Anda di halaman 1dari 6

9

BAB II
KONSEP MEDIS
1. Definisi
Menurut American College of Rheumatology, gout adalah suatu penyakit dan
potensi ketidakmampuan akibat radang sendi yang sudah dikenal sejak lama, gejalanya
biasanya terdiri dari episodik berat dari nyeri infalamasi satu sendi.
Gout adalah bentuk inflamasi arthritis kronis, bengkak dan nyeri yang
paling sering di sendi besar jempol kaki. Namun, gout tidak terbatas pada jempol kaki,
dapat juga mempengaruhi sendi lain termasuk kaki, pergelangan kaki, lutut, lengan,
pergelangan tangan, siku dan kadang di jaringan lunak dan tendon. Biasanya hanya
mempengaruhi satu sendi pada satu waktu, tapi bisa menjadi semakin parah dan
dari waktu ke waktu dapat mempengaruhi beberapa sendi. Gout merupakan istilah
yang dipakai untuk sekelompok gangguan metabolik yang ditandai
oleh
meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia).
Asam urat merupakan senyawa nitrogen yang dihasilkan dari proses katabolisme
purin baik dari diet maupun dari asam nukleat endogen (asam deoksiribonukleat).
(Syukri, 2007). Gout dapat bersifat primer, sekunder, maupun idiopatik. Gout primer
merupakan akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat
penurunan ekskresi asam urat. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam
urat yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit
lain atau pemakaian obat-obatan tertentu sedangkan gout idiopatik adalah hiperurisemia
yang tidak jelas penyebab primer, kelainan genetik, tidak ada kelainan fisiologis atau
anatomi yang jelas.(Putra, 2009)
Asam urat merupakan sebutan orang awan untuk rematik pirai (gout artritis). Selain
osteoartritis, asam urat merupakan jenis rematik artikuler terbanyak yang menyerang
penduduk indonesia. Penyakit ini merupakan gangguan metabolik karena asam urat (uric
acid) menumpuk dalam jaringan tubuh, yang kemudian dibuang melalui urin. Pada
kondisi gout, terdapat timbunan atau defosit kristal asam urat didalam persendian
(Wijayakusuma, 2006). Selain itu asam urat merupakan hasil metabolisme normal dari
pencernaan protein (terutama dari daging, hati, ginjal, dan beberapa jenis sayuran seperti
kacang dan buncis) atau dari penguraian senyawa purin yang seharusnya akan dibuang
melalui ginjal, feses, atau keringan (Sustrani, 2004).
Secara umum asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan
yang kita konsumsi. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan
yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup
terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin
tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah- buahan juga
terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi
secara normal atau karena penyakit tertentu. (Hidayat, 2007)
2. Etiologi

Menurut (Ahmad, 2011) penyebab asam urat yaitu :


a. Faktor dari luar
Penyebab asam urat yang paling utama adalah makanan atau faktor dari luar.
Asam urat dapat meningkat dengan cepat antara lain disebabkan karena nutrisi dan
konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi.
b. Faktor dari dalam
Adapun faktor dari dalam adalah terjadinya proses penyimpangan metabolisme yang
umumnya berkaitan dengan faktor usia, dimana usia diatas 40 tahun atau manula
beresiko besar terkena asam urat. Selain itu, asam urat bisa disebabkan oleh penyakit
darah, penyakit sumsum tulang dan polisitemia, konsumsi obat obatan, alkohol,
obesitas, diabetes mellitus juga bisa menyebabkan asam urat.
Menurut (Ahmad, 2011) jenis asam urat yaitu :
a. Gout primer
Pada gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga
berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor hormonal yang
menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya
produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam
urat dari tubuh.
b. Gout sekunder
Pada gout sekunder disebabkan antara antara lain karena meningkatnya produksi
asam urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi.
Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat (asam inti
dari sel) dan termasuk asam amino, unsur pembentuk protein. Produksi asam urat
juga akan meningkat apabila adanya penyakit darah ( penyakit sumsum tulang,
polisetemia), mengonsumsi alkohol, dan penyebab lainnya adalah faktor obesitas
(kegemukan), penyakit kulit (psoriasis), kadar trigiserin yang tinggi.
3. Patofisiologi

Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7,0 mg/dl)
dapat menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Peningkatan atau penurunan
kadar asam urat serum yang mendadak mengakibatkan serangan gout. Apabila kristal urat
mengendap dalam sebuah sendi, maka selanjutnya respon inflamasi akan terjadi dan
serangan gout pun dimulai. Apabila serangan terjadi berulang-ulang, mengakibatkan
penumpukan kristal natrium urat yang dinamakan tofus akan mengendap dibagian perifer
tubuh seperti ibu jari kaki, tangan, dan telinga (Smeltzer & Bare, 2001).
Pada kristal monosodium urat yang ditemukan tersebut dengan imunoglobulin yang
berupa IgG. Selanjutnya imunoglobulin yang berupa IgG akan
meningkat fagositosis
Kristal dengan demikian akan memperlihatkan aktivitas imunologik (Smeltzer & Bare,
2001).
4. Gambaran Klinis

a. Hiperurisemia asimptomatik
Hiperurisemia asimptomatik adalah keadaan hiperurisemia tanpa adanya

manifestasi klinik gout. Fase ini akan berakhir ketika muncul serangan akut gout
arthritis, atau urolithiasis dan biasanya setelah 20 tahun keadaan hiperurisemia
asimptomatik. Terdapat 10-40% pasien dengan gout mengalami sekali atau lebih
serangan kolik renal, sebelum adanya serangan arthritis. Sebuah serangan gout terjadi
ketika asam urat yang tidak dikeluarkan dari tubuh bentuk kristal dalam cairan yang
melumasi lapisan sendi, menyebabkan inflamasi dan pembengkakan sendi yang
menyakitkan. Jika gout tidak diobati, kristal tersebut dapat membentuk tofi - benjolan di
sendi dan jaringan sekitarnya.(Putra, 2009)
b. Gout arthritis, meliputi 3 stadium :
1) Gout arthritis stadium Akut
Radang sendi timbul sangat cepat dalam waktu singkat. Pasien tidur tanpa ada
gejala apa-apa. Pada saat bangun pagi terasa sakit yang hebat dan tidak dapat
berjalan. Biasanya bersifat monoartikuler dengan keluhan utama berupa nyeri,
bengkak, terasa hangat, merah dengan gejala sistemik berupa demam, menggigil dan
merasa lelah. Lokasi yang paling sering pada MTP-1 yang biasanya disebut podagra.
Apabila proses penyakit berlanjut, dapat terkena sendi lain yaitu pergelangan
tangan/kaki, lutut, dan siku. Faktor pencetus serangan akut antara lain berupa
trauma lokal, diet tinggi purin, kelelahan fisik, stress, tindakan operasi, pemakaian
obat diuretik dan lain-lain.(Putra, 2009)
2) Stadium interkritikal
Stadium ini merupakan kelanjutan stadium akut dimana terjadi periode
interkritik asimptomatik. Walaupun secara klinik tidak dapat ditemukan tanda- tanda
radang akut, namun pada aspirasi sendi ditemukan kristal urat. Hal ini
menunjukkan bahwa proses peradangan masih terus berlanjut, walaupun tanpa keluhan.
(Putra, 2009)
3) Stadium Gout arthritis menahun
Stadium ini umumnya terdapat pada pasien yang mampu mengobati dirinya
sendiri (self medication). Sehingga dalam waktu lama tidak mau berobat secara teratur
pada dokter. Artritis gout menahun biasanya disertai tofi yang banyak dan
poliartikular. Tofi ini sering pecah dan sulit sembuh dengan obat, kadang-kadang dapat
timbul infeksi sekunder. Lokasi tofi yang paling sering pada aurikula, MTP-1,
olekranon, tendon achilles dan distal digiti. Tofi sendiri tidak menimbulkan nyeri, tapi
mudah terjadi inflamasi disekitarnya, dan menyebabkan destruksi yang progresif pada
sendi serta dapat menimbulkan deformitas. Pada stadium ini kadang-kadang disertai
batu saluran kemih sampai penyakit ginjal menahun. (Putra, 2009)
Anak-anak baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kadar asam urat sama
rendah, tetapi pada orang dewasa, pria memiliki tingkat sodium urat lebih tinggi
daripada wanita. Jelas bahwa perbedaan ini akibat pengaruh dari sistem endokrin,
namun mekanisme yang tepat belum ditetapkan. Setelah menopause, nilai Sodium
Urat perempuan naik ke tingkat yang sebanding dengan laki-laki
pada usia yang sama, meskipun terapi penggantian hormon mungkin menipiskan
peningkatan ini. Wanita postmenopause, khususnya mereka yang menerima diuretik,
dapat berkembang menjadi arthritis yg menyebabkan encok dan tofi di Heberden dan
Bouchard's node osteoarthritic mereka. Pasien Lansia dengan gout belum diakui dapat

berlanjut secara statis terhadap penyakit sendi seperti: simetris polyarticular, inflamasi
yang seperti rheumatoid arthritis, lengkap dengan nodul- nodul dan sebagainya.(Luk,
2005)
5. Kadar Normal Asam Urat
Kadar asam urat normal menurut tes enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada
teknik biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan
kadar asam urat melampaui standar normal itu, penderita dimungkinkan mengalami
hiperurisemia. Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam
urat normal pada pria berkisar 3 7 mg/dl dan pada perempuan 2,56 mg/dl. Kadar asam
urat diatas normal disebut hiperurisemia (Suherman, 2010).
6. Faktor Resiko
Berikut ini yang merupakan faktor resiko dari gout adalah
a) Suku bangsa /ras
Suku bangsa yang paling tinggi prevalensi nya pada suku maori di Australia.
Prevalensi suku Maori terserang penyakit asam urat tinggi sekali sedangkan Indonesia
prevalensi yang paling tinggi pada penduduk pantai dan yang paling tinggi di daerah
Manado-Minahasa karena kebiasaan atau pola makan dan konsumsi alkohol.(Wibowo,
2005)
b) Konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol menyebabkan serangan gout karena alkohol meningkatkan
produksi asam urat. Kadar laktat darah meningkat sebagai akibat produk sampingan
dari metabolisme normal alkohol. Asam laktat menghambat ekskresi asam urat oleh
ginjal sehingga terjadi peningkatan kadarnya dalam serum. (Carter, 2005)
c) Konsumsi ikan laut
Ikan laut merupakan makanan yang memiliki kadar purin yang tinggi. Konsumsi
ikan laut yang tinggi mengakibatkan asam urat. (Luk, 2005)
d) Penyakit
Penyakit-penyakit yang sering berhubungan dengan hiperurisemia. Mis.
Obesitas, diabetes melitus, penyakit ginjal, hipertensi, dislipidemia, dsb. Adipositas
tinggi dan berat badan merupakan faktor resiko yang kuat untuk gout pada laki-laki,
sedangkan penurunan berat badan adalah faktor pelindung. (Purwaningsih, 2005)
e) Obat-obatan
Beberapa obat-obat yang
turut mempengaruhi terjadinya hiperurisemia.
Mis. Diuretik, antihipertensi, aspirin, dsb. Obat-obatan juga mungkin untuk
memperparah keadaan. Diuretik sering digunakan untuk menurunkan tekanan darah,
meningkatkan produksi urin, tetapi hal tersebut juga dapat menurunkan kemampuan
ginjal untuk membuang asam urat. Hal ini pada gilirannya, dapat meningkatkan kadar
asam urat dalam darah dan menyebabkan serangan gout. Gout yang disebabkan
oleh pemakaian diuretic dapat "disembuhkan" dengan menyesuaikan dosis. Serangan
Gout juga bisa dipicu oleh kondisi seperti cedera dan infeksi.hal tersebut dapat
menjadi potensi memicu asam urat. Hipertensi dan penggunaan diuretik
juga
merupakan factor risiko penting independen untuk gout. (Luk, 2005)
Aspirin memiliki 2 mekanisme kerja pada asam urat, yaitu: dosis rendah

menghambat ekskresi asam urat dan meningkatkan kadar asam urat, sedangkan dosis
tinggi (> 3000 mg / hari) adalah uricosurik.(Doherty, 2009)
f) Jenis Kelamin
Pria memiliki resiko lebih besar terkena nyeri sendi dibandingkan perempuan
pada semua kelompok umur, meskipun rasio jenis kelamin laki-laki dan perempuan
sama pada usia lanjut. Dalam Kesehatan dan Gizi Ujian Nasional Survey III,
perbandingan laki-laki dengan perempuan secara keseluruhan berkisar antara 7:1 dan
9:1. Dalam populasi managed care di Amerika Serikat, rasio jenis kelamin
pasien laki-laki dan perempuan dengan gout adalah 4:1 pada mereka yang lebih muda
dari 65 tahun, dan 3:1 pada mereka lima puluh persen lebih dari 65 tahun. Pada pasien
perempuan yang lebih tua dari 60 tahun dengan keluhan sendi datang ke dokter
didiagnosa sebagai gout, dan proporsi dapat melebihi 50% pada mereka yang lebih
tua dari 80 tahun. ( Luk, 2005)
g) Diet tinggi purin
Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa HDL yang merupakan bagian dari
kolesterol, trigliserida dan LDL disebabkan oleh asupan makanan dengan purin tinggi
dalam kesimpulan penelitian tentang faktor resiko dari hiperurisemia dengan studi
kasus pasien di rumah sakit Kardinah Tegal. (Purwaningsih, 2010)
7. Pencegahan Asam Urat
Untuk pencegahan asam urat, dokter biasanya menyarankan diit rendah purin dan
memberikan obat obatan seperti obat anti inflamasi dan allopurinol. Diit yang efektif
sangat penting untuk menghindari komplikasi dan mengurangi biaya pengobatan,
pengaturan diit sebaiknya dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl ( Ahmad,
2011).
Selain itu untuk pencegahan asam urat juga bisa dilakukan dengan jangan meminum
aspirin (bila membutuhkan obat pengurang sakit, pilih jenis ibuprofen dan lainnya),
perbanyak minum air putih terutama bagi penderita yang mengidap batu ginjal untuk
mengeluarkan kristal asam urat di tubuh, makan makanan yang mengandung
postasium tinggi seperti : sayuran dan buah buahan, kentang, alpukat, susu dan yogurt,
pisang, makan buah buahan kaya vitamin C, terutama jeruk dan stawberry, aktif secara
seksual (seks bisa memperlancar produksi urin sehingga menurunkan kadar asam urat),
konsumsi salah satu produk alami seperti sidaguri, habbatussauda, brotowali, teh
hijau (Ahmad,2011).
8. Penatalaksanaan
Secara umum, penanganan gout arthritis adalah memberikan edukasi, pengaturan
diet, istirahat sendi dan pengobatan. Pengobatan dilakukan secara dini agar tidak
terjadi kerusakan sendi ataupun komplikasi lain. Pengobatan gout arthritis akut bertujuan
menghilangkan keluhan nyeri sendi dan peradangan dengan obat-obat, antara lain:
kolkisin, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), kortikosteroid atau hormon ACTH.
Obat penurun asam urat penurun asam urat seperti alupurinol atau obat urikosurik tidak
dapat diberikan pada stadium akut. Namun, pada pasien yang secara rutin telah

mengkonsumsi obat penurun asam urat, sebaiknya tetap diberikan. Pada stadium
interkritik dan menahun, tujuan pengobatan adalah menurunkan kadar asam urat,
sampai kadar normal, guna mencegah kekambuhan. Penurunan kadar asam urat
dilakukan dengan pemberian diet rendah purin dan pemakaian obat alupurinol bersama
obat urikosurik yang lain. (Putra,
2009)
Penelitian terbaru telah menemukan bahwa konsumsi tinggi dari kopi, susu
rendah lemak produk dan vitamin C merupakan faktor pencegah gout.(Doherty, 2009)