Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENGAMATAN IKAN MAS

Dosen Pengajar :
Drs. H. Naparin, M.Si

Disusun Oleh :
ADI PURWANTO
NPM (3061324011)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN


(STKIP) PGRI BANJARMASIN
JURUSAN BIOLOGI
2015

I. Tujuan
1. Mengetahui morfologi pada ikan mas
2. Mengetahui topografi pada ikan mas

II. Alat dan Bahan


a.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Alat
Gabus
Cuter
Buku gambar
Pensil
Jarum pensil
Penggaris
Penghapus

b. Bahan
1. Ikan mas
2. Air
Langkah langkah pengamatan
1. Mengamati bagian morfologi ikan mas, yaitu dengan membentangkan
sirip dan ekor ikan agar terlihat jelas
2. Setelah itu mengukur seluruh bagian tubuh ikan
3. Memotret bagian morfologi ikan
4. Menggambar secara manual bagian tubuh morfologi ikan mas dan diberi
keterangan
5. Membedah tubuh ikan, untuk melihat topografi ikan mas
6. Memotret bagian topografi ikan tersebut
7. Menggambar bagian topografi ikan mas dan di beri keterangan

III.Teori Dasar
Ikan Mas termasuk famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum, badan
ikan Mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compressed) dan
mulutnya terletak di ujung tengah (terminal), dan dapat disembulkan, bagian
mulut dihiasi dua pasang sungut, yang kadang-kadang satu pasang diantaranya
kurang sempurna dengan warna badan yang sangat beragam (Anonim, 2008:1).

Gambar 1. Ikan Mas


Ikan Mas dapat diklasifikasikan secara taksonomi sebagai berikut:
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Species : Cyprinus carpio, L. (Susanto, 2007:14)
Di kalangan petani maupun masyarakat, ikan Mas telah lama dikenal dan disukai
(dikonsumsi), sehingga pemasarannya tidaklah sulit. Selain itu sebagai ikan
budidaya, ikan Mas memiliki keunggulan, yaitu dapat dikembangbiakkan hanya
dengan perbaikan lingkungan atau manipulasi lingkungan dan kawin suntik
(hipofisasi). Makanan bagi ikan Mas juga tidak sulit, karena ia mau menyantap
segala jenis makanan alami maupun buatan (pelet), termasuk jagung atau jenis
padi-padian. Ikan Mas termasuk jenis ikan omnivora. Tubuh ikan Mas dibagi (3)
tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Pada kepala terdapat alat-alat, seperti
sepasang mata, sepasang cekung hidung yang tidak berhubungan dengan rongga
mulut, celah-celah insang, sepasang tutup insang, alat pendengar dan
keseimbangan yang tampak dari luar. Jaringan tulang atau tulang rawan yang
disebut jari-jari. Sirip-sirip ikan ada yang berpasangan dan ada yang tunggal, sirip

yang tunggal merupakan anggota gerak yang bebas (Santoso, 1993: 12-13).
Saluran pencernaan ikan Mas berupa segmen-segmen, meliputi mulut, rongga
mulut, faring, esofagus, pilorus, usus, rektum dan anus. Ikan Mas dapat memakan
plankton maupun invertebrata kecil. Atas dasar inilah maka dapat dikatakan
bahwa ikan Mas merupakan ikan omnivora yang cenderung herbivora. Keadaan
usus yang sangat panjang pada ikan herbivora merupakan kompensasi terhadap
kondisi makanan yang memiliki kadar serat yang tinggi sehingga memerlukan
pencernaan lebih lama. Hal ini dapat dibuktikan melalui pengamatan pada organ
dalam ikan Mas yang tidak ditemukan adanya lambung tetapi bagian depan usus
halus terlihat membesar yang lebih dikenal dengan istilah lambung palsu. Ikan
Mas memilki panjang usus yang melebihi panjang tubuh ikan. Pada pengukuran
yang telah dilakukan diketahui bahwa tubuh ikan Mas memiliki panjang baku 19
cm sedangkan panjang ususnya mencapai 50 cm atau hampir tiga kali lipat dari
panjang tubuhnya. Usus yang panjang tersebut bertujuan untuk mendapatkan hasil
hidrolisis makromolekul makanan secara maksimal (Santoso, 1993:14). Ikan Mas
dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara
150-1000 m di atas permukaan laut, dengan suhu 20 oC-25 oC dan pH air antara 78. Di antara jenis ikan Mas itu sendiri, jika diamati lebih lanjut, ada perbedaan
dari segi sisik, bentuk badan, sirip mata dan perbedaan ini menunjukkan adanya
perbedaan ras pada jenis ikan air tawar (Suseno, 2000:21)

IV. Hasil Pengamatan


1. Morfologi Ikan Mas

Foto Hasil Pengamatan

Gambar Perbandingan

2. Topografi Ikan Mas

Foto Hasil Pengamatan

Gambar Perbandingan

V. Analisis Data

1. Morfologi Ikan Mas


Dari hasil pengamatan morfologinya yaitu ikan mas yang yang kami amati
memiliki panjang kepala 6 cm dan lebarnya 4 cm, panjang badan 16,5 cm dan
lebarnya 8 cm, panjang ekor 5 cm dan lebarnya 10,5 cm, panjang sirip punggung
3 cm dan lebarnya 9,5 cm, panjang sirip dada 3,5 cm dan lebarnya 3 cm, panjang
sirip perut 3,5 cm dan lebarnya 3 cm, panjang sirip dubur 3 cm dan lebarnya 2,5
cm. ada gurat sisiknya terputus-putus di

bagian tengah badannya. dan Terlihat

anus di bawah sirip dubur ikan yang berbentuk seperti titik berwarna merah.
Ikan mas termasuk famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum,
badan ikan mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compresed)
dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal), dan dapat di sembulka, di
bagian mulut di hiasi dua pasang sungut, yang kadang-kadang satu pasang di
antaranya kurang sempurna dan warna badan sangat beragam. Morfologi Ciri-ciri
morfologi ikan mas adalah bentuk dan struktur suatu organisme. Secara umum,
karakteristik ikan mas memiliki bentuk tubuh yang agak memanjang dan
sedikitmimipih ke samping (compressed ). Sebagian besar tubuh ikan mas ditutupi
oleh sisik kecuali pada beberapa strain yang memiliki sedikit sisik. Moncongnya
terletak di ujung tengah(terminal) dan dapat disembulkan (protaktil). Pada
bibirnya yang lunak terdapat dua pasang sungut (berbel) dan tidak bergerigi. Pada
bagian dalam mulut terdapat gigi kerongkongan(pharynreal teeth) sebanyak tiga
baris berbentuk geraham. Sirip punggung ikan mas memanjang dan bagian
permukaannya terletak bersebrangan dengan permukaan sirip perut (ventral).
Sirip punggungnya (dorsal) berjari-jari keras, sedangkan di bagian akhir
bergerigi. Seperti halnya sirip punggung, bagian belakang siripdubur (anal) ikan
mas

ini

relatif

besar

dengan

tipe

sisik

lingkaran

(cycloid)

yang

terletak beraturan. Garis rusuk atau gurat sisi (linea lateralis) yang lengkap terleta
k di tengah tubuh dengan posisi melintang dari tutup insang sampai ke ujung
belakang pangkal ekor. Berdasarkan pada pengamatan terhadap sirip ekor ikan
mas ternyata siripnya memilikitipe Homocercel yaitu bila columna vertebralis
berakhir tidak persis di ujung ekor, tapi agak membelok sedikit, tapi ujung
membagi diri menjadi dua bagian yang sama. Tubuh ikan master dibagi tiga
10

bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Mulut, sepasang mata, hidung, dan tutup
insang terletak di kepala. Seluruh bagian tubuh ikan mas ditutupi dengan sisik
yang besar, dan berjenis ctenoid. Pada bagian itu terlihat ada garis linea lateralis,
memanjang

mulai

dari belakang tutup insang sampai pangkal ekor. Mulut kecil, membelah bagian
depan kepala. Sepasang mata bisa dibilang cukup besar terletak di bagian tengah
kepala di kiri, dan kanan. Sepasang lubang hidung terletak di bagian kepala.
Sepasang

tutup

insang

terletak

di

bagian belakang kepala.

Selain itu,

pada bagian bawah kepala memiliki dua pasang kumis sungut yang pendek. Ikan
mas memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip
dubur, dan sirip ekor. Sirip punggung panjang terletak di bagian punggung. Sirip
dada sepasang terletak di belakang tutup insang, dengan satu jari-jari keras, dan
yang

lainnya

berjari

jari lemah.

yang

lainnya

berjari

jari lemah.

Sirip perut hanya satu terletak pada perut. Sirip dubur hanya terletakdi belakang
dubur. Sirip ekor juga hanya satu, terletak di belakang, dengan bentuk cagak.
2. Topografi Ikan Mas
a. Sistem Respirasi
Insang dimiliki oleh jenis ikan mas . Insang berbentuk lembaran-lembaran
tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang
berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan
kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan tiap
filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat
pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ
berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati
ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada
ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Insang tidak saja berfungsi
sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagaialat ekskresi garamgaram, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa
jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan
membentuk lipatan - lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur.

11

Labirin

ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada

kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan
gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan
mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. Ikan mas
bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Masingmasing mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang
(operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan
menutup

mulut

secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut
membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup.
Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah
yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan
air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air
melalui

insang,

karbondioksida

dikeluakan.

Pertukaran

oksigen

dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang.


b. Sistem Eksreksi
Sistem ekresi ikan mas seperti juga vertebrata lain, mempunyai banyak
fungsi antara lain untuk regulasi kadar air tubuh, menjaga keseimbangan garam
dan mengeliminasi sisa nitrogen hasil dari metabolisme protein. Ginjal ikan
bertipe

mesonepros

ini

merupakan

sekumpulan

tubulus

awal perkembangan susunannya bersegmen dan akhirnya tidak setiap

yang

pada
tubulus

menggulung baik proksimal maupun distal, kemudian mengumpul arah longitudi


nal disebut duktusarkhinefridikus. Air, garam dan sisa metabolisme dalam aliran
darah masuk kedalam kapsul dan mengalir kedalam tubulus ke ductus
arkhinepredikus dan akhirnya keluar tubuh.

Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O


Kulit ; kelenjar kulitnya mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin

untuk memudahkangerak di dalam air.


Sepasang ginjal (sebagian besar) yang mengeluarkan urine.

12

c. Sistem Kardiovaskular
Sistem Kardiovaskular yang diamati pada praktikum ini adalah cor
(jantung)

serta

bagian

bagiannya yaitu sinus venosus, atrium, ventrikel, dan bulbus arterious.


Cyprinuscarpio memiliki dua ruang pada jantungya, yang tersusun dari dinding
tipis pada atrium dan yang tebal pada vetrikel otot. Darah mengalir dari sinus
venosum ke atrium dan dari atrium ke ventrikel otot.
Kontaksi ventrikel otot memaksa darah masuk ke dalam conus arteriosus
yang kecil dan keluar melaui ventral aorta pendek dan menuju ke insang melalui
empat pasang brachial arteries yang berbeda. Serambi (atrium)

pada jantun

berfungsi sebagai penerima darah dari seluruh tubuh dan satu bilik (ventrikel) yan
g berfungsi menyalurkandarah ke insang. Berdasarkan hasil pengamatan, warna
Atrium terlihat lebih gelap, sedangkan ventrikel terlihat terang dan berdinding
tebal. Tampak juga bagian yang disebut sinusvenosus yang letaknya melekat pada
atrium dan ventrikel. Warnanya jauh lebih muda darikeduanya dan berdinding
tipis yang berfungsi sebagai penerima darah dari vena cardinalisanterior dan vena
cadinalis posterior. Arteri aferent branchialis berfungsi mengalirkan darah ke
insang membawa darah yang mengandung karbondioksida, sedangkan arteri
efferent branchialis mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan membawa
oksigen ke organ tubuh.
d. Sistema Digetorium
Sitem pencernaan pada ikan merupakan serangkaian jalur yang melalui
berbagaiorgan yaitu dimulai dari mulut, pharink, esophagus, lambung, usus
(intestin) dan anus. Pada pengamatan ketika praktikum, hanya terlihat bagian
intestine atau usus yang terletak dibawah gonad dan berwarna coklat kehijauan.
Bentuknya memanjang yang terlihat sebagai rangkaian saluran bulat yang panjang
dan

terjalin.

Selain

itu,

dapat

diamati

bagian

dari

kelenjar pencernaan yaitu hepar (hati) ikan yang berbentuk kecil berwarna merah
tua dan terletak dekat dengan jantung dan kantung empedu yang berwarna
kehijauan dan berbentuk bulatan kecil. Fungsi kelenjar pencernaan ini adalah
untuk membantu sistem-sistem pencernaan dalam mencerna makanan.

13

e. Sistema Urogenitalia
Sistem urogenitale pada Cyprinus carpio yang berupa gonad lansung dapat
dilihat untuk membedakan jenis kelamin ikan. Hal ini terbukti ketika pada saat
praktikum. Warna gonad (ovary) ikan betina berwarna putih transparan seperti
agar-agar,

sedangkan

pada

ikan jantan berwarna putih keruh. Alat-

alat kelamin pada ikan ini terdiri atas Ginjal ada dua pasang terletak di dorsal kant
ong renang dan ventral columna vertebralis. Filtrasi sampah

nitrogen

dalam

archinepric atau wolffiant duct dari darah ke kantong urin. Dari kantong tersebut
menuju urogenital sinus melalui urogenital pore (lubang).
f. Systema Nervosum
Sistem syaraf pada ikan bertulang terdiri dari dua bagian utama, yaitu
system syaraf pusat (otak dan tulang belang) dan system syaraf tepi. (syaraf yang
menghubungkan otak dantulang belakang dengan bagian lain dari tubuh). Otak
pada Cyprinus carpio dewasa terdiri dari lima bagian utama, yaitu telensephalon,
diencephalon, mesencephalon, metencephalon, dan myelencephalon. Sistem
syaraf pusat terdiri dari telencephalon, lobus olfactorius danhemisphere.
Diencephalon terdiri atas thalamus, hypothalamus, dan pineal pituitary.
Mesencephalon terdiri dari Lobus optik. Metencephalon terdiri dari cerebellum
dan myencephalon terdiri dari medula oblongata. Indera yang tajam pada selachei
seperti hiu,merupakan adaptasi yang seirama dengan gaya hidup hiu yang aktif
sebagai karnivora. Hiu memiliki penglihatan yang tajam tetapi tidak dapat
membedakan warna. Lubang-lubang padahiu, seperti lubang hidung berpangkal
buntu.

Lubang

hidung

hanya

berfungsi

untuk penciuman

dan bukan

untuk bernafas.
Kepala hiu juga memiliki sepasang daerah pada kulityang

dapat

mendeteksi medan listrik yang dapat dibangkitkan oleh kontraksi otot hewan
disekitarnya. Pada masing-masing sisi ikan hiu terdapat gurat sisi yang sensitive
terhadap perubahan tekanan air disekitarnya.
g. Sistem peredaran darah

14

Sistem peredaran darah terdiri atas jantung, arteri, kapiler-kapiler, venulae


dan darah. Sistem peredaran darah berupa sistem perderan darah tertutup dan
peredaran darah tunggal. Pada sistem peredaran darah tunggal, darah melalui
jantung hanya satu kali dalam satu kali peredaran.
Jantung ikan terdiri dari dua ruangan, yaitu satu atrium (serambi)
dan satuventrikel (bilik). Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang akan
mengalirkan darahdari atrium ke ventrikel. Darah dari seluruh tubuh yang
mengandung karbondioksida mengalir ke sinusvenosus, kemudian masuk ke
atrium. Sinus venosus adalah ruang atau rongga jantung yangterletak di antara
ventrikel dan atrium. Pada saat jantung mengendur, darah mengalir melaluiklep,
masuk ke dalam ventrikel. Dari ventrikel darah diteruskan ke konus arteriosus,
kemudian menuju aorta vnetralis dan dilanjutkan ke insang. Di insang, aorta
bercabang-cabang menjadi kapiler (pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler
insang melepas kankarbondioksida dan mengambil oksigen dari air. Dari kapilerkapiler insang darah mengalir ke aorta dorsalis yang bercabang-bercabang. Dari
cabang-cabang aorta dorsalis ini darah didistribusikan ke kapiler-kapiler di
seluruh bagian tubuh untuk mengedarkan oksigen danzat-zat maanan ke seluruh
tubuh. Selain itu darah juga mengambil karbondioksida untuk dibawah kembali ke
jantung melalui vena kava dan sinus venosus. Dari uraian di atas
jelas jelas bahwa pada sistem peredaran darah ikan, darah hanya melalui jantung
satu kali dalam satu kali peredarannya.
h. Penutup Tubuh
Pada tubuh ikan mas, seluruh tubuh dibungkus oleh kulit yang terdiri atas
epidermishalus, yan menghasilkan mucosa (lendir), berguna dalam memudahkan
ikan bergerak didalam air dan melindungi diri terhadap microorganisme, yang
menyebabkan penyakit. Pada tubuh dan ekor di epidermis terdapat sisik yang
tersusun bertindihan seperti genting rumah. Masing-masing sisik tertanam dalam
saku dermal dan tumbuh sepanjang hidup. Pada Teleostei terdapat beberapa sisik
yaitu:

15

1. Sisik cycloid yang berbentuk bulat. Pada sisik ini bila diteliti lebihdalam
(pada ikan yang hidup di daerah yang berempat musim) akan tampak
lingkaran yang berbeda.
2. Sisik Ctenoid. Berbentuk bulat agak lonjong, berduri kecil-kecil pada
bagian anterior, sedang pada posterior memecah diri menjadi beberapa
bagian.
VI. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa pada ikan mas memiliki badan panjang. Bila dipotong di bagian tengah
badan memilki perbandingan antara tinggi badan dan lebar badan 3 : 2 (tergantung
varitas).
3 Macam Otot pada Ikan yaitu bergaris/lurik, licin / polos, jantung. Otot pa
da ikan tersebar hampir diseluruh tubuhnya, berfungsi sesuai dng letak dimana
otot tersebut berada. Secara umum otot bergaris berfungsi untuk menggerakkan
bagian tertentu dari tubuh sehinga secara keseluruhan ikan mampu bergerak
(berenang).

16

Daftar Pustaka
http://www.academia.edu/4678558/LAPORAN_LENGKAP_PRAKTIKUM
http://faisalnento.blogspot.com/2012/06/laporan-praktikum-ikan-mas.html