Anda di halaman 1dari 7

SUMBER:

SUBOWO
DIFIORE
Chandra, Satish, et al. 2004. Textbook of Dental & Oral Histology with
Embryology & MCQS. New Delhi: JAYPEE

STRUKTUR MIKROSKOPIS DAN KOMPOSISI GIGI

Gigi terdiri dari email/enamel, dentin, sementum, dan pulpa dimana enamel,
dentin, dan sementum merupakan jaringan keras, sedangkan pulpa merupakan
jaringan lunak.
1. Enamel

a. Struktur Mikroskopis

Enamel merupakan jaringan keras yang bersifat kurang elastis dan


melapisi bagian mahkota gigi. Enamel sifatnya paling keras dibandingkan
dengan dentin dan sementum.
Enamel terdiri dari susunan batang-batang berbentuk prisma yang
diantaranya dipisahkan oleh substantia interprismatica. Prisma enamel ini
memiliki diameter 3 6 mikron dengan tinggi 4 mikron. Prisma enamel
membentuk pola lubang kunci atau dayung. Akan terlihat bagian badan/kepala
tersusun dari 1 batang prisma, leher tersusun dari 2 batang prisma terdekat,
dan ekor tersusun dari 1 batang prisma terdekat.
Pada enamel terdapat dua garis, yaitu garis Hunter Schreger dan garis
Retzius.
Garis Hunter Schreger berjalan radial dari permukaan dentin biasanya
tidak sampai permukaan email. Garis ini disebabkan oleh prisma email yang
terpotong memanjang berseling dengan yang terpotong melintang sehinnga
menimbulkan garis yang berselang gelap terang.
Garis Retzius disebabkan terjadinya perubahan metabolism garam-garam
kapur pada waktu pembentukan email. Gari ini dimulai dari dentinoenamel
junction hingga membentuk lengkungan ke arah perifer kadang-kadang
dilanjutkan dan berakhir kembali pada dentinoenamel junction pada sisi yang
lain. Garis demikiam membentuk suatu alur pada sekeliling permukaan email
yang berjalan horizontal disebut perikymata. Alur ini menunjukkan kurangnya
kalsifikasi email.

Warna email bervariasi tergantung pada ketebalan email. Daerah email


yang lebih tibis berwarna kekuning-kuningan karena dentin terlihat dan
daerah email yang lebih tebal berwarna keabu-abuan.
b. Komposisi
Anorganik 96 98% dimana 90% adalah hidroksiapatit, 10%
sisanya CaCO3, Mg-fosfat, CaCl2
Organik 2% terdiri dari amelogenin protein dan nonamelogenin
protein (enamelin, ameloblastin, dan tuftelin)
2. Dentin

a. Struktur Mikroskopis
Pembentukan dentin oleh odontoblas. Penambahan matriks dentin
mengakibatkan

odontoblas

menjauhi

dentinoenamel

junction

meninggalkan tonjolan odontoblas disebut serat Tomes yang


dikelilingi oleh matriks membentuk tabung (tubulus dentalis).
Tubulus dentalis berjalan tegak lurus pada dinding pulpa dan
berakhir di perifer seperti huruf S. Pada tubulus dentalis terdapat juga
dua kelengkungan, primer dan sekunder yang berjalan spiral sehingga
terlihat bergelombang. Sepanjang tubulus dentalis terdapat kira-kira
200 kelengkungan. Disini terdapat juga serat Korff yang merupakan

serabut yang berasala dari pulpa yang berjalan antara odontoblas


mencapai dentin dan akhirnya menyebar.
Pada sediaan gigi yang dibuat secara khusus terlihat fibril yang
berjalan sejajar permukaan pulpa dan tegak lurus dengan tubulus
dentalis sehingga timbul garis incremental yang searah dengan garis
Retzius.
Pada dentin terdapat selubung Neumann yang membatasi tubulus
dentalis. Perbedaan selubung Neumann dengan matriks disekitarnya
adalah selubung Neumann punya indeks bias yang berbeda, lebih
tahan terhadap asam dan alkali, tidak adanya fibril.
Jenis-jenis dentin :
Dentin primer, dibentuk semasa pembentukan gigi
Dentin sekunder, dibentuk sesudah dentin primer
Dentin reparative, terbentuk setelah terjadinya kerusakan
Dentin sklerotik (transparan), terbentuk pada gigi yang
lanjut usia terutama di akar. Dapat terjadi ketika garam
kalsium yang diendapkan di dalam/sekitar tonjolan
odontoblas mengalami degenerasi menyebabkan tubulus
dentalis

tertutup

sehingga

warna

dentin

menjadi

transparan.
Warna dentin pada gigi sulung adalah kuning muda (light
yellow), sedangkan pada gigi permanen adalah kuning pucat (pale
yellow).
Ciri-ciri strukturil pada dentin:

Spatium Interglobularis, terdapat di mahkota dan akar dan

mengikuti garis incremental


Stratum Granularis Tomes, daerah selapis yang menyerupai
spatium interglobularis tapi lebih kecil tidak mengikuti

garis incremental
b. Komposisi
Anorganik 70%, terutama terdiri dari hidroksiapatit
Organik 30%, yang dominan adalah serat kolagen tipe I,
muccopolysaccharides, glycosaminoglycans, proteoglycans,
phospoprotein, sedikit sitrat, khondrotin slulfate, insoluble
protein, dan lipid
3. Sementum

a. Struktur Mikroskopis
Cementum melapisi akar dimulai dari cementoenamel junction
yang tebalnya 20 mikron dan makin tebal hinga ke apex. Komponen
strukturil sementum:
Matriks, mengandung serabut-serabut halus
Lapisan incremental, lapisan penambahan secara aposisi
yang diselingi oleh periode istirahat sehingga membentuk

garis berlapis-lapis
Semetosit, sel yang terdapat dalam lacuna dimana lacuna

satu denga yang lainnya berhubungan dengan kanalikuli


Serabut Sharpey

Secara morfologis terdapat dua macam sementum:

Sementum Aseluler, tidak mengandung sementosit,


banyak serabut Sharpey, dan pertama kali dibentuk

dibanding seluler.
Sementum Seluler, mengandung sementosit dan sedikit

serabut Sharpey.
b. Komposisi
Anorganik 50 55%, terutama terdiri dari hidroksiapatit
Organik 45 55 %, terutama terdiri dari serat kolagen I sedikit
proteoglycans dan kolagen tipe II dan tipe III
4. Pulpa
Konten berupa:
Sel: odontoblas, fibroblast, sel mesenkim tak berdiferensiasi, dan

defense cell
Intercellular substances: Fiber, ground substances, pembuluh
darah, pembuluh limfe, dan saraf

Odontoblas merupakan sel terbanyak

kedua pada pulpa, terletak di

perifer pulpa dekat dentin. Bentuk odontoblas pada crown adalah columnar,
tengah akar adalah cuboid, dan apex adalah spindle-shaped. Fungsinya adalah
untuk membentuk dentin.
Fibroblast merupakan sel terbanyak pada pulpa. Bentuknya pada young
pulp adalah stellate-shaped cells dan older pulp adalah spindle/round-shaped.
Fungsinya adalah membentuk serat kolagen dan ground substance.
Sel Mesenkim Tak Berdiferensiasi merupakan sel primer pada young
pulp. Bentuknya adalah polyhedral-shaped cells. Mempunyai sifat totipotensi

sel (sel-sel dapat berdiferensiasi menjadi semua tipe sel tergantung kebutuhan.
Sebagai contoh, dapat menjadi odontoblas, fibroblast, dan makrofag.
Defense cell berperan sebagai pertahanan. Terdiri dari mast cell yang
banyak ditemukan sepanjang pembuluh darah dalam pulpa yang meradang;
plasma cell terlihat pada ssat terjadi inflamasi dan bertanggung jawab penuh
memproduksi antibody (limfosit dan eosinofil); histiosit/makrofag terlihat
dalam eliminasi sel mati dan pemusnahan bakteri, saat inflamasi jumlah
meningkat.
Serat/fibers ada dua tipe, yaitu serat prekolagen/serat Korff dan serat
kolagen. Pada tahap awal perkembangan, seratnya kebanyakan adalah
prekolagen, seiring dengan bertambah usian menjadi serat kolagen.
Ground

substances

terdiri

dari

muccopolysaccharide,

glycosaminoglycans, glycoprotein, air, chondrotin A, chondrotin B,


hyaluronic, versican, syndecan, tenasin, fibronectin, laminin, intergrins.
Pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saraf mesuk melalui foramen
apikal.