Anda di halaman 1dari 15

EFEK ION SENAMA

DEFINISI
1. Larutan yang mengandung dua zat
terlarut yang memiliki ion senama
akan membuat hasilkali ion lebih besar
daripada hasilkali kelarutan. (Raymond
Chang-Kimia Dasar Jilid 2 :150-151)
2. Kelarutan suatu zat berkurang dalam
larutan yang mengandung ion senama
dibandingkan dalam air murni. (Yayan
Sumarya-Kimia Dasar: 173)

3. Efek
ion
senama
berlaku
untuk
kesetimbangan kelarutan seperti halnya
dengan
kesetimbangan
ionik
lainnya.
Kelarutan senyawa dalam larutan yang
mengandung ion senama akan berkurang
dibandingkan senyawa dalam air murni
(selama tidak ada reaksi lain disebabkan
oleh adanya ion senama). (Whitten General
Chemistry : 829)
4. Pengaruh kelimpahan larutan dengan salah
satu ion dalam produk kelarutan disebut
efek ion senama. (Rob Lewis Chemistry :
180)

5. Efek ion senama merupakan


pergeseran posisi keseimbangan ion
dari pembentukan ion yang
disebabkan oleh penambahan (atau
keberadaan) dari ion tersebut.
(Silberberg -Principle of General
Chemistry : 617)
6. Pergeseran posisi kesetimbangan
yang terjadi karena penambahan ion
yang sudah terlibat dalam reaksi
kesetimbangan disebut efek ion
senama. (Zumdahl Chemistry 7th
Edition : 682)

DEFINISI KELOMPOK
Efek
ion
senama
menyebabkan
pergeseran
kesetimbangan
ion.
Larutan yang mengandung dua zat
terlarut yang memiliki ion senama,
maka akan membuat hasilkali ion lebih
besar daripada hasilkali kelarutan.

MAKROSKOPIK

Larutan jenuh perak asetat

Larutan jenuh perak asetat


ditambahkan dengan perak nitrat

Sumber : Whitten General Chemistry : 829

Dari gambar diatas terlihat bahwa


pada larutan jenuh perak asetat
terdapat endapan berwarna putih.
Saat larutan perak asetat ditambahkan
dengan perak nitrat menghasilkan
endapan berwarana putih yang lebih
banyak.

Sumber : Whitten General Chemistry : 829

SUBMIKROSKOPIK
Larutan

yang mengandung dua zat terlarut


yang memiliki ion senama, akan membuat
hasilkali ion lebih besar daripada hasilkali
kelarutan.
Dalam larutan jenuh perak asetat AgCH3COO
terdapat endapan berwarna putih. Reaksi yang
terjadi :
AgCH3COO(s) Ag+(aq) + CH3COO-(aq)
Dalam larutan jenuh perak asetat AgCH 3COO hasil
kali ion [Ag+][CH3COO-] tentu sama dengan Ksp.

Sumber : Whitten General Chemistry : 829


Raymond Chang-Kimia Dasar Jilid 2 :150

Saat ditambahkan perak nitrat AgNO3 ke


dalam
larutan
jenuh
perak
asetat
AgCH3COO, dalam larutan terdapat dua zat
terlarut yang memiliki ion senama, yaitu ion
Ag+. Selain penguraian AgCH3COO, proses
berikut juga menambah konsentrasi total ion
senama perak larutan :
AgNO3(s) Ag+(aq) + NO3-(aq)
Meningkatnya [Ag+] akan membuat haislkali
ion lebih besar daripada hasilkali kelarutan :
Q = [Ag+]0[CH3COO-]0 > Ksp

Sumber : Whitten General Chemistry : 829


Raymond Chang-Kimia Dasar Jilid 2 :150

Untuk
kembali
ke
kesetimbangan,
sebagian AgCH3COO akan terendapkan
dari larutan (kesetimbangan bergeser ke
arah reaktan), sebagian mana diprediksi
oleh asas Le Chatelier, sampai hasilkali ion
sekali lagi sama dengan Ksp. Efek
penambahan
ion
senama
dengan
demikian, menurunkan kelaruatn garam
(AgCH3COO) dalam larutan. Dalam hal ini
[Ag+] tidak lagi sama dengan [CH 3COO-]
pada kesetimbangan; sebaliknya, [Ag +] >
[CH3COO-].

Sumber : Whitten General Chemistry : 829


Raymond Chang-Kimia Dasar Jilid 2 :150

Contoh :
Berapa kelarutan molar kalsium oksalat
dalam kalsium klorida 0,15 M? Bandingkan
kelarutan molar ini dengan kelarutan dalam
air murni. Tetapan hasil kali kelarutan
kalsium oksalat adalah 2,3x10-9.
Jawab :
Dua garam yang mempunyai ion senama
(Ca2+), dengan salah satu garam yang larut
dengan baik (CaCl2) dan menyediakan ion
Ca2+ akan menekan kelarutan garam yang
kurang larut melalui pengaruh ion senama.

Sumber : Yayan Sunarya-Kimia Dasar 2 :1

Tahap 1:
Padatan CaC2O4 dicampurkan ke dalam
satu liter CaCl2 0,15 M, dan kelarutan
molar CaC2O4 dalam campuran itu
dimisalkan x M. Maka, pada awalnya
(sebelum CaC2O4 larut) terdapat 0,15
mol Ca2+ dalam larutan. Kelarutan
CaC2O4 sebesar x mol menghasilkan x
mol Ca2+ tambahan dan x mol C2O42-.

Sumber : Yayan Sunarya-Kimia Dasar 2 :1

Seperti ditunjukkan pada tabel berikut :


Konsentra CaC2O4(s)
si (M)

Ca2+(aq)

+ C2O42-(aq)

Awal

0,15

Peubahan

+x

+x

Setimban
g

0,15 + x

Tahap 2 :
Substitusi konsentrasi kesetimbangan
ke dalam persamaan :
[Ca2+][C2O42-] = Ksp
(0,15 + x) x
= 2,3 x 10-9

Sumber : Yayan Sunarya-Kimia Dasar 2 :1

Tahap
3:

Dengan menata ulang persamaan tersebut
diperoleh :
x=
Oleh karena kalsium oksalat kurang larut, kita
dapat mengabaikan nilai x terhadap bilangan
0,15, sehingga: 0,15 + x 0,15. persamaan
sebelumnya menjadi :
x = = 1,5 x 10-8
Asumsi dapat diterima sebab nilai x << 0,15.
dalam air murni kelarutan kalisum oksalat
adalah 4,8 x 10-5 M lebih besar 3.000 kali
dibandingkan dalam laruta kalsium klorida 0,15.

Sumber : Yayan Sunarya-Kimia Dasar 2 :1

SIMBOLIK
Persamaan

reaksi penguraian perak


asetat :
AgCH3COO(s) Ag+(aq) + CH3COO-(aq)
Persamaan reaksi penguraian perak
nitrat :
AgNO3(s) Ag+(aq) + NO3-(aq)