Anda di halaman 1dari 19

ELIMINASI GAUSS JORDAN

Asdos ALIN 2013

BENTUK ESELON

ESELON BARIS TEREDUKSI


Syarat eselon baris tereduksi

Jika suatu baris tidak seluruhnya terdiri dari nol, maka


bilangan tak nol pertama pada baris itu adalah 1.
Bilangan 1 ini disebut 1 utama (leading 1).

Jika terdapat baris yang seluruhnya terdiri dari nol,


maka baris-baris ini akan dikelompokan bersama pada
bagian paling bawah dari matriks.

Jika terdapat dua baris berurutan yang tidak


seluruhnya terdiri dari nol, maka 1 utama pada baris
yang lebih rendah terdapat pada kolom yang lebih
kanan dari 1 utama pada baris yang lebih tinggi.

Pada setiap kolom yang memiliki 1 utama, harus


memiliki nol pada tempat-tempat lainnya

ESELON BARIS TEREDUKSI

Contoh eselon baris tereduksi

ESELON BARIS
Syarat eselon baris
Jika suatu baris tidak seluruhnya terdiri dari nol,
maka bilangan tak nol pertama pada baris itu
adalah 1. Bilangan 1 ini disebut 1 utama (leading
1).
Jika terdapat baris yang seluruhnya terdiri dari
nol, maka baris-baris ini akan dikelompokan
bersama pada bagian paling bawah dari matriks.
Jika terdapat dua baris berurutan yang tidak
seluruhnya terdiri dari nol, maka 1 utama pada
baris yang lebih rendah terdapat pada kolom yang
lebih kanan dari 1 utama pada baris yang lebih
tinggi.

ESELON BARIS

Contoh eselon baris

ESELON BARIS TEREDUKSI


VS
ESELON BARIS
ESELON BARIS
TEREDUKSI

ESELON BARIS

Memiliki
nol Memiliki
nol
dibawah dan di dibawah setiap 1
atas
setiap
1 utama
utama

CONTOH SPL dan SOLUSI


nya

Misalkan suatu matriks yang diperbesar


dari suatu SPL, telah direduksi melalui
operasi baris menjadi bentuk eselon baris
tereduksi berikut ini. Selesaikan sistem
tersbut!

Penyelesaian SPL (a)

Dari Matriks di atas dapat diterjemahkan


menjadi sistem persamaan

Sehingga nilai x=5 ; y=-2 ; z=4

Penyelesaian SPL (b)


SPL
bersesuaian

yang

Karena x1, x2, dan x3 bersesuaian dengan 1


utama pada matriks, maka disebut variabel
utama, dan variabel yang bukan utama
(yaitu x4) disebut variabel bebas

Variabelutam

variabelbeba
s

Dengan mengambil sembarang nilai untuk variabel bebas x4 = t, maka


diperoleh himpunan solusi

METODE ELIMINASI

Berikut proses eliminasi untuk mereduksi


matriks menjadi bentuk eselon baris
tereduksi.
Untuk memperjelas, proses eleminasi
dilakukan pada sebuah matriks berikut

ELIMINASI GAUSS

Proses eliminasi untuk membuat matriks eselon baris


disebut eliminasi Gauss

ELIMINASI GAUSS - JORDAN

Kelanjutan dari Eliminasi Gauss

Proses eliminasi kelanjutan dari eliminasi


Gauss di atas membentuk matriks eselon
baris tereduksi, proses ini disebut Eliminasi
Gauss - Jordan

SUBSTITUSI BALIK

Dalam menyelesaikan suatu SPL, kadang


dilakukan dengan menggunakan eliminasi
Gauss untuk mengubah matriks yang
diperbesar menjadi eselon baris tanpa
menyelesaikannya dengan tuntas hingga
memperoleh
bentuk
eselon
baris
tereduksi.
Jika langkah di atas dipilih, maka SPL
tersebut dapat diselesaikan dengan
metode subtitusi balik (back subtitutiion).

SUBSTITUSI BALIK
Diberikan SPL

Selesaikan menggunakan eliminasi Gauss


dan substitusi balik !

SUBSTITUSI BALIK
diubah menjadi
eselon baris
(metode Gauss)

SPL yang bersesuaian dengan eselon baris


adalah

SUBSTITUSI BALIK

Dengan menyelesaikan variabel utama, diperoleh

Dengan mensubtitusikan persamaan paling bawah,


ke persamaan dua menghasilkan

Dan persamaan paling dua disubtitusikan ke


persamaan satu

TUGAS

Selesaikan SPL berikut ini menggunakan


eliminasi Gauss dan substitusi balik
x + 2y + z = 6
x + 3y + 2z = 9
2x + y + 2z = 12

TUGAS

Selesaikan SPL berikut ini menggunakan


eliminasi Gauss Jordan
x + 2y + 3z = 3
2x + 3y + 2z = 3
2x + y + 2z = 5