Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN HARGA DIRI RENDAH

A. Definisi Harga Diri Rendah


Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang
berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri (Keliat, 2012).
Harga diri meningkat bila diperhatikan/dicintai dan dihargai atau dibanggakan. Tingkat harga diri
seseorang berada dalam rentang tinggi sampai rendah. Harga diri tinggi/positif ditandai dengan
ansietas yang rendah, efektif dalam kelompok, dan diterima oleh orang lain. Individu yang memiliki
harga diri tinggi menghadapi lingkungan secara aktif dan mampu beradaptasi secara efektif untuk
berubah serta cenderung merasa aman sedangkan individu yang memiliki harga diri rendah melihat
lingkungan dengan cara negatif dan menganggap sebagai ancaman (Yoseph, 2009).
B. Penyebab Harga Diri Rendah
Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dapat terjadi secara :
- Situasional
Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus
sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu (korban perkosaan, dituduh KKN,
dipenjara tiba-tiba). Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah, karena :
1. Privasi yang kurang diperhatikan, misalnya: pemeriksaan fisik yang sembarangan,
pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis, pemasangan kateter, pemeriksaan
perineal).
2. Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/ sakit/
penyakit.
3. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya berbagai pemeriksaan
-

dilakukan tanpa penjelasan, berbagai tindakan tanpa persetujuan.


Kronik
Yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu sebelum sakit/dirawat. Klien ini
mempunyai cara berfikir yang negatif. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi
negatif terhadap dirinya. Kondisi ini mengakibatkan respons yang maladaptif. Kondisi ini dapat
ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan jiwa. Dalam tinjauan
life span history klien, penyebab HDR adalah kegagalan tumbuh kembang, misalnya sering
disalahkan, kurang dihargai, tidak diberi kesempatan dan tidak diterima dalam kelompok (Yosep,
2007)
Menurut Fitria (2009), faktor-faktor yang mempengaruhi proses terjadinya harga diri rendah

yaitu faktor predisposisi dan faktor presipitasi.


a. Faktor predisposisi
Faktor predisposisi terjadinya harga diri rendah adalah penolakan orang tua yang tidak realistis,
kegagalan berulang kali, kurang mempunyai tanggung jawab personal, ketergantungan pada
orang lain ideal diri yang tidak realistis.
b. Faktor presipitasi
Faktor presipitasi terjadinya harga diri rendah biasanya adalah hilannya sebagian tubuh,
perubahan penampilan/bentuk tubuh, mengalami kegagalan serta menurunya produktivitas.

C. Proses terjainya harga diri rendah


Berdasarkan hasil riset Malhi (2008), menyimpulkan bahwa harga diri rendah diakibatkan oleh
rendahnya cita-cita seseorang. Hal ini mengakibatkan berkurangnya tantangan dalam mencapai
tujuan. Tantangan yang rendah menyebabkan upaya yang rendah. Selanjutnya, hal ini menyebabkan
penampilan seseorang yang tidak optimal. Dalam tinjauan life span history klien, penyebab terjadinya
harga diri rendah adalah pada masa kecil sering disalahkan, jarang diberi pujian atas
keberhasilannya. Saat individu mencapai masa remaja keberadaannya kurang dihargai, tidak diberi
kesempatan dan tidak diterima. Menjelang dewasa awal sering gagal di sekolah, pekerjaan, atau
pergaulan. Harga diri rendah muncul saat lingkungan cenderung mengucilkan dan menuntut lebih
dari kemampuannya. Dalam Purba (2008), ada empat cara dalam meningkatkan harga diri yaitu:
1) Memberikan kesempatan berhasil
2) Menanamkan gagasan
3) Mendorong aspirasi
4) Membantu membentuk koping
D. Tanda dan gejala
Menurut Keliat (2012), tanda dan gejala harga diri rendah adalah:
a. Mengkritik diri sendiri
b. Perasaan tidak mampu
c. Pandangan hidup yang pesimis
d. Penurunan produktivitas
e. Penolakan terhadap diri sendiri
Selain tanda gejala tersebut, kita juga dapat mengamati penampilan seseorang dengan harga diri
rendah yang tampak kurang memperhatikan perawatan diri, berpakaian tidak rapi, selera makan
menurun, tidak berani menatap lawan bicara, lebih banyak menunduk, dan bicara lambat dengan
suara yang melemah.
E. Diagnosis Keperawatan
Berdasarkan tanda dan gejala yang didapat selama observasi, wawancara atau pemeriksaan fisik
bahkan melalui sumber skunder, perawat dapat merumuskan diagnosis keperawatan gangguan
konsep diri: Harga Diri Rendah
F. Tindakan Keperawatan
Format pengkajian klien dengan harga diri rendah
1. Keluhan utama :
2. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan :
3. Konsep diri
a. Gambaran diri :
b. Ideal diri :
c. Harga diri :
d. Identitas :
e. Peran :
Jelaskan :
Masalah keperawatan :
4. Alam perasaan
( ) Sedih
( ) Putus asa
( ) Ketakutan
( ) Gembira berlebihan
Jelaskan :

Masalah keperawatan :
5. Interaksi selama wawancara
( ) Bermusuhan
( ) Mudah tersinggung
( ) Defensif
Jelaskan :
Masalah keperawatan :
6. Penampilan
Jelaskan :
Masalah keperawatan :

( ) Tidak kooperatif
( ) Kontak mata kurang
( ) Curiga

Tindakan keperawatan pada klien


1. Tujuan keperawatan
a. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
b. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
c. Klien dapat memilih kegiatan sesuai dengan kemampuan
d. Klien dapat melatih kegiatan yang dipilih sesuai dengan kemampuan
e. Klien dapat melakukan kegiatan yang sudah dilatih sesuai dengan jadwal
2. Tindakan keperawatan
a. Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien. Untuk membantu klien
mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang masih dimilikinya, perawat dapat
melakukan hal-hal berikut ini :
1. Diskusikan tentang sejumlah kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien seperti
kegiatan yang dapat dilakukan klien di rumah sakit, dan di rumah, adanya keluarga dan
lingkungan terdekat klien.
2. Beri pujian yang realistik dan hindarkan penilaian yang negatif.
b. Bantu psien menilai kemampuan yang digunakan dengan cara berikut :
1. Diskusikan dengan klien mengenai kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini.
2. Bantu klien menyebutkannya dan beri penguatan terhadap kemampuan diri yang

c.

diungkapkan klien
3. Perlihatkan respon yang kondusif dan upayakan menjadi pendengar yang aktif
Membantu klien untuk memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih. Tindakan
keperawatan yang dapat dilakukan adalah :
1. Diskusikan dengan klien kegiatan yang akan dipilih sebagai kegiatan yang akan klien
lakukan sehari-hari
2. Bantu klien untuk memilih kegiatan yang dapat dilakukan dengan mandiri atau dengan

bantuan minimal.
d. Latih kemampuan yang dipilih klien dengan cara :
1. Diskusikan dengan klien langkah-langkah pelaksanaan kegiatan
2. Bersama klien, peragakan kegiatan yang ditetapkan
3. Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan klien.
e. Bantu klien menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih
1. Beri kesempatan klien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan
2. Beri pujian atas kegiatan yang dapat dilakukan klien setiap hari
3. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap kegiatan
4. Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih
5. Berikan pasien kesempatan mengungkapkan perasaannya setelah pelaksanaan
kegiatan.
-

Strategi tindakan Pelaksanaan

SP 1 Klien: Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien, membantu klien
menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, membantu klien memilih/menetapkan
kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadwal
pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian.
ORIENTASI :
Selamat pagi, perkenalkan nama saya Amin Ayu Badriyah, biasa dipanggil Ayu, saya mahasiswa
keperawatan UB yang sedang praktik di ruangan ini, bagaimana keadaan ibu hari ini ?
Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah ibu
lakukan? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih dapat ibu dilakukan. Setelah kita
nilai, kita akan pilih satu kegiatan untuk kita latih
Di mana kita duduk? Bagaimana kalau di ruang tamu? Berapa lama? Bagaimana kalau 20
menit?
KERJA :
Ibu, apa saja kemampuan yang ibu miliki? Bagus, apa lagi? Saya buat daftarnya ya! Apa pula
kegiatan rumah tangga yang biasa ibu lakukan? Bagaimana dengan merapikan kamar?
Menyapu? Wah, bagus sekali ada lima kemampuan dan kegiatan yang ibu miliki.
Ibu dari lima kegiatan/kemampuan ini, yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah sakit ?
Coba kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua....... sampai yang kelima (misalnya ada 3
yang masih bisa dilakukan). Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah
sakit ini.
Sekarang, coba ibu pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini.
Oh yang nomor satu, merapihkan tempat tidur? Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita
latihan merapikan tempat tidur ibu. Mari kita lihat tempat tidur ibu Coba lihat, sudah rapikah
tempat tidurnya?
Nah kalau kita mau merapikan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu bantal dan selimutnya.
Bagus ! Sekarang kita angkat spreinya, dan kasurnya kita balik.
Nah, sekarang kita pasang lagi spreinya, kita mulai dari arah atas, ya bagus!. Sekarang sebelah
kaki, tarik dan masukkan, lalu sebelah pinggir masukkan. Sekarang ambil bantal, rapihkan, dan
letakkan di sebelah atas/kepala. Mari kita lipat selimut, nah letakkan sebelah bawah/kaki. Bagus!
Ibu sudah bisa merapihkan tempat tidur dengan baik sekali. Coba perhatikan bedakah dengan
sebelum dirapikan? Bagus
Coba ibu lakukan dan jangan lupa memberi member tanda di kertas daftar kegiatan, beri tanda
M (mandiri) kalau ibu lakukan tanpa disuruh, tulis B (bantuan) jika ibu melakukan dengan dibantu
dan tulis T jika ibu tidak melakukan (perawat memberi kertas berisi daftar kegiatan catatan
harian)

TERMINASI :
Bagaimana perasaan ibu setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapikan tempat tidur? Ya,
ternyata ibu banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di rumah sakit ini. Salah satunya,
merapikan tempat tidur, yang sudah ibu praktekkan dengan baik sekali. Nah kemampuan ini
dapat dilakukan juga di rumah setelah pulang
Sekarang, mari kita masukkan pada jadwal harian. Ibu

mau berapa kali sehari merapikan

tempat tidur? Bagus, dua kali yaitu pagi jam berapa ? Lalu sehabis istirahat, jam 4 sore
Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua. Ibu masih ingat kegiatan apa lagi yang
mampu dilakukan di rumah selain merapihkan tempat tidur? Ya bagus, cuci piring.. kalu begitu
kita akan latihan mencuci piring besok jam 8 pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi.
Sampai jumpa ya Bu
Evaluasi
Nama klien

Ruangan

Nama perawat :
Petunjuk:
Berilah tanda checklist () jika klien mampu melakukan kemampuan di bawah ini.
Tuliskan tanggal setiap dilakukan supervisi.
No
A.
1.

Kemampuan
Pasien
Menyebutkan kemampuan dan

2.

aspek positif
Menilai
kemampuan

3.

masih dapat dilakukan


Memilih kegiatan yang akan
dilatih

sesuai

yang

dengan

4.

kemampuan yang dipilih


Melatih kemampuan yang telah

5.

dipilih
Melaksanakan

6.

yang telah dilatih


Melakukan kegiatan
jadwal

kemampuan
sesuai

Tanggal

Anda mungkin juga menyukai