Anda di halaman 1dari 7

Jan 25, '10

KONTRASEPSI MANTAP PADA WANITA DAN 11:36


PM
PRIA Tubektomi (MOW) dan Vasektomi(MOP)
untuk
semuanya
Kebidanan
Poltekkes
Depkes
Bandung
A.
Pengertian
Kontrasepsi mantap (kontap ) adalah suatu tindakan untuk membatasi
keturunan dalam jangka waktu yang tidak terbatas; yang dilakukan
terhadap salah seorang dari pasangan suami isteri atas permintaan yang
bersangkutan, secara mantap dan sukarela. Kontap dapat diikuti baik oleh
wanita maupun pria. Tindakan kontap pada wanita disebut kontap wanita
atau MOW (Metoda Operasi Wanita ) atau tubektomi, sedangkan pada
pria
MOP
(Metoda
Operasi
Pria)
atau
vasektomi.
Kontrasepsi mantap pada wanita atau MOW (Metoda Operasi Wanita)
atau tubektomi, yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran telur
agar
sel
telur
tidak
dapat
dibuahi
oleh
sperma.
Kontrasepsi mantap pada pria atau MOP (Metoda Operasi Pria) atau
vasektomi., yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran benih agar
sperma
tidak
keluar
dari
buah
zakar.
B.

Cara

Kerja

Tubektomi
(MOW)
Perjalanan sel telur terhambat karena saluran sel telur tertutup
Vasektomi
(MOP)
Saluran benih tertutup, sehingga tidak dapat menyalurkan sperma
C.
Keuntungan
Secara umum keuntungan kontap wanita dan pria dibandingkan dengan
kontrasepsi
lain
adalah
:
Lebih aman, karena keluhan lebih sedikit dibandingkan dengan cara
kontrasepsi
lain
Lebih praktis, karena hanya memerlukan satu kali tindakan saja
Lebih efektif, karena tingkat kegagalannya sangat kecil dan merupakan
cara
kontrasepsi
yang
permanen
Lebih ekonomis, karena hanya memrlukan biaya untuk satu kali
tindakan
saja

Secara khusus keuntungan kontap wanita dan pria adalah :


Tubektomi
(MOW)
o
Sangat
efektif
dan
permanen
o
Dapat
mencegah
kehamilan
lebih
dari
99%
o
Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
o
Tidak
mempengaruhi
proses
menyusui
o
Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
o
Tidak
menggangu
hubungan
seksual
Vasektomi
(MOP)
o
Sangat
efektif
dan
permanen
o
Tidak
ada
efek
samping
dalam
jangka
panjang
o
Dapat
mencegah
kehamilan
lebih
dari
99%
o
Tidak
menggangu
hubungan
seksual
o
Tindakan
bedah
yang
aman
dan
sederhana
D.

Kerugian

Tubektomi
(MOW)
o Rasa sakit/ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
o
Ada
kemungkinan
mengalami
resiko
pembedahan
Vasektomi
(MOP)
o Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak
o
Harus
ada
tindakan
pembedashan
minor.
E.
Syarat
Setiap peserta kontap harus memenuhi 3 syarat, yaitu:
1.
Sukarela
Setiap calon peserta kontap harus secara sukarela menerima pelayanan
kontap; artinya sedcara sadar dan dengan kemauan sendiri memilih kontap
sebagai
cara
kontrasepsi
2.
Bahagia
Setiap calon peserta kontap harus memenuhi syarat bahagia; artinya :
calon peserta tersebut dalam perkawinan yang sah dan harmonis dan
telah dianugerahi sekurang-kurangnya 2 orang anak yang sehat rohani dan
jasmani
bila hanya mempunyai 2 orang anak, maka anak yang terkecil paling
sedikit
umur
sekitar
2
tahun

umur
isteri
paling
muda
sekitar
25
tahun
3.
Kesehatan
Setiap calon peserta kontap harus memenuhi syarat kesehatan; artinya
tidak ditemukan adanya hambatan atau kontraindikasi untuk menjalani

kontap. Oleh karena itu setiap calon peserta harus diperiksa terlebih dahulu
kesehatannya oleh dokter, sehingga diketahui apakah cukup sehat untuk
dikontap
atau
tidak.
Selain itu juga setiap calon peserta kontap harus mengikuti konseling
(bimbingan tatap muka) dan menandatangani formulir persetujuan
tindakan
medik
(Informed
Consent)
F.

Yang

Dapat

Menjalani

Tubektomi
(MOW)
o
Usia
lebih
dari
26
tahun
o Sudah punya anak cukup (2 anak), ank terkecil harus berusia minimal 5
(lima)
tahun
o Yakin telah mempunyai keluarga yag sesuai dengan kehendaknya
o Pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius
o
Ibu
pascapersalinan
o
Ibu
pasca
keguguran
Vasektomi
(MOP)
o Untuk laki-laki subur sudah punya anak cukup (2 anak) dan istri
beresiko
tinggi
G.

Yang

Sebaiknya

Tidak

Menjalani

Tubektomi
(MOW)
o
Hamil
(sudah
terdeteksi
atau
dicurigai)
o
Menderita
tekanan
darh
tinggi
o
Kencing
manis
(diabetes)
o
Penyakit
jantung
o
Penyakit
paru-paru
o Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan (hingga harus dievaluasi)
o
Infeksi sistemik atau pelvik yang akut (hingga masalah itu
disembuhkan
atau
dikontrol)
o
Ibu
yang
tidak
boleh
menjalani
pembedahan
o Kurang pati mengenai keinginannya untuk fertilisasi di masa depan
o
Belum
memberikan
persetujuan
tertulis
Vasektomi
(MOP)
o
Infeksi
kulit
atu
jamur
di
daerah
kemaluan
o
Menderita
kencing
manis
o
Hidrokel
atau
varikokel
yang
besar
o
Hernia
inguinalis
o Anemia berat, ganguan pembekuan darah atau sedang menggunakan
antikoagulansia

H.

Waktu

pelaksanaan

Tubektomi
(MOW)
o Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional
klien
tersebut
tidak
hamil
o
Hari
ke-6
hingga
ke-13
dari
siklus
menstruasi
o
Pascapersalinan
- Minilap: di dalam waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12 minggu
Laparoskopi: tidak tepat unntuk klie-klien pasca persalinan
o
Pasca
keguguran
Triwulan pertama: dalam wakru 7 hari sepanjang tidak ada bukti
infeksi
pelvik)
minilap
atau
laparoskopi)
- Triwulan kedua: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi
pelvik
(minilap
saja)
Vasektomi
(MOP)
o Tidak ada batasan usia, dapat dilaksanakan bila diinginkan. Yang
penting sudah memenuhi syarat sukarela, bahagia, dan kesehatan.
o
Istri
beresiko
tinggi
I.

Tempat

Pelayanan

Tubektomi
(MOW)
Rumah sakit. Jika ada keluhan, pemakai harus ke Rumah Sakit
Vasektomi
Rumah
J.

Sakit,
Persiapan

puskesmas

dan

Sebelum

klinik

(MOP)
KB

Tindakan

Tubektomi
(MOW)
Hal-hal yang perlu dilakukan oleh calon peserta kontap wanita adalah:
1. Puasa mulai tengah malam sebelum operasi, atau sekurang-kurangnya
6 jam sebelum operasi. Bagi calon akseptor yang menderita Maag
(kelaianan lambung agar makan obat maag sebelum dan sesudah puasa
2. Mandi dan membersihkan daerah kemaluan dengan sabun mandi
sampai
bersih,
dan
juga
daerah
perut
bagian
bawah
3.
Tidak memakai perhiasan, kosmetik, cat kuku, dll
4. Membawa surat persetujuan dari suami yang sudah ditandatangani
atau
di
cap
jempol
5.
Menjelang
operasi
harus
kencing
terlebih
dahulu
6. Datang ke rumah sakit tepat pada waktunya, dengan ditemani anggota
keluarga;
sebaiknya
suami.
Vasektomi

(MOP)

Hal-hal yang perlu dilakukan oleh calon peserta kontap pria adalah:
1.
Tidur
dan
istirahat
cukup
2.
Mandi dan memebersihkan daerah sekitar kemaluan
3.
Makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke klinik
4.
Datang ke klinik tempat operasi dengan pengantar
5. Jangan lupa membawa surat persetujuan isteri yang ditandatangani
atau
cap
jempol
K.

Perawatan

Setelah

Tindakan

Tubektomi
(MOW)
1. Istirahat selama 1-2 hari dan hindarkan kerja berat selama 7 hari
2. kebersihan harus dijaga terutama daerah luka operasi jangan sampai
terkena air selama 1 minggu (sampai benar -benar kering)
3. Makanlah obat yang diberikan dokter secara teratur sesuai petunjuk
4. senggama boleh dilakukan setelah 1 minggu, yaitu setelah luka operasi
kering. Tetapi bila tubektomi dilaksanakan setelahmelahirkan atau
kegugurang, senggama baru boleh dilakukan setelah 40 hari
Vasektomi
(MOP)
1. Istirahat selama 1-2 hari dan hindarkan kerja berat selama 7 hari
2. Jagalah kebersihan dnegan membersihkan diri secara teratur dan jaga
agar
luka bekas operasi tidak terkena air atau kotoran
3 Makanlah obat yang diberikan dokter secara teratur sesuai petunjuk
4 Pakailah celana dalam yang kering dan bersih, dan jangan lupa
menggantinya
setiap
hari
5.Janganlah bersenggama bila luka belum sembuh. Boleh berhubungan
seksual setelah tujuh hari setelah operasi. Bila isteri tidak menggunakan
alat kontrasepsi, senggama dilakuakn dengan memakai kondom sampai 3
bulan setelah operasi
Vasektomi adalah prosedur bedah minor dimana deferentia vasa manusia terputus, dan
kemudian diikat / ditutup dengan cara seperti itu untuk mencegah sperma dari memasuki aliran
mani (ejakulasi).
Biasanya dilakukan dalam pengaturan rawat jalan, vasektomi tradisional melibatkan mati rasa
(anestesi lokal) dari skrotum setelah 1 (atau 2) sayatan kecil dibuat, memungkinkan ahli bedah
untuk mendapatkan akses ke vas deferens. The "tabung" dipotong dan disegel oleh mengikat,
menjahit, kauterisasi (membakar), atau dijepit untuk mencegah sperma dari memasuki aliran
mani.
Variasi dari prosedur saat ini dalam praktek dapat mengurangi waktu pemulihan, sementara
mengurangi nyeri pasca-operasi (dan / atau sindrom nyeri (s)).

Metode No-pisau bedah (diciptakan-Lubang Kunci), di mana hemostat tajam, bukan pisau bedah,
digunakan untuk tusuk skrotum dapat mengurangi waktu penyembuhan serta menurunkan
kemungkinan infeksi (sayatan).
Sebuah "terbuka" menghalangi vasektomi (segel) hanya salah satu ujung vas deferens, yang
memungkinkan streaming terus sperma (berdasarkan un-disegel vas deferens-) ke dalam
skrotum. Metode ini dapat menghindari penumpukan tekanan dalam epididimis. Nyeri testis
(dari "tekanan cadangan") juga dapat dikurangi dengan menggunakan metode ini.
The "Vas-Clip" metode tidak memerlukan pemotongan vas deferens, melainkan menggunakan
klip untuk menekan menutup aliran sperma. Metode ini dapat memfasilitasi kesempatan yang
lebih baik / prospek untuk pembalikan, serta mengurangi rasa sakit (pasca-prosedur). Yang
mengatakan, statistik menunjukkan tingkat keberhasilan yang jauh lebih rendah secara
keseluruhan dibandingkan dengan metode tradisional.
Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists negara ada umumnya disepakati tingkat
kegagalan sekitar 1 tahun 2000 vasektomi yang jauh lebih baik daripada ligations tuba yang ada
satu kegagalan dalam setiap 200 menjadi 300 kasus. Tingkat kegagalan dini, kehamilan yaitu
dalam waktu beberapa bulan setelah vasektomi biasanya akibat dari memiliki hubungan seks
tanpa kondom terlalu cepat setelah prosedur. Kegagalan akhir, yaitu setelah kehamilan
rekanalisasi dari deferentia vasa, telah didokumentasikan tapi sangat jarang.
Kebanyakan Dokter / Ahli Bedah yang melakukan vasektomi merekomendasikan satu (kadangkadang 2) spesimen air mani pasca-prosedural untuk memverifikasi vasektomi sukses.
Seluruh dunia, sekitar 6% dari wanita menikah menggunakan kontrasepsi bergantung pada
vasektomi. Di Amerika Serikat sekitar 3 kali lebih banyak perempuan pada risiko kehamilan
yang tidak diinginkan bergantung pada ligasi tuba seperti pada vasektomi. Pada ligasi tuba AS
digunakan lebih sering daripada vasektomi, meskipun proporsi bervariasi dari negara ke negara.
Di Inggris, vasektomi lebih populer daripada ligasi tuba, meskipun statistik ini mungkin sebagai
hasil dari metode pengumpulan data.
Pasangan yang memilih untuk ligasi tuba melakukannya untuk sejumlah alasan, termasuk:

Kenyamanan kopling prosedur dengan memberikan kelahiran di rumah sakit


Takut efek samping pada manusia

Takut operasi pada pria

Pasangan yang memilih vasektomi termotivasi oleh, antara faktor-faktor lain:

Biaya yang lebih rendah dari vasektomi


Kesederhanaan prosedur bedah

Angka kematian lebih rendah dari vasektomi (misalnya 0,1 per 100.000 vasektomi vs 4
per 100.000 ligations tuba di negara-negara industri)

Takut efek samping pada wanita

Takut operasi besar pada perempuan