bikarbonat dari darah ke aqueous humor.
Nefron sekresi bikarbonat dari urin ke
darah

Clinical Indication
Glaucoma
CAI orally Acetazolamide, dichlorphenamid
CAI topically dorzolamide dan brinzolamide
(baru)

Alkalinisasi urin
As urat dan cystine relatif tdk larut dlm urin yg
asam, alkalinisasi urin ekskresi keduanya
Obat yg bersifat as lemah spt aspirin
ekskresinya .
9

Metabolik alkalosis
Sebagian besar krn K tubuh &
mineralokortikoid.
Ketika tjd penggunaan diuretic berlebih pd
pasien CHF parah, pemberian garam akan
kontraindikasi, shg acetazolamide dpt
memperbaiki alkalosis.

Acute Mountain Sickness


Lemas, pusing, insomnia, sakit kepala, dan
mual dpt tjd pd pendaki di atas 3000m.
kasus serius odem pulmonum dan serebral
Acetazolamide meringankan simptoma via
sekresi dan pH cairan serebospinal.
10

Toxicity
Hiperchloremic Metabolic Acidosis
Tjd krn penurunan bikarbonat berkepanjangan

Renal stones
Renal wasting potassium
Lain-lain (ngantuk dan paraesthesia pd
dosis besar, reaksi hipersensitifitas dan
meningkatkan toksisitas CNS)
11

Contraindications
Hepatic cirroshis
Alkalinisasi urin ekskresi NH4+ hepatic
encephalopathy.

12

LOOP DIURETICS

13

Chemistry
Prototype furosemide dan etachrynic acid
CAI, furosemide, torsemide & bumetanide
derivat sulfonamide
Etachrynic derivat phenoxyacetic acid
Mercurial diuretic tdk tersedia lagi krn
sangat toksik.

14

Pharmacokinetics
Absorbsi cepat pd GIT, Eliminasi sekr renal
Absorb torsemide (1 jam), furosemide (2-3 jam)
Durasi torsemide (4-6 jam), furosemide (2-3 jam)
Metabolit furosemide dan ethacrynic acid blm
diketahui efek diureticnya.
Metabolit torsemide paling sedikit mempunyai 1
metabolit aktif dg t1/2 lebih panjang.

15

Pharmacodynamics
Thick
Ascend Limb

Lumen
Urine
Na+
K+
2Cl(+)
Potential

ATP

Interstitium
Blood
Na+
K+

+
K
K+ Cl-

Mg2+, Ca2+

16

Selektif hambat sistem transport Na+/K+/2Cl-.


Efikasi bagus krn kapasitas absorbsi NaCl pd
segmen ini besar, dan diuresis tdk terhambat krn
keadaan asidosis spt CAI.
Jangka panjang hipomagnesemia
Biasanya tdk tjd hipo Ca2+, krn Ca2+ diserab scr
aktif pd distal convulated tubule.
LD menginduksi sintesis PG renalis, yg terlibat
dlm menghasilkan efek.
NSAIDs (spt indomethacin) hambat
siklooksigenase PG renal efek.
17

Clinical Indications

Edem pulmonum akut


Hiperkalsemia akut
Hiperkalemia
Gagal ginjal akut
Over dosis anion (spt Br, F, I)

18

Toxicity
Hypokalemic metabolic alkalosis
Ototoxicity biasanya reversible
Hyperuricemia, reabsorbsi as urat di tub
prox meningkat
Hypomagnesemia

19

Contraindications
Furosemide, bumetanide dan torsemide
mungkin bereaksi silang dg pasien yg
sensitive thd sulfonamide.
Penggunaan yg berlebih sangat berbahaya
pd penderita sirosis hepatic, CHF.

20

THIAZIDES

21

Chemistry
Prototipe hydrochlorothiazide (derivat
sulfonamide)
Gol benzothiadiazide (thiazide);
Hydrochlorothiazide, Benzthiazide,
Polythiazide, Bendroflumethazide,
Trichlormethiazide, Metolazone,
Indapamide, Chlorthalidone, dan
Quinethazone.
22

Pharmacokinetics
Chlorothiazide kurang larut lemak, shg hrs
diberikan dosis besar, absorbsi pd GIT
lambat dan durasinya lama.
Chlorthalidone absorbsi lambat, durasi
lama.
Semua gol thiazide disekresikan via sistem
sekretori as organic shg berkompetisi dg
sekresi as urat kdr as urat serum
23

Pharmacodynamics
Distal Convulated tubule

Lumen
Urine
Na+

Cl-

ATP

Ca2+

Interstitium
Blood
PTH
Na+
K++
Na

Ca2+-

24

hambat reabsorbsi NaCl pd distal convulated


tubule (DCT) dan sebagian kecil pd tub prox.
Cotransport NaCl pd DCT berbeda dg loop
Henle.
Pada DCT, Ca2+ direabsorbsi scr aktif yg
diinduksi oleh hormon paratiroid.
Thiazide bermanfaat utk terapi batu ginjal krn
hipercalsiuria.
Kerja thiazide tergantung pd sintesis PG renal,
shg NSAIDs dpt menghambat kerjanya.

25

Clinical Indications

Hipertensi
CHF
Nefrolitiasis krn hipercalsiuria
Diabetes insipidus nefrogenik

26

Toxicity
Hypokalemic metabolic alkalosis dan
hyperuricemia
Toleransi thd karbohidrat menurun
Hiperlipidemia
Hiponatremia
Reaksi alergi
Lain-lain (lemas, fatig, parasthesia dan
impoten)
27

Contraindications
Penggunaan berlebih bahaya bagi
penderita sirosis hepatic, CHF.

28

POTASIUM
SPARING
DIURETICS

29

Chemistry and Pharmacokinetics


Spironolactone steroid sintetik, antagonis
kompetitif thd aldosterone.
On set lambat perlu bbrp hari efek
maksimum.
Eplerenone analog spironolactone,
selektifitasnya lebih besar thd reseptor
aldosteron.
Triamterene metabolisme di hepar, eliminasi
utama via renal, t1/2 lebih pendek.
Amiloride diekskresi dlm bentuk tdk berubah
via urin.
30

Pharmacodynamics
Collecting
tubule

Lumen
Urine

Interstitium
Blood

Principal cell
R

Na+
K

Aldosterone

ATP

Na+
K+

H2O

R ADH
Intercalated cell
HCO3ATP

H+

Cl31

PSD absorbsi Na+ di tubulus & duktus


kolektifus.
Aldosterone sekresi K+ via Na+/K+ ATPase
dan aktivitas kanal Na+ dan K+
Spironolactone berikatan dg R-mineralokortikoid
di sitoplasma dan mencegah translokasi Rkompleks ke nucleus.
Spironolactone pembentukan metabolit aktif
aldosterone.
Triamterene dan amiloride tdk hambat
aldosterone, tetapi hambat entri Na+ via kanal
sodium scr selektif.
Kerja Spironolactone & triamterene tgt pd
produksi PG renal, shg dpt dipengaruhi oleh
NSAIDs.
32

Clinical Indications
Kelebihan mineralokortikoid (Conns
syndrome; produksi ACTH ektopik)
Aldosteronism skunder akibat CHF, sirosis
hepatic, sindrom nefrotik, dan kondisi lain
spt retensi garam.
Mencegah deplesi K+ intraseluler krn
setting peningkatan sekresi
mineralokortikoid.
33

Toxicity
Hyperkalemia
Hyperchloremic metabolic acidosis
Gynecomastia sintetik steroid mungkin
mempengaruhi abnormalitas endokrin krn
efek pd reseptor steroid yg lain.
Acute renal failure
Kidney stone

34

Contraindications
Obat gol ini dpt menyebabkan hiperkalemia
yg fatal pd pasien yg sensitive.
Penggunaan bersama beta-bolker atau
ACEi dpt memperparah hiperkalemia.
Gangguan fungsi hepar.

35

DIURETIC
OSMOTICS

36

Pharmacokinetics
Manitol tdk dimetabolisme, tdk
direabsorbsi dan tidak disekresi.
Manitol diekskresi via filtrasi glomerulus dlm
30-60 menit.
Hrs diberikan scr parenteral, jika diberikan
scr oral menyebabkan diare osmotic.

37

Pharmacodynamics
Membatasi reabsorbsi air pd segmen
permeable thd air spt tub proksimalis &
descending limb of loop of Henle.
Keberadaan manitol akan mencegah
reabsorbsi air scr normal volume urin
berkonjugasi dg manitol.
Scr bersamaan juga wkt kontak cairan dg
epitel tubulus shg reabsorbsi Na+ (kecil).
38

Clinical indications
Utk volume urin dan mencegah anuria.
Me tekanan intrakranial dan intraokuler.

Toxicity
Extraseluler volume expansion; manitol
cepat didistribusi ke komp ekstrasel dan
mengekstrak air dari komp intrasel yg
memperparah CHF.
Dehidrasi dan hipernatremia.
39

ADH
ANTAGONISTS

40

Pharmacokinetics
ADH antagonis yg sekarang tersedia
garam Li+ dan demeclocycline (derivat
tetrasiklin).
Keduanya aktif per oral
Lithium direabsorbsi di tub proksimalis dan
setelah itu tdk direabsorbsi dan disekresi.
Demeclocycline dimetabolisme di hepar.
41

Pharmacodynamics
Antagonis ADH menghambat efek ADH pd
tub kolektifus.
Mekanisme kerja keduanya masih kabur,
diperkirakan formasi cAMP dlm merespon
ADH dan mempengaruhi kerja cAMP pd tub
kolektifus

42

Clinical indications
Syndrome of inappropriate ADH secretion
(SIADH)
Penyebab lain yg meningkatkan ADH spt
menurunya volume sirkulasi darah.

43

Toxicity
Nephrogenic diabetes insipidus.
Garam Li+ dan demeclocycline gagal
ginjal,
Penggunaan jangka panjang nefritis
interstisial kronis
Lain-lain spt; tremor, kardiotoksik, disfungsi
tiroid,.
44

ANTIDIURETIC
HORMONE

45

Nonapeptida ini disintesis di supraoptik &


nucleus paraventrikularis dari hipotalamus
kemudian migrasi dan disimpan di
neurohipofisis.
Scr fisiologis ADH (vasopressin)
digunakan utk permeabelitas tub distalis
& duktus kolektifus thd air.
Sekresinya diatur melalui; pertama
mekanisme Osmoreseptor yang terletak
di nucleus hipotalamus
46

Apabila osmilalitas plasma akibat dehidrasi


maka sekresi ADH akan bertambah dan
sebaliknya.
Kedua mek Volumereseptor terletak di atrium
kiri & vena pulmonalis, bila volume darah
beredar maka sekresi ADH akan dan
sebaliknya.
Sekresi ADH juga akibat stress atau
penggunaan morfin dan nikotin, sebaliknya
sekresi ADH dihambat oleh ethanol atau
pemberian air berlebih dan urin menjadi
hipotonis.
47

Diuresis jg berguna membersihkan infeksi


sal perkencingan
Glukokortikoid juga menekan pelepasan
ADH shg merangsang poliuria dan
polidipsi sbg efek samping.
PG E dan F2 yang dilepaskan oleh selsel ginjal dpt mengurangi efek ADH
terhadap permeabelitas duktus kolektifus.

48

Diabetes insipidus terjadi ketika ADH yg


dihasilkan rendah secara genetic, respon
patologis atau traumatic.
Pemberian ADH akan mengukuhkan
diagnosa ini, Vasopressin Tannate dosis
awal 0,2 unit per kg.BB. demikian juga
Desmopressin.
Sebagian besar thiazide (klorotiazid,
bendrofuazid, hidroklorotiazid,
siklopentatiazid,) dpt memperbaiki
diabetes insipidus (mekanisme blm
diketahui scr pasti).
49

MATUR SUKSMA

50