Anda di halaman 1dari 9

TUGAS TEKNIK REAKSI KIMIA 2

Problem 6-5 dan Example 6-9

Dikerjakan Oleh
Kelompok 11
Claudia Harfian

(1206239876)

Emmanuella Deassy E

(1206248924)

Hari Purnama

(1206202015)

Kevin Stevanus S

(1206244075)

UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2015

P6-5
The following reactions

Take place in a batch reactor


a) Plot conversion and the concentrations of A, D, and U as a function of time.
When would you stop the reaction to maximize concentration of D?
b) When is the maximum concentration of U?
c) What are the equilibrium concentrations of A, D, and U?
d) What would be the exit concentrations from a CSTR with a space time of 1.0
min? Of 10.0 mins? Of 100 mins?
Additional information:

(Adapted from a problem by John Falkner, University of Colorado)


Jawaban:
a) Membuat grafik antara CA, CD, dan CU sebagai fungsi dari waktu.
Data yang dimasukkan adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Perhitungan menggunakan Polymmath

Gambar 1. Perhitungan menggunakan Polymmath (contd)

Sehingga dihasilkan data dan grafik sebagai berikut:


Tabel 1. Perhitungan menggunakan Polymath

Gambar 2. Hubungan antara t dengan CA,

CD, dan CU

Mendapakan nilai konsentrasi maksimum D dapar dilakukan dengan


mereaksikan zat pada waktu yang cukup lama, karena konsentrasi D hanya bertambah
seiring bertambahnya waktu.
b) Dapat dilihat dari grafik bahwa konsentrasi maksimum dari U sekitar 0.53, yaitu pada
saat t = 0.31.
c) Konsentrasi dapat dilihat dari grafik bahwa konsentrasi equilibrium adalah saat garis
pertama kali konstan, yaitu 0.08 mol/dm3 untuk CA, 0.8 mol/dm3 untuk CD, dan 0.12
mol/dm3 untuk CU.
d) Dengan menggunakan polymath, didapatkan nilai akhir untuk masingmasing
konsentrasi akhir, yaitu:

Tabel 2. Hasil Perhitungan Akhir

1 min

10 min

100 min

CAexit

0.295

0.133

0.0862

CDexit

0.2684

0.666

0.784

CUexit

0.436

0.199

0.129

0.705

0.867

0.914

Example 6-9
The reactions
(1)

, k1A = 2 dm6/mol2.s

(2)

, k2A = 3 dm6/mol2.s

Take place in the gas phase. The overall selectivities,

, are to be compare a membrane

reactor (MR) and a conventional PFR. First, we use the instantenous selectivity to determine
which species should be fed through the membrane.

We see that to maximize SD,U, we need to keep the concentration of A high and concentration of
B low; therefore, we fed B through the membrane. The molar rate of A entering the reactor is 4
mol/s and that of B entering through the membrane is 4 mol/s as sgown in the figure below. For
the PFR, B enters along with A.

Gambar 3. Contoh sistem dari PFR

The reactor volume is 50 dm3 and the entering total concentration is 0,8 mol/dm 3. Plot the molar
flow rates and the overall selectivity,

, as a function of reactor volume for both the MR and

PFR.

Jawab:
Mole balances
Persamaan neraca mol untuk PFR dan MR adalah persamaan yang mirip, tetapi pada MR
dipertimbangkan laju reaksi B yang masuk dan keluar melalui membran.

Spesi

PFR

MR

A
B
D
U

Net rates and rate laws


Laju reaksi yang digunakan sesuai dengan laju reaksi yang dicantumkan pada soal. Reaktan A
dan B bereaksi pada reaksi (1) dan (2), sehingga laju reaksi total untuk A dan B adalah
penjumlahan dari hukum laju reaksi (1) dan (2). Sementara itu, karena D hanya dihasilkan di
reaksi (1), maka laju reaksi D sama dengan laju reaksi (1). Hal yang sama juga berlaku pada
spesi U, yang hanya dihasilkan di reaksi (2).

Transport law
Hukum transport digunakan untuk menjelaskan laju alir B melalui membran. Laju alir
volumetrik dari suatu spesi melewati membran dinyatakan dengan Hukum Darcy:

Dengan K adalah permeabilitas membrane, Ps adalah tekanan di bagian shell, Pt adalah tekanan
di bagian tube dan At adalah luas permukaan membran. Laju alir melalui membran dapat diatur

dengan cara mengendalikan pressure drop di sepanjang reaktor (Ps - Pt). Luas permukaan
membran sendiri dapat dinyatakan dengan persamaan:

Dengan a adalah luas permukaan per volume reaktor. Laju alir molar total B melalui sisi-sisi
reaktor dapat dinyatakan dengan:

Laju alir molar B per unit volume reaktor kemudian dapat dinyatakan dengan:

Stoichiometry
Dalam perhitungan ini, kedua reaktor diasumsikan bekerja secara isothermal dan tidak ada
pressure drop di sepanjang reaktor. Konsentrasi dari spesi-spesi di dalam reaktor kemudian
dapat dinyatakan sebagai berikut:

Untuk membuat plot antara laju alir molar dengan volume reaktor serta selektivitas dengan laju
alir reaktor, maka persamaan-persamaan di atas perlu digabungkan untuk masing-masing spesi:

Plot laju alir molar terhadap volume reaktor untuk PFR adalah sebagai berikut:

Gambar 4. Hubungan antara V dengan Fd, Fu, Fb, dan Fa di reactor PFR

Sementara itu, plot laju alir molar terhadap volume reaktor untuk MR adalah sebagai berikut:

Gambar 4. Hubungan antara V dengan Fd, Fu, Fb, dan Fa di MR