Anda di halaman 1dari 7

Konsep Dasar Puskesmas Sebagai Ujung Tombak

Pembangunan Kesehatan di Indonesia

1. Pengertian Puskesmas
Pusat kesehatan masyarakat yang biasa kita kenal dengan puskesmas
sudah dikenal sejak era tahun 70-an yang seiring dicanangkannya
Pembangunan Jangka Panjang yang pertama. Konsep dan pengertian
puskesmas terus berkembang dan dilengkapi untuk kesejahteraan
masyarakat. Adapun beberapa definisi puskesmas dari masa ke masa
sebabgai berikut:

Seminar Ciloto 1972 (RAKERNAS III 1970)

Suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung


memberrikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat
dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha
pokok.

Dalam SKN 1982

Puskesmas adalah sebagai unit organisasi kesehatan yang


merupakan pusat pengembangan , yang melaksanakan pembinaan,
dan juga memberikan pelayanan upaya kesehatan secara
menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya.

Menurut RP3JPK 1983

Puskesmas adalah pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi


mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta
menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat
dengan masyarakat dalam benuk kegiatan poko yang menyeluruh
dan etrpadu di wilayah kerjanya.

Wikipedia

Organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan


yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan
terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat
dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh


pemerintah dan masyarakat.
Keputusan Menteri Kesehatan RI No.128/MENKES/SK/II/2004

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan


kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.

2. Merupakan Bagian Dari Sistem Kesehatan


Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.99a/MENKES/SK/III/1982 ditetapkan berlakunya Sistem Kesehatan
Nasional yang harus menjadi pedoman bagi semua penyelenggara upaya
kesehatan di Indonesia, termasuk di dalamnya puskesmas. Dengan kata
lain

puskesmas

merupakan

bagian

dari

sistem

kesehatan

yang

diberlakukan di Indonesia. Dalam Surat Keputusan Menteri kesehatan


No.128/MENKES/SK/II/2004 disebutkan bahwa kedudukan puskesmas
dalam Sistem Kesehatan Nasional adalah sebagai sarana pelayanan
kesehatan strata pertama yang bertanggungjawab menyelenggarakan
upaya kesehatan di wilayah kerjanya.
3. Merupakan UPTD Kabupaten/Kota
Sesuai dengan pengertian puskesmas menurut Keputusan Menteri
Kesehatan tahun 2004 dalam Surat Keputusan Menteri kesehatan
No.128/MENKES/SK/II/2004 bahwa puskesmas adalah unit pelaksana
teknis

dinas

kesehatan

kabupaten/kota

yang

bertanggungjawab

menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Secara


organisasi, kedudukan puskesmas dalam sistem kesehatan kebupaten/kota
merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) yang dipimpin oleh
seorang kepala puskesmas yang berada di bawah dan bertanggungjawab
kepada kadinkes kabupaten/kota dan secara operasional kegiatannya
dikoordinasikan oleh camat. Oleh karena

sebagai UPTD puskesmas

secara teknis dan fungsional merupakan unit pelaksana pelayanan

kesehatan masyarakat tingkat pertama dan harus dibina oleh Dinkes


kabupaten/kota. Untuk melaksanakan pelayanan medik, puskesmasa
merupakan unit pelaksana medik dasar tingkat pertama yang secara teknis
medis dapat mengadakan koordinasi dan bekerja sama dengan RSUD
kabupaten/kota. Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan yang
letaknya berada paling dekat ditengah-tengah masyarakat dan mudah
dijangkau dibandingkan dengan unit pelayanan kesehatan lainya dengan
kata lain puskesmas menjadi

ujung tombak dalam mewujudkan

pembangunan kesehatan di Indonesia


4. Suatu Unit Yankes yang Lengkap Melaksanakan POAC
Puskesmas bukanlah semata-mata unit pelayanana kesehataan tetapi
juga merupakan suatu kesatuan organisasi fungsional yang mempunyai
manajemen dan administrasi di dalamnya. Penerapan fungsi manajemen di
Puskesmas diwujudkan dalam POAC.

Planning meliputi Mikroplanning, perencanaan tingkat puskesmas


yang meliputi:
> Rencana Usulan Kegiatan (R.U.K) sama dengan plan of action
(POA) atau rencana kerja yang biasanya disusun menjelang
pergantian tahun anggaran kegiatan baru.
> Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) merupakan pengembangan dari
RUK setelah ada perbaikan tata cara pembuatan anggaran kegiatan
dalam setiap unit Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
> Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK), setelah disusun rencana
kegiatan itu kemudian dibuatkan strategi pelaksanaan secara terpadu
> Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) merupakan kelanjutan dari
RKA yang telah disetujui sebagai pedoman pelaksanaan penggunaan
anggaran kegiatan

Organizing dalam bentuk struktur organisasi, pembagian tugas,


pembagian wilayah kerja, pengembangan program puskesmas.

Actuating dapat meliputi kegiatan lokakarya mini puskesmas, ada dua


lokakarya yakni Mini Lokakarya Lintas Program, lokakarya ini

dilaksanakan puskesmas setiap sebulan sekali, untuk mengevaluasi


hasil kegiatan pelayanan. Dan Mini Lokakarya Lintas Sektoral,
lokakarya ini dilaksanakan puskesmas setiap tiga bulan sekali dengan
melibatkan instansi terkait seperti dinkes, diknas, kecamatan,
kelurahan, dan lainnya, sesuai porsi kegiatan puskesmas. Kegiatan lain
seperti kepemimpinan, motivasi kerja, koordinasi, komunikasi melalui
rapat rutin bulanan untuk membahas aktivitas harian kegiatan program.

Controlling, kegiatan pelayanan harus terus diawasi pelaksanaannya


agar mencapai target yang telah ditetapkan. Pelayanan yang sudah
optimal tetap perlu dikendalikan arahnya agar tidak menyimpang dari
tujuan kegitan. Setiap hasil kegiatan harus dievaluasi sebagai bentuk
pertanggungjawaban institusi terhadap publik dan pemerintah daerah.
Misalnya dapat diwujudkan dalam PIAS, LAM, PWS (Pemantauan
Wilayah Setempat), KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), supervisi,
monitoring, evaluasi, audit internal keuangan Puskesmas

5. Berada di Wilayah Kecamatan/Sebagian


Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu
kecamatan. Tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu
puskesmas. Maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas,
dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah(desa/kelurahan atau
RW).

Masing-masing

puskesmas

tersebut

secara

operasional

bertanggungjawab langsung kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.


6. Organisasi yang Senantiasa Berkembang
Puskesmas sebagai bentuk organisasi pasti akan terus berkembang
sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masayarakat dan potensi yang dapat
digali dari masyarakat dari lembaga lain di wilayah kerjanya.
Pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat melalui puskesmas
didasarkan pada misi puskesmas sebagai pusat pengembangan kesehatan
(centre for health development) di wilayah kerjanya.
Seiring dengan semangat otonomi daerah, maka puskesmas
dituntut untuk mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanannya yang

akan dilaksanakan. Tetapi pembiayaannya tetap didukung oleh pemerintah.


Sebagai organisasi pelayanan mandiri, kewenangan yang dimiliki
Puskesmas juga meliputi : kewenangan merencanakan kegiatan sesuai
masalah kesehatan di wilayahnya, kewenangan menentukan kegiatan yang
termasuk public goods atau private goods serta kewenangan menentukan
target kegiatan sesuai kondisi geografi Puskesmas. Jumlah kegiatan pokok
Puskesmas diserahkan pada tiap Puskesmas sesuai kebutuhan masyarakat
dan kemampuan sumber daya yang dimiliki, namun Puskesmas tetap
melaksanakan kegiatan pelayanan dasar yang menjadi kesepakatan
nasional. Sebagai contoh, kini puskesmas memiliki unit jaringan
pelayanan sepert Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Polindes,
Posyandu bahkan ada puskesmas yang dilengkapi dengan UGD dan rawat
inap.
7. Upaya kesehatan
Upaya kesehatan menurut Undang-Undang kesehatan No.23 taun 1992
adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
yang dilakukan oleh pemmerintah dan atau masyarakat.
Sedangkan menurut SKN 2004, subsistem upaya kesehatan adalah
tatanan yang menghimpun berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM)
dan upaya kesehatan perorangan (UKP) secara terpadu saling
mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya. Untuk tercapainya visi pembangunan kesehatan
melalui puskesmas yakni terwujudnya kecamatan sehat menuju
Indonesia sehat, puskesmas bertanggungjawab menyelenggrakan upaya
kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang keduanya
jika ditinjau dari Sistem Kesehatan Nasional merupakan pelayanan
kesehatan tingkat pertama.
a. Upaya Pelayanan Kesehatan
Pelayanan adalah usaha, upaya atau kegiatan-kegiatan yang
direncanakan dan dilaksanakan sesuai profesi keahlian masing-masing

pelayanan. Upaya kesehatan di puskesmas dilaksanakan melaui berbagai


kegiatan pokok yaitu paling tidak pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dilayani puskesmas meliputi:

Pelayanan Kesehatan Perorangan


Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat
pribadi (private goods) dengan tujuan utama penyembuhan penyakit
dan

pemulihan

kesehatan

perorangan,

tanpa

mengabaikan

pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan


perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu
ditambah rawat inap.

Pelayanan kesehatan masyarakat


Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat
publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan
meningkatkan

kesehatan

serta

mencegah

penyakit

tanpa

mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.


Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi
kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan ,
perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana,
kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan
masyarakat lainnya.
b. Upaya Kesehatan Masyarakat
Upaya kesehatan masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan yang
dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta, untuk
memelihara

dan

meningkatkan

kesehatan

serta

mencegah

dan

menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat . UKM


mencakup

upaya

promosi

kesehatan,

pemeliharaan

kesehatan,

pemberantasan penyakit menular, kesehatan jiwa, pengendalian penyakit


tidak menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar,
perbaikan gizi masyarakat, pengamanan sediaan farmasi dan alat

kesehatan, pengamanan penggunaan zat aditif (bahan tambahan


makanan) dalam makanan dan minuman, pengamanan narkotika,
psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya serta penanggulangan
bencana alam dna bantuan kemanusiaan.
c. Upaya Kesehatan Essensial
Puskesmas

dibangun

untuk

menyelenggarakan

pelayanan

kesehatan dasar, menyeluruh dan terpadu bagi seluruh masyarakat yang


tinggal di wilayah kerjanya. Program kesehatan yang diselenggarakan
oleh puskesmas merupakan program pokok yang wajib dilaksanakan
oleh

pemerintah

untuk

melindungi

penduduknya,

termasuk

mengembangkan program khusus untuk penduduk miskin. Untuk dapat


memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada seluruh
masyarakat di wilayah kerjanya, puskesmas menjalankan beberapa usaha
pokok yang meliputi program:

Kesehatan ibu dan anak

Keluarga berencana

Pemberantasan penyakit menular

Peningkatan gizi

Kesehatan lingkungan

Pengobatan

Penyuluhan kesehatan masyarakat

Laboratorium

Kesehatan sekolah

Perawatan kesehatan masyarakat

Kesehatan jiwa

Kesehatan gigi