Anda di halaman 1dari 6

Diagram Dahan/Batang Daun.

Bagian ini khusus membahas Diagram Dahan/Batang Daun, diagram ini sekarang sangat
populer di dunia Statistika, oleh sebab itu dimasukkan kedalam bahan ini. Pada dasarnya
diagram dahan daun ini fungsinya sama dengan histogram yaitu suatu diagam yang
digunakan untuk melihat sebaran/distribusi data. Sama-sama dibentuk dengan cara
mengelompokan pengamatan-pengamatan ke dalam kelas-kelas. Hanya saja kelas-kelas
tersebut dibentuk berdasarkan digit-digit pada nilai pengamatan. Dalam pembuatan diagram
dahan daun, setiap nilai dipisahkan atas digit utama dan digit penyerta. Digit utama sebagai
dahan/batang dan digit penyerta sebagai daun, digit penyerta/daun harus terdiri dari satu digit.
Diagram dahan daun disusun baris-perbaris secara vertikal dan ini cukup efektif untk
menggambarkan pola sebaran dari data yang berukuran kecil. Misalkan kita memilki
kumpulan sebagai berikut :
32
87

95
41

11
10

94
95

36
99

91
75

62
57

74
75

14

63

58

Langkah-langkah membaua diagram dahan daun:


1. Plot dahan/batang. Karena jangkauannya berkisar dari 00 sampai 99, maka kita akan
memerinci menjadi angka puluhan dan angka satuan. Puluhaan menjadi dahan/batang
dan satuan menjadi daun. Semua angka untuk dahan/batang harus dibuat lengkap,
walaupun isi data tida ada.

Tahap 0
Penyususnan
Lajur Dahan/Batang
Dahan
Daun
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1

2. Tambahkan daunnya (digit penyerta)


Tahap 1
Pengisian
Angka 32
Dahan Daun
0
1
2
2
3
4
5
6
7
8
9
3. Tambahkan data selajutnya:
Tahap 2
Pengisian
Angka 95
Dahan Daun
0
1
2
3
2
4
5
6
7
8
9
5

Tahap 3
Pengisian
Angka 11. . .
Dahan
Daun
0
1
140
2
3
26
4
1
5
87
6
223
7
455
8
7
9
54159

4. Urutkan daunnya:
Tahap 4
Pengisian
Angka 11. . .
Dahan
Daun
0
2

1
2
3
4
5
6
7
8
9

014
26
1
78
223
455
7
14559

5. Angka 10 adalah bernilai 10, sehingga unit untuk diagram dahan daun ini adalah 1.
6.
Diagram Dahan Daun
Unit=1
Dahan

Daun
1
2
3
4
5
6
7
8
9

014
26
1
78
223
455
7
14559

Contoh 1.
Buatlah diagram dahan daun dari data di bawah ini :
16,8
13,1
14,6
22,6
24,4

25,7
15,8
16,9
12,9
16,6

21,4
21,7
14,9
14,1
20,5

22,7
26,2
26,7
25,8
19,7

28,1
18,7
20,2
17,9
17,3

17,5
20,2
21,6
17,7
18,0

14,4
24,6
15,1
18,6
13,7

20,9
24,2
6,9
20,3
17,3

Yang menjadi daun adalah angka desimalnya 16,8, angka 16 menjadi dahan angka 8 menjadi
daunnya, maka kita ingin memperbesar intervalnya maka untuk menjadi daun adalah jarak
(lebar) intervalnya 2, yaitu 00-1.0 ditulis dengan * , 2.0-3.0 ditulis t (two,three), 4. 0-5.0
ditulis f (four, five), 6. 0-7.0 ditulis s (six, seven), 8. 0-9.0 ditulis .(titik). Penulisan angkanya
dibulatkan ke bawah sehingga 25,7 menjadi 25 dan seterusnya. Diagram dahan daun untuk
data di atas menjadi seperti terlihat pada gambar 1

Dahan

Daun
3

*
t
s
.
*
t
f
s
.
*
t
f
s
.

9
233
444455
66677777
8889
00000111
22
44455
66
8

Gambar 1. Diagram Dahan Daun


Antara batang/dahan boleh dibatasi garis, boleh juga tidak.
Contoh lain
Sebagai contoh, perhatikan data berikut.
4,57
4,39
4,12

5,62
4,52
5,51

4,12
4,26
4,82

5,29
4,26
4,63

4,64
4,40
4,29

4,31
5,78
4,60

4,30
4,73

4,39
4,56

4,45
5,08

5,67
4,41

Untuk data, kita bisa mengambil dua digit pertama sebagai dahan dan digit terakhir sebagian
daun. Jika data menunjukkan 4,12, maka kita harus menuliskan daun 2 pada dahan 41.
Didaptkan hasil sebagai berikut.
Unit = 0.01
Dahan
Daun
41
22
42
669
43
1099
44
501
45
729
46
430
47
3
48
2
49
50
8
51
52
9
53
54
4

55
56
57

1
27
8

Biasanya diagram dahan daun ini dilengkapi dengan informasi mengenai unit yang
ditempatkan bagi digit penyerta. Jika unit = 0,01, berarti bahwa digit penyerta berada pada
posisi 2 angka di belakang koma. Jika unit = 1 berarti bahwa digit penyerta berada posisi
satuan. Jika angka desimal terakhir diabaikan maka diagramnya akan menjadi:
4
5

Unit = 0,1
51633343522475418626
626705

Diagram dia atas terlihat terlalu padat, oleh sebab itu, dahan/batangya bis dibagi menjadi dua,
sehingga gambarnya menjadi:
Unit = 0.1
4 * 11222333444
. 55566678
5 * 02
. 6667

Keterangan: * = 0,1,2,3,4
. = 5,6,7,8,9
Kalau dirasakan masih terlalu padat, maka daun dapat dibagi lima dan diagramnya menjadi:

Dahan
4

Keterangan:

*
t
f
s
.
*
t
f
s

Unit = 0,1
Daun
11
3333222
545454
6766
8
0
2
5
667

* = 0,1
t = 2,3
f=4,5
s=5,7
5

. =8,9.
Diagram Kotak Garis
Setiap data memiliki median, kuartil pertama (Q1) dan kuartil ketiga (Q3). Selain itu,
kelompok data tersebut juga memiliki nilai tertinggi (a) dan nilai terendah (b). kelima nilai ini
dinamakan ringkasan lima angka bagi kelompok data tersebut.

Secara umum, diagram kotak garis ini memiliki bentuk sebagai berikut :
Q1
Batas garis kiri

Md

Q3
Batas garis kanan

____________________________________________
X (hari bolos)
Batas garis kiri (BGKi): tergantung pada dua nilai, yaitu: Xmin dan Q1-1.5(IQR).
a) Jika Xmin < Q1-1.5(IQR), maka BGKi= Q1-1.5(IQR)
b) Jika Xmin > Q1-1.5(IQR), maka BGKi= Xmin
Batas garis kanan (BGKa): tergantung pada dua nilai, yaitu: Xmaks dan Q3+1.5(IQR).
a) Jika Xmaks > Q3+1.5(IQR), maka BGKa= Q3+1.5(IQR)
b) Jika Xmaks < Q3+1.5(IQR), maka BGKa= Xmaks
Beberapa nilai pada kelompok data dapat didefenisikan sebagai pencilan, yaitu data
yang rendah atau tinggi sehingga terlihat memencil dari kelompok data tersebut. Pencilan
tersebut dapat terjadi karena kesalahan pengukuran, pencatatan dan lain-lain. Jika pencilan
tersebut terjadi karena kesalahan-kesalahan seperti itu, maka data tersebut dihilangkan dalam
analisis. Namun tidak semua pencilan terjadi karena kesalahan tersebut. Pencilan-pencilan
tersebut ini tidak dapat dihilangkaan begitu saja dalam analisis. Guna diagram kotak garis
adalah untuk melihat sebaran data (simetrik atau tidak dan penjulurannya) dan untk
menentukaan kehadiran pencilan.

Anda mungkin juga menyukai