Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN PKP IPS LENGKAP

CONTOH LAPORAN PKP IPS LENGKAP

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Berdasarkan hasil penelitian, pelajaran IPS masih banyak di jumpai adanya prestasi belajar
siswa belum sesuai dengan yang di harapkan yaitu mencapai hasil yang maksimal karena guru
hanya menggunakan metode yang biasa-biasa saja sehingga siswa merasa bosan sehinga peran
guru lebih dominan dan siswa kurang aktif. Maka harus ada perubahan. Contohnya dengan
pembelajaran aktif artinya siswa dalam pelajaran IPS dalam materi peta dan globe siswa disuruh
menggambar peta sendiri dan langsung megamati globe sehingga anak bisa membayangkan
bentuk-bentuk yang sebenarnya sehingga bisa diterapkan dikelas V SDN 1 Ngadirojo dengan baik.
Berdasarkan uraian di atas perlu adanya keaktifan siswa untuk bisa mencapai tujuan yang di
inginkan untuk itu harus aoa cara untuk mengatasi masalah yang ada di kelas V SDN 1 Ngadirojo
Mata pelajaran IPS materi peta dan globe sehingga hasilnya lebih baik dari sebelumnya, dan
pelajaran IPS akan menjadi pelajaran yang sangat menyenangkan serta mengasikan bagi siswa
karenana dengan membuat peta dan mengamati globe sendiri akan merasa bangga dan puas dan
malah menjadi pelajaran yang menyenangkan dan mengasyikan.

1.

Identifikasi Masalah
Pada pelajaran IPS dalam ulangan ditemukan banyak sekali soal mengenai letak wilayah yang
di tunjukan dengan peta banyak sekali yang salah dan masih banyak juga siswa yang hasil
ulangannya belum sesuai dengan yang diharapkan yaitu dengan hasil kurang. Hanya sedikit siswa
yang bisa menjawab pertanyaan mengenai batas wilayah di peta dan globe. . Ini berarti dari hal
tersebut dapat dinyatakan bahwa hasil pembelajaran IPS mengenai peta dan globe belum sesuai
dengan yang diiginkan.Berdasarkan hal tersebut peneliti mengidentifikasi permasalahan yang
dialami oleh siswa. Dari beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran yaitu :

a.

Hanya sebagian siswa dapat menjawab pertanyaan dari guru

b.

Tingkat pemahan siswa terhadap penjelasan tentang peta dan globe guru kurang

c.

Prestasi hasil belajar kurang

d.

Siswa kurang aktif cenderung bingung karena tidak bisa melihat gambar peta dan globe sendiri

2.

Analisis Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka dapat dianalisis yang menjadi akar dari
permasalahan yaitu siswa kurang aktif, hal ini terjadi karena siswa cenderung bingung dengan
media yang digunakan guru dalam mengajar.Biasanya guru hanya menunjukan batas wilayah di
peta yang ada di buku saja sehingga siswa belum mengerti benar maka dari itu kita harus bisa
merubah media pembelajaran agar siswa mampu menerima materi pembelajaran yang kita
ajarkan.Mungkin dengan media gambar peta dan globe pembelajaran bisa aktif dan menyenangkan.

B.

Rumusan Masalah
Dari beberapa identifikasi masalah yang telah dipaparkan pada latar belakang, akhirnya dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut :
Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa melalui media gambar peta dan globe pada mata
pelajaran IPS kelas V SDN 1 Ngadirojo Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo?

C.

Tujuan
Berdasarkan pada rumusan tersebut, maka penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk :
Mengetahui cara meningkatkan hasil belajar siswa melalui media gambar peta dan globe pada mata
pelajaran IPS kelas V SDN 1 Ngadirojo Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo

D.

Manfaat

Dari hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut :
1.

Bagi Guru

a.

Membantu guru memperbaiki pembelajaran

b.

Membantu guru dalam mengembangkan profesionalismenya

c.

Meningkatkan rasa percaya diri

d.

Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki ke
arah yang lebih baik.

2.

Bagi Siswa
Untuk meningkatkan proses belajar siswa disamping guru melaksanakan PKP dapat menjadi model
bagi siswa dalam bersikap kritis terhadap hasil belajarnya.

3.

Bagi Sekolah
Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan / kemajuan pada diri guru dan
pendidik di sekolah tersebut.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran terdirl dari dua kata, yaitu media dan pembelajaran. Sebelum membahas
secara mendalam tentang media pembelajaran, maka penulis akan memperjelas arti media dan
pembelajaran. Media merupakan alat bantu untuk mencapai tujuan, sedangkan pembelajaran
adalah usaha yang dilakuk-an dalam rangka member] kemudahan bags siswa dalam, proses belajar
mengajar untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Dalam usaha memperjelas pengertian media pembelajaran, penulis menggambarkan dari
berbagai pendapat yaitu:
1.
Robert M. Gagne dalam bukunya The Condition of Teaching (1970) media
pembelajaran untuk menunjukkan laporan belajar yang dapat merangsang siswa sehingga terjadi
proses belajar, im berarti guru, obyek, macam-macam alat (buku-televisi).
2.Menurut Drs. H.M. Anshan, media pembelajaran adalah bahan-bahan apa saja yang dapat
dimanfaatkan untuk membantu guru maupun siswa dalam, upaya mencapai tujuan.
2.
Menurut Drs. Djenen Bale, media pembelajaran adalah sarana untuk mcinbert pengertian
dengan jelas dan mencegah verbalisms

3.

.Menurut Drs. DN. Adji Robinson, media pembelajaran adalah sarana yang membantu
belajar terutama melalui pendengaran dan penglihatan dalam proses belajar mengajar.

4.

Menurut Drs. Oemar Hamalik dalam bukunya Media Pendidikan (1980), media pembelajaran
- adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lehih i-nengefektlikan komunikasi

dan interaksi antara guru clan siswa dalam proses pendidikan don pengajaran di sekolah
5.
Menurut Dr. Engkoswara, media pembelajaran adalah alat bantu atau alat pelengkap yang
digunakan oleh guru dalam berkomunikasi dengan siswa.
B. Penanaman Konsep Peta di SD
Pada penanaman konsep tentang peta, siswa menggunakan konsep yang sudah dimiliki
yaitu tentang mata angin, karena dalam menggambarkan peta batas wilayah, siswa harus
mengetahui di arah sebelah mana letak batas wilayah indonesia.
Pada tahap awal penanaman konsep peta di kelas V dapat dilakukan yaitu melalui tahapan:
1.
2.

Guru menggunakan contoh dengan alai peraga berupa gambar peta


Guru memberi contoh, gambar peta

3.

Guru menugaskan siswa menggambar peta wilayah Penanaman Konsep Peta dikelas tinggi dapat
dilakukan dengan:

a.
b.

Guru menyiapkan gambar peta yang sudah dipetak-petak.


penggunaan Globe
Oleh karena globe itu bentuknya terlampau kecil, maka ia tidak dapat memberikan keterangan
secara terperinci tentang keadaan bumi ini. Karena itu pula kita dapat sekaligus melihat seluruh
dunia melalui globe ini. Kelemahan ini dapat diatasi oleh penggunaan peta. Oleh sebab itu kedua
jenis alas ini perlu diterapkan.
C. Metodologi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Metodologi pembelajaran bermacam ragam. Metode apa yang dipilih guru tergantung pada
pengalaman dan keahliannya, serta tujuan yang hendak dicapainya apakah
pengert an,
i

keteramp lan, atau nilai dan sikap. Jadi guru yang baik adalah guru yang; sanggup memilih metode
yang sesuai dengan kebutuhan murid, tujuan dan bahan pelajaran, Beserta kepribadiannya sendiri.
i

Guru akan senantiasa menilai dirinya berdasarkan hasil yang dicapai


oleh murid-murid dan akan selalu berusaha memperbaiki dirinya dalam
menggunakan metode mengajar tertentu. la juga harus bersedia mencoba
teknik-teknik baru dengan kesadaran bahwa tidak ada satu metode tertentu yang sesuai dengan
semua bahan, semua murid atau semua pengajar. Jadi dalam tiap pelajaran guru harus
menggunakan berbagai metode. Karena itu guru harus menguasai segala macam metode
mengajar dan dapat menggunakannya secara efektif seperti: metode ceramah,.diskusi, kelompok,
demonstrasi, dan pemecahan. masalah.

D. Kelemahan Media Gambar Peta dan Globe

Kelemahan media gambar peta dapat dijabarkan sebagai berikut :


1.

Banyak memakan waktu karena manggabar itu perlu waktu yang agak lama

2.

Sulit memberikan tugas rumah karena menggambar peta perlu menggunakan skala yang
tepat

3.

Tugas menggambar biasanya agak sulit sehingga peserta didik tidak mau mengerjakan
tugas di rumah

4.

Tugas peta yang agak rumit membuat beban dan keluhan peserta didik

5.

Tugas menggambar biasanya dikerjakan oleh orang tua


Keempat kegiatan yang dikemukakan di atas merupakan mata rantai yang tak dapat
dipisahkan satu dengan yang lain. Empat kegiatan tersebut juga prosedur pemakaian media
pembelajaran pada saat dilaksanakan di kelas.
Langkah-langkah umum yang dapat diikuti dalam penggunaan media pembelajaran peta dan
globe adalah sebagai berikut :

1.

Persiapan pemakaian media gambar peta dan globe, antara lainmencakup :

a.

Membuat rancangan gambar peta yang mudah di pahami oleh siswa

b.

Menyebutkan macam-macam batas wilayah,contohnya sungai,laut,selat dan lain sebagainya

c.

Membuat gambar peta buta jika perlu, dan

d.

Menyediakan sumber-sumber belajar yang diperlukan untuk menyediakan tugas.

2.

Pelaksanaan pemakaian media gambar peta dan globe, mencakup :

a.

Menjelaskan tujuan dan manfaat tugas yang diberikan kepada siswa

b.

Memberikan penjelasan tentang tugas (terutama mengenai kesulitan yang mungkin dihadapi dan
alternatif pemecahannya)

c.

Membantu membuatkan peta buta(jika di butuhkan)

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.

Lokasi dan Subyek Penelitian


Lokasi penelitian ini adalah di SDN I Ngadirojo Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo, yang
terletak di sebelah timur kota ponorogo Dan lingkungan sekitar sekolah adalah berupa pemukiman
penduduk.
Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Ngadirojo Kecamatan Sooko Kabupaten
Ponorogo. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas V SDN 1
Ngadirojo Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo semester II tahun ajaran 2009/ 2010
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas V SDN 1 Ngadirojo
Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo dengan jadwal sebagai berikut :

1.

Siklus I tanggal 23 Maret 2010

2.

Siklus II tanggal 30 Maret 2010

B.

Prosedur Penelitian

1.

Siklus pertama

a.

Perencanaan
Pada tahap perecanaan siklus I diawali dengan refleksi dan analisis awal penulis, dibantu oleh
teman sejawat terhadap hasil belajar siswa sebelum perbaikan, mengidentifikasi masalah,
menganalisa masalah dan mencari alternatif pemecahan masalah.Berdasarkan hasil tersebut,
penuh dibantu teman sejawat melakukan hal-hal sebagai berikut :

(1)

Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I (terlampir).

(2)

Menyiapkan alat dan sumber belajar.

(3)

Menyiapkan alat pengumpulan data yang akan penulis dan teman sejawat gunakan untuk
memperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran
yaitu lembar evaluasi akhir.

b.

Pelaksanaan

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan oleh penulis dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat
sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran yang sudah disusun. Dimulai dari kegiatan awal,
inti pelaksanaan dan kegiatan akhir dilanjutkan dengan evaluasi pembelajaran.
c. Pengumpulan Data

Data dikumpulkan oleh penulis dibantu teman sejawat selama pelaksanaan siklus I data hasil
evaluasi dikumpulkan dengan menggunakan tes akhir.
d.

Refleksi

Refleksi dilakukan oleh penulis dibantu teman sejawat pada setiap pertemuan / siklus perbaikan
pembelajaran. Refleksi difokuskan pada keberhasilan, kendala dan dapat menggunakan media
gambar peta dan globe terhadap proses dan hasil perbaikan pembelajaran.
1.
a.

Siklus kedua
Perencanaan
Pada tahap perencanaan siklus I diawali dengan refleksi dan analisis awal penulis, dibantu oleh
teman sejawat terhadap hasil belajar siswa sebelum perbaikan, mengidentifikasi masalah,
mengidentifikasi masalah dan mencari alternatif pemecahan masalah.
Dari hasil tersebut, selanjutnya si penulis dibantu teman sejawat melakukan hal-hal seperti
berikut :

(1)

Menyusun rencana perbaikan pembelajaran (terlampir) yang difokuskan pada penggunaan media
gambar peta dan globe

(2)

Menyiapkan alat dan sumber belajar.

(3)

Menyiapkan alat pengumpulan data yang akan penulis dan teman sejawat gunakan untuk
memperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
Alat pengumpulan data yang direncanakan adalah : (1) melihat hasil gambaran peta peserta didik,
(2) lember penilaian kerja siswa atau LKS, dan (3) lembar evaluasi

b.

Pelaksanaan
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan oleh penulis dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat
sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran yang sudah disusun.Perbaikan pembelajaran siklus
II ilaksanakan dengan langkah-langkah berikut :

(1)

Kegiatan awal.

(2)

Siswa diminta menyebutkan macam-macam jenis batas wilayah

(3)

Siswa di dampingi guru mengambar peta dan juga mengamati globe

(4)

Setiap siswa menunjukan hasil gambaran peta pada gurunya.

(5)

Penilaian di lakukan langsung di kelas oleh guru.

c. Pengumpulan Data
Data dikumpulkan oleh penulis dibantu teman sejawat selama pelaksanaan siklus II
mencakup : (1) Data proses penilaian guru mengenai gambar peta yang di buat siswa serta

dikumpulkan digunakan untuk pengamatan, (2) Data dari hasil penilain guru digunakan untuk
evaluasi, (3) Tingkat penguasaan siswa terhadap materi dengan menggunakan tes akhir.
d.

Refleksi
Refleksi

dilakukan

oleh

penulis

dibantu

teman

sejawat

untuk

menganalisis

dan

menginterprestasikan hasil pengamatan baik tentang aktivitas peneliti maupun aktivitas siswa dalam
pembelajaran. Hasil refleksi ini kemudian untuk dijadikan bahan kajian untuk melaksanakan
perencanaan dan pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada tindakan selanjutnya.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Penelitian

1.

Hasil Penelitian Siklus I


Dalam proses pembelajaran siklus I pembelajaran kurang maksimal dan belum mencapai kriteria
keberhasilan perbaikan pembelajaran yang diharapkan. Kekurangan keberhasilan perbaikan
tersebut tegambar dari :
(1) Pemahaman letak wilayah pada gambar peta dan globe
(2) Hasil penilaian akhir.
Dari pengamatan terhadap proses penilaian di kelas diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 1
Hasil Pengamatan Peta dan Globe pada Siklus I

NO
1
2
3
4

Nama Siswa
WILIS
UNTUNG BUDI
SETIYO AGUNG
RULI OKTALINA
RENI MARLIANA

Aspek yang dinilai


Pengetahua
Hasil
Ketelitian
n letak
gambaran
wilayahi
kurang
cukup
kurang
kurang

cukup

kurang

kurang
cukup

kurang
cukup

kurang
cukup

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Keterangan

SAMSURI ARIP
MUSTOPA
ADHI RAHMAT
PRATAMA
FITRI NUR INDAH
SARI
KHOIRUL NUR
ROHMAD Z.
LAZIMUL ARIFIN
MARYANTI
NABILA MAULANA
IZATI
NIKO DWI ABADI
NUR AHMAD
KHOIRUL M.
ROHMAD ALIF
SYAHFIAR

cukup

kurang

kurang

kurang

cukup

cukup

kurang

kurang

cukup

cukup

cukup

cukup

kurang
cukup

kurang
cukup

cukup
cukup

kurang

cukup

kurang

cukup

kurang

cukup

kurang

kurang

kurang

kurang

cukup

kurang

5 (36%)

7(50%)

7(50%)

: kriteria keberhasilan proses pembelajaran peta dan globe adalah 75% siswa menunjukkan ketelitian dalam

mengamati, penguasaan materi peta dan globe serta kemampuan merespon / menanggapi / menjawab pertanyaan.

Hasil pengamatan di atas menggambarkan bahwa tingkat ketelitian siswa, penguasaan materi peta
dan globe dan menjawab pertanyaan dalm proses pembelajaran kelas masih jauh dari kriteria yang
diharapkan (75%). Dari ketiga aspek yangdiamati, keaktifan siswa dalam diskusi hanya 36%,
keberanian menjawab pertanyaan dalam proses pembelajarn peta dan globe aspek tertinggi hanya
(30%). Hal ini berkaitan erat dengan penguasaan siswa terhadap materi juga masih rendah (30%).
Selanjutya dari penilaian terhadap hasil penyelesaian tugas diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 2
Hasil Tes Akhir Siklus I

Skor Nilai Per Butir Soal


NO
1.
2.

Nama Siswa

WILIS
UNTUNG BUDI
SETIYO AGUNG

Jumlah
1

15

15

15

55

15

15

15

10

60

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

RULI OKTALINA
RENI MARLIANA
SAMSURI ARIP
MUSTOPA
ADHI RAHMAT
PRATAMA
FITRI NUR INDAH
SARI
KHOIRUL NUR
ROHMAD Z.
LAZIMUL ARIFIN
MARYANTI
NABILA MAULANA
IZATI
NIKO DWI ABADI
NUR AHMAD
KHOIRUL M.
ROHMAD ALIF
SYAHFIAR

SKM

10

10

15

15

60

15

10

20

15

65

10

15

10

10

50

20

15

15

20

75

10

15

15

15

60

15

10

15

15

60

10

15

20

55

20

15

15

15

70

15

15

20

20

75

20

10

15

15

65

15

10

10

10

50

10

10

15

10

50

JUMLAH

850

RATA-RATA

60,71

: 6,5

Jumlah siswa tuntas

:5

Rata-rata kelas

: 850/14 = 60,71

Prosentase ketuntasan

10

: 35,71%
Grafik Nilai Rata-rata Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan yang disajikan di atas, perbaikan pembelajaran dalam dua siklus yang penulis
laksanakan dibantu teman sejawat, menunjukkan bahwa penggunaan media gambar peta dan
globe mampu meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Walaupun peningkatan dan
pencapaian kriteria ketuntasan untuk setiap aspek dikaji terjadi secara bertahap dalam dua siklus.

BAB V

PENUTUP

A. SIMPULAN
Dari hasil perbaikan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa :
1.

Penggunaan media gambar peta dan globe mampu meningkatkan siswa belajar lebih aktif

2.

Penggunaan media gambar peta dan globe sangat membantu guru dalam menyampeikan suatu
materi pembelajaran di kelas?

B. SARAN
Berdasarkan hasil simpulan di atas, maka ada hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :
1.

Guru hendaknya menggunakan alat peraga yang efektif dan efisien dalam setiap proses belajar
mengajar.

2.

Guru dalam memanfaatkan media gambar yang mudah dipahami siswa

3.

Bagi penulis lain yang berminat menggunakan media ini dapat dikembangkan lebih lanjut pada mata
pelajaran yang lain.

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI


MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (SIKLUS BELAJAR) PADA MATA
PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

(Laporan)

Oleh
MARDIANA
NIM : 814 645 744

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN
UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
2009.2

LEMBAR PENGESAHAN
1
.

Judul
Laporan

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN


PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING
CYCLE (SIKLUS BELAJAR) PADA MATA
PELAJARAN IPA DAN IPS DI SD
NEGERI 1 SIDANG GUNUNG TIGA KEC.
RAWAJITU SELATAN TAHUN PELAJARAN
2009/2010

2. Identitas Peneliti
N AM A
NIM
PROGRAM STUDI
MASA UJIAN
KELOMPOK BELAJAR

3. Lokasi Penelitian
NAMA SEKOLAH
KELAS

:
: MARDIANA
: 814 645 744
: S-1 PGSD
: 2009.2
: BUMI DIPASENA

:
: SD NEGERI 1 SIDANG GUNUNG TIGA
: V (LIMA)

MATA PELAJARAN
ALAMAT

: IPA DAN IPS


: Sidang Gunung Tiga - Rawajitu Selatan
Kab. Mesuji

: 1 Bulan (3 Siklus Pembelajaran)

4. Lama Penelitian
Mesuji, Nopember 2009
Mengetahui
Supervisor

Drs. ERI SETIAWAN, M.Si.


NIP. 1958111919883 1 002

Mahasiswa

MARDIANA
NIM. 814 645 744
ii

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur bagi Allah Tuhan Seru sekalian Alam, yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang setia mengagungkan asma-Nya. Atas
Rahmat tersebut kami dapat menyelesaikan penelitian dan laporannya dari awal hingga
akhir alhamdulillah berjalan lancar, sesuai dengan yang diharapkan.
Laporan yang amat sederhana ini disusun sebagai tugas akhir perkuliahan Universitas
Terbuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program S-1 PGSD pada mata kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).
Dengan selesainya laporan ini, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sedalamdalamnya kepada :
1.

Bapak P A D R I, S.Pd.SD. selaku Pengelola S-1 PGSD Kelompok Belajar (Pokjar)


Bumi Dipasena yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan untuk melaksanakan
perkuliahan dan penelitian untuk laporan ini.

2.

Bapak Drs. Eri Setiawan, M.Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak
meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, konsultasi, dan pengarahan dalam
penelitian dan penulisan laporan ini hingga selesai

3.

Ibu Marsini, S.Pd., selaku Kepala SD Negeri 1 Sidang Gunung Tiga yang telah
memberikan ijin dan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan penelitian.

4.

Ibu Martina Barniat, selaku teman sejawat yang dengan setia mendampingi,
mengamati dan memberikan masukan-masukan yang amat berarti untuk kelancaran
proses penelitian ini.

5.

Bapak Ibu guru SD Negeri 1 Medasri yang telah membantu pelaksanaan observasi
dalam perbaikan pembelajaran ini.
iii

6.

Rekan-rekan Mahasiswa S-1 PGSD Pokjar Bumi Dipasena sebagai rekan diskusi dalam
pelaksanaan pembelajaran dan penyusunan laporan ini.
Kepada semua pihak (tidak dapat kami sebutkan satu persatu) yang memberikan
bantuan baik moril naupun materiil hingga terselesaikannya penyusunan dan penulisan
laporan ini, kami tidak bisa memberikan apa-apa kecuali hanya bisa berdoa semoga
akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh
karena itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca dan kami
berharap kiranya laporan ini ada manfaatnya, khususnya bagi kami pribadi dan
umumnya kepada segenap pembaca sekalian. Amin.

Mesuji,

Nopember 2009

Penulis,

MARDIANA
NIM. 814 645 744

iv

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................

iii

DAFTAR ISI ..................................................................................................

DAFTAR TABEL............................................................................................

vii

BAB I

: PENDAHULUN

A. Latar Belakang Masalah .....................................

B. Rumusan Masalah ...............................................

C. Tujuan Penelitian ................................................

D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian .....................

BAB II

: KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Kreativitas ........................................

B. Pengertian Prestasi /Hasil Belajar ........................

C. Pengertian Pembelajaran Keterampilan Proses ....

BAB III

: PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Subjek Penelitian .......................................................... 10
B. Deskripsi Per Siklus .............................................

11

BAB IV

: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi Hasil Penelitian ......................................

BAB V

15

1. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa .................

15

2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa .......................

16

B. Pembahasan ...........................................................

16

1. Siklus I ...............................................................

16

2. Siklus II .............................................................

19

3. Siklus III ............................................................

22

: KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

A. Kesimpulan ..........................................................

25

B. Saran......................................................................

26

LAMPIRAN-LAMPIRAN

vi

LEMBAR KONSULTASI LAPORAN PKP


1 Judul
: UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN
PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI
. Laporan
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING
CYCLE (SIKLUS BELAJAR) PADA MATA
PELAJARAN
IPA DAN IPS DI SD
NEGERI 1 SIDANG GUNUNG TIGA KEC.
RAWAJITU SELATAN TAHUN PELAJARAN
2009/2010
2. Identitas Peneliti

N AM A
NIM
PROGRAM STUDI
MASA UJIAN
KELOMPOK BELAJAR

NO

HARI /
TANGGA
L

: MARDIANA
: 814 645 744
: S-1 PGSD
: 2009.2
: BUMI DIPASENA

HAL-HAL YANG DIBICARAKAN

PARAF

Mesuji, Oktober 2009


Pembimbing,

Drs. ERI SETIAWAN, M.Si.

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah


Dewasa ini masalah yang muncul di seputar pendidikan dan hasilnya seolah menjadi
indikasi betapa besarnya harapan masyarakat terhadap produk yang dicetak oleh para
guru di sekolah. Menyikapi kondisi yang semakin kompleks seperti sekarang ini, guru
dituntut mampu membekali para siswa berbagai keterampilan yang dipandang urgent

dalam kehidupan. Hal yang paling utama dipersiapkan adalah adanya keterampilan
bernalar dan bersikap menempatkan sesuatu yang tepat pada tempatnya. Maka dalam
hal ini guru lah yang dipandang paling berperan untuk mengarahkan siswanya pada
tataran persiapan menyongsong kehidupan sebenarnya kelak. Kegagalan guru dalam
mengarahkan dan mengembangkan ilmu dan keterampilannya di sekolah akan
mengakibatkan hancurnya masa depan anak-anak dewasa kelak.
Kegagalan dan merosotnya penghayatan masyarakat terhadap nilai-nilai sosial dan
etika, kenakalan remaja dan sebagainya yang terjadi selama ini sering dianggap sebagai
miseducation

(salah asuhan) dan

faktor

penentu yang

diharapkan

mampu

memperbaikinya adalah guru. Oleh sebab itu salah satu upaya untuk mengantisipasi
kemerosotan nilai-nilai sosial dan etike di tengah masyarakat terutama di kalangan
generasi muda adalah dengan cara membenahi proses pendidikan. Di sinilah
relevansinya untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan secara terpadu
dan simultan, baik secara formal, non-formal, maupun in-formal. Ketiga unsur ini harus
saling bahu membahu, bekerja sama untuk mewujudkan pendidkan yang berkualitas.
1
2
Salah satu komponen pembelajaran yang perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan
kemampuannya adalah komponen guru,

dalam

hal ini adalah kompetensinya.

Komponen guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan nilai,
karena posisinya sebagai sumber belajar dan sumber identifikasi nilai moral dan
sumber keteladanan bagi peserta didik. Keberadaan guru adalah sangat penting dan
tidak bisa digantikan oleh sumber-sumber lain, karena peran guru tidak hanya sematamata sebagai transfer of knowledgesaja, tetapi guru masih berperan sangat penting dan
dominan, sehingga apabila guru tidak berkompeten terutama dalam pembentukan
kepribadian pada siswa, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Peran guru yang

sebenarnya adalah sebagai fasilitator, namun yang perlu mendapat penekanan itu
adalah kemampuan guru mensupport para siswanya untuk mampu mengembangkan
kreativitasnya dan membangun sendiri pengetahuan yang datang dari luar, sehingga
terbangunlah pengetahuan dan keterampilan mengkonstruksi kognitif yang ada
terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungan.
Menurut pendapat paham konstruktivisme bahwa pengetahuan itu merupakan
konstruksi dari kita yang sedang belajar. Sebagai guru yang merupakan jabatan
fungsional di bidang pendidikan dengan sendirinya juga dituntut dalam keahlian,
pengetahuan dan keterampilan tertentu atau yang disebut sebagai sebuah kompetensi
guru. Secara minimal guru memiliki kompetensi kepribadian (personal) dan
kompetensi kemasyarakatan (sosial).Guru bukan hanya bertanggungjawab terhadap
dirinya sendiri tetapi lebih dari itu yaitu tanggung jawab kepada masyarakat luas, bukan
bertanggungjawab untuk satu generasi melainkan sampai ke generasi selanjutnya.
3
Untuk menimbuhkan sikap aktif, kreatif, inovatif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang
terjadi adalah guru dianggap sebagai sumber belajar yang paling benar. Di sisi lain
rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS
merupakan salah satu indikasi bahwa pembelajaran yang dilakukan guru perlu untuk
dicermati lebih serius lagi. Hal yang lazim dijumpai dalam suatu pembelajaran yang
mengakibatkan rendahnya prestasi siswa

di antaranya : (1) kegiatan pembelajaran

masih banyak didominasi oleh guru; (2) rendahnya semangat belajar siswa; (3)
banyaknya siswa yang tidak berani bertanya atau mengemukakan pendapat; (4) metode
pembelajaran yang digunakan kurang bervariatif (monoton); (5) media pembelajaran
yang terbatas; (6) Tidak berorientasi pada kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu bentuk kepedulian dan sebagai kontribusi pemikiran yang dapat dijadikan
acuan dalam mengatasi rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan
IPS di SD Negeri 1 Sidang Gunung Tiga Kec. Rawajitu Selatan adalah dengan melalui
Pembelajaran Siklus Belajar (Learning Cycle), yaitu

merupakan suatu program

pengembangan pendidikan sains yang dalam pelaksanaannya terdiri atas tiga fase, yaitu
eksplorasi, pengenalan konsep, dan penerapan konsep.
B.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana meningkatkan motivasi dan
prestasi belajar IPA dan IPS kelas V SD Negeri 1 Sidang Gunung Tiga melalui
pendekatan pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar)?.

4
C.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah : mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran


keterampilan proses dalam upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa
kelas V pada mata pelajaran IPA dan IPS di

SD Negeri 1 Sidang Gunung Tiga

Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Mesuji Propinsi Lampung Tahun Pelajaran


2009/2010.
D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian
Suatu penelitian tentunya diharapkan mempunyai kegunaan atau manfaat bagi
berbagai pihak, antara lain:
1. Bagi Guru
Membantu guru dalam usaha menemukan bentuk pembelajaran dan sebagai bahan
masukan untuk mengetahui bahwa pendekatan Model Pembelajaran Learning Cycle
(Siklus Belajar) merupakan salah satu bentuk upaya dalam kegiatan pembelajaran yang

memungkinkan dapat menambah atau meningkatkan motivasi dan prestasi belajar


siswa.
2. Bagi Lembaga yang Diteliti
Penelitian dapat dijadikan sebagai tolak ukur serta inovasi dalam pengelolaan
pendidikan di sekolah, serta sebagai motivasi untuk kemajuan dan perkembangan
pendidikan di sekolah.
Selain itu juga sebagai suatu usaha dalam rangka mencapai tujuan kurikulum seperti
yang telah dirumuskan dalam kurikulum sekolah yaitu Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP).

5
3. Bagi Siswa
Memotivasi siswa yang dimungkinkan dapat mendorong penigkatan kreativitas,
aktivitas, prestasi atau hasil belajar, baik ketia ia masih di bangku sekolah maupun
setelah mereka kembali ke keluarga ataupun masyarakat.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Motivasi
Berikut pandangan-pandangan tentang motivasi dari berbagai ahli pendidikan :
1.

Menurut James O. Whittaker

Menurut James O. Whittaker memberikan pengertian secara umum mengenai


penggunaan istilah Motivation dibidang psikologi. Ia mengatakan bahwa motivasi
adalah kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kapada
makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan motivasi tersebu t.
(Martin Yamin : 2006 : 83).
Apa yang dilakukan oleh James O. Whittakermengenai motivasi di atas, berlaku umum,
baik pada manusia atau hewan. Pendapat-pendapat berikut ini erat hubungannya
dengan hal belajar murid.
2.

Menurut Thorndike

Thorndke yang terkenal dengan pandangannya tentang belajar sebagai proses trial and
error. Ia mengatakan bahwa belajar dengan trial and error itu dimulai dengan adanya
beberapa motif yang mendorong keaktifan. Dengan demikian, untuk mengaktifkan anak
dalam belajar diperlukan motivasi.

Dari eksperimennya ia menyimpulkan :


-

law of readliness

law of exsercise

law of effect
6
7
diantara ketiga hukum tersebut, yang dianggap paling penting adalah law of
effect. Dalam hubungannya dengan hukum law of effect dalam belajar, ternyata
Thorndike menekankan pentingnya motivasi dalam belajar. (Martin Yamin : 2006 : 83).
3. Menurut Ghutrie
Pendapat Ghutrie sama halnya dengan pendapat Thorndike, Ghutrie pun membangun
teori asosiasi tentang belajar. Mengenai motivasi dalam belajar, ternyata ia mempunyai
pendangan yang agak berbeda dengan pandangan Thorndike. Ghutrie memandang
motivasi dan reward sebagai hal yang kurang penting dalam belajar.
Menurut Ghutrie, motivasi hanyalah menimbulkan variasi respon pada individu, dan
bila dihubungkan dengan hasil belajar, motivasi tersebut bukan instrumental dalam
belajar.

B. Pengertian Hasil Belajar


Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang telah dicapai seseorang setelah ia
mengalami proses belajar, dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses
belajar yang dilakukan atau yang dilaluinya. Penilaian hasil belajar perlu dilakukan oleh
guru untuk mengetahui sejauh mana tujuan untuk instruksional yang telah diajarkan
dalam kegiatan pembelajaran yang telah dikuasai siswa.
Hal ini sejalan dengan Syaiful Bahri Djamarah (2002:142) yang menyatakan bahwa :
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar yaitu : (1) faktor

lingkungan : lingkungan alami dan lingkungan budaya; (2) faktor instrumental :


kurikulum, program, sarana, fasilitas, dan guru;
8
(3) kondisi fisiologis : kondisi fisiologis, kondisi panca indra; (4) kondisi psikologis :
minat, kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif.
Keberhasilan dalam belajar perlu dinilai, hal ini sesuai dengan pendapat Nana Sudjana
dan Hetwijis Vera Visana (2001 : 7) yang menyatakan bahwa : penilaian hasil belajar
adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan
kriteria tertentu.
Suharsini Arikunto (1997:282) ia menyatakan bahwa : Bagi seorang siswa nilai
merupakan cermin dari keberhasilan belajar. Namun bukan hanya siswa sendiri yang
memerlukan cermin keberhasilan belajar, guru dan orang lainpun memerlukannya.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut ditinjau dari sudut peristiwa yang terjadi pada
sitem psichophisis seseorang yang melakukan belajar berarti suatu proses bekerjanya
sistem urat saraf dimana berbagai perubahan terjadi didalamnya. Ditinjau dari sikap
individu dalam menghadapi objek yang dipelajari, belajar dalah suatu kegiatan
menyusun dan mengatur lingkungn dengan sebaik-baiknya, sehingga lingkungan
tersebut terserap oleh individu yang bersangkutan. Jika ditinjau dari segi kegiatannya,
belajar adalah suatu kegiatan untuk memmperoleh kebiasaan-kebiasaan, pegetahuan
dan pengembangan tertentu dari sikap-sikap bagi orang yang melakukannya.
Dari uraian di atas, belajar mempunyai beberapa pengertian yaitu yang pertama bahwa
belajar merupakan perubahan-perubahan dari proses bekerjanya urat syaraf. Kedua
belajar mepunyai arti kemampuan menyusun dan mengatur lingkungan dengan sebaik
baiknya dan yang ketiga belajar merupakan suatu
9

proses untuk memperoleh pengertian dan pengembangan sikap. Prestasi adalah hasil
yang telah dicapai (dilaksanakan, dikerjakan), sedang pengertian prestasi belajar dalam
pembahasan ini yang penulis maksud adalah hasil diperoleh dari proses belajar dengan
nilai tinggi maupun rendah, baik dalam bentuk nilai kualitatif maupun kuantitatif.
C. Pengertian Model Pembelajaran Learning Cycle (siklus belajar)
Model siklus belajar pertama kali dikembangkan pada tahun 1970 dalam Science
Curriculum Improvement (SCIS), yaitu suatu program pengembangan pendidikan sains
di Amerika Serikat. Dalam pelaksanaannya model siklus belajar terdiri atas tiga fase,
yaitu eksplorasi, pengenalan konsep, dan penerapan konsep. Siklus di sini diartikan
bahwa tahap-tahap tersebut dapat berulang.
1. Eksplorasi;
Pada fase ini siswa diberi kesempatan untuk melakukan penjelajahan atau eksplorasi
secara bebas. Kegiatan ini memberi siswa pengalaman fisik dan interaksi sosial dengan
teman dan gurunya.
2. Pengenalan konsep;
Pada fase ini guru dengan metode yang sesuai menjelaskan konsep dan teori-teori yang
dapat membantu siswa untuk menjawab permasalahan yang muncul dan menyusun
gagasan mereka.
3. Penerapan konsep;
Pada fase ini siswa mencoba menggunakan konsep yang telah dikuasai untuk
memecahkan masalah dalam situasi yang berbeda. Dalam hal ini guru menyiapkan
masalah-masalah yang dapat dipecahkan berdasarkan konsep yang telah diperoleh
siswa pada fase sebelumnya.
10
Contoh :
Rancangan Alur Pembelajaran menurut Model Pembelajaran Siklus Belajar :

Pertemu
an ke 1

Indikato
r

Definisi
Konsep

Deskripsi
Pembelajaran

Assesm

Dapat mengelompo
k-kan
hewan
pemakan
tumbuhan
.

Pemakan
tumbuhan
(herbivora)
menggunak
an
tumbuhan
sebagai
makanan.

Eksplorasi
Siswa ditugasi
meng-amati
jenis makanan
hewan tertentu
yang ada di
rumah.
Siswa
mencatat hasil
pengamatan
sesuai LKS dan
Dapat me- Pemakan
melaporkan
ngelompo daging
saat
k-kan
(karni vora) pada
pembelajaran.
hewan
memakan
pemakan
hewan lain. Siswa
hewan.
mengelompokkan hewan hasil
Dapat me- Pemakan
peng-amatan
ngelompo segala
seluruh
siswa
k-kan
(omni-vora) berdasarkan asal
hewan
mema-kan
makanannya.
pemakan
daging dan
hewan,
tumbuhan
Pengenalan
dan
Konsep
tumbuhan
Guru

Hasil
Pengamat
-an Tes
tulis no.
Tes no.

membimbing
siswa
dalam
diskusi
kelas
untuk
meluruskan
konsep tentang
herbivora,
karnivvora,
omnivora, dan
konsumen.

en

Tes no.

Tes no.

Tes no.

Menyimpu
l-kan
:
semua
hewan
memperol
eh
makanan
dengan
cara
memakan
makhluk
hidup lain

Pemakan
(konsumen)
memakan
makhluk
hidup lain
sebagai
sumber
makanan

Penerapan
Tes no.
Konsep
Siswa
diberi
tugas
rumah
untuk mencatat
jenis konsumen
yang ada di
lingkungan
tempat tinggal
siswa.

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
E.

Subjek Penelitian

1. Lokasi Penelitian
Penelitian perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas V semester I SD Negeri 1
Sidang Gunung Tiga Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Mesuji Lampung.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan yaitu mulai tanggal 01 Oktober
sampai dengan 31 Oktober 2009, dengan 12 jam

pelajaran (6 kali pertemuan). Siswa

yang menjadi subjek penelitian ini berjumlah 27 orang siswa, yang terdiri dari 17 orang

laki-laki dan 10 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti (guru
bidang study), seorang obsever, dan kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Sebagai
gambaran kongkret jadwal penelitian ini adalah :
Tanggal 05 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus I
Tanggal 12 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus II
Tanggal 19 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus III
Tanggal 07 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus I
Tanggal 14 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus II
Tanggal 21 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus III
3. Mata Pelajaran
Adapun mata pelajaran yang di teliti adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS).
11
12
4. Kelas
Kelas yang dijadikan tempat penelitian ini adalah Kelas V SD Negeri 1 Sidang Gunung
Tiga Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Mesuji.
5. Karakteristik Siswa
Keberadaan siswa kelas V SD Negeri 1 Sidang Gunung Tiga secara umum tergolong
anak yang biasa-biasa, baik ditinjau dari segi kecerdasan (intellegensia) maupun
kepribadian dan moralitasnya. Namun dari segi latar belakang keluarganya, mereka
cukup beragam. Secara ekonomi keluarga mereka cukup beragam, mulai dari ekonomi
klas rendah (yang mayoritas), ekonomi menengah, dan ekonomi klas tinggi (walaupun
tidak terlalu banyak namun juga ada beberapa anak yang berasal dari keluarga mampu).
Demikian juga latar belakang pendidikan keluarga (orang tua murid) amat beragam,
mulai dari SD sampai yang Sarjana. Sedangkan ditinjau dari sisi kondisi sosial dan
lingkungan, nampaknya banyak potensi alam yang belum dimanfaatkan secara optimal,

maka dengan pendekatan pembelajaran keterampilan proses ini diharapkan menambah


pengalaman dan keterampilan anak dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga,
sekaligus bekal pokok bagi mereka kelak sudah dewasa.
F.

Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Per Siklus

Adapun pelaksanaan penelitian ini melalui langkah siklus sebanyak tiga siklus, dan
masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu :
Perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi
(reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006).

13
1. Perencanaan
b.

Menyusun jadwal mengajar

c.

Membuat perangkat pembelajaran

d.

Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan
model pembelajaran siklus (learning cycle)

e.

Mempersiapkan media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam kegiatan


pembelajaran

f.

Mempersiapkan lembar observasi dan catatan lapangan


2. Pelaksanaan

Tahap ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan, yang meliputi :


a.

Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran


yang ingin dicapai dan membagi kelompok belajar;

b.

Guru memotivasi siswa agar belajar bersama dalam kelompok dan bertanggung jawab
pada kelompoknya;

c.

Guru menyampaikan materi yang telah ditentukan dan mengefektifkan diskusi


kelompok, bertanya jawab dan demonstrasi;

d.

Guru bersama teman sejawat mengamati proses kegiatan diskusi kelompok yang
sedang berlangsung dan guru memberikan bimbingan pada siswa;

e.

Setiap kelompok menulis hasil kerja kelompoknya di papan tulis, diwakili oleh salah
satu siswa dari kelompoknya dan memberikan kesempatan pada kelompok lain untuk
menanggapinya;

f.

Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi;

g.

Guru memberikan tes tertulis secara individu di akhir siklus;


14

h.

Siswa yang mendapat nilai kurang dari 60 dan rata-rata nilai yang kurang dari
ketentuan mnimal, maka dilakukan perbaikan.

3. Pengamatan/Pengumpulan Data
Dalam pengamatan penelitian tindakan kelas ini peneliti bekerja sama dengan guru
(teman sejawat) yaitu seorang guru dari SD Negeri 1
Sidang Gunung Tiga, yang bertugas mengamati selama proses kegiatan pembelajaran
berlangsung. Hasil pengamatan ini dituangkan dalam catatan lapangan yang telah
dipersiapkan.
a) Lembar Pengamatan 1 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang
digunakan untuk menilai kinerja guru dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
b) Lembar pengamatan 2 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang
digunakan untuk menilai kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
c) Lembar Pengamatan 3 adalah data primer yang digunakan untuk menilai aktivitas
belajar siswa pada setiap siklus.
4. Refleksi
Refleksi ini merupakan kegiatan dalam menganalisis, memahami dan membuat
kesimpulam berdasarkan hasil pengamatan dan catatan lapangan. Refleksi dilakukan
dengan menganalisis hasil tes dan observasi, serta menentukan perkembangan
kemajuan dan kelemahan yang terjadi, sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya.

15
Pada siklus II, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus I dan pelaksanaannya pun
sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus II ini telah
banyak ditemukan kelemahan-kelemahan apada siklus I dan di sini diadalan perbaikan.
Pada siklus III, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus II dan pelaksanaannya
pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus III ini
telah banyak dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan
pada siklus II. Jadi pada silkus ini merupakan siklus terakhir (pamungkas) dalam
perbaikan, dan diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian


1.

Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa

Kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS melalui model pembelajaran
Learning Cycle pada siswa kelas V semester I SD Negeri 1 Sidang Gunung Tiga
Kecamatan Rawajitu Selatan yang berjumlah 27 siswa, selalu diamati di setiap
pertemuan pada masing-masing siklus. Secara lengkap data motivasi dan prestasi
belajar siswa dari siklus I sampai III ada pada lampiran 1 dan 2, dan dapat disimpulkan
sebagai berikut :
Tabel 1 : Prosentase Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Jumlah Siswa
Prosentase Siswa
Siklus
Pertemuan ke
yang Bermotivasi yang Bermotivasi
I

11

40,74 %

II

18

66,66 %

III

25

92,59 %

Tabel 2 : Prosentase Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran IPS


Jumlah Siswa
Prosentase Siswa
Siklus
Pertemuan ke
yang Bermotivasi yang Bermotivasi
I

10

37,03 %

II

16

59,25 %

III

24

88,88 %

16
17
2.

Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS melalui pendekatan
model pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar) pada siswa kelas V semester I SD
Negeri 1 Sidang Gunung Tiga Kecamatan Rawajitu Selatan dapat dilihat dari hasil
ulangan yang dilaksanakan dalam pembelajaran pada siklus I sampai siklus III dapat
disajikan pada tabel lampiran 1 dan 2, dan dapat disimpulkan berikut ini :
Tabel 3 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Nilai
65
Jumla
Siklus
Jumlah
h
Prosentase
Siswa

Jumlah
Nilai

Ratarata

27

10

37,03 %

1499

55,51

II

27

18

66,66 %

1760

65,18

III

27

26

96,66 %

2131

78,92

Jumlah
Nilai

Ratarata

Tabel 4 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS


Nilai
65
Jumla
Siklus
Jumlah
h
Prosentase
Siswa
I

27

33,33 %

1549

57,37

II

27

17

62,96 %

1746

64,66

III

27

25

92,59 %

2032

75,25

B. Pembahasan
1. Siklus I
Pelaksanaan siklus I mata pelajaran IPA pada hari Senin tanggal 05 Oktober 2009
diikuti oleh 27 siswa kelas IV yang terdiri dari 17 laki-laki dan 10 anak perempuan.
Pertemuan ini berlangsung selama 1 x pertemuan (2 x 35 menit).

18
Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal
yang tujuannya untuk menjajagi kesiapan siswa dan menentukan kelompok belajarnya.
Dengan terbentuknya kelompok di kelas, guru memotivasi siswa dengan bercerita
tentang makhluk hidup dan makanannya lalu dilanjutkan dengan belajar berkelompok
dan diskusi kelas mengamati jenis-jenis makanan hewan. Kemudian guru bersama
siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan
evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus I ini.
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 07
Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab
tentang aneka flora dan fauna di Indonesia. Tugas kalian mengamati dan
mengidentifikasi aneka flora dan fauna yang ada dan diskusikan manfaatnya.
Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahui tingkat
keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Hasil Observasi Kreativitas Siswa
Setiap pertemuan siklus I, selalu dilakukan pengamatan terhadap kreativitas siswa
dalam proses pembelajaran oleh seorang pengamat yaitu teman sejawat. Pada siklus I
ini kreativitas siswa dalam belajar tercatat 40,74 % untuk mata pelajaran IPA, dan
37,03 % pada mata pelajaran IPS. Dengan melihat hasil pada siklus I ini menunjukkan
bahwa aktivitas belajar siswa masih sangat rendah.

19
b. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus I menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas
pada mata pelajaran IPA sebanyak 10 siswa dari jumlah siswa 27 siswa atau 37,03 %.

Sedangkan untuk mata pelajaran IPS sebanyak 9 anak atau 33,33 %. Ini berarti kriteria
pada siklus I ini baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya belum memenuhi
target bahkan masih jauh dari yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65
keatas sebesar 85 % atau lebih.
c.

Refleksi
Pada akhir siklus I diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan
yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa
hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
a.

Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;

b. Guru kurang tegas dalam pembagian kelompok belajar;


c.

Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama
dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah.

d. Guru kurang teliti dalam mengamati keseriusan siswa mengamati suatu objek yang
ditentukan.
e.

Guru

belum

optimal

dalam

menanamkan

prinsip

cara

mengobservasi

dan

menginferensi sebuah objek dan cara menyimpulkan.

20
Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu
sendiri, yaitu :
1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dari pembelajaran yang diikuti;
2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan
penjelasan guru;
3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, maupun kegiatan
pengamatan terhadap objek yang seharusnya dilakukan siswa.
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang dapat meningkatkan hasil
belajar siswa, yakni pada siklus II.

2. Siklus II
Pelaksanaan siklus II mata pelajaran IPA dilaksanakan hari Senin tanggal 12 Oktober
2009 diikuti oleh 27 siswa kelas V yang terdiri dari 17 laki-laki dan 10 anak perempuan.
Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini guru
melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk
menjajagi kesiapan siswa dan menentukan kelompok belajarnya. Dengan terbentuknya
kelompok belajar di kelas, guru memotivasi siswa dengan bercerita tentang makhluk
hidup dan pertumbuhannya dan dilanjutkan dengan belajar berkelompok dan diskusi
kelas mengidentifikasi hewan dan makanannya. Kemudian guru bersama siswa
menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi
untuk melihat keberhasilan pada siklus II ini.
21
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus II dimulai hari Rabu tanggal 07 Oktober
2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang
aneka flora dan fauna. Tugas kalian mengamati dan mengidentifikasi aneka flora dan
fauna yang ada di sekitar kita dan diskusikan apakah manfaatnya bagi kegiatan ekonomi
masyarakat. Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Hasil Observasi Motivasi Siswa
Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus II ini
sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap motivasi siswa dalam
proses pembelajaran oleh teman sejawat dapat dijadikan pertimbangan dalam
merefleksi diri. Pada siklus II ini kreativitas siswa dalam belajar tercatat 66,66 % untuk
mata pelajaran IPA, dan 62,96 % pada mata pelajaran IPS. Hal ini menunjukkan bahwa
motivasi belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang cukup,
walaupun belum tuntas.

b. Hasil Belajar Siswa


Data dari tes akhir pada siklus II menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke
atas pada mata pelajaran sebanyak 18 siswa dari 27 siswa atau 66,66 %. Sedangkan
untuk mata IPS sebanyak 17 anak dari 27 anak atau 62,96 %. Ini berarti kriteria pada
siklus II ini baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya sudah banyak mengalami
kemajuan dan hampir memenuhi target walaupun masih harus dan bisa ditingkatkan
lagi sesuai

22
dengan yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau
lebih.
c. Refleksi
Pada akhir siklus II diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan
yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa
hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
1) Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;
2) Guru kurang tegas dalam pembagian kelompok belajar;
3) Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama
dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah.
4) Guru kurang teliti dalam mengamati keseriusan siswa mengamati suatu objek yang
ditentukan.
5) Guru

belum

optimal

dalam

menanamkan

prinsip

cara

mengobservasi

dan

menginferensi maupun mengeksplorasi sebuah objek dan cara menyimpulkan.


Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu
sendiri, yaitu :
1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dari pembelajaran yang diikuti;

2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan
penjelasan guru;

23
3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, eksplorasi maupun kegiatan
pengamatan terhadap objek yang seharusnya dilakukan siswa.
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan lagi yang dapat meningkatkan
hasil belajar siswa, yakni pada siklus III.
3. Siklus III
Pelaksanaan siklus III mata pelajaran IPA dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19
Oktober 2009 diikuti oleh 27 siswa kelas IV yang terdiri dari 17 laki-laki dan 10 anak
perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini
guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk
menjajagi kesiapan siswa dan menentukan kelompok belajarnya. Dengan terbentuknya
kelompok belajar di kelas, guru memotivasi siswa dengan bercerita tentang makhluk
hidup berdasarkan jenis makanannya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu pemakan
tumbuhan, pemakan hewan dan pemakan tumbuhan dan hewan, dan dilanjutkan
dengan belajar berkelompok dan diskusi kelas mengidentifikasi hewan dan jenis
makanannya. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses
pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus II ini.
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus II dimulai hari Rabu tanggal 07 Oktober
2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang
aneka flora dan fauna. Tugas kalian mengamati dan mengidentifikasi aneka flora dan
fauna yang ada di sekitar kita dan diskusikan apakah manfaatnya bagi kegiatan ekonomi
masyarakat.
24

Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahui tingkat


keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran
a.

Hasil Observasi Motivasi Siswa


Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus III ini
sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap motivasi siswa dalam
proses pembelajaran oleh teman sejawat dapat dijadikan pertimbangan dalam
merefleksi diri. Pada siklus III ini motivasi siswa dalam belajar tercatat 92,59 % untuk
mata pelajaran IPA, dan 88,88 % pada mata pelajaran IPS. Hal ini menunjukkan bahwa
motivasi belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang cukup
signifikan, yaitu telah tuntas mencapai target yang ditentukan.
b. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus III menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke
atas pada mata pelajaran IPA sebanyak 26 siswa atau 96,26 %.
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS sebanyak 25 anak atau 92,59 %. Hal ini berarti
kriteria pada siklus III, baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya sudah banyak
mengalami kemajuan dan sudah memenuhi target yang diharapkan, yaitu siswa yang
mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih, dan hasil yang diperolehnya telah
sesuai dengan target yang diharapkan.
c.

Refleksi
Pada akhir siklus III diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria
keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat
terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
25
Pengelolaan pembelajaran IPA dan IPS dengan pendekatan Model Pembelajaran
Learning Cycle (Siklus Belajar) pada siklus III sudah lebih baik dari siklus II, dan
terjadi peningkatan hasil belajar siswa yakni sudah memenuhi apa yang diharapkan,
karena terbukti hasil yang dicapai siswa pada mata pelajaran IPA dengan nilai lebih dari

65 sebanyak 26 siswa dari jumlah siswa keseluruhan yaitu 27 anak atau mencapai
96,26 %. Sedangkan mata pelajaran IPS sebanyak 25 anak dari jumlah keseluruhan 27
anak atau sebesar 92,59 %.
Hal ini menunjukkan bahwa peranan guru dalam proses pembelajaran bukan hanya
sebagai pengajar, tetapi lebih ditekankan sebagai motivator, dan fasilitator. Guru
memfasilitasi siswa untuk berhasil dengan memberikan motivasi, dorongan dan
pendampingan dalam kegiatan pembelajaran.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Penelitian tindakan kelas beserta pembahasannya yang dilakukan guru di kelas V SDN 1
Sidang Gunung Tiga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan melalui
pendekatan Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar) telah dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dan siswa benar-benar telah termotivasi
untuk meraih prestasi, maka peranan guru menjadi sangat penting dalam pembelajaran
ini, yaitu sebagai motivator dan fasilitator.

Hal ini ditunjukkan oleh hasil observasi motivasi dan hasil belajar siswa pada penelitian
tindakan kelas ini, yaitu :
Tabel 5 : Prosentase Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran

IPA

Siklus

Prosentas
e
Motivasi

Prosentase Siswa
yang nilainya
65

Hasil Belajar Siswa


Jumlah Nilai

Rata-rata

40,74 %

37,03 %

1499

55,51

II

66,66 %

66,66 %

1760

65,18

III

92,59 %

96,26 %

2131

78,92

Tabel 6 : Prosentase Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS
Siklus

Prosentas
e
Motivasi

Prosentase Siswa
yang nilainya
65

Hasil Belajar Siswa


Jumlah Nilai

Rata-rata

37,03 %

33,33 %

1549

57,37

II

59,25 %

62,96 %

1746

64,66

III

88,88 %

92,59 %

2032

75,25

26

27
Tabel 7 : Peningkatan Prosentase Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Siklus

Peningkatan
Krea-tivitas
Siswa (%)

Peningkatan
Nilai Siswa
65 (%)

Peningkatan
Hasil Belajar
Siswa

Siklus I ke
Siklus II

25,92 %

29,63 %

9,67

Siklus II ke
Siklus III

25,93 %

29,60 %

13,74

Tabel 8 : Peningkatan Prosentase Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS
Siklus

Peningkatan
Krea-tivitas
Siswa (%)

Peningkatan
Nilai Siswa
65 (%)

Peningkatan
Hasil Belajar
Siswa

Siklus I ke
Siklus II

25,93 %

22,22 %

7,29

Siklus II ke
Siklus III

25,93 %

29,63 %

10,59

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa aktivitas dan hasil belajar meningkat.

n
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disarankan bahwa dengan
menggunakan pendekatan Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar) dapat
menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah
guna meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Serta hendaknya guru selalu dapat
mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan kreatif yang banyak
melibatkan siswa sebagai upaya pengekspresian dari diri siswa. Dan seyoyanya guru
lebih dapat mamainkan peran guru sebagai motivator dan fasilitator.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsini, Penelitian Tindakan Kelas, PT Bumi Aksara, Jakarta
Asyari, dkk., 2007, Ilmu Pengetahuan Sosial SD untuk kelas V, Erlangga, Jakarta
Bahri Djamhari Syaiful, 2002, Psikologi Belajar, PT Asdi Mahasatya, Jakarta
Dimyati dan Mudjiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, PT Rineka Cipta, Jaklarta

Hamalik Oemar, 1990, Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar, Tarsito


Bandung
Mikarsa Hera Lestari, dkk., 2007, Pendidikan Anak di SD, Universitas Terbuka
Slameto, 1995, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi, PT Rineka Cipta,
Jakarta
Sardiman, Am, 2006, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Rajawali, Jakarta
Sugiono, 2005, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfa Beta, Bandung
Sutarno Nono, 2007, Materi dan Pembelajaran IPA SD, Universitas Terbuka
The Liang Gie, 1981, Proses Belajar Mengajar, Tarsito Bandung
Widodo, dkk. 2004, Alamku Sains 5 Untuk SD Kelas V, PT Bumi Aksara, Jakarta
Wilis Dahar Ratna, 1989, Teori-teori Belajar, PT Gelora Aksara Pratama
Winataputra Udin S., 2005, Strategi Belajar Mengajar, Universitas Terbuka

Lampiran 1 :

DAFTAR NILAI HASIL ULANGAN HARIAN KELAS V


MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27

NAMA SISWA
Irfan Sholeh
Nuril Huda Fatoni
Alfan Andian Rahman
Doni Suparmanto
Denni Setiawan
Ferdi Hasan
Rafli Cahya Septiadi
Bagus Fajri Ramadani
Tri Widodo
Saiful Ghufron
Firman Muntako
Aji Supardi
Dian Pramana
Aan Kurniawan
Khairul Anam
Bhakti Firmana
Sohib Ansori
Fauziah
Kartika Septiarini
Rosidah
Listiawati
Mutiara Sani
Elly Ernawati
Susi Susanti
Putri Rahayu
Riska Aprilia
Meta Aprilia Melani
Jumlah
Rata-rata

I
65
60
50
43
70
62
66
35
46
55
70
56
50
52
75
60
67
35
37
47
63
61
45
66
55
55
74
1499
55,5146

SIKLUS
II
76
73
60
55
80
71
75
45
55
60
81
64
60
61
83
73
75
45
49
57
73
70
55
76
65
66
83
1760
65,96

III
87
85
71
65
92
85
88
56
65
71
93
74
69
73
95
87
89
56
65
67
83
81
66
85
77
78
95
2131
78,92

Lampiran 2 :
DAFTAR NILAI HASIL ULANGAN HARIAN KELAS VI
MATA PELAJARAN IPS
NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

NAMA SISWA
Irfan Sholeh
Nuril Huda Fatoni
Alfan Andian Rahman
Doni Suparmanto
Denni Setiawan
Ferdi Hasan
Rafli Cahya Septiadi
Bagus Fajri Ramadani
Tri Widodo
Saiful Ghufron
Firman Muntako
Aji Supardi
Dian Pramana
Aan Kurniawan
Khairul Anam
Bhakti Firmana
Sohib Ansori
Fauziah
Kartika Septiarini
Rosidah
Listiawati
Mutiara Sani
Elly Ernawati

I
60
62
52
40
70
63
65
34
45
50
71
55
52
50
74
61
65
36
35
48
60
61
46

SIKLUS
II
67
70
60
55
79
72
74
45
55
60
74
65
60
60
81
71
74
46
44
55
70
72
55

III
79
80
70
65
85
84
86
56
66
71
84
74
71
70
92
84
87
55
54
65
81
84
65

24
25
26
27

Susi Susanti
Putri Rahayu
Riska Aprilia
Meta Aprilia Melani
Jumlah
Rata-rata

65
56
55
75
1549
5737

74
66
61
84
1746
64,66

84
76
72
95
2032
75,25

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN


SIKLUS II
Nama Sekolah

: SD Negeri 24 Salido Kecil

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas / Semester

: V/2

Pelaksanaan

Alokasi Waktu

: 2 x 35 menit

I.

2015

Standar Kompetensi
2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan
Kemerdekaan Indonesia

II. Kompetensi Dasar


2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang daerah pada penjajahan Belanda dan Jepang
III. Indikator

Menjelaskan perjuangan para tokoh daerah dalam upaya mengusir penjajah belanda

IV. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menyebutkan nama-nama tokoh pejuang daerah, asal


daerah, nama peperangan, dan tahun perjuangan dalam mengusir penjajahan Belanda

Siswa memahami gambar gambar para pahlawan pejuang daerah.

Siswa mengetahui peta wilayah perjuangan para tokoh daerah.

V. Tujuan Perbaikan**

Melalui metode diskusi dan media Pembelajaran berupa peta dan gambar konkret siswa dapat :

Menghargai jasa-jasa para pahlawan dan dapat mengimplementasikanya dalam kehidupan seharihari.

Menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan oleh guru melalui metode diskusi.

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian (respect),
Tekun

(diligence ) , dan Jujur ( fairnes )

VI. Materi Pokok

Perjuangan dalam melawan penjajahan Belanda.

1. Perlawanan Pattimura (1817)


Perlawanan Pattimura terjadi di daerah Maluku, yang di pimpin oleh Thomas Matulessi atau Patimura.
Peperangan ini terjadi karena:
a.

Benteng Duurstede telah diduduki Belanda

b. Rakyat dipaksa menjual hasil pertaianya kepada Belanda


c.

Diperlakukanya hak eksturpasi dan pelayaran hongi, dengan tujuan mengawasi setiap pulau dan
membuang hasil rempah-rempah yang berlebihan.

2. Perang Paderi (1821 1837)


Perang Paderi terjadi di daerah Sumatera Barat, yang di pimpin oleh Datuk Bandoro, dan kemudian
digantikan oleh Tuanku Imam Bonjol. Peperangan ini terjadi karena:
a.

Terjadi perselisihan antara kaum paderi dengan kaum adat.

b. Belanda memperlakukan sistem tanam paksa bagi masyarakat Minangkabau.


3. Perang Diponegoro (1825 1830)
Perang Diponegoro terjadi di daerah Jawa Tengah, yang dipimpin oleh Raden Mas Ontowiryo atau lebih
dikenal Pangeran Diponegoro. Peperangan ini terjadi karena:
a.

Pemasangan toggak-tonggak jalan rel kereta api diatas makam


leluhur pangeran Diponegoro.

b. Wilayah Mataram semakin dipersempit


c.

Penderitaan rakyat karena dibebani pajak yang tinggi.

d. Peradaban barat yang bertentangan dengan ajaran islam.


4. Perang Banjarmasin (1859 1863)
Peperangan ini terjadi di daerah Kalimantan Selatan, yang dipimpin oleh Pangeran Antasari, penyebab
terjadinya peperangan adalah:

a.

Belanda melakukan monopoli perdagangan terhadap kerajaan.

b. dan mencampuri urusan intern kerajaan.


5. Perang Bali (1846 1868)
Perang ini terjadi di daerah pulau Bali, Perang Bali di pimpin oleh Raja-Raja dari Bali diantaranya Raja
Buleleng yaitu I Gusti Ngurah Made dan patihnya bernama I Gusti Ketut Jelantik. Perang Bali dilatar
belakangi oleh:
a.

Raja-raja Bali memberlakukan hukum Tawan Karang,


yaitu hak untuk merampas kapal-kapal asing yang terdampar di wilayahnya.

b. Raja-raja Bali tidak mau mengakui kedaulatan Belanda di Bali.


VII. Metode Pembelajaran

Ceramah.

Unjuk Kerja.

Tanya Jawab.

Penugasan.

Diskusi.

kerja kelompok.
VII. Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Awal (5 menit)

Siswa diajak berdoa bersama - sama


Presensi kehadiran siswa.
Mengkondisikan siswa pada suasana pembelajaran yang efektif.
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Memberi apersepsi melalui tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari.

Kegiatan Inti (40 menit)


Eksplorasi

Siswa diajak memperhatikan peta wilayah dan gambar-gambar tokoh pejuang daerah pada halaman 140144 buku IPS kelas 5 SD.
Siswa diajak mencari informasi perjuangan para tokoh-tokoh daerah dalam melawan penjajahan belanda.
Siswa di bimbing mencatat materi-materi penting yang di temukan dalam pembelajaran
Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Elaborasi

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 5 6 anak.


Setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan tugas yang telah disiapkan oleh guru
1. Membuat daftar nama peperangan, nama tokoh daerah, tahun perjuangan, dan penyebab terjadinya
peperangan
2. menyebutkan wilayah perjuangan tokoh-tokoh daerah melalui gambar peta.
Memberi kesempatan kepada anak untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak
tanpa rasa takut.
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar melalui unjuk
kerja hasil laporan di depan kelas.
Konfirmasi
Siswa diajak membahas hasil laporan yang telah di kerjakan serta penegasan materi pembelajaran.
memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi yang dilakukan siswa.

Kegiatan Penutup (25 menit)

Siswa diajak menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.


Mengerjakan latihan soal uji kompetensi ( tes formatif)
Pembahasan latihan soal uji kompetensi ( tes formatif)
melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan
konseling atau pemberian tugas.
VII.

Sumber, Alat dan Media Pembelajaran

A. Sumber Pembelajaran
1. Silabus pembelajan IPS kelas V
2. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas 5 SD (BSE), Endangsusila Ningsih, Aneka Ilmu tahun 2008,
halaman 140 144.
3. Pengetahuan Sosial Terpadu untuk kelas 5 SD (KBK), Tim Bina Karya Guru, Erlangga tahun 2004,
halaman 121 128.

4. IPS Terpadu untuk kelas 5 SD (KTSP), Tim Bina Karya Guru, Erlangga tahun 2006, halaman 111 120.
5. LKS Permata Ilmu Pengetahuan Sosial, halaman 8 10.
B. Alat dan Media pembelajaran

1. Gambar gambar tokoh pejuang daerah


2. Atlas.
3. Peta Indonesia.
XI.

PENILAIAN

1. Prosedur Penilaian
a.

Penilaian awal (pre test), untuk melihat kemampuan awal siswa.

b. Penilaian Proses, untuk melihat kerjasama siswa.


c.

Penilaian Akhir ( post test), untuk mengukur kemampuan siswa setelah pembelajaran

2. Jenis dan Bentuk Test


a.

Tes lisan, dilakukan sebelum pembelajaran melalui tanya jawab.

b. Test Kinerja ( Performance Test), dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, melalui kerja kelompok
dan diskusi.
c.

Tes Tertulis bentuk uraian, dilakukan pada akhir pembelajaran.

3. Alat Penilaian
a.
b.

lembar kinerja siswa, terlampir.


lembar penilaian kinerja siswa, terlampir

c. lembar soal, terlampir.


d. kunci jawaban, terlampir.
e.
f.

pedoman penilaian, terlampir.


Soal perbaikan dan pengayaan, terlampir

g. Kunci jawaban perbaikan, terlampir.


4. Tindak Lanjut
Guru melakukan perbaikan kepada siswa yang mendapat nilai kurang dari 70, dan Mengadakan pengayaan
kepada siswa yang mendapat nilai 70 ke atas.

Purworejo, 13 Maret 2012


Mengetahui
Supervisor II

BADARUDIN, S.Pd.MM

Mahasiswa

IHSAN MAULIDIN

NIP. 196411121984051001

NIM : 815187288
LEMBAR KERJA SISWA I

Pelajaran
i Pokok

: IPS
: perjuangan melawan penjajah Belanda

al

: 14 Maret 2012
Diskusikan bersama kelompokmu!
Sebutkan nama-nama tokoh pejuang daerah, tahun perjuangan, asal daerah dan penyebab terjadinya
peperangan dalam melawan penjajahan Belanda !
No

Nama
Peperangan

Perang Patimura

Perang Paderi

Perang
Diponegoro

Perang
Banjarmasin

Perang Bali

Nama
Pejuang

Tahun

Daerah

LEMBAR KERJA SISWA II

Pelajaran

: IPS

i Pokok
al

: perjuangan melawan penjajah Belanda


: 14 Maret 2012

Diskusikan dengan kelompokmu!

Penyebab
Peperangan

Sebutkan nama-nama peperangan yang ditunjukkan dengan nomor pada peta di bawah ini!

JAWABAN

1.
2.
3.
4.
5.
LEMBAR PENGAMATAN KERJA KELOMPOK
Mata Pelajaran

: IPS

Materi Pokok

: perjuangan melawan penjajahan Belanda

Kelas / Semester

:V/2

Hari / Tanggal

: Rabu, 14 Maret 2012

No

Nama Siswa

Kerjasama
1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Ide /
Gagasan

Tanggung
Jawab
4

Jml
4

NA

Ket

13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Jumlah
Rata - rata

Keterangan :
1. Kurang
2. Cukup
3. Baik
4. Baik sekali

NA = Perolehan Skor X 100


Jumlah Skor maksimal

Purworejo, 14 Maret 2012


Mahasiswa

IHSAN MAULIDIN
NIM : 815187288

LEMBAR SOAL TEST FORMATIF


Nama Siswa

: ______________

No Absen : ________

I. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang kamu anggap paling benar !
1. Siapa tokoh yang gigih melawan Belanda dalam peperangan di Bali ...
a.

I Gusti Ngurah Rai

b. Ketut Gusti Jelantik

c.

Sisingamangaraja

d. Pangeran Poliph

2. Siapa nama lain kapiten Pattimura .....


a.

Thomas Anderson

b. Thomas Buykes

c.

Fort De Kock

d. Thomas Matulessi

3. Perang habis-habisan rakayat Bali disebut .....


a.

Perang puputan

b. Perang panutan

c.

Perang tawan karang

d. Perang Diponegoro

4. Pertentaangan kaum adat dengan kaum agama menimbulkan perang ...


a.

Padang

c. Paderi

b. Minangkabau

d. Agama

5. Perang Paderi berlangsung selama ....


a.

15 tahun

c. 17 tahun

b. 16 tahun

d. 18 tahun

6. Budi anak yang pandai dalam mata pelajaran IPS, tetapi ia tidak mau membantu belajar temantemanya. Sikap Budi yang tepat seharusnya .....
a.

Membantu asalkan ada imbalan.

b. Membantu teman-temannya dengan ikhlas.


c.

Membantu denagan berat hati.

d. Membantu setengah-setengah.
7. Pada pembelajaran IPS kelompok Wawan mendapat nilai paling rendah dari kelompok-kelompok lain,
sikap kelompok wawan seharusnya .....
a.

Marah dan memaki kelompok yang lain.

b. Tetap berusaha dan bersemangat.


c.

Terima saja apa adanya

d. Menutupinya dengan cara berbohong.


8. Siapa nama kecil pangeran Diponegoro?
a.

Raden Mas Ontowiryo

b. Adipati Anom
c.

Raden Mas Jayawijaya

d. Raden Mas Suwiryo


9. Ketika daerah Tegalrejo dibakar oleh Belanda pangeran Diponegoro bersembunyi di ....
a.

Bukut Tinggi

b. Bukit Kapur

c. Bukit Selarong
d. Bukit Dagu.

10. Apa tujuan Belanda melakukan pelayaran Hongi?


a.

Menangkap kapiten Pattimura.

b. Melakukan perdagangan dengan negara-negara lain


c.

Menyerbu daerah Maluku dengan pasukan yang besar.

d. Mengawasi pulau-pulau perniagaan dan membuang rempah-rempah yang berlebihan


II. Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan tepat !
1. Apa penyebab terjadinya perang Diponegoro?
2. Mengapa perang Bali disebut sebagai perang puputan?

3. Sebutkan tokoh tokoh yang membantu Thomas Matulessi dalam peperangan melawanan Belanda !
4. Mengapa terjadi pertentangan antara kaum adat dengan kaum padri?
5. Sebagai anak pelajar apa yang harus kamu lakukan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan?

KUNCI JAWABAN
Romawi I
1. b

6. b

2. d
3. a

7. b
8. a

4. c
5. b

9. c
10. d

Romawi II
1. Perang Diponegoro terjadi karena kekecewaan atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah
kelahiranya. Dan juga dikarenakan Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api
melewati makam leluhurnya.
2. Karena saat itu rakyat Bali ingin mempertahankan tanah airnya dengan berperang sampai titik darah
penghabisan.
3. Tokoh tokoh yang membantu Thomas Matulessi adalah : Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha,
Paulus Tiahahu dan Christina Martha Tiahahu.
4. Karena kaum Padri ingin memurnikan ajaran Islam tanpa dicampuri kebiasaan kebiasaan buruk kaum adat
5. - Belajar dengan giat
- Berbuat jujur dan tanggung jawab
- Mengharumkan nama Indonesia
-

Peduli terhadap orang lain, dsb.


( kebijaksanaan guru)

PEDOMAN PENILAIAN
Romawi I
Jawaban benar skor 1
N= Bx1

Romawi II
Jawaban sempurna skor 5
N= Bx5

NA = Perolehan Skor X 100


Jumlah Skor maksimal

Contoh Penilaian:
I B x 1 = 10
II B x 5 = 25 +
35
NA = 35 x 100
35
= 100

DAFTAR NILAI TEST FORMATIF


SIKLUS II
Mata Pelajaran
Materi Pokok

: IPS
: perjuangan melawan penjajahan Belanda

Kelas / Semester
Hari / Tanggal

:V/2
: Rabu, 14 Maret 2012

No

Nama Siswa

Nilai

KKM
70

1
2
3

Ketuntasan
T
BT

Keterangan

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

Jumlah
Rata rata

Purworejo, 14 Maret 2012


Mahasiswa

IHSAN MAULIDIN
NIM : 815187288
LEMBAR SOAL PERBAIKAN

Nama Siswa

: ______________

No Absen : ________

Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan tepat !


1. Apa penyebab terjadinya perang Diponegoro?
2. Mengapa perang Bali disebut sebagai perang puputan?
3. Sebutkan tokoh tokoh yang membantu Thomas Matulessi dalam peperangan melawanan Belanda !
4. Mengapa terjadi pertentangan antara kaum adat dengan kaum padri?
5. Sebagai anak pelajar apa yang harus kamu lakukan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan?

LEMBAR SOAL PENGAYAAN

Nama Siswa

: ______________

No Absen : ________

Baca halaman 151 tentang perjuangan Cut Nyak Dien dalam melawan penjajahan Belanda, kemudian buatlah
ringkasan cerita perjuangannya.

KUNCI JAWABAN SOAL PERBAIKAN


1. Perang Diponegoro terjadi karena kekecewaan atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah
kelahiranya. dan juga dikarenakan Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api
melewati makam leluhurnya.
2. Karena saat itu rakyat Bali ingin mempertahankan tanah airnya dengan berperang sampai titik darah
penghabisan.
3. Tokoh tokoh yang membantu Thomas Matulessi adalah : Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha,
Paulus Tiahahu dan Christina Martha Tiahahu.
4. Karena kaum Padri ingin memurnikan ajaran Islam tanpa dicampuri kebiasaan kebiasaan buruk kaum adat
5. - Belajar dengan giat
- Berbuat jujur dan tanggung jawab

Mengharumkan nama Indonesia

Peduli terhadap orang lain, dsb.


( kebijaksanaan guru)

PEDOMAN PENILAIAN
Jawaban sempurna skor 5
NA = Perolehan Skor X 100
Jumlah Skor maksimal