Anda di halaman 1dari 6

Zat Warna Sintetis-bagian2

Zat Pewarna untuk Tekstil

Ditinjau Dari sumber diperolehnya zat warna tekstil dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Zat pewarna alam, diperoleh dari alam yaitu bersal dari hewan (lac dyes) ataupun tumbuhan
dapat berasal dari akar, batang, daun, buah, kulit dan bunga.
2. Zat pewarna sintetis adalah zat warna buatan (zat warna kimia) . Oleh karena banyaknya Zat
warna sintetis ini maka untuk pewarnaan batik harus dipilih zat warna yang:
a. Pemakaiannya dalam keadaan dingin atau jika memerlukan panas suhu proses tidak sampai
melelehlan lilin.
b. Obat bantunya tidak merusak lilin dan tidak menyebabkan kesukaran kesukaran pada proses
selanjutnya.
Berikut pembagian kelas pewarna sintetis atau pewarna buatan untuk produk textile seperti kain,
batik, pakaian, celana, jeans :
1. Acid Dye
Acid Dye , cocok untuk kain yang berasal dari jenis serat seperti sutera, wool, alpaca, mohair dan
nilon. Berdasar struktur dan kelas kimianya maka pewarna acid dikategorikan dalam jenis
anthraquinone (warna biru ), azo ( warna merah ), dan triphenylmethane ( warna kuning dan
hijau ).
2. Basic Dye
Untuk pewarnaan kain jenis acrylic yaitu kain sintetis yang dibuat dari bahan polimer /polymer /
polyacrylonitrile.

3. Direct Dye
Biasa digunakan bersama sodium chloride ( NaCl ) dan sodium sulfate (Na2SO4). Berasal dari
pengolahan alkaline. Cocok untuk pewarnaan kain katun ( cotton ) , kulit, dan kertas. Juga
dipakai untuk indikator keasaman atau pH.
4. Mordant Dye atau Chrome Dye
Merupakan pewarna sintetis untuk tehnik pewarnaan metode chrome. Penggunaan tehnik
mordant dibagi tiga metode yaitu :
a. Pre-mordanting
b. Meta-mordanting
c. Post- mordanting
Ketiga metode tersebut menghasilkan efek warna yang berbeda. Penggunaan mordant untuk
mewarnai juga melihat jenis kain yang akan diberi warna. Kain dari bahan katun jelas berbeda
tehnik pewarnaan dengan kain wool ataupun sutera. Bahan kimia lain yang dibutuhkan dalam
proses pewarnaan mordant adalah sodium sulphate, acetic, formic acid, lactic acid, sodium
thiosulphate, Na atau K dichromate.
5. Reactive Dye
Digunakan untuk mewarnai kain jenis vinyl dan katun. Pertama dijual secara komersial pada

tahun 1956. Saat mewarnai menggunakan suhu 40 hingga 80 derajat Celsius, setelah selesai kain
dicuci dalam suhu 100 derajat Celsius. Berbentuk cair.
6. Sulfur Dye
Untuk mewarnai kain katun menjadi gelap. Prosesnya dengan direbus dalam suhu tinggi. Saat
proses oksidasi digunakan hydrogen peroxide, bromate, dan iodate.
7. Pigments Dye
Selain digunakan untuk memberi warna kain pigment juga untuk memberi warna pada bahan
dasar cat, sabun, wax, deterjen, dll.
8. Napthols
Biasanya untuk memulihkan warna kain jeans yang mulai pudar. Bisa berbentuk serbuk atau
jeans yang mulai pudar. Bisa berbentuk serbuk atau cairan. Untuk menstabilkan naptol saat
pewarnaan digunakan caustic soda dan formalin.
9. Fast Salt
Digunakan sebagai tinta pewarna dalam proses pewarnaan print dengan mesin printing.
Contoh Zat Pewarna Sintetis
1. Rhodamine B
Rhodamine, nama ini sudah tidak asing ditelinga kita karena juga disalahgunakan untuk
mewarnai makanan. Rhodamine merupakan senyawa kimia murni yang berbahaya jika ditelan
apalagi dalam waktu yang lama. Efek warna rodamine bersifat fluorine / fluorescents yaitu cerah
menyala. Rhodamine dibagi menjadi Rhodamine B ( Rhodamine 610, C.I. Pigment Violet 1, Basic
Violet 10, or C.I. 45170 ), Rhodamine 6 G, Rhodamine 123. Rhodamin B merupakan zat pewarna
sintetik yang berbahaya. Rumus kimia Rhodamin B : C28H31N2O3Cl.
Rhodamine B termasuk bahan kimia berbahaya (harmful). Berbahaya bila tertelan, terhisap
pernapasan atau terserap melalui kulit. Toksisitasnya adalah ORL - RAT LDLO 500 mg Kg-1
(www.scribd.com). Rhodamin B berbentuk kristal hijau atau serbuk-unggu kemerah-merahan,
sangat mudah larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan
berflourensi kuat. Selain mudah larut dalam air juga larut dalam alkohol, HCl dan NaOH. Selain
itu juga biasa dipakai dalam pewarnaan kertas, di dalam laboratorium digunakan sebagai
pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th. Rhodamin B sampai sekarang masih
banyak digunakan untuk mewarnai berbagai jenis makanan dan minuman (terutama untuk
golongan ekonomi lemah), seperti kue-kue basah, saus, sirup, kerupuk dan tahu (khususnya
Metanil Yellow), dan lain-lain (http://hendrinova.blogspot.com). Rhodamin B diperuntukan untuk
bahan pewarna kertas, tekstil dan sebagai reagensia untuk pengujian Antimon, Cobalt, Bismuth
dan lain lain (http://abahjack.com).
Nama lain Rhodamine B :
1. Acid Bruliant Pink B
2. ADC Rhodamine B
3. Aizen Rhodamine BH
4. Aizen Rhodamine BHC
5. Akiriku Rhodamine B
6. Briliant Pink B
7. Calcozine Rhodamine BL

8. Calcozine Rhodamine BX
9. Calcozine Rhodamine BXP
10. Cerise Toner
11. Cerise Toner X127
12. Certiqual Rhodamine
13. Cogilor Red 321.10
14. Cosmetic Briliant Pink Bluish D conc
15. Edicol Supra Rose B
16. Elcozine rhodamine B
17. Geranium Lake N
18. Hexacol Rhodamine B Extra
19. Rheonine B
20. Symulex Magenta
21. Takaoka Rhodmine B
22. Tetraetilrhodamine (http://ctella93.wordpress.com)
Rhodamin B merupakan zat warna yang berbahaya yang sering disalahgunakan mewarnai
berbagai makanan dan minuman. Rhodamin B demikian juga Methanil Yellow dan Amaranth
telah dilarang penggunaannya dalam makanan. Winarno 1989, melaporkan hasil penelitiannya
terhadap berbagai jenis minuman rakyat yang termasuk kategori " Sheet Food" di daerah
(www.scribd.com).
Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, ciri-ciri makanan yang diberi Rhodamin B adalah
warna makanan merah terang mencolok. Biasanya makanan yang diberi pewarna untuk
makanan warnanya tidak begitu merah terang mencolok. Jika sudah pada puncaknya, maka
Rhodamin B akan memperlihatkan efek pada tubuh. Tanda-tanda dan gejala akut karena
Rhodamin B antaranya, jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan. Jika
terkena kulit, dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Kalau terkena mata, dapat menimbulkan
iritasi pada mata, mata kemerahan, udem pada kelopak mata. Jika tertelan dapat menimbulkan
gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda
(http://hendrinova.blogspot.com)
Rhodamin B yang digunakan untuk pewarna makanan melanggar Peraturan Menteri Kesehatan
No 239/Menkes/Per/V/85 tentang Zat Warna Tertentu yang dinyatakan sebagai Bahan
Berbahaya. Rodamin B sering disalah gunakan untuk pewarna pangan dan kosmetik. misalnya :
sirup, lipstik dll. Penyalah gunaan rodamin B sangat berbahaya bagi kesehatan.
Paparan rodamin B dalam waktu yang lama kronis) dapat menyebabkan gangguan fungsi hati /
kanker hati. Pewarna makanan / minuman untuk warna merah sebaiknya disarankan memakai
pewarna alam atau pewarnaSintetik yang aman sesuai dengan permenkes No
772/Menkes/Per./IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Bahan pewarna sintetis yang
dianjurkan adalah Karmin,Merah allura (http://abahjack.com).
B. Rhodamine B dalam Kosmetik
Efek Rhodamine B pada kosmetik adalah pada proliferasi dari fibroblas yang diamati pada kultur
sistem. Rhodamine B pada takaran 25 mikrogram/ml dan diatasnya secara signifikan
menyebabkan pengurangan sel setelah 72 jam dalam kultur. Studi ini menghasilkan bahwa 50

mikrogram/ml dalam rhodamine B menyebabkan berkurangnya jumlah sel setelah 48 jam dan
lebih. Studi ini juga menyarankan bahwa zat warna rhodamine B menghambat proliferasi tanpa
mengurangi penggabungan sel. Gabungan [3H] timidine dan [14C] leusin dalam fraksi asam
tidak terlarut dari membran sel secara signifikan dihambat oleh 50 mikrogram/ml Rhodamine B.
Rhodamine 6G menyebabkan kerusakan sel yang parah dan rhodamine B secara signifikan
mengurangi jumlah sel. Rhodamine 123 tidak memiliki efek yang berarti, sedangkan. Lebih jauh
lagi, rhodamine B mengurangi jumlah sel vaskuler endothelial pada pembuluh darah sapi dan sel
otot polos pada pembuluh darah hewan berkulit duri setelah 72 jam dalam kultur. Sehingga tidak
berlebihan jika studi ini menyimpulkan bahwa rhodamine B menghambat proses proliferasi lipo
fibroblast pada manusia (http://ctella93.wordpress.com)
2. Tartrazine
Struktur kimia tartrazin : C16H9N4Na3O9S2
Tartrazin (dikenal juga sebagai E102 atau FD&C Yellow 5) adalah pewarna kuning lemon sintetis
yang umum digunakan sebagai pewarna makanan. Tartrazin merupakan turunan dari coal tar,
yang merupakan campuran dari senyawa fenol, hidrokarbon polisiklik, dan heterosklik. Karena
kelarutannya dalam air, tartrazin umum digunakan sebagai bahan pewarna minuman.
Absorbansi maksimal senyawa ini dalam air jatuh pada panjang gelombang 4272 nm.
Tartrazin merupakan bahan pewarna yang umum digunakan di Afrika, Swedia, dan Indonesia.
Untuk menghasilkan warna lain, tartrazin dapat dicampurkan dengan E133 Biru Brilian Brilliant
Blue FCF atau E142 Hijau Green S untuk menghasilkan sejumlah variasi warna hijau. Parlemen
Eropa mengizinkan penggunaan senyawa ini di negara Uni Eropa dengan Surat Keputusan
Konsul (Council Directive) 94/36/EC.
Produk yang mengandung tertrazin :
a. Makanan
Berikut adalah daftar makanan yang mungkin mengandung tartrazin. Ada tidaknya, sedikit
banyaknya kandungan tartrazine tergantung pada kebijakan perusahaan manufaktur atau koki
yang membuat makanan. Minuman ringan, puding, keripik, sereal, kue, sup, saus, es krim,
permen, selai, jeli, mustard, acar, yogurt, mie, dan jus.

b. Produk media
Vitamin, antasida, kapsul dan obat-obatpreskripsi tertentu.
Tartrazin dapat menyebabkan sejumlah reaksi alergi dan intoleransi bagi orang-orang yang
intoleransi terhadap aspirin atau penderita asma. Kasus ini cukup langka dan menurut dapat FDA,
prevalensi intoleransi tartrazin di Amerika Serikat jatuh pada angka 0,12% (360 ribu dari 200 juta
penduduk). Beberapa referensi lain menyebutkan bahwa penggunaan tartrazin dapat
menyebabkan biduran (urtikaria) dengan prevalensi di bawah 0,01% atau 1 dari 10.000
penderita [4]. Jumlah ini cukup kecil bila dibandingkan dengan angka prevalensi penderita alergi
terhadap udang, yaitu sebesar 0,6-2,8% (1 dari 50 orang). Gejala alergi tartrazine dapat timbul
apabila senyawa ini terhirup (inhalasi) atau ditelan (ingesti). Reaksi alergi yang timbul berupa
sesak nafas, pusing, migrain, depresi, pandangan kabur, dan sulit tidur (www.wikipedia.com).
Selain itu, menurut The American Academyc of Pediastrics Committee on Drugs tartrazine dapat
menyebabkan gangguan kesehatan diantaranya tumor di kelenjar tiroid, Lymphocytic
lymphomas, dan kerusakan kromosomal (www.scribd.com).
3. Brilliant Blue
Brilliant Blue FCF atau yang biasa dikenal dengan FD&C blue no.1 adalah pewarna yang

ditambahkan pada bahan pangan atau substansi lain yang dapat menyebabkan perubahan
warna. Penampakannya berupa bubuk biru kemerah-merahan. Karakteristik dari pewarna ini
adalah larut dalam air, dan dapat di ukur absorbansinya pada 630nm. Merupakan pewarna
sintetik dari coal tar. Untuk membuat berbagai bayangan warna hijau,maka pewarna ini di
kombinasikan dengan tartrazin(E102) (www.scribd.com)
Brilliant blue diproduksi menggunakan hidrokarbon aromatis dari petroleum. Pada umumnya
merupakan garam disodium. Rumus kimianya C37H34N2Na2O9S3. Karena berwarna biru,
Brilliant Blue FCF sering ditemukan dalam es krim, produk susu, manisan, dan minuman. Selain
itu juga digunakan dalam pembuatan sabun, shampo, dan mouthwash dan aplikasi kosmetik
lainnya. Pada ilmu tanah, Brilliant blue diaplikasikan pada penyelidikan jejak untuk
memvisualisasikan infiltrasi dan distribusi air pada tanah.
Brilliant Blue FCF sebelumnya dilarang di Austria, Belgia, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani,
Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Swiss akan tetapi telah dinyatakan sebagai sebuah bahan
aditif makanan yang aman di Eropa dan sekarang sudah tidak dilarang pada kebanyakan negara.
Brilliant blue mempunyai kemampuan mempengaruhi reaksi alergi pada individu seperti asma. Di
Amerika Serikat produksinya melebihi 1 juta pound setiap tahunnya, dan konsumsi harian sekitar
16 mg per orang. Brilliant blue termasuk pewarna yang direkomendasikan oleh Hyperactive
Childrens Support Group dan Feingold Association untuk dihilangi dari diet anak-anak. Akan
tetapi setelah pengujian yang luas, Institut Kesehatan Nasional menyimpulkan bahwa warna
tambahan tersebut tidak menyebabkan hiperaktifitas. (www.wikipedia.com)

4. Methanil Yellow
Metanil yellow merupakan pewarna golongan azo, dimana dalam strukturnya terdapat ikatan
N=N (Gambar 2). Metanil yellow dengan warna kuning (Tabel 5) dibuat dari asam metanilat dan
difenilamin (Nainggolan, dan Sihombing, 1984)
Sunset Yellow adalah zat pewarna dalam spektrofotometer yang berwarna kuning. Pewarna ini
merupakan pewarna sintetik yang bersifat asam yang mengandung kelompok kromofor NN dan
CC. Sunset Yellow dapat digunakan sebagai pewarna makanan, kosmetik dan medikasi. Nama
kimia senyawa ini adalah disodium 2-hidroksi-1-(4-sulfonatofenilazo) naftalen-6-sulfonat dengan
rumus kimia C16H10N2Na2O7S2. Senyawa ini memiliki berat molekul 452.37. Senyawa ini
bersifat larut dalam air dan memiliki titik leleh >3000C.[1] Pewarna ini memiliki panjang
gelombang maksimum pada 485 nm. Dalam fase solid, absorbansi pewarna ini adalah 487 nm.
Sunset Yellow dapat ditemukan pada jeruk, marzipan, Swiss roll, selai aprikot, citrus marmalade,
kurd lemon, pemanis, keju, minuman soda, dan lainnya (www.wikipedia.com).
Sunset yellow adalah bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan perubahan warna,
pewarna ini disimbulkan dengan E 110.sunset yellow adalah jenis pewarna kuning sintetik yang
biasa digunakan pada produk fermentasi yang telah mengalami proses pemanasan. pewarna ini
biasa digunakan pada pembuatan sirup(orange squash),jelly orange,apricot jam,marmalade
citrus,dan pada bahan-bahan pangan lain yang mengandung warna kuning,oranye dan
kemerahan.
Sunset yellow dapat menyebabkan sejumlah reaksi alergi dan intoleransi bagi orang-orang yang
intoleransi terhadapas pirinreaksi yang timbul antara lain adalah gangguan pencernaan, murus,
muntah, dan kanker kulit. Ini adalah salah satu jenis pewarna yang dilarang oleh Perkumpulan
anak-anak hiperaktif untuk dimasukkan dalam daftar diet anak-anak. Karena berdasarkan hasil
riset oleh Food Standards Agency ditemukan bahwa ketika pencampuran antara bahan pewarna
tersebut dengan bahan pengawet maka kecenderungan anak untuk hiperaktif meningkat.secara
signifikan (www.scribd.com)
Nama lain Sunset Yellow : C.I. 15985; C.I. Food Yellow 3; C.I. Food Yellow 3, disodium salt; Food
yellow No.5; Gelborange S; Fodd yellow No.5.

Titik lebur : 390 (dec.)


Kelarutan air : 5-10 g/100 mL at 24