Anda di halaman 1dari 5

1

PBB ONline Masih Tunggu Konfirmasi Bank Bengkulu


//PBB Award Tetap Berlanjut
TUBEI - Hingga saat ini, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Lebong terus berupaya meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya yaitu program pembayaran
pajak secara online, baik individu maupun perusahaan. Namun saat ini,
DPPKAD Lebong masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Bank
Bengkulu.
Ini disampaikan Kepala DPPKAD Lebong Mahmud Siam, SP, M.Si melalui
Kabid Pendapatan dan Bagi Hasil Syarifuddin, S.Sos, M.Si kepada RB.
''Kita (DPPKAD.red) pada dasarnya sudah siap untuk pelaksanaan PBB
online, tinggal menunggu konfirmasi dari Bank Bengkulu. Mudah-mudahan
bisa terlaksana secepatnya,'' kata Syarif.
Untuk saat ini, terang Syarif, mereka sedang melakukan cetak masal
Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) untuk 34 ribu lebih Objek
Pajak (OP) baik individu maupun perusahaan yang ada di Lebong. Bahkan,
jika tidak ada kendala, rencananya 23 Mei 2015 mendatang, SPPT akan
didistribusikan kepada seluruh OP. ''Batas akhir pembayaran atau jatuh
tempo yaitu 9 November 2015 mendatang,'' terang Syarif
Dibagian lain, Syarif menyampaikan, untuk program reward pemungutan
PBB yang dilaksanakan 2014 lalu, tahun ini tetap dilaksanakan kembali.
Dimana penilaian dilakukan sesuai kriteria dan penilaian yang sudah
dilakukan tahun lal 2014 lalu. ''Jadi tetap ada PBB Award untuk tahun
2015 ini. Soal kemana reward nya nanti, akan dibahas lebih lanjut,''
sambung Syarif.
Ditambahkan Syarif, untuk reward nantinya, bakal ada hadiah tambahan
untuk kades terbaik untuk penagihan PBB. Hadiah tambahan ini dari
Anggota DPD RI Dapil Bengkulu M. Soleh, SE. Ini disampaikan anggota
DPD RI tersebut pada saat sosialisasi pajak daerah beberapa hari lalu.
''Rencananya beliau akan memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta untuk
kades terbaik dalam penagihan PBB nantinya. Harapan kita ada lagi yang
bersedia menjadi donatur untuk memberikan hadiah tambahan,'' demikian
Syarif.(dtk)
2
Hasil Tes Urine Kejari Tubei 100 % Negatif
TUBEI Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Tubei, saat ini bisa
bernafas lega. Ini lantaran seluruh jajarannya dipastikan 100 persen
negatif dari hasil tes urine yang dilaksanakan Senin (4/5) lalu yang
dicentralisasi pelaksanaannya di Kejari Arga Makmur. Ini disampaikan
Kepala Kejari (kajari) Tubei R. Dodi Budi Kelana, SH, MH kepada RB
kemarin (7/5).
Dijelaskan Dodi, dirinya beserta pejabat di Kejari Tubei lainnya,
serta jaksa dan seluruh jajarannta mengikuti tes urine untuk
pemeriksaan narkoba yang memang digelar dijajaran kejaksaan seluruh
Indonesia. Seluruh jajaran Kejari Tubei, termasuk saya sendiri
totalnya 29 orang. Seluruhnya dinyatakan 100 persen negatif alias
tidak ada yang menggunakan narkoba, ungkap Dodi yang dikenal akrab
dengan wartawan ini.

Menurut Dodi, kabar atau informasi tersebut didapatkan dari pihak


Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu yang melakukan
pemeriksaan urine. Saya mengkonfirmasi langsung ke BNN mengenai
hasil tes urine Kejari Tubei. Ya alhamdulillah, seluruhnya dinyatakan
negatif,, sambung Dodi.
Ditambahkan Dodi, dirinya berharap dan mengingatkan jajarannya agar
tidak sampai terjebak di lembah hitam narkoba. Karena sekali mencoba,
dikhawatirkan terjerembab dilembah hitam narkoba selamanya. Kalau
kedepannya ada yang tertangkap atau kedapatan mengkonsumsi narkob,
saya pastikan akan disanksi tegas, imbuh Dodi.(dtk)
3
Tersisa 430 RTS yang Belum Ambil PSKS
TUBEI Dari 4.163 Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang berhak mendapatkan
Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kabupaten Lebong, hingga
kemarin (7/5) tercatat masih ada 430 RTS lagi yang belum melakukan
pencairan. Seperti yang diungkapkan Kepala KPC Muara Aman Lidya
Fitratin kepada RB kemarin (7/5).
Untuk KPC Muara Aman, terang Lidia, melayani pencairan PSKS wilayah
Kecamatan Lebong Tengah, Padang Bano, Lebong Sakti, Lebong Atas,
Lebong utara dan Kecamatan Pinang Belapis. Serta untuk wilayah
Kecamatan Pelabai, Amen dan Kecamatan Uram Jaya. Jadi kita hanya
melayani untuk wilayah 9 kecamatan saja, kata Lidia.
Ditambahkan Lidia, bagi RTS yang belum melakukan pencairan pada saat
jadwal pencairan, tetap bisa melakukan pencairan di KPC Muara Aman
setiap harinya. Karena memang pencairan bisa dilakukan tanpa ada batas
waktu yang ditentukan. Ini bagi yang belum bisa melakukan pencairan
pada saat jadwal yang sudah ditentukan beberapa waktu lalu.
Memang bagi yang belum melakukan pencairan sesuai jadwal yang sudah
ditentukan, tetap bisa melakukan pencairan. Kita tetap akan melayani
warga yang belum sempat melakukan pencairan secara terjadwal beberapa
waktu lalu. Kemungkinan warga yang belum melakukan pencairan ini, ada
yang tinggal di kebun atau memang belum mengetahui adanya pencairan
RTS, imbuh Lidia.(dtk)
4
Honorer Jadi Korban Kepala BKD Gadungan
//Guntur : Tidak Ada CPNS Sisipan
TUBEI Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lebong H.
Guntur, S.Sos menegaskan kalau tidak yang namanya Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) sisipin. Baik itu yang melalui penerimaan CPNS jalur umum
maupun jalur honorer database. Ini disampaikan sehubungan masih adanya
oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab berkeliaran yang menawarkan
jasa seolah-olah bisa menjadikan seseorang sebagai CPNS melalui jalur
sisipan atau susulan.
Dikatakan Guntur yang didampingi Kabid Pengadaan Pegawai dan
Organisasi Dedi Darmadi, S.Kom kepada RB diruang kerjanya kemarin
(7/5) kepada RB, beberapa hari belakangan kembali marak laporan
mengenai modus penipuan tersebut. Modusnya hampir sama dengan yang

sudah-sudah, yaitu melalui sms maupun menelpon calon korban dan


berpura-pura sebagai orang BKD Lebong.
Bahkan terkadang, sambung Guntur, oknum yang tidak bertanggungjawab
tersebut tidak segan-segan mengatasnamakan para pejabat di lingkungan
Pemda Lebong, termasuk pejabat dilingkungan BKD Lebong. Intinya agar
calon korban mau memberikan sejumlah uang untuk bisa memasukan nama
anak, keponakan atau adik mereka menjadi CPNS Sisipan atau CPNS
Susulan nantinya.
Lebih jauh Guntur menjelaskan, beberapa hari lalu ada laporan salah
satu honorer KII yang mengaku mentransferkan uang senilai Rp 3 juta
kepada sesorang yang mengaku kepada BKD Lebong. Padahal dirinya
(kepala BKD) tidak pernah melakukan hal tersebut, yaitu meminta
honorer KII mentransferkan sejumlah uang terkait kelulusan honorer KII
untuk menjadi CPNS.
Ditambahkan Guntur, untuk itulah, dirinya menegaskan kembali, jika ada
oknum atau orang yang mengaku bisa memasukan seseorang untuk menjadi
CPNS susulan atau CPNS Tambahan, segera laporkan kepada BKD Lebong.
Apalagi kalau oknum tersebut mengatas namakan pejabat BKD atau pejabat
lainya. Segera laporkan, jika memang ada yang mengatasnamakan BKD
ataupun pejabat. Karena sekali lagi kita tegaskan, tidak ada istilah
CPNS sisipan, susulan atau CPNS tambahan, imbuh Guntur.(dtk)
5
Mahmud : Gaji Sudah Dibayarkan dan Ditalangi DPPKAD
TUBEI Terkait musibah yang dialami oleh bendahara Dinas Pendapatan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Lebong Salahuddin Al
Khidir, SE beberapa hari yang lalu, sedikit menghambat proses
pembayaran gaji bagi PNS dan CPNS di lingkungan DPKAD Lebong. Hanya
saja, menurut Kepala DPPKAD Lebong Mahmud Siam, SP, MM, semuanya sudah
diatasi oleh DPPKAD Lebong.
Gaji sudah dibayarkann dan untuk sementara kita carikan solusi untuk
menanggulangi atau membayarkan uang gaji yang hilang tersebut. Memang
pasca kejadian, pembayaran gaji PNS dan CPNS sempat tertunda, tapi
tidak terlalu lama karena langsung kita carikan solusinya, terang
Mahmud yang ditemui di ruangan kerjanya kemarin (7/5).
Dijelaskan Mahmud, uang sebesar Rp 97.402.000 yang hilang tersebut,
bukanlah untuk pembayaran gaji seluruh PNS di lingkungan DPPKAD
Lebong. Melainkan hanya untuk sebagian PNS serta beberapa CPNS yang
ada di lingkungan DPPKAD Lebong. Karena memang sebagian besar PNS di
lingkungan kita sudah menggunakan kartu pegawai elektronic yang
sekaligus menjadi ATM bagi PNS, imbuh Mahmud.
Sekadar diketahui, Senin (4/5) sekitar pukul 14.00 WIB, Bendahara
DPPKAD Lebong diduga mengalami kejadian pencurian. Tas berisi uang,
laptop dan sejumlah dokumen penting, hilang dari dalam mobil Terano BD
1338 HY yang dikendarai drivernya Mahendra. Lokasi kejadian berada di
depan salah satu bengkel di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Lebong
Utara.
Korban sendiri bersama drivernya baru saja pulang dari bank mengambil
uang untuk pembayaran gaji. Hanya saja, sebelum pulang kekantor,
keduanya mampir terlebih dahulu di bengkel tersebut untuk melakukan

perbaikan mobil. Namun nahas, hanya kelang beberapa menit setelah


sampai dibengkel, korban diketahui mengalami pencuirian.(dtk)
6
Temuan Tim, Banyak Pelanggan Tanpa Water Meter
//Pengecekan Pelanggan PDAM TTE Lebong
TUBEI Pemda Lebong melalui Bagian Perekonomian Setda Lebong bersama
tim gabungan Dewan Pengawas PDAM, TNI dan Polri beberapa hari
belakangan masih terus turun kelapangan guna melakukan pengecekan dan
sosialisasi legalitas pelanggan PDAM Tirta Tebo Emas (TTE) Lebong yang
ada di wilayah Lebong Utara. Dimana Lebong Utara akan menjadi wilayah
percontohan penertiban pelanggan PDAM TTE Lebong.
Meskipun tidak disebutkan secara detai, Kepala Bagian (Kabag)
Perekonomian Setda Lebong Jauhari Chandra, SP, MM mengakui dari hasil
temuan dilapangan, memang banyak warga diduga pelanggan, namun tidak
menggunakan water meter. Bahkan banyak juga warga yang melakukan
penyambungan pipa secara ilegal. Banyak juga temuan kita yang water
meternya memang rusak bahkan hilang, ungkap Jauhari.
Namun begitu, sambung Jauhari, untuk langkah awal yang diambil tim
masih berupa sosilisasi dan validasi data pelanggan PDAM TTE Lebong
yang arahnya nanti seluruhnya menjadi pelanggan legal seluruhnya bagi
PDAM TTE Lebong. Validasi data yang dilakukan, sangat diharapkan bakal
menimbulkan banyak dampak positif.
Dimana hasil validasi bisa menjadi data base PDAM TTE Lebong dan
bisa berpotensi menambah PAD dan pendapatan PDAM TTE Lebong. yang
muaranya nanti adalah peningkatan pelayanan dan perbaikan managemen
dari PDAM TTE itu sendiri. Kalau managemen dan pendapatan PDAM Lebong
mengamali peningkatan, ya secara otomatis pelayanan juga bisa
ditingkatkan, demikian Jauhari.(dtk)
7
Punya Gedung Permanen, Pelayan Harus Meningkat
//Peletakan Batu Pertama Kantor Camat
LEBONG SAKTI Bupati Lebong H. Rosjonsyah Syahili, S.IP, M.Si meminta
agar Camat Lebong Sakti Nurmanhuri, SE, M.Si dan jajarannya untuk
semakin meningkatkan pelayanan mereka kepada masyarakat. Apalagi jika
nanti sudah menempati gedung permanen Kantor Camat Lebong Sakti yang
sudah mulai dibangun saat ini.
Penegasan ini disampaikan Bupati Rosjonsyah saat melakukan peletakan
batu pertama Kantor Camat Lebong Sakti di Desa Muning Agung Kecamatan
Lebong Sakti kemarin (7/5). Pemerintah daerah sudah berupaya dan
alhamdulillah tahun ini Kantor Camat Lebong Sakti bisa dibangun
permanen, ucap Bupati Rosjonsyah dalam sambutannya kemarin.
Bupati Rosjonsyah juga meminta kepada rekanan Dinas PU Lebong yang
melaksanakan pembangunan harus benar-benar sesuai aturan. Agar
hasilnya bisa maksimal dan realisasinya bisa tepat waktu. Saya minta
kepada rekanan yang melakukan pembangunan harus profesional agar
penyelesaian pembangunanb bisa optimal. Dinas PU saya minta pengerjaan
benar-benar diawasi, pinta Bupati Rosjonsyah.

Sementara itu, Camat Lebong Sakti Nurmanhuri, SE, M.Si mengatakan,


pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemda Lebong atas terealisasinya
pembangunan kantor camat pada tahun anggaran 2015 ini. Apalagi lokasi
Kantor Camat cukup strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat di
Kecamatan Lebong Sakti.
Kita sangat berterikasih kepada Pemda Lebong, khususnya kepada pak
bupati atas terealisasinya pembangunan Kantor Camat Lebong Sakti ini
yang sudah sangat dinanti pihak kecamatan dan masyarakat Kecamatan
Lebong Sakti. Kita akan terus berupaya agar pelayanan kepada
masyarakat dan peran serta dalam pembangunan juga meningkat,
demikian Nurmanhuri.
Dimulainya pembangunan Kantor Camat Lebong Sakti ini ditandai dengan
peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Rosjonsyah serta diikuti
oleh Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Lebong
yang hadir dalam acara. Kegiatan juga dihadiri oleh perangkat desa
Sekecamatan Lebong Sakti, Sekda Lebong dan jajaran Kepala SKPD serta
para pejabat dilingkungan Dinas PU Lebong.(dtk)
8
Bupati : Anggota BPD Jangan Coba-coba Berpolitik
LEBONG SAKTI Bupati Lebong H. Rosjonsyah Syahili, S.IP, M.Si
mengingatkan kepada seluruh perangkat desa, termasuk anggota Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) untuk tidak ikut-ikutan berpolitik,
terutama menjelang pelaksanaan Pilkada 2015 di Kabupaten Lebong. Ini
disampaikan Bupati Rosjonsyah saat melantik 49 Anggota BPD Kecamatan
Lebong Sakti di Balai Desa Ujung Tanjung I Kecamatan Lebong Sakti
kemarin (6/5).
Saya minta Anggota BPD jangan coba-coba berpolitik, termasuk bapakbapak yang baru saja dilantik hari ini. Lebih baik kuatkan koordinasi
dengan perangkat desa untuk memajukan dan mensejahterahkan desa, serta
meningkatkan peran dalam pembangunan di Kabupaten Lebong. Kades dan
BPD harus sejalan, jangan malah jontok-jontokan. Kalau sudah begitu
kasihan masyarakat nantinya, pesan Bupati Rosjonsyah.
Anggota BPD, lanjut Bupati Rosjonsyah, merupakan bagian dari
pemerintah dan tidak boleh ikut-ikutan berpolitik. Saudara-saudara
(anggota BPD.red) yang baru saja mengucapkan sumpah jabatan dan
dilantik hari ini (kemarin.red) harus paham dengan tupoksi dalam
menjalankan tugas kalian, imbuh Bupati Rosjonsyah.
Adapun anggota BPD yang dilantik, masing-masing 7 orang anggota BPD
Desa Ujung Tanjung I, 5 orang anggota BPD Muning Agung, 7 anggota BPD
Ujung Tanjung II, 5 anggota BPD Ujung Tanjung III, 5 anggota BPD
Magelang Baru, 5 anggota BPD Lemeu Pit, 5 Anggota BPD Tabeak Kauk, 5
anggota BPD Tabeak Dipoa dan 5 anggota BPD Sukabumi.
Pelantikan dihadiri oleh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(FKPD) Kabupaten Lebong, Sekda Lebong, para Kepala SKPD dilingkungan
Kabupaten Lebong, perangkat desa Sekecamatan Lebong Sakti. Serta
ratusan masyarakat Sekecamatan Lebong Sakti. Setelah melakukan
pelantikan, Bupati Rosjonsyah dan rombongan menghadiri acara peletakan
batu pertama Kantor Camat Lebong Sakti.(dtk)