Anda di halaman 1dari 20

SISTEM ENDOKRIN

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1

Desi Puji Lestari 0904015054


Hafilia Haznawati 0904015115
Putri Gendari R 1204015327
Suban Galih P1204015409

DEFINISI
Sitem Endokrin: Suatu sistem yg
melibatkan hormon dan
sistem
sirkulasi dalam tugasnya.
Disebut
Endokrin
karena
hasil
sekresinya tidak dibuang keluar
tubuh tetapi masuk ke dalam aliran
darah.
Sedangkan Eksokrin hasil sekresinya
dibuang keluar tubuh. Cth: kelenjar
ludah, keringat, urin.

FUNGSI ENDOKRIN
Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan ke
dalam darah yang diperlukan oleh jaringanjaringan dalam tubuh tertentu.
Mengontrol aktifitas kelenjar tubuh.
Merangsang aktifitas kelenjar tubuh.
Merangsang pertumbuhan jaringan.
Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan
absorpsi glukosa pada usus halus.
Mempengaruhi metabolisme lemak, protein,
hidrat arang, vitamin, mineral dan air

Sel-sel Penyusun Organ Endokrin

1. Sel Neusekretori
sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi berfungsi sebagai
penghasil hormon. Contoh : sel saraf pada hipotalamus

2. Sel endokrin sejati / sel endokrin kelasik


Sel endokrin yang benar-benar berfungsi sebagai penghasil
hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf. Kelenjar
endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya secara
langsung ke dalam darah (cairan tubuh).

Hormon
Kata hormon berasal dari kata Yunanai hormone yang artinya membuat gerakan
atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan.
Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar
atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel.
Terdapat tiga golongan umum hormon, yaitu:
1.
2.
3.

Protein dan polipeptida


Mencakup hormon-hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior
dan posterior, pankreas, kelenjar paratiroid, dan banyak hormon lainnya.
Steroid
Disekresikan korteks adrenal, ovarium, testis, dan plasenta.
Turunan asam amino tirosin
Disekresikan oleh kelenjar tiroid dan medula adrenal.

Sistem Kerja Hormon


Kerja sistem endokrin lebih lambat dibandingkan dengan sistem
saraf, sebab untuk mencapai sel target hormon harus mengikuti
aliran sistem transportasi. Hormon bekerjasama dengan sistem
saraf untuk mengatur pertumbuhan dan tingkah keseimbangan
internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua sistem tersebut
mengaktifkan sel untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya
dengan menggunakan messenger kimia. Hormon bertindak
sebagai "pembawa pesan atau messenger kimia" dan dibawa oleh
aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, dan mempengaruhi sel
target yang ada diseluruh tubuh, dan selanjutnya sel target akan
menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan.
Messenger kimia dalam sistem neuron adalah neurotransmitter.
Neurotransmitter bergerak melalui celah sinapsis, hingga
mencapai sel target.Sel target memiliki reseptor sebagai alat
untuk mengenali impuls atau rangsangan. Ikatan antara reseptor

Mekanisme kerja Hormon


Hormon Steroid

Hormon Nonsteroid

1. Difusi melalui membran


plasma dari sel target
2. Hormon steroid masuk
kedalam nucleus
3. Berikatan dengan reseptor
protein spesifik membentuk
kompleks hormon-reseptor.
4. Berikatan dengan tempat
khusus pada sel DNA
5. Mengaktifkan gen untuk
membaca messenger RNA
(mRNA)
6. Menterjemahkan mRNA dalam
sitoplasma menghasilkan
produk baru (efek).

Hormon derivat asam amino


dan peptida tidak dapat masuk
kedalam sel target dan segera
berikatan dengan membran
plasma sel target.
1. Hormon berikatan dengan
reseptor membran
2. Menyetel seri reaksi, yang
diaktivasi oleh enzim
3. Reaksi katalisasi yang
menghasilkan molekul
messenger kedua (siklik AMP)
4. Perubahan intraseluler yang
meningkatkan tipe respon dari
sel target terhadap hormon.

Klasifikasi Kelenjar Endokrin


1) Berdasarkan aktivitasnya :
a. Kelenjar yang bekerja sepanjang masa
Kelenjar golongan ini akan bekerja terus menerus sepanjang kehidupan manusia dan
akan terhenti jika sudah tidak ada kehidupan pada manusia tersebut. Sehinggatidak terbatas
pada usia.
Contoh: Hormon metabolisme.
b. Kelenjar yang bekerjanya mulai masa tertentu
Hormon golongan ini tidak akan dapat berfungsi jika belum mencapai
prosesperkembangan dalam diri manusia atau proses pendewasaan sel yang terjadi
dalamtubuh manusia. Kedewasaan sel akan terjadi pada saat usia tertentu seperti pada
saatusia pubertas.
Contoh: Hormon kelamin.
c. Kelenjar yang bekerja sampai pada masa tertentu
Hormon golongan ini bekerja pada saat manusia itu dilahirkan sampai pada usia tertentu.
Pada usia tersebut terjadi proses pertumbuhan dari seluruh organ-organ tubuh manusia sampai
dengan penyempurnaan organ. Sehingga masing-masing organ tersebut dapat berfungsi
sebagaimana mestinya. Kecuali organ yang membutuhkan persyaratan kedewasaan sel.
Hormon ini akan berhenti dihasilkan pada saat tubuh mulai memperlambat atau menghentikan
proses pertumbuhan. Biasanya hormon ini bekerja pada kisaran usia 0 hari sampai 17 tahun
(masa pertumbuhan).
Contoh: Hormon pertumbuhan, kelenjar tymus.

2) Berdasarkan letaknya:
Kelenjar
Hipofisi
s

Nama Lain
Pituitari

Letak
Dasar otak
besar (di
dalam lekukan
tulang sela
tursika bagian
tulang baji)
Tiroid
Kelenjar
Daerah leher,
gondok
dekat jakun
Paratiroi Kelenjar anak
Daerah
d
gondok
(dorsal)
kelenjar
gondok
Adrenali Suprarenalis Di atas ginjal
n
Pankrea Pulau-pulau
Dekat
s
Langerhans
ventrikulus
atau lambung
Gonad
Kelamin
Wanita :
daerah perut
(abdomen )
Pria : buah
zakar dalam

1. Kelenjar Hipofisa
Kelenjar hipofisis/pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua
kelenjar) karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi
hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim.
Terdiri atas 3 lobus :
1. Hipofisis anterior:
Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)
Hormon tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)
Hormon Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)
Hormon Laktogenik(sekresi ASI)
Hormon Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan
spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang
sel interstitial membentuk hormon testosteron)
2. Hipofisis Medula (membentuk hormon pengatur melanosit)
3. Hipofisis posterior (Hormon oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran)
Cth: Oxytocin, Relaxin, ADH/ anti diuretika hormone / pitressin / vasopressin.

2. kelenjar thyroid/ gondok

Letak di bagian anterior leher


Pd org dewasa beratnya + 18 gr

Kelenjar thyroid menghasilkan:


1.
Thyroksin
untuk metabolisme tubuh baik metabolisme karbohidrat, protein
maupun lipid
2.
Triiodotironin
merupakan bahan baku thiroksin dgn syarat harus ada ion iodium
3.
Kalsitonin
berfungsi untuk menurunkan kadar calcium (ion ca2+) dalam
darah agar disimpan pada tulang.

3. KELENJAR PARATIROID
A. Struktur
- Berisi 4 kelenjar kecil yg saling berdekatan.
- Terletak pd permukaan posterior kel. Thyroid
- Hormon yg dihasilkan adalah PTH (Parath hormon)
- Organ targetnya : tulang, ginjal dan GI tract
B. Fungsi
- Metabolisme kalsium & fosfor
- Meningkatkan pelepasan kalsium dr tulang
- Meningkatkan absorbsi kalsium (Ca) di GI Tract
- Hiperparatiroidisme = terjadi ketika kelenjar paratiroid menghasilkan PTH terlalu banyak,
mengganggu kalsium tubuh dan tingkat fosfor
- Hipoparatiroidisme = terjadi ketika PCH terlalu sedikit yang dihasilkan, sehingga kadar
kalsium darah sangat rendah dan tingkat fosfor darah sangat tinggi.

4. Kelenjar adrenal (anak


ginjal)
A.

Bagian Kortex
- Mineralkortikoid = mengontrol Kadar cairan tubuh dg mensekresi Aldosteron .
- Glukokortikoid = mengontrol metabolisme glukosa, protein, lemak
- Androgen
= mengontrol ciri kelamin sekunder laki-laki

B. Bagian medula
- Adrenalin/Epineprin
- Noradrenalin/Norepineprin
Untuk:
- Mengatur kadar gula dalam darah
- Relaksasi otot polos pada tenggorok shg melapangkan pernafasan
- Mengatur aktivitas jantung dan penyempitan pambuluh darah
Sekresi di bawah kendali Sistem saraf simpatis
Sekresi meningkat pada : stres, emosi, marah, takut, kerja fisik, suhu lingkungan
rendah, hypoglikemia

5. Kelenjar pankreas

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki


dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa
hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak di
retroperitoneal rongga abdomen atas pada bagian posterior perut
dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari),
panjang sekitar 10-20 cm.
Pankreas berfungsi sebagai organ eksokrin (enzim pencernaan)
dan endokrin (pulau langerhans) yang mempunyai 3 sel :
= sekresi glukagon
= sekresi insulin
= sekresi somatostatin

6. Kelenjar gonad
a.Pada laki-laki

Testis adalah organ reproduksi khusus pada


pria. Selain menghasilkan sperma, testis
berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang
menghasilkan hormon androgen, yaitu
testosterone diperlukan untuk
mempertahankan spermatogenesis.
Testosteron berfungsi menimbulkan dan
memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin
sekunder.
Misalnya suaranya membesar, mempunyai
kumis, dan jakun

b. Pada wanita

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium
juga menghasilkan hormon.
Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut.
1. Estrogen
Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH.
Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin
sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat
membedakan wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan
pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus, mempengaruhi
bentuk tubuh & distribusi rambut, suara tetap kecil dan tinggi.
2. Progesteron
Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan
berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah
pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan
kehamilan.

7. Kelenjar timus
Kelenjar timus terletak di dalam toraks, kira-kira
pada ketinggian bifurkasi trakhea. Warnanya
kemerah-merahan dan terdiri atas dua lobus. Pada
bayi yang baru lahir sangat kecil dan beratnya
kira-kira 10 gr atau lebih sedikit: ukurannya
bertambah dan pada masa remaja beratnya dari
30-40 gr dan kemudian mengerut lagi.
Hormon ini berfungsi :
- Mengatur proses pertumbuhan.
- Kekebalan tubuh/imunitas setelah kelahiran.

Penyakit Pada Sistem Endokrin


Gangguan pertumbuhan
Hyperprolactinemia
Kegagalan fungsi gonad (hypogonadisme, akibat
kekurangan sekresi Hormon Peluteinan (LH) dan Hormon
Perangsang Folikel (FSH). Keadaan ini biasanya sering
dialami pria, yakni berupa kegagalan menghasilkan jumlah
sperma yang normal.
Penyakit tiroid
Penyakit kencing manis
Osteoporosis
Sindrom Ovari Polisistik, PholycysticOvary Syndrome
(PCOS).
Menopause
Diabetes insipidus
Ketidak cukupan Adrenal atau penyakit Addison
Sindrom Cushing

VIDEO

K
N
A
H
T

U
YO