Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS FILM Law Abiding Citizen

Nama

: Mutiara Zahroh

NPM

: 1306394000

Mata Kuliah : Hukum Acara Pidana dan Pembuktian (A)


1. Apa saja macam alat bukti yang terdapat dalam film tersebut?
Pembuktian dalam film Law Abiding Citizen dapat digolongkan kedalam dua kasus:
Kasus pertama, adalah ketika Darby dan Ames melakukan pembunuhan dan pencurian
terhadap keluarga Clyde Alexander Shelton, dan juga percobaan perkosaan terhadap istri
Shelton. Dalam kasus ini, Shelton yang juga ditusuk oleh Darby masih dapat menyaksikan
secara langsung bagaimana Darby mencoba memerkosa istrinya dan membunuh anak serta
istrinya. Oleh karena itu, dalam kasus ini alat bukti yang pertama adalah keterangan saksi
korban yaitu Shelton yang menyaksikan secara langsung hal yang dilakukan oleh Darby dan
Ames. Berdasarkan Pasal 1 butir 27 KUHAP definisi keterangan saksi ialah
sebagai salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa
keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengan
sendiri, ia lihat sendiri, dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan
dari pengetahuannya itu. Shelton sebagai saksi korban memenuhi
persyaratan tersebut. Namun, kesaksian Shelton pun tidak memenuhi
syarat formal dari suatu keterangan saksi, bahwa dalam kasus tersebut
Shelton tidak diajukan ke depan persidangan dan tidak disumpah sebagai
saksi.
Alat bukti kedua dalam film ini adalah keterangan saksi mahkota,
Darby. Saksi mahkota ialah dalam hal terjadi satu tindak pidana dan
dilakukan oleh beberapa orang, dimana salah satu tersangka akan
menjadi saksi bagi tersangka lainnya dan begitu pula sebaliknya. Dalam
kasus ini penggunaan saksi mahkota dilakukan oleh Nick Rice sebagai
Jaksa Penuntut Umum karena kurangnya alat bukti yang dimiliki, sehingga
dilakukan pemisahan berkas surat dakwaan atau splitsing. Keterangan
mengenai saksi mahkota atau yang juga disebut sebagai saksi pelaku
diatur dalam Pasal 10A ayat (1) UU No. 31 tahun 2014 tentang
Perubahan

atas

Undang-Undang

Nomor

13

Tahun

2006

tentang

Perlindungan Saksi dan Korban dimana saksi Pelaku dapat diberikan


1

penanganan secara khusus dalam proses pemeriksaan dan penghargaan


atas kesaksian yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut dan atas
keterangan Darby, maka Ames dikenakan hukuman mati dan Darby hanya
dikenakan hukuman penjara selamat 5 (lima) tahun.
Alat bukti lain yang terdapat dalam film adalah hasil DNA dan
forensik yang sempat disebutkan dalam percakapan antara Shelton dan
Nick. Alat bukti ini dapat digolongkan kedalam alat bukti surat hasil dari
pemeriksaan DNA maupun Lab. Forensic yang dilakukan.
Selanjutnya kasus kedua, adalah pembunuhan yang dilakukan oleh
Shelton terhadap Darby dan beberapa orang lainnya. Alat bukti pertama
yang

dimiliki

oleh

Jaksa

Penuntut

Umum

adalah

hanya

berupa

keterangan terdakwa, Shelton. Keterangan terdakwa diatur lebih


lanjut dalam Pasal 189 KUHAP. Shelton memberikan keterangan dengan
spesifik bagaimana cara ia membunuh Darby dan menukar cairan yang
digunakan untuk melakukan hukuman mati bagi Ames.
Selain itu, bukti yang selanjutnya ditemukan oleh Nick Rice and team
adalah berupa property milik Shelton, diantaranya rumah milik Shelton
yang merupakan tempat ditemukannya tubuh Darby, dan beberapa
petunjuk lain mengenai keterangan pembelian beberapa property
industrial yang dianggap aneh.
Dalam melakukan rencana balas dendamnya dengan membunuh
beberapa orang lain, Shelton juga menggunakan beberapa barang yang
dapat dijadikan sebagai barang bukti, antara lain Radio Beacon, weaponized
bomb-disposal robot, dan beberapa property lainnya milik Shelton yang disimpan di dalam
garasi tersembunyinya.
Hal lain yang dapat dijadikan alat bukti dalam kasus ini adalah surat elektronik yang
diberikan oleh Chester David (teman Sarah), dan dapat digolongkan sebagai keterangan surat,
yang berupa rekaman pembelian asset yang dilakukan oleh perusahaan Shelton dan ternyata
berhubungan dengan property industrial yang dijual oleh Philadelphia selama 10 tahun.
2. Bagaimana kekuatan alat bukti tersebut?
Kekuatan alat bukti yang telah disebutkan di atas adalah lemah.
Karena, dalam kasus pertama, kita mengetahui bahwa awalnya yang
hanya dapat dijadikan alat bukti adalah keterangan saksi korban, yaitu
Shelton, dimana keterangan saksi tidaklah kuat karena tidak diberikan

langsung di dalam sidang, tidak disumpah terlebih dahulu dan ia


merupakan keluarga. Oleh karena itu, keterangan Shelton hanyalah
merupakan pelengkap. Selanjutnya, bukti utama kasus ini adalah dengan
adanya keterangan saksi mahkota, Darby. Permasalahan yang kemudian
muncul adalah berlakunya asas unus testis nullus testis sebagaimana
diatur dalam Pasal 183 KUHAP, yang intinya adalah keterangan 1 (satu)
saksi saja tidak cukup, sehingga setidaknya dibutuhkan 2 (dua) alat bukti.
Begitupula terkait dengan kasus kedua, yang dimana pada awalnya
hanyalah keterangan terdakwa yang dimiliki sebagai bukti, sebelum
akhirnya ditemukan bukti-bukti lain, namun tetap tidak ditemukan
korelasinya antara satu bukti dengan bukti yang lain, hingga akhirnya
Nick Rice dapat menemukan benang merah diantara bukti-bukti tersebut.
Sehingga, baik kasus pertama dan kedua, kekuatan pembuktiannya
adalah lemah, karena keterangan saksi tidak didukung dengan alat bukti
lainnya. Hal ini dihubungkan dengan ketentuan dalam KUHAP yang
menganut

prinsip

batas

minimum

pembuktian.

Batas

minimum

pembuktian adalah prinsip yang mengatur batas yang harus dipenuhi


dalam membuktikan kesalahan terdakwa yang diatur dalam Pasal 183
KUHAP.

Pasal

tersebut

menyebutkan

bahwa

hakim

tidak

boleh

menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila sekurang-kurangnya


memperoleh 2 (dua) alat bukti yang sah.
3. Bandingkan dengan revisi KUHAP!
Dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP disebutkan bahwa alat bukti yang sah
terdiri dari keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan
keterangan terdakwa. Sedangkan dalam revisi KUHAP khususnya Pasal
175, jenis alat bukti yang sah diperluas dengan tambahan barang bukti
sebagai alat bukti, bukti elektronik dan pengamatan hakim.
Sehingga apabila dikaitakan dengan pembuktian dalam kasus ini,
ditemukannya beberapa alat bukti seperti rekaman video, alat yang
digunakan untuk membunuh, dapat menjadi alat bukti dan merupakan
cukup untuk membuktikan kesalahan terdakwa, selama ditemukan
kesesuaian antar alat bukti yang ada.
3

Selain itu, di dalam revisi KUHAP diatur mengenai saksi mahkota, khususnya dalam
Pasal 200 R-KUHAP, dimana sebelumnya pengaturan mengenai saksi mahkota tidak ada
dalam KUHAP. Dalam Pasal 200 R-KUHAP tersebut disebutkan bahwa seorang tersangka
atau terdakwa yang peranannya paling ringan dapat dijadikan saksi dalam perkara yang sama
dan dapat dibebaskan dari pidana, apabila saksi membantu mengungkapkan keterlibatan
tersangka lain yang patut dipidana dalam perkara pidana tersebut. Jika dihubungkan dengan
kasus, seharusnya Ames-lah yang menjadi saksi mahkota. Hal ini karena peranan Ames
dalam kasus ini hanyalah membantu Darby saat merampok rumah Shelton, dan tidak ikut
membunuh anak dan istri Shelton. Sehingga, seharusnya Ames dikenakan pidana lebih ringan
dan tidak dihukum mati. Tidak seperti apa yang terdapat di film, dimana Darby-lah yang
dijadikan saksi mahkota yang merupakan hasil negosiasi dari Nick Rice dan ia pun hanya
dikenakan hukuman selama 5 tahun penjara.