Anda di halaman 1dari 14

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Coupling Connections

Coupling adalah alat untuk penyambung antara pipa satu dengan pipa yang
lainnya. Biasanya coupling ini dipakai di dalam pengeboran minyak bumi.
Coupling ini terbuat dari pipa tanpa kampuh berasal dari Green Pipe yang diimpor
dari luar negeri dimana supliernya adalah Argentina, Tamsa (Mexico), Tubos
Reunidas (Spanyol) dan Kawasaki atau NKK dari Jepang. Semua Hasil produksi
diprioritaskan untuk dalam dan luar negeri.

Gambar 1 Coupling Connections

Berdasarkan ukurannya Jenis jenis sambungan coupling terdiri dari:


1. Sambungan Coupling Casing
Sambungan Coupling casing adalah sambungan pipa yang digunakan dalam
pengeboran minyak bumi. casing ini berfungsi sebagai pelindung sumur bor
terhadap runtuhan tanah. Coupling casing connections ini mempunyai ukuran
4 1/2 sampai dengan 24 1/2.
2. Sambungan Coupling Tubing
Sambungan Coupling tubing adalah sambungan pipa yang digunakan dalam
pengeboran minyak bumi. Tubing ini berfungsi mengalirkan minyak atau
fluida dari dalam sumur ke permukaan. Coupling tubing connections ini
mempunyai ukuran 2 3/8 sampai dengan 4 1/2.
(http://www.pumpfundamentals.com/pump_glossary)

B. Grade Pipa Baja

Jenis pipa baja yang dibuat harus sesuai dengan kondisi lingkungan, tekanan
internal dan eksternal, kedalaman sumur serta tingkat keasaman. Kelas pipa baja
yaitu:

Gambar 2 Tabel grade pipa baja

1. Severe Sour Service adalah Grade pipa yang dibuat untuk lingkungan tingkat
keasaman yang tinggi dan terhadap keretakan akibat dari korosi.
2. High Collapse Service adalah Grade pipa yang dibuat untuk sumur tekanan
eksternal yang tinggi, dengan peningkatan optimalisasi kinerja dari tabung
tubular.
3. High Collapse & Sour Service adalah Grade pipa yang dibuat untuk sumur
minyak dan gas, dengan tekanan eksternal yang tinggi dan lingkungan yang
mengandung asam.
4. Deep Well Service adalah Grade pipa yang dibuat untuk sumur yang dalam.
Kekuatan, keuletan serta ketangguhan patah diperlukan.
5. Critical Service adalah Grade pipa yang dibuat untuk lingkungan CO2 ringan
dengan pilihan baja karbon untuk ketahanan terhadap korosi.
6. Low Temperature Service adalah Grade pipa yang dibuat untuk ketangguhan
terhadap retak dan dirancang untuk digunakan dalam suhu rendah, seperti
daerah Antartika.
7. High Ductility adalah Grade pipa yang dibuat untuk aplikasi lebih luas
8. Thermal Service adalah Grade pipa yang untuk produksi minyak densitas
tinggi.
(www.tenaris.com)

C. Tahapan Pembuatan Coupling Connectios

Pembuatan sambungan coupling biasanya dilakukan dengan tahapan sebagai


berikut:

1. Pemotongan
Coupling stock yang berasal dari finishing dipotong sesuai dengan spesifikasi
coupling untuk menghasilkan coupling blank. Coupling blank kemudian
dikirim ke mesin CNC untuk penguliran/threading.
2. Penguliran
Jenis spesifikasi yang digunakan pada peroses pembuatan theading/ ulir untuk
coupling adalah standarisasi API atau Hydrill premium. Proses pembuatan ulir
ini dibuat pada mesin CNC.
3. Pemeriksaan
Pemeriksaan tentang ukuran-ukuran dari coupling tersebut, sesuai dengan
standarisasinya masing-masing dan pesanan. Bagian-bagian yang harus
diamati adalah:
a. Bentuk Ulir
b. Sudut bevel
c. Jarak pitch
d. Ketinggian ulir
e. Taper
4. die stamping
Setelah pemeriksaan, kopling ini, ditandai dengan mesin die stamping yang
mengidentifikasi bahan dengan data sebagai berikut:
a. Pabrikan
b. API Monogram

10

c. Tingkat baja
d. Tanggal manufaktur
5. Pelapisan
Pelapisan digunakan untuk menghindari threading coupling yang telah dibuat
supaya tidak rusak disaat penyambungan.
a. Degreasing: kopling dilumasi dalam suatu larutan pada 800 C untuk
membuang kotoran, minyak emulsi, minyak tahan korosi dan pelumas.
b. Pengawetan: permukaan oksidasi dikeluarkan dengan solusi air asam.
Hal ini dilakukan ketika permukaan kopling non-fosfat dilapisi lapisan
oksidasi. Kemudian, coupling dibilas dengan air
c. Pencucian: setelah pengawetan, kopling dicuci.
d. Aktivasi: mengaktifkan permukaan coupling untuk memastikan
pembentukan lapisan Kristal fosfat yang melekat
e. Phospatizing: coupling dilapipsi lapisan fosfat dengan cara di redam.
f. Pencucian: setelah coupling di fosfat kopling dicuci.
g. Meminyaki: kopling fosfat diminyaki untuk melindungi permukaan dari
lingkungan korosif.
h. Pengeringan: ini adalah stasiun terakhir dimana coupling yang dilumasi
dengan pelumas dikeringkan dengan udara panas.
6. Pengecatan
Setelah proses pelapisan/phospat selesai, kopling dikerjakan di mesin
pengecetan painting. Dengan warna yang berbeda sesuai dengan identifikasi
kelas baja.
(Stagnetto, Vicente . 2009)

11

D. Pengertian Threading Coupling Connections

Threading coupling connections adalah ulir yang terdapat pada sambungan


coupling yang berfungsi sebagai penghubung antara pipa yang satu dengan pipa
yang lain. Dari bentuk dan profil threading inilah bisa ditentukan jenis-jenis
sambungan coupling tersebut.
Adapun jenis-jenis dari threading coupling connections adalah sebagai berikut:
1. API Connections
a. Eight round
Jenis sambungan coupling API, profil ulirnya berbentuk segitiga dengan
banyaknya ulir atau modul dari ulir sepanjang 1 berjumlah 8 (delapan)

Gambar 3 Profil ulir eight round


b. Ten round
Jenis sambungan coupling API, profil ulirnya berbentuk segitiga sama
halnya dengan type Eight round akan tetapi banyaknya ulir atau modul
dari ulir sepanjang 1 berjumlah 10 (sepuluh)

Gambar 4 Profil ulir ten round


c. Buttres
Jenis coupling connections API, dari profil ulir nya berbentuk trapesium.

Gambar 5 Profil ulir buttres

12

2. Hydrill Connections
a. Seri Blue TM.
Seri Tenaris Hydrill BlueTM merupakan teknologi sambungan pipa
premium, yang dirancang untuk kedalaman sumur paling dalam dan
sensitif. Jenis sambungan pipa ini adalah sambungan untuk operasi
pengeboran sempurna di perminyakan seluruh dunia. Jenis seri ini dibagi
menjadi tiga: (a) TSH BLUE, (b) TSH BLUE Thermal Linier, (c). TSH
Near Flush

Gambar 6 Profil Threading a). TSH BLUE, b). TSH BLUE Thermal
Linier, c). TSH Near Flush

b. Wedge 500
Seri Tenaris Wedge 500 merupakan teknologi sambungan pipa premium
yang dirancang untuk kekuatan dan torsi yang tinggi serta tahan terhadap
tegangan tekan dan lentur.

13

Wedge 500 merupakan jenis pipa dengan ketebalan dinding yang tipis.
Sambungan jenis pipa ini dapat diaplikaskan pada ruang yang berliku,
karena profil threading nya tahan terhadap kelenturan.
Sambungan threading coupling seri Wedge 500 terdiri dari: Wedge
563, wedge 521, wedge 523, wedge 511, wedge 513, wedge 503, wedge
553, wedge 533.

Gambar 7 Profil Threading Wedge Series

14

c. Legacy
Legacy merupakan jenis sambungan pipa yang diciptakan oleh tenaris
sendiri selama 60 tahun terakhir serta telah diresmikan oleh dunia
perpipaan.
Kelompok dari jenis Legacy Series dapat diandalkan dalam pengeboran di
seluruh dunia.

Gambar 8 Profil Threading Legacy Series


( www.tenaris.com )

15

E. Thread Desain

Threading pada sambungan pipa coupling dibuat berdasarkan standarisasi yang


telah ditetapkan. Yang harus diperhatikan dalam pembuatan sambungan threading
coupling adalah Diameter luar pipa, diameter dalam pipa, diameter puncak
threading, diameter kaki threading, panjang threading coupling yang saling
berhubungan dengan threading pipa, panjang threading dalam satu modul, panjang
coupling dan tinggi threading. Desain threading coupling dapat dilihat pada
Gambar 8.
d1
d2
d3

NL

d1 d2 d3

Gambar 9 Dimensi Coupling dan Profil Threading


D = Diameter Luar Pipa

16

d = Diameter dalam
d1 = Diameter kaki /diameter besar threading
d2 = Diameter tengah threading
d3 = Diamter puncak/diameter kecil threading
l

= Panjang threading yang berhubungan

NL = Panjang Coupling
p = Panjang threading dalam satu modul
h = tinggi threading
(Nieman G, Budiman Anton, Bambang P. 1982)

F. Gaya dan Tegangan-Tegangan Pada Threading

Tegangan yang terjadi pada threading tersebut, disebabkan oleh gaya yang
diterima dan tergantung kepada sifat bahan dari threading penggerak. Tegangan
yang terjadi adalah tegangan bearing, tegangan geser, tegangan tarik dan tegangan
kombinasi.

Gambar 10 Gaya yang terjadi pada threading

17

1. Tegangan bearing
=

(1)
.

. .

Dimana :
= tegangan tekan
= gaya
dm = diameter rata-rata threading
= kedalaman threading
= jumlah threading
2. Tegangan bending
Tegangan bending yang terjadi sebesar
=

3 .
. . .

(2)

Dimana :
= tegangan bending
= gaya
dm = diameter rata-rata threading
= kedalaman threading
= jumlah threading
= tebal threading
3. Tegangan geser akibat bending (pipa sebagai beam)
=

3
2 .

(3)
. .

18

Dimana :
= gaya
= tegangan geser maksimum
= jumlah threading
= tebal threading
= diameter besar threading
4. Tegangan tarik dan tegangan tekan
4

(4)

Dimana :
= gaya
= tegangan tarik
= diameter besar threading

5. Tegangan Kombinasi, dengan panjang ulir tidak signifikan, sehingga aksi


kolom diabaikan, maka

(5)
=

Tegangan geser akibat momen torsi adalah:


/2)

(
(

/2)
/32)

16

(6)

Persamaan 4 dan 6 dimasukkan ke dalam persamaan 5 sehingga didapat

16

(7)

19

Dimana :
= momen torsi
= luas penampang melintang =

= diameter besar threading


= gaya
(Achmad. Zainun. 2006)