Anda di halaman 1dari 4

1

Aktifkan Kegiatan Siskamling


LEBONG SELATAN - Untuk meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban
masyarakat dimasing-masing wilayah desa, diharapkan pihak pemerintah
desa bersama-sama dengan masyarakat bisa mengaktifkan kegiatan Sistem
Keamanan Lingkungan (Siskamling). Hal ini disampaikan Kapolsek Lebong
Selatan AKP Ikhsan Al Illah, SH kepada RB.
Kegiatan siskamling, kata Ikhsan, sangat berpengaruh untuk mencegah
maupun meminimalisir aksi kejahatan didesa-desa. Apalagi sejauh ini
hamper seluruh desa memiliki petugas hansip (pertahan sipil) serta pos
keamanan keliling (Poskamling). Kegiatan Siskamling ini sangat
membantu dan memberikan dampak positif dalam menjaga dan meningkatkan
kamtibmas dimasing-masing desa, kata Ikhsan.
Dikatakan Ikhsan, dengan diaktifkannya siskamling, selain akan
memberikan rasa aman yang lebih kepada masyarakat. Juga semakin
memperkuat persatuan masyarakat disuatu desa dan pihaknya juga selalu
melakukan patroli untuk menekan tindak kejahatan ini. Siskamling
sangat efektif dalam menjaga kantibmas, terutama dalam mencegah aksi
kriminalitasi disaat musim paceklik, demikian Ikhsan.(dtk)
2
Ada Bantuan Dari Provinsi Tanpa Judul
TUBEI Kondisi tahun politik di setiap wilayah, memang selalu saja
memunculkan berbagai fenomena. Terutama terkait dengan berbagai
bantuan di segala sector yang terkadang mengundang tandatanya dan
diduga berbau politis. Salah satunya yang saat ini terjadi di
Kabupaten Lebong.
Data terhimpun, beberapa waktu lalu muncul bantuan yang diduga dari
Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Bengkulu. Bantuan tersebut
berupa seragam pramuka lengkap, mulai dari seragam, sepatu kaos kaki,
lengkap dengan berbagai atribut pramuka lainnya. Namun belum diketahui
bantuan tersebut merupakan bansos untuk sekolah bantuan untuk pelajar,
atau bantuan untuk ekskul pramu ka.
Juga belum diketahu secara pasti, bantuan tersebut hanya diberikan
kepada sekolah SMA sederajat atau juga SMP dan SD sederajat. Karena
yang baru diketahui dari informasi di lapangan, yang sudah mau
memberikan keterangan adalah pihak SMA sederajat. Jumlah bantuan juga
diduga tidak sama antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.
Menurut salah satu sumber RB, awalnya pihak mereka tahu adanya bantuan
tersebut dari informasi via SMS. Intinya diberitahukan kepada pihak
sekolah mereka untuk mengambil bantuan seragam pramuka tersebut di
salah satu hotel di wilayah Kecamatan Lebong Utara. Anehnya lagi saat
seragam yang dibungkus dalam karung diambil, tidak ada pihak yang
menyerahkan secara resmi. Sehingga tidak diketahui Judul dari
bantuan tersebut.
Makanya oleh kepala sekolah, setahu saya sampai hari ini belum
dibagikan. Karena tidak tahu bantuan tersebut untuk pelajar atau untuk
ekskul pramuka. Karena kalau untuk seluruh pelajar, jelas tidak
mungkin lantaran jumlah pelajar kita lebih dari 300 orang. Sedangkan
seragam tersebut kita perkirakan tidak sampai 50 setel, ungkap
sumber yang takut disebutkan namanya ini.

Ditambahkan sumber tersebut, sebelumnya memang ada permintaan


pendataan dari Dinas Diknas Provinsi Bengkulu mengenai jumlah pelajar,
termasuk didalamnya ukuran baju dan sepatu lengkap. Datanya sudah
kita sampaikan dan tahu-tahu ada bantuan seperti ini. Kita juga
bingung, mungkin karena inilah kepala sekolah belum mau
membagikannya, imbuh sumber tersebut.
Sementara Kepala Dinas Diknaspora Lebong HM. Taufik Andary, M.Pd
melalui Kabid Dikmen Zoni Harpen, SE, M.Pd yang dikonfirmasi RB
mengatakan, sepengetahuan mereka, memang pernah mendapatkan informasi
soal adanya bantuan seragam pramuka dari provinsi. Namun soal berapa
jumlahnya dan yang mendapatkan siapa saja, mereka tidak tahu.
Kalau biasanya ada program maupun kegiatan bantuan, kita mendapatkan
tembusan. Kita belum tahu apakah seluruh sekolah dapat bantuan
tersebut atau tidak. Dan berapa jumlahnya kita tidak tahu, karena
belum dapat tembusan soal realisasi kegiatan tersebut. Kita coba
koordinasikan nanti dengan pihak provinsi. Kalau sudah ada informasi
terbaru nantu kita sampaikan lagi, singkat Zoni.(dtk)
3
Banyak Warga Sungai Lisai Pindah Lagi ke Jambi
//Karena Infonya Sudah Ada Jalan Hotmix
BINGIN KUNING - Kondisi Desa Sungai Lisai yang terbilang masih sangat
terisolir dan memang masih dalam atau masuk di wilayah Taman Nasional
Kerinci Sebelat (TNKS), semakin membuat warga bosan menunggu
pembangunan yang terus di janjikan. Bahkan diduga lantaran hal itulah
sudah banyak warga Sungai Lisai yang mulai pindah ke wilayah Desa
Madras Kabupaten Merangin Provinsi Jambi yang berbatasan langsung
dengan Kabupaten Lebong.
Dijelaskan Pjs. Kades Sungai Lisai, Hajron Hadi, sejak tahun 2010
lalu, setidaknya tercatat sudah 20 Kepala Keluarga (KK) yang memilih
pindah. Salah satu yang menarik perhatian warga yang pindah, karena
informasinya di Madras jalan yang berada dipemukiman sudah di hotmix
oleh pemerintah Jambi. Apalagi memang beberapa warga ini punya kebun
juga di Jambi, kalau mereka pindah tetap bias berkebun di sana, kata
Hajron.
Dikatakan Hajron, padahal dulu (akhir tahun 2009), saat Sungai Lisai
diserahkan masuk ke Kabupaten Lebong, Pemda Lebong yang masih dibawah
ke pemimpinan Bupati H. Dalhadi Umar, menjanjikan akan membangun jalan
dari Desa Seblat hingga ke Desa Sungai Lisai yang masuk dalam wilayah
Kecamatan Pinang Belapis.
Tapi tidak tahu kenapa sampai sekarang, belum sama sekali ada
realisasinya pembangunan jalan tersebut. Saat penyerahan desa dari
Merangin kepada Lebong, warga dijanjikan setidaknya 4 hingga 6 bulan
setelah penyerahan, Pemda Lebong akan membangun jalan agar masyarakat
Sungai Lisai bisa lancar berkomunikasi maupun beraktivitas ke luar
Sungai Lisai, imbuh Hajron.(dtk)
4
Soal Dana Pilkada, KPU Surati Bupati

TUBEI Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebong, kemarin (2/3)


menyurati Bupati Lebong H. Rosjonsyah Syahili, S.IP, M.Si. Surat ini
terkait jumlah anggaran yang didapatkan KPU Lebong dalam APBD TA 2015
yang dirasa masih belum mencukupi. Surat tersebut ditembuskan kepada
Ketua KPU Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Kapolres Lebong,
Kajari Tubei dan Dandim 04/09 Rejang Lebong.
Dijelaskan Ketua KPU Lebong Sugianto Bahanan kemarin (2/3), dana
usulan terakhir mencapai Rp 14 miliar. Namun setelah dibahas dan ketok
palu atau pengesahan, ternyata dalam APBD TA 2015 anggaran untuk KPU
Lebong termasuk dana pelaksanaan Pilkada hanya dianggarkan Rp 6 miliar
dan artinya ada kekurangan sekitar Rp 8 miliar.
Menurut Sugianto, setelah dilakukan rasioalisasi dari dana Rp 6 miliar
yang ada dalam APBD 2015, diperkirakan dana tersebut akan habis
terealisasi hanya batas Agustus 2015. Artinya setelah Agustus 2015,
KPU Lebong tidak lagi memiliki anggaran. Hal inilah yang dikhawatirkan
akan mengganggu proses pelaksanaan Pilkada nantinya.
Ditambahkan Sugianto, dengan masuknya surat tersebut di seluruh
instansi terkait, diharapkan aka nada tindak lanjut dan jalan keluar
terbaik. Kita hanya sebagai lembaga penyelenggara, kalau soal dana
kita juga hanya bisa mengusulkan. Soal pertimbangan dan persetujuan
tetap di tangan Pemda dan DPRD Lebong. Kalau secara teknis
penyelenggaran, kita sepenuhnya sudah siap, imbuh Sugianto.(dtk)
5
Polres Bidik Kasus Korupsi Baru
TUBEI Perlahan tapi pasti, Polres Lebong terus menunjukan
komitmennya untuk melakukan pemberantasan korupsi yang ada di
Kabupaten Lebong. Bahkan informasi terbaru, Polres Lebong saat ini
mulai melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi yang baru dan sudah
berjalan sejak akhir tahun 2014 lalu.
Kapolres Lebong AKBP Zainul Arifin, SE, MH yang dikonfirmasi kemarin
(2/3) diruang kerjanya tidak membantah hal tersebut. Namun dirinya
belum mau secara detail menjelaskan kasus apa saja dan diinstansi mana
kasus yang mereka selidiki ini. Ini masih proses penyelidikan,
jangan sampai nanti malah terganggu. Jadi ada saatnya kasus-kasus yang
sedang kita selidiki ini disampaikan ke media massa, ungkap Kapolres
sembari tersenyum.
Dijelaskan Zainul sedikit, saat ini kasus-kasus tersebut masih dalam
proses pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). Kasus yang
diselidiki ini, ada yang kegiatan fisik juga ada yang merupakan
kegiatan pengadaan. Namun untuk nilainya, juga masih belum mau
disebutkan oleh Kapolres yang akrab dengan media ini.
Pokok sabar ya, pasti kalau sudah naik ke tingkat penyidikan pasti
kita sampaikan. Mulai dari instansinya, nilainya, bahkan kalau unsure
pidananya sudah dianggap memenuhi, kita akan sampaikan juga para calon
tersangkanya. Mudah-mudahan semuanya bisa segera naik ke tingkat
penyidikan, tutup Zainul.(dtk)
6
Evaluasi Sistem 5 Hari Kerja

TUBEI Pemda Kabupaten Lebong sudah 2 bulan belakangan menjalankan


sistem 5 hari kerja di jajaran mereka. Namun begitu, untuk mengetahui
apakah system 5 hari kerja ini efektif atau belum, jelas harus ada
evaluasi secara berkala dan jangka panjang. Seperti yang disampaikan
Wakil Ketua Komisi I DPRD Lebong Ahmd Lutfi kepada RB.
Dijelaskan Lutfi, Pemda Lebong harus benar-benar mengawasi realisasi
sistem 5 hari kerja tersebut. Hal ini untuk memastikan apakah dengan
system ini bisa meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat
atau malah sebaliknya. Selain itu, pengawasan secara ketat juga harus
terus dilakukan.
Kalau memang nanti tidak ada dampak positif yang signifikan, ya
harus ada evaluasi dan pertimbangan bagaimana kedepannya. Apalagi
penertapan system 5 hari kerja ini juga sudah dibahas dan melalui
pertimbangan yang cukup panjang. Jangan sampai menjadi sia-sia saja,
kata Lutfi.
Ditambahkan Lutfi, Pemda Lebong secara rutin juga harus melakukan
pengawasan langsung ke seluruh SKPD. Harus dipastikan PNS maupun TKK
benar-benar melaksanakan tugas mereka hingga habis jam kerja. Karena
nantinya mereka ini mendapatkan uang makan sesuai dengan
diberlakukannya system 5 hari kerja ini. Kalau memang dirasa tidak
efektif, lebih baik dikembalikan saja ke system lama, imbuh Lutfi.
(dtk)