Anda di halaman 1dari 17

Sinar X dan Difraksi

Sinar X

Disusun Oleh:
M. Khakim Mufti
M. Rifqi Maulana
M. Gilang Bhagaskoro

A. Awal Perkembangan Sinar X


Sinar X pertama kali ditemukan oleh W.C Rntgen pada tahun 1895, dalam
bentuk radiasi yang keluar dari tabung muatan (discharge tube). Sejalan
perkembangan ilmu pengetahuan diketahui bahwa sinar-x adalah radiasi
elektromagnetik transversal, seperti cahaya tampak, tetapi dengan panjang
gelombang yang jauh lebih pendek dan memiliki energi tinggi sekitar 200 eV
sampai 1 MeV. Sinar X dihasilkan oleh interaksi antara berkas elektron
eksternal dengan elektron pada kulit atom. Spektrum Sinar X memilki
panjang gelombang 10-5 10 nm, berfrekuensi 1017 -1020 Hz dan memiliki
energi 103 -106 eV.

B. Difraksi Sinar X
Difraksi sinar-x merupakan proses hamburan sinar-x oleh bahan kristal. Pembahasan
mengenai difraksi sinar-x mencakup pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal
berikut ini:
1. pembentukan sinar-x
2. hamburan (scattering) gelombang elektromagnetik
3. sifat kekristalan bahan (kristalografi)
Representasi matematis syarat terjadinya difraksi diberikan oleh Hukum Bragg
2d hkl sin B = n
dengan d hkl adalahjarak antar-bidang (interplanar spacing) (hkl) untuk sebuah kristal, B
adalah sudut Bragg dan adalah panjang gelombang radiasi.

C. Interaksi Sinar X dengan Material


Ada dua proses yang terjadi bila seberkas sinar-x ditembakkan ke sebuah
atom yaitu:
(1) Energi berkas sinar-x terserap oleh atom. Dalam proses ini, berkas
sinar-x terserap atom melalui Efek Fotolistrik yang mengakibatkan
tereksitasinya atom dan/atau terlemparnya elektronelektron dari atom. Atom
akan kembali ke keadaan dasarnya dengan memancarkan elektron (melalui
Auger effect), atau memancarkan sinar-x floresen yang memiliki panjang
gelombang karakteristik atom tereksitasinya.

(2) Sinar-x dihamburkan oleh atom. Dalam proses ini ada bagian berkas
yang mengalami hamburan tanpa kehilangan kehilangan energi (panjang
gelombangnya tetap) dan ada bagian yang terhambur dengan kehilangan
sebagian energi (Hamburan Compton).
Jadi serapan total sinar-x terjadi karena efek fotolistrik dan hamburan
Compton. Namun, hamburan Compton memiliki efek menyeluruh yang
dapat diabaikan, kecuali untuk radiasi dengan panjang gelombang pendek
yang mengenai material dengan berat atom rendah.

Berkas hamburan sinar-x oleh material yang dapat diukur adalah intensitas.
Intensitas berkas sinar-x yang mendekati paralel adalah fluks energi yang
melewati satu satuan luasan tertentu per satuan waktu. Untuk gelombang
planar monokromatik, intensitas sebanding dengan kuadrat amplitudo
getaran. Intensitas radiasi yang dihasilkan oleh sumber titik (atau sumber
kuasi-titik) pada arah tertentu adalah energi yang dipancarkan per detik per
satuan sudut ruang pada arah itu. Dalam pengukuran intensitas mutlak, cara
termudah adalah dengan menentukan jumlah foton teremisi atau tertangkap
(detektor) per satuan waktu, bisa per satuan luas atau per satuan sudut
ruang.

Dengan spektrum sinar x yang bersifat kontinyu dan diskrit,


Hubungan antara frekuensi maksimum dengan beda potensial V dapat
dituliskan sebagai berikut :
eV = hv0 + Q
v0 = eV
h
e = muatan elektron
V = beda potensial

eV = Energi kinetik
h = Konstanta Planck

Hukum Bragg

Adapun sifat-sifat dari sinar x adalah sebagai berikut:


a. Tidak dapat dilihat oleh mata, bergerak dalam lintasan lurus dan dapat
mempengaruhi film fotografi sama seperti cahaya tampak
b. Daya tembusnya lebih tinggi daripada cahaya tampak dan dapat
menembus tubuh manusia, kayu, dan beberapa lapis logam tebal
c. Dapat digunakan untuk membuat gambar bayangan sebuah objek pada
film fotografi (radiograf)
d. Sinar X merupakan gelombang elektromagnetik dengan energi E = h f

e. Orde panjang gelombang sinar X adalah 0,5 2,5


(sedangkan orde panjang gelombang ubtuk cahaya tampak = 6000 , jadi
letak sinar X dalam diagram spektrum gelombang elektromagnetik adalah
antara sinar ultraviolet dan sinar gamma)
f. Satuan panjang gelombang sinar X sering dinyatakan dalam dua jenis
satuan yaitu angstrom () dan satuan sinar X ( X unit = XU )
1 kXU = 1000 XU = 1,00202

SUMBER DAN SIFAT SINAR X


Tabung sinar-X
Pada umumnya, sinar diciptakan dengan percepatan arus listrik, atau setara
dengan transisi kuantum partikel dari satu energi state ke lainnya. Contoh : radio (electron
berosilasi di antenna) , lampu merkuri (transisi antara atom)
Ketika sebuah elektron menabrak anoda :
1. Menabrak atom dengan kecepatan perlahan, dan menciptakan radiasi
bremstrahlung atau panjang gelombang kontinyu
2. Secara langsung menabrak atom dan menyebabkan terjadinya transisi
menghasilkan panjang gelombang garis

Sinar X merupakan radiasi elektromagnetik yang memiliki energi tinggi


sekitar 200 eV sampai 1 MeV. Sinar X dihasilkan oleh interaksi antara berkas
elektron eksternal dengan elektron pada kulit atom. Spektrum Sinar X memilki
panjang gelombang 10-5 10 nm, berfrekuensi 1017 -1020 Hz dan memiliki
energi 103 -106 eV. Panjang gelombang sinar X memiliki orde yang sama
dengan jarak antar atom sehingga dapat digunakan sebagai sumber difraksi
kristal. Difraksi Sinar X merupakan teknik yang digunakan dalam
karakteristik material untuk mendapatkan informasi tentang ukuran atom dari
material kristal maupun nonkristal.

Difraksi tergantung pada struktur kristal dan panjang gelombangnya. Jika


panjang gelombang jauh lebih dari pada ukuran atom atau konstanta kisi
kristal maka tidak akan terjadi peristiwa difraksi karena sinar akan dipantulkan
sedangkan jika panjang gelombangnya mendekati atau lebih kecil dari ukuran
atom atau kristal maka akan terjadi peristiwa difraksi. Ukuran atom dalam
orde angstrom () maka supaya terjadi peristiwa difraksi maka panjang
gelombang dari sinar yang melalui kristal harus dalam orde angstrom ().

Skema Tabung Sinar X


Sinar X dihasilkan dari tumbukan antara elektron kecepatan tinggi dengan
logam target. Dari prinsip dasar ini, maka alat untuk menghasilkan sinar X
harus terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu :
a. Sumber elektron (katoda)
b. Tegangan tinggi untuk mempercepat elektron
c. Logam target (anoda)
Ketiga komponen tersebut merupakan komponen utama suatu tabung sinar X.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI XRD KRISTAL DAN BUBUK


1. Kristal Tunggal
- Keuntungan
Kita dapat mempelajari struktur kristal tersebut.
- Kerugian
Sangat sulit mendapatkan senyawa dalam bentuk kristalnya
2. Bubuk
- Kerugian
Sulit untuk menentukan strukturnya
- Keuntungan
Lebih mudah memperoleh senyawa dalam bentuk bubuk

Sumber
Bragg, L., Phillips, D. & Lipson, H. S. (1975), The development of x-ray
analysis, Bell,
London.
Guinier, A. (1963), X-ray diffraction in crystals, imperfect crystals and
amorphous bodies,
W.H. Freeman, San Francisco.
Warren, B. E. (1969), X-ray diffraction, Addison-Wesley Pub. Co,
Massachussetts.