Anda di halaman 1dari 4

Nana Nurviana

Resume Jurnal Internasional


Yield and chemical composition of Citrus essential oils as affected by drying
pretreatment of peels
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan
pemanasan kulit jeruk untuk memperoleh hasil minyak esensial jeruk dan
kandungan kimia di dalamnya. Genus citrus milik Rutacea atau keluarga Rue,
teridir dari sekitar 140 genera dan 1300 spesies. Citrus juga dikenal sebagai dunia
sebagai salah satu tanaman buah utama yang diproduksi di banyak negara dengan
iklim tropis atau subtropis seperti Brazil, Pakistan, Amerika Serikat, Jepang,
China, Meksiko dan negara-negara wilayah Mediterania. Minyak esensial kulit
jeruk dilaporkan menjadi salah satu sumber yang kaya senyawa bioaktif yaitu
kumarin, flavonoid, karoten, terpene dan linalool. Bahan yang digunakan pada
percobaan ini adalah C. Reticulata, C.sinensis, C.paradisi yang diperoleh dari
kebun jeruk yang berada di Pakistan. Ketiga bahan ini diuji dalam proses 3
kategori, satu bagian yang digunakan dalam masih keadaan segar, yang lain
dikeringkan pada suhu kamar (30C) dan bagian ketiga digunakan setelah
pengeringan dalam oven pada suhu (45C). Metode yang digunakan adalah hidrodestilasi, kromatografi gas-analisis spektrometri massa. Prinsip yang digunakan
adalah apabila dua gas atau lebih atau uap yang tidak bereaksi secara kimia
terhadap lainnya bercampur pada suhu yang konstan, maka tiap tiap gas memiliki
tekanan sendiri sama dengan tekanan total sistem. Hasil yang didapat pada
penelitian ini adalah sebagian besar komponen kimia didalam kulit jeruk
mengandung limonen, 64.1-71.1% (C. reticulata), 66.8-80.9% (C. sinensis) and
50.8-65.5% (C. paradisii). Hasil sebagian besar komponen kimia termasuk
limonen (pokok senyawa kimia yang terdeteksi) dari uji penting minyak bervariasi
secara signifikan (p<0,5) terhadap pengeringan perawatan dari spesie yang
digunakan.

Andriyani Budi L.

Resume Jurnal Internasional


Yield and chemical composition of Citrus essential oils as affected by drying
pretreatment of peels
Minyak essential kulit jeruk sangat terkenal dalam industri makanan dan
pengobatan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan
pemanasan kulit kulit jeruk untuk memperoleh hasil minyak essensial jeruk dan
kandungan kimia yang terdapat didalamnya. Prinsip dalam percobaan ini adalah
menurut hukum Dalton yang menyatakan bahwa dua gas atau lebih atau uap yang
tidak bereaksi secara kimia terhadap lainnya bercampur pada suhu yang konstan ,
makan tiap-tiap gas memiliki tekanan sendiri yang sama dengan tekanan total
sistem. Metode pada penelitian ini adalah destilasi uap, kromatografi gas, dan
spektroskopi massa. Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu jenis jeruk
asli pakistan yaitu spesies Citrus reticulata (C. reticulata), Citrus sinensis (C.
sinensis) dan Citrus paradisii (C. paradisii). Ketiga bahan diperkakukan sesuai 3
katagori yaitu masing-masing dibiarkan dalam keadaan fresh, dikeringkan pada
suhu kamar 30oC dan dioven pada suhu 45oC . Langkah awal kerja dilakukan
destilasi uap untuk mendapatkan minyak essential kulit jeruk kemudian dilakukan
penentuan sifat fisik dan kandungan kimia dari minyak essential yang diperoleh
metode kromatografi gas dan spektroskopi massa. Hasil yang diperoleh bahwa
minyak yang dihasilkan dari perlakuan katagori kulit jeruk yang dioven pada suhu
45oC lebih banyak dan dalam jumlah yang sedikit adalah hasil dari kulit jeruk
yang masih fresh. Dalam hasil percobaan minyak kulit jeruk yang diperoleh
paling banyak adalah minyak jeruk dari jeruk jenis Citrus sinensis (1,07%) hasil
pengovenan dan paling minimum adalah jenis jeruk Citrus reticulata (0,20%)
yang masih fresh. Pengaruh besar pengeringan persentase minyak esensial tercatat
di C. sinensis (0,24-1,07%) diikuti oleh C. Reticulata (0,30-0,50%) dan C.
paradisii (0,20-0,40%). Kandungan limonene merupakan konstituen kimia yang
paling umum yang terdeteksi dalam minyak esensial, berkisar 64,1-71,1% (C.
reticulata), 66,8-80,9% (C. sinensis) dan 50,8-65,5% (C. paradisii).
Kesimpuannya hasil dan isi sebagian besar komponen kimia termasuk limonene
(senyawa kimia utama terdeteksi) minyak diuji esensial bervariasi secara
signifikan (p <0,05) terhadap perlakuan pengeringan dan spesies yang digunakan.
(Kamal,dkk, 2011)

M. Alvien Ghifari
24030113140102

CHEMICAL COMPOSITION OF ESSENTIAL OIL ISOLATED FROM THE


RHIZOMES OF KAEMPFERIA GALANGA L.

Komposisi Kimia dari Minyak Atsiri yang diisolasi dari Umbi Kaempferia
Galanga L.

Minyak atsiri tumbuhan dan konstituennya dikenal memiliki


aktivitas biologis. Penelitian yang berjudul komposisi kimia dari minyak
atsiri yang diisolasi dari umbi Kaempferia Galanga L. bertujuan untuk
mempelajari komposisi kimia dari minyak atsiri yang diisolasi dari umbi
Kaempferia Galanga L. Metode yang digunakan adalah destilasi uap
untuk mengisolasi minyak atsiri dan kromatografi massa (GC-MS)
untuk menganalisis minyak atsiri. Prinsip yang digunakan yaitu hukum
Dalton. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 50
konstituen dalam minyak dengan konstituen terbesar terdiri dari ethyl
cinnamate (29.48%), ethyl-p-methoxycinnamate (18.42%), - cadinene
(9.81%), 1,8-cineole (6.54%), - carene (6.19%), borneol (5.21%),
ethyl-m-methoxycinnamate (2.15%), camphene (1.58%), linoleoyl
chloride (1.35%) and -pinene (1.32%). Kesimpulan yang diperoleh
yaitu minyak atsiri memiliki aktivitas biologis seperti antibacterial,
antifungal, analgesic, anti-inflammatory, antioxidant, antiviral,
antihypertensive, anticarcinogenic, antinociceptive, anti-tuberculosis
and larvicidal. Selain itu minyak atsiri berguna dalam industri parfum,
farmasi dan aromaterapi sebagai obat hirup dan massage untuk
mengurangi kecemasan, strees dan depresi.

Uzma R.

EXTRACTION OF ORANGE OIL BY IMPROVED STEAM DISTILLATION


AND ITS CHARACTERIZATION STUDIES

Percobaan yang berjudul Ekstraksi dari minyak jeruk dengan peningkatan


distilasi uap dan studi karakterisasi dengan tujuan membandingkan ekstraksi
minyak jeruk dengan peningkatan uap destilasi (ISD) dan konvensional uap
destilasi (CSD) pada kulit jeruk. Prinsip yang digunakan yaitu dengan ekstraksi
dan dikonfirmasi dengan uji pH, kromatografi lapis tipis, FTIR dan kromatografi
gas. Metode yang digunakan yaitu ISD (improved steam distillation) dan CSD
(conventional steam distillation). Hasil yang diperoleh pada citrus sinensis
menggunakan peningkatan uap destilasi sebanyak 4,237% dan menggunakan
konvensional uap destilation sebanyak 2,475%. Sedangkan pada citrus reticulata
menggunakan peningkatan uap destilasi sebanyak 5,685% dan menggunakan
konvensional uap destilasi sebanyak 0,98%. Kesimpulannya yaitu hasil ekstraksi
minyak jeruk menggunakan peningkatan uap
destilasi (ISD) lebih baik
dibandingkan dengan konvensional uap destilasi (CSD) karena hasil yang
diperoleh juga lebih banyak (Pauline, 2015)

Anda mungkin juga menyukai