Anda di halaman 1dari 3

Felicia Mirabel

1305003094
Ir. Tikno Iensufiie

Apa itu Pemimpin?


Pada dasarnya, pemimpin itu adalah seseorang yang memimpin orang lain. Seorang
pemimpin harus merupakan orang yang mempunyai visi, movitasi dan komitmen untuk mencapai visi
tersebut serta kemampuan-kemampuan untuk mewujudkannya. Banyak orang yang mengetahui arti
pemimpin hanya sebatas bagaimana seseorang memimpin yang lainnya. Namun ada banyak aspekaspek penting dalam proses untuk mengetahui apa itu seorang pemimpin yang sebenarnya. Apa yang
perlu dilakukan agar seseorang bisa menjadi seorang pemimpin? Dari situ baru dapat dijelaskan
mengenai apa itu pemimpin secara lebih luas dan mendalam.
Pertama-tama seorang pemimpin harus mempunyai suatu visi. Pemimpin melihat masalah
yang harus diselesaikan atau tujuan yang harus dicapai. Masalah biasanya merupakan sesuatu yang
tidak disadari oleh orang-orang ataupun memang disengaja karena tidak ada yang mau mengatasi
masalah tersebut. Apapun itu, hal tersebut menjadi fokus bagi pemimpin dan mereka mampu
menanganinya dengan tekad yang bulat. Maupun tujuan-tujuan para pemimpin adalah untuk
meningkatkan penjualan perusahaan, mengembangkan produk yang dapat menyelesaikan suatu
permasalahan atau memulai suatu peruasahan yang dapat mewujudkan mimpi sang pemimpin
tersebut, seorang pemimpin selalu mempunyai target yang jelas dalam pikirannya. Visi yang dipunyai
seorang pemimpin dapat digambarkan melalui perumpamaan ini; produk barulah yang akan membuat
orang berkata kenapa tidak terpikir oleh saya ya? bukan hanya sebuah pemanggang roti dimana kita
bisa mengatur panas suhu roti tersebut. Thomas Edison juga tidak keluar untuk membuat lilin yang
lebih baik namun ia mau mencari cara baru untuk menaklukkan kegelapan. Itulah tipe visi yang
seorang pemimpin harus miliki.
Visi saja tidaklah cukup untuk membuat seseorang menjadi seorang pemimpin. Kebanyakan
dari orang-orang melihat hal-hal yang harus diselesaikan, diperbaiki dan beberapa langkah kedepan
yang bisa diambil. Tetapi apa yang membedakan pemimpin dari orang-orang lain adalah mereka
melakukan, tidak hanya melihat. Mereka mengambil langkah-langkah untuk mencapai visi mereka.
Apakah hal tersebut suatu kegemaran, dorongan dari dalam diri sendiri atau seperti suatu komitmen?
Apapun itu, yang membuat seorang pemimpin membawa visi mereka kedepan walaupun segala
cobaan, rintangan, perkataan orang-orang bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan, bahwa itu
memakan terlalu banyak biaya, kita sudah pernah mencobanya sebelumnya dan alasan-alasan lainnya.
Seorang pemimpin yang sesungguhnya bertahan dan maju kedepan.
Ada hal-hal yang membedakan pemimpin dengan orang-orang lain. Beberapa orang memang
terlahir dengan karakteristik-karakteristik ini, beberapa orang lainnya mengembangkan karakteristik
tersebut seiring mereka meningkatkan diri sebagai pemimpin. Great Man Theory atau melalui cara
Trait Approach percaya bahwa kemampuan pemimpin bukan hasil belajar, tapi bakat dari lahir,
Leaders are born, they are not made. Di lain sisi, Style Approach percaya bahwa semua orang
bisa menjadi seorang pemimpin kalau diberi kesempatan. Bagaimana cara kerja kedua pendekatan
ini? Trait Approach memusatkan diri pada kepribadian pemimpin dan Style Approach berfokus
pada perilaku pemimpin. Jika kepemimpinan itu suatu gaya, ia dapat dipelajari atau dilatih. Begitu
pula dengan pemimpin, mereka dapat mengubah gayanya. Gaya seorang pemimpin tergantung pada
apakah seseorang task-oriented atau people-oriented. Melalui gaya, kita dapat mempelajari
mengenai karakter-karakter seorang pemimpin yang kemudian akan membawa kita lebih dekat
kepada penjelasan mengenai apa itu seorang pemimpin.

Karakter-karakter yang menentukan apakah seseorang merupakan seorang pemimpin ada


banyak, namun berikut adalah karakteristik-karakteristik yang penting. Pertama adalah kesadaran diri
dimana kita harus mempunyai pengetahuan yang pasti mengenai emosi dari dalam diri kita sendiri.
Kita mengetahui kekuatan dan kelemahan yang kita miliki. Kita juga tahu apakah kita bekerja
sewajarnya atau ketika kita telah bekerja melewati batas kemampuan yang kita punya. Kita harus
mengetahui diri kita sendiri, termasuk kapabilitas dan limitasi yang mendorong kita kepada potensi
maksimal. Kedua adalah pengarahan pribadi dimana kita mampu untuk mengarahkan diri kita sendiri
secara efektif dan kuat. Kita tahu bagaimana untuk menyelesaikan pekerjaan, bagaimana cara
mengatur tugas-tugas dan bagaimana menghindari penundaan. Kita dapat membuat keputusan dengan
cepat ketika diperlukan tetapi juga mampu mempertimbangkan pilihan-pilihan secara perlahan dalam
suatu diskusi. Ketiga adalah visi, dimana kita bekerja menuju kepada suatu tujuan yang lebih besar
daripada diri kita sendiri. Hal tersebut bisa berupa sesuatu yang kecil seperti misalnya; kesuksesan
dalam sebuah tim ataupun visi yang lebih besar seperti kedamaian dunia. Dengan kita bekerja menuju
visi tersebut itu jauh lebih berinspirasi dibandingkan apabila kita bekerja untuk keuntungan pribadi.
Ketiga, kemampuan untuk memotivasi karena pemimpin tidak memimpin dengan memberitahukan
kepada orang-orang apa yang harus mereka lakukan melainkan pemimpin membuat orang-orang
tersebut untuk mau membantu para pemimpin. Kunci dari bagian ini adalah untuk menanamkan
keinginan sendiri untuk mau membantu orang lain, dari situ maka ketika orang lain merasa bahwa kita
mau membantu mereka, mereka pun akan secara otomatis akan mau membantu kita juga.
Apabila dilihat dari sudut pandang pribadi saya maka karakter-karakter dasar yang harus
dimiliki oleh seorang pemimpin adalah; seorang pemimpin itu harus mempunyai integritas. Orangorang harus percaya bahwa kita ingin mencapai mimpi kita karena itu merupakan hal yang benar
untuk dilakukan, bukan hanya dikarenakan untuk memenuhi ego diri kita sendiri. Seorang pemimpin
juga harus merupakan people person dimana kita harus mengerti perbedaan yang membuat tiap-tiap
orang itu unik dan mampu untuk menggunakan kemampuan-kemampuan pribadi tersebut untuk
mencapai tujuan kita. Tidak hanya itu, seorang pemimpin juga harus positif. Seorang pemimpin
mendorong dan menghargai orang-orang yang membuat mereka ingin melakukannya dengan benar.
Dengan menjadi orang yang positif maka pemimpin itu tidak menjadi seseorang yang negatif dan
tidak membuang waktu dan usahanya untuk memberi tahu orang-orang bahwa apa yang mereka
lakukan itu salah. Kalau kita kembali lagi melihat berdasarkan Trait Approach maka ada lima
karakter pokok pemimpin ideal yaitu: Kecerdasan, keyakinan diri, ketegasan, integritas dan
sosiabilitas.
Setelah mengetahui karakter-karakter seorang pemimpin maka ada beberapa kemampuankemampuan tertentu yang seorang harus kuasai apabila dia ingin menjadi seorang pemimpin.
Berkomunikasi secara efektif penting karena ini lebih dari sekedar mampu untuk berbicara dan
menulis. Komunikasi seorang pemimpin harus dapat menggerakkan orang-orang untuk bekerja
menuju kearah tujuan yang telah dipilih oleh sang pemimpin. Motivasi juga penting karena seorang
pemimpin harus dapat memotivasi orang-orang untuk melakukan suatu kontribusi. Setiap diri kita
mempunyai tombol yang berbeda. Para pemimpin harus mengetahui bagaimana cara untuk
memencet tombol yang benar agar semua orang mau melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan
pemimpin. Lalu juga ada perencanaan/planning dimana pemimpin mempunyai suatu rencana untuk
meraih tujuannya tersebut. Ia tidak harus merincikan segala detil-detil karena itu merupakan pekerjaan
seorang manager, tapi seorang pemimpin menggunakan rencana yang satu level lebih tinggi untuk
menjaga agar semua orang bekerja bersama-sama untuk meraih tujuan tersebut. Begitu banyak hal-hal
yang harus diperhatikan apabila ingin menjadi seorang pemimpin, begitu pula banyak hal yang harus
dijelaskan untuk bisa menjawab secara lebih spesifik apa itu seorang pemimpin?. Seorang pemimpin
dapat dijelaskan melalui situasi yang berbeda-beda yang kemudian membuat mereka terbagi menjadi
tipe-tipe pemimpin yang berbeda-beda. Selanjutnya akan dibahas mengenai pendekatan yang
tergantung pada situasi dan beberapa cara kerja kepemimpinan serta pendapat pribadi saya mengenai
tipe pemimpin seperti apa yang saya inginkann.

Kalau harus menjawab pertanyaan Apa itu pemimpin maka yang telah saya katakan
sebelumnya bahwa jawabannya sangatlah luas. Seperti bagaimana seorang pemimpin itu bisa
mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda tergantung dengan situasi yang dihadapinya. Ada
empat gaya yang harus dipilih untuk merespons empat macam situasi. Pertama apabila pengikutnya
berkomitmen tinggi tapi berkompetensi rendah maka pemimpin harus bergaya directive. Kedua
apabila pengikut agak berkompetensi tapi berkomitmen rendah, pemimpin harus bergaya coaching.
Ketiga, jika pengikut berkompetensi tapi berkomitmen rendah, pemimpin harus bergaya supportive.
Dan yang keempat jika pengikut berkompetensi tinggi dan berkomitmen tinggi maka pemimpin harus
mengambil gaya delegative. Dari keempat situasi tersebut seorang pemimpin harus menggunakan
gaya yang berbeda-beda namun tetap semua harus mempunyai suatu tujuan. Keberhasilan seorang
memimpin itu akan sangat ditentukan oleh kemampuan seorang pemimpin untuk mengembangkan
kompetensi dan komitmen para pengikutna sehingga gaya yang dipakai akan berkembang
daridirective melalui coaching dan supportive menuju ke delegative.
Disini akan dijelaskan mengenai dua tipe kepemimpinan yang sangat umum dimana dapat
dilihat apabila pemimpin itu mengikuti cara kerja kepemimpinan yang seperti apa. Pertama adalah
transactional leadership yang merupakan suatu proses transaksi (seperti dalam bisnis) antara
pemimpin dan para pengikutnya. Pemimpin memberikan janji-janji tertentu dan para pengikut
memberikan loyalitas. Disini diasumsikan bahwa kedudukan pemimpin dan pengikut itu sejajar.
Bagaimana cara kerja tipe kepemimpinan ini? Seperti namanya, cara kerja kepemimpinan ini serupa
dengan bisnis. Pertama-tama, pemimpin memberi prestasi-prestasi tertentu. Kedua, para pengikut
memberikan loyalitas dan dukungan bagi sang pemimpin. Ketiga, campur tangan motivasional
pemimpin amat terbatas, karena pengikut diandalkan dapat bekerja sendiri. Keempat, loyalitas dan
legitimitas ditarik jika janji dilanggar. Selain transactional leadership ada juga transformational
leadership dimana pendekatan ini justru menekankan peranan pemimpin dalam motivasi para
pengikut untuk mengadakan perubahan-perubahan. Cara kerjanya terletak pada pemimpin itu sendiri;
memberi pengaruh (kharisma), memberi motivasi inspiratif, memberi stimulasi intelektual, memberi
perhatian individual kepada para pengikutnya. Dengan adanya kedua pendekatan ini maka seorang
pemimpin itu sangatlah berhubungan dan tergantung terhadap pengikutnya karena situasi juga
menjadi suatu peran besar dalam menentukan seseorang, apabila mereka berada di tipe kepemimpinan
yang seperti apa.
Menurut saya pribadi, saya ingin menjadi pemimpin yang mengikuti pendekatan
transformational leadership. Mengapa begitu? Karena saya ingin membimbing para pengikut saya
secara bertahap, mendidik mereka dan memberikan pengarahan bagi mereka yang kemudian nanti
dapat dilihat hasilnya. Dengan hasil yang diperoleh, tujuan yang telah diraih saya dapat merasakan
kepuasan diri yang lebih dikarenakan usaha dan peran saya sebagai seorang pemimpin yang berhasil.
Hubungan antar pemimpin dan para pengikut juga dekat, jadi antara pekerjaan dan sosial juga dapat
diseimbangkan. Bukan berarti saya tidak suka dengan pendekatan transactional leadership, tapi saya
dapat lebih merasakan kepuasan menjadi seorang pemimpin apabila menggunakan pendekatan
transformational leadership. Dengan menjadi seorang pemimpin maka ada motivasi-motivasi yang
mendorong saya untuk mencapai tujuan.
Sebagai kesimpulan, seorang pemimpin secara keseluruhan merupakan seseorang yang
memimpin orang lain namun ada banyak aspek-aspek yang lebih mendalam mengenai bagaimana
seorang pemimpin itu dapat memimpin orang lain, situasi-situasi tertentu yang membuat setiap
pemimpin menjadi seorang pemimpin yang berbeda. Namun semuanya itu tetap kembali ke satu titik
dimana semua pemimpin harus mempunyai visi dan tujuan serta memenuhi karakter-karakter dasar
dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin agar dapat menjadi seorang
pemimpin yang mampu untuk memimpin orang lain.