Anda di halaman 1dari 5

Nama

NIM
Tugas
Dosen

: Nurlia Damayanti
: F34120046
: Analisis Sistem Pengambilan Keputusan (09 Februari 2015)
: Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc

Judul Skripsi :
ECO-BAG (Eichornia Polybag): BIOPOLYBAG RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS
SERAT ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) SEBAGAI SOLUSI UNTUK
MENGATASI PERMASALAHAN LINGKUNGAN DALAM PENYEMAIAN DAN
PEMBIBITAN TANAMAN
Deskripsi

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tahun 2013, Konsumsi


plastik di Indonesia diproyeksikan mencapai 1,9 juta ton hingga semester I tahun 2013.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 22,58% dibandingkan semester yang sama tahun 2012
sebanyak 1,55 juta ton. Polybag merupakan salah satu jenis plastik yang sering digunakan
untuk menyemai tanaman. Jenis polybag yang umum digunakan adalah jenis sintetis yang
dibuat dari minyak bumi seperti polietilen. Selain sifat bahan bakunya yang terbatas dan tidak
dapat diperbaharui, kemampuan polybag sintetik untuk hancur di lingkungan sangat rendah.
Proses penguraian yang cukup lama membuat polybag ini harus dilepas saat digunakan dalam
proses pembibitan tanaman. Umumnya polybag setelah proses pembibitan dibuang begitu
saja sehingga menghasilkan limbah. Untuk itu perlu adanya solusi dalam mengatasi
permasalahan tersebut yaitu dengan membuat polybag yang ramah lingkungan.
Pada penelitian ini penulis menggunakan serat eceng gondok (Eichornia Crassipes)
sebagai komponen utama pada pembuatan polybag ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan
eceng gondok (Eichornia Crassipes) mengandung sekitar 60% selulosa. Selulosa adalah suatu
polimer yang tidak bercabang dari glukosa yang dihubungkan melalui ikatan 1-4 glikosida
dan merupakan penyusun utama dinding sel tanaman yang berbentuk serat dan berwarna
putih dengan rumus molekul (C6H10O5)n, dimana n adalah derajat polinierisasi. Rantai
molekul pembentuk selulosa akan semakin panjang seiring dengan meningkatnya umur
tanaman. Fungsi dasar selulosa adalah untuk menjaga struktur dan kekakuan bagi tanaman.
Selulosa bertindak sebagai kerangka untuk memungkinkan tanaman untuk menahan kekuatan
mereka dalam berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda. Itulah sebabnya dinding sel
tanaman kaku dan tidak dapat berubah-berubah bentuk. (Santoso 2007)
Menurut Rachmawaty, dkk (2013), Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan
salah satu tumbuhan yang hidup mengapung di perairan, dengan perkembangbiakkan yang
begitu cepat sehingga tanaman ini sering disebut sebagai tanaman gulma di beberapa wilayah
di perairan Indonesia. Pemanfaatan eceng gondok ini merupakan salah satu solusi dalam
menghadapi permasalahan sedimentasi di danau yang disebabkan karena bertambahnya
populasi eceng gondok yang tidak dimanfaatkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah experimental dengan mengujian sifat mekanik
serta biodegradabilitas biopolybag serat eceng gondok (Eichornia Crassipes) pada tiga
medium yaitu dilarutkan dalam air biasa, air sungai serta dipendam dalam tanah. Berdasarkan
jurnal Sebayang (2012), menunjukan biopolybag dari eceng gondok ini dapat terdegradasi
dengan cepat selama kurang lebih empat bulan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi
pionir penelitian biopolybag dari serat eceng gondok (Eichornia Crassipes) dan dapat

diaplikasikan dalam bidang pertanian, sehingga dapat membantu proses penyemaian tanaman
karna tidak menghambat proses resapan air tanah dan dapat meminimalisir pencemaran pada
lingkungan khususnya yang disebabkan oleh limbah plastik polybag.

Referensi

1. Rachmawaty R., Meriyani M., Priyanto S. 2013. Sintesis Selulosa Diasetat dari
Eceng Gondok (Eichornia crassipes) dan Potensinya untuk Pembuatan Membran.
Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. Vol. 2. No. 3., Hal 8 16.
2. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KNLH), 2008, Statistik
Persampahan Indonesia. Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
3. Santoso, S.D. 2007. Pembuatan Selulosa diasetat dari Serat Daun Nanas (Ananas
comosus) [Skripsi] Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Airlangga, Surabaya
4. Sebayang, K.2012. Pemanfaatan Serat Enceng Gondok dan Kitosan Sebagai Bahan
Baku Untuk Pembuatan Poly Lactic Acid sebagai Kemasan Ramah Lingkungan.
[Skripsi] Jurusan Kimia FMIPA. Universitas Sumatera Utara

Information Cycle
a. Data
b.
c.
d.
e.

: Konsumsi plastik di Indonesia diproyeksikan mencapai 1,9 juta ton hingga


semester I tahun 2013. Jumlah tersebut meningkat sekitar 22,58%
dibandingkan semester yang sama tahun 2012 sebanyak 1,55 juta ton.
Informasi : Perlu adanya plastik biodgredable yang dapat mengurangi pencemaran
lingkungan akibat penggunaan plastic secara berlebihan
Alternatif keputusan : Pembuatan plastik biodegredeble dari serat eceng gondok karena
memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan ketersediaannya
melimpah di alam
Keputusan : Mengolah eceng gondok hingga menjadi plastik biodegredeble
Aksi
: Penelitian ini meliputi rencana-rencana yang mempengaruhi pembuatan
plastik biodegradable dari eceng gondok
Rencana pasar dan pemasaran, meliputi identifikasi potensi pasar dan strategi
pemasaran dalam pengembangan produk
Rencana teknik dan teknologi, meliputi spesifikasi dan ketersediaan bahan baku,
perencanaan kaspasitas produksi, teknologi proses produksi dan neraca massa,
mesin dan peralatan yang digunakan dan aspek lingkungan.
Rencana keuangan, meliputi asumsi perhitungan finansial, biaya penelitian,
prakiraan harga dan permintaan, kriteria kelayakan produk, dan analisis
sensitivitas.

Hierarki Keputusan

a. Direktif : Menciptakan produk platik ramah lingkungan dari eceng gondok hingga
menjadi produk akhir, yang siap diaplikasikan untuk penyemaian dan pembibitan
tanaman. Oleh karena itu, peneliti sebisa mungkin mendapat pasokan eceng gondok yang
memadai.
b. Strategis : Lokasi penyedia bahan baku utamakan yang berada di sekitaran kampus agar
dekat dengan laboratorium tempat penelitian berlangsung
c. Taktis
: Petani tidak harus membuang eceng gondok yang menggangu ekosistem
danau tetapi dapat langsung diberikan kepada peneliti atau dijual sebagai pemasok bahan
baku untuk pembuatan plastik ramah lingkungan. Selain
d. Operasional : Memberikan penyuluhan tentang pengaplikasian plastik ramah lingkungan
ini sebagai media tanam dalam proses penyamaian dan pembibitan tanaman tanpa perlu
membuang plastik
Sistem
Penelitian ini termasuk dalam klasifikasi sistem analisis karena adanya input dan proses,
sehingga diharapkan output yang dihasilkan sesuai dengan keinginan peneliti.
Analisis Kebutuhan
Komponen
Informasi

Pelaku
Pemerin
tah

Petani

Peneli
ti

Industri
Kemasan

Konsum
en

Harga
eceng
gondok

Harga
produk

Teknologi
pengolaha
n eceng
gondok

Sumberda
ya

Tingkat
produksi

Keterangan: (-) = tidakpenting

() = penting

() = sangatpenting

Causal Loop
Penggunaan
plastik berlebihan

Lingkungan
terjaga

Pencemaran
lingkungan

Pembuatan plastik
ramah lingkungan

Lapangan
pekerjaan

Penggunaan
polybag sebagai
media tanam

Eceng gondok melimpah


dan belum dimanfaatkan

Pendapatan
petani

Kesejahteraan
Petani

Input dan Output


INPUT TIDAK
TERKONTROL
Kondisi alam
Demand pasar

INPUT
LINGKUNGAN
Mudah terurai tidak

OUTPUT
DIKEHENDAKI
Harga stabil
bahkan bisa lebih
murah dari plastik

MODEL
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
PEMBUATAN
INPUT
TERKONTROL
Produktivitas
eceng gondok

MANAJEMEN
INVESTASI

OUTPUT TAK
TERKENDALI
Fluktuasi harga
Suplai terhambat
Keuntungan kecil