Anda di halaman 1dari 3

Home

Katalog Produk

Pemesanan Benih

Tentang Kami

Gallery
o Packing & Pengiriman
o Pengujian Produk

Peta Situs

Info Tanggal 05 March 2015:


Home Patin Budidaya Ikan Patin Seleksi Induk Siap Pijah

Budidaya Ikan Patin Seleksi Induk Siap Pijah


o SUKA ARTIKEL INI?

o Retweet Link Ini


o Bagikan di Facebook
Seleksi adalah kegiatan memilih atau memisahkan antara induk-induk yang sudah matang gonad,
atau matang telur dengan yang belum. Tujuannya untuk mendapatkan induk-induk yang siap
mijah, dimana telur bisa dibuahi dan spermanya bisa membuahi. Kegiatan ini dilakukan setelah
pematangan gonad dan sebelum pemijahan.

Sebelum seleksi air kolam disurutkan hingga setinggi 5 cm. Induk ditangkap satu persatu, lalu
dilihat kematangan gonadnya. Induk yang matang gonad dimasukan dalam plastik atau karung
yang halus dan basah, kemudian diangkut ke bak pemberokan, sedangkan induk yang belum
matang gonad dikembalikan lagi ke kolam.
Tanda-tanda induk yang sudah matang atau siap memijah dapat dilihat dari keadaan perut,
lubang kelamin dan gerakannya. Induk betina yang siap memijah ditandai dengan perutnya yang
gendut, lubang telur membengkak, berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban.
Sedangkan induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh lebih cerah, alat
kelamin berwarna kemerahan, kemudian bila diurut keluar cairan berwarna putih susu.

Pengurutan harus hati-hati dan pelan agar spermanya tidak terlalu banyak keluar. Selain itu juga
agar induk jantan tidak stress.
Selain ciri-ciri diatas, induk patin yang akan dipijahkan harus sehat dan tidak luka. Induk yang
sakit atau terluka dapat menghambat proses pemijahan. Kadang-kadang induk-induk itu tidak
memijah. Karena itu seleksi ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak sembarangan. Untuk
menjaga agar tidak menular kepada induk-induk yang lain, maka Induk-induk yang sakit atau
luka harus dipisahkan.
Satu hal lagi yang diperhatikan dalam seleksi. Jumlah induk jantan yang ditangkap harus lebih
banyak dari yang dibutuhkan. Karena meskipun tanda-tanda induk-induk sudah jelas, tetapi
seringkali penglihatan mata sering keliru. Terkadang induk jantan yang dianggap sudah matang
kelamin malah tidak matang. Atau bisa juga kelebihan jantan yang ditangkap digunakan sebagai
cadangan.