Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN KEBERSIHAN

A.Kebersihan Tubuh
a. Cucilah tangan sesudah bangun tidur dengan sabun. Tindakan yang sama harus
dilakukan setiap selesai memegang benda-benda yang kotor, termasuk sesudah
cebok.
b. Lakukanlah sunah Nabi, yaitu menggosok gigi ini harus dilakukan setiap selesai
makan, bila nhendak dan setelah bangun tidur, ketika hendak melakukan salat.
c. Potonglah kuku sependek-pendeknya, sekurang-kurangnya setiap hari jumat
sebelum pergi sembahyang jumat.
d. Berwudhulah dengan air bersih, yang diperkirakan bebas dari bibit penyakit
menular. Karena menggunakan air bersih dalam berwudhu merupakan
persyaratan agama
e. Mandilah, sedapat mungkin dua kali sehari, apalagi pada musim panas. Karena
mandi melarutkan keringat , mencegah gatal-gatal, dan berbagai penyakit kulit
lainnya.

Didaerah-daerah yang terbukti terdapat cacing tambang, sangat dianjurkan untuk


menggunakan alas kaki. Karena melalui kulit kaki, cacing tambang dapat masuk
kedalam tubuh manusia. Apabila kulit dapat ditembus, maka masuklah cacing
tersebut ke dalam tubuh mengikuti aliran darah.
B.KEBERSIHAN MAKANAN DAN MINUMAN
a. Cucilah selalu sendok dan piring sebersih-bersihnya. Gunakan sabun dan
abu gosok.Jangan gunakan sabun deterjen. Sabun deterjen yang
tertinggal di sendok atau piring berbahaya bagi kesehatan manusia.
b. Sayuran yang hendak dimasak harus dicuci terlebih dahulu. Terutama
untuk sayuran yang dimakan mentah, misalnya dau n jambu mete. Cuci
sebersih-bersihnya, jangan sampai ada bahan kimia penyemprot hama
atau tanaman yang tertinggal termakan oleh kita. Hal ini karena bahan
kimia tersebut sangat membahayakan tubuh manusia.
c. Bumbu makanan sebaiknya terbuat dari bahan alami, misalnya laos,
cabe, daun salam, dan kemiri. Hal ini karena bumbu yang terbuat dari
bahan kimia, dalam jangka waktu yang lama bias mengakibatkan racun
bagi tubuh manusia.
Minuman botol kadang-kadangmengandung bahan pengawet yang kadar
dan jumlahnya terlampau banyak. Oleh karena itu, disarankan agar tidak
menggunakan makanan dan minuman semacam ini.
d. Jangan makan makanan yang masih mengandung bibit penyakit,
missal;nya babi guling. Karena daging babi itu hanya di bakar atau

e.

f.

g.

h.

i.

dimasak setengah matang. Sedang daging babi banyak mengandung


kista-kista cacing.
Jangan membiarkan makanan terbuka sehingga mudah dihinggapi
seranggam, umpamanya lalat. Lebih baik lagi bila di atas penutup
makanan diletakkan sepotong kain bersih, kalau bias yang berwarna
putih, agar tidak kemasukan debu.
Makanan yang sudah basi jangan dimakan. Sebaiknya, semalam sebelum
tidur makanan dipanaskan agar tidak basi keesokan harinya. Kita tak
boleh makan makanan basi karena didalamnya terdapat racun atau
kuman-kuman, antara lain kuman stafilokokus dan salmonella.
minumlah air yang sudah matang. Jangan sekali kali minum air sungai
tanpa di rebus dahulu hingga matang. Karena air sungai banyak
mengandung kuma, bakteri, misalnya kuman salmonella penyebab
demam tifoid. Penyakit kuning pun dapat di tularkan melalui sungai.
bagi mereka yang sering mandi di sungai seringkali terminum airnya
sewaktu mandi. Oleh sebab itu, letakkanlah agar tempat buang air di
sebelah belakang tempat orang mandi.
bila di anggota keluarga ada penderita TBC, hendaknya semua ala-alat
makanan, pakaian, dan keperluan lain hidupnya di pisahkan.

C. KEBERSIHAN TEMPAT TINGGAL


a. Jangan sekali-kali meludah atau membuang riak di lantai, karena tindakan ini
akan mengakibatkan penyebaran penyakit. Mislanua bila orang penderita
TBC uang melakukannya. Kalau berbangkisan sapu tangan atau penutup
lain.
b. Bersihkan lantai rumah dari debu dan kotoran sapu. Sapu dapat juga dipakai
untuk membersihkan sarang-sarang binatang serangga, baik serangga yang
biasa maupun yang berbisa.
c. Biasakan menjemur secara teraturkain sprai atau barang-barang lain dibawah
sinar matahari. Kalau tempat tidur banyak dihuni oleh kutu busuk,cucilah
sprai dengan air panas. Lebih baik lagi, bila sprai direndam beberapa menit di
air panas. Bunuhlah kutu busuk beserta telurnya dengan minyak tanah.
d. Kalau si upik yang masih kecil tiba-tiba buang air kecil atau besar dilantai,
segeralah dibersihkan sampai tidak ada yang tersisa, termasuk baunya. Latih
si upik untuk membiasakan diri melakukan hal tersebut di jamban yang telah
disediakan.
e. Bersihkan jamban dan kamar mandi secara teratur,jangan sampai berbau
kemungkinan adanya tinja yang tersebar karena terbawa kaki maupun
dimakan oleh binatang.
f. Jangan membiarkan binatang berkeliaran didalam rumah. Binatang sering
buang air besar dan kecil disembarang tempat. Selain itu, binatang sering kali
membawa bibit penyakit.

g. Jangan berhubungan terlampau intim dengan binatang, misalnya suka


membelai-belai dan mencium atau dicium dan dijilat oleh binatang. Hal ini
disebabkan karena binatang adalah pembawa bibit penyakit. Apabila kita
terkena ludah anjing, basuhlah 7 kali dengan air, dan diantaranya dengan
pasir yang bersih. Karenanya pasir akan menyerap virus atau bakteri yang
terdapat dalam ludah tersebut.
h. Sediakan tempat sampah yang digunakan untuk mengumpulkan kotorankotoran dalam rumah. Berilah penutup agar tidak ditarik-tarik tikus dan
menyebarkannya ke lain tempat.
i. Biasakanlah tidak membuang sampah yang sudah terkumpul disembarang
tempat,umpamanya sungai. Tetapi buanglah ditempat-tempat yang sudah
disediakan pemerintah, atau buatlah sendiri lubang tempat sampah yang
cukup dalam. Bakar jumlahnya kalau cukup banyak.
D.KEBERSIHAN LINGKUNGAN
a. Bila ingin buka kedai nasi atau kopi, hendaklah jauh letaknya dari
jamban dan tempat sampah. Karena bila berdekatan letaknya,
besar kemungkinan memiliki potensi yang cukup tinggi untuk
menyebarnya bibit penyakit. Berhati-hatilah akan kemungkinannya.
b. Sebuah perigi, baik yang digunakan oleh satu keluarga atau oleh
umum, harus deiperhatikan letaknya. Jarak antara perigi dengan
jamban atau tempat sampah harus memenuhi persyaratan jarak
yang baik bagi kesehatan. Hal ini penting, karena penlaran
penyakit yang media penularannya air dan tinja dapat terjadi, bila
persyaratannya diabaikan.
c. Jangan buang sampah ke dalam sungai. Karena sungai yang
penuh dengan sampah, memperbesar kemungkinan timbulnya
banjir. Selain itu merupakan sarang bibit penyakit dan memperluas
penyebarannya . Maka jagalah kebersihan lingkungan, karena hal
ini berarti menjalankan sebagian perintah agama.
d. Jamban seharusnya dibuat sedemikian rupa, sehingga tinja tidak
mudah dicapai oleh binatang, misalnya lalat, anjing, dan tikus.
Karena melalui binatang-binatang inilah bibit penyakit dapat
disebar luaskan kepada manusia disekitarnya.
Macam jamban yang dapat digunakan oleh rakyat di seluruh Indonesia, antara
lain jamban yang letaknya di atas tanah, dan jamban yang di bangun di atas
kolam peliharaannya. Selain itu harus di perhatikan, bahwa untuk jawaban yang
memenuhi persyaratan bagi kesehatan atau jamban sehat harus memiliki
persyaratan sebagai berikut:

a. Jamban sedapat mungkin tertutup agar binatang tidak mudah


menghampirinya. Orang yang sedang buang hajat pun tidak menjadi
tontonan banyak orang.
b. Jarak antara jamban dengan perigi atau dengan tempat tinggal, sekurang
kurangnya harus 20 meter.kurang dari ukuran ini akan memudahkan
terjadinya perembesan air dari jamban ke perigi. Dan udara yang masuk
ke dalam rumah akan sangat mengganggu pernafasan.
c. Apabila seorang selesai melakukan hajat buang air besar, sebaiknya di
lakukan penaburan kapur atau abu pada tinjanya. Hal ini sangat penting
utuk mengurangi bau tidak sedap pada tinja tersebut. Penaburan dapat
dilakukan beberapa kali dalam seminggu.
d. Bagian atas dari jamban dan tempat pembuangan tinja, sebaiknya terbuat
dari semen. Bagian atas jamban di buat lubang untuk jalan masuk
kotoran. Keuntungannya bila jamban terbuat dari semen yaitu mudah
pembersiannya.

Anda mungkin juga menyukai