Anda di halaman 1dari 68

ASCARIS

LUMBRICOI
DES

HOSPES DAN NAMA


PENYAKIT
Manusia merupakan satusatunya hospes Ascaris
lumbricoides.
- Penyakit yang
disebabkannya disebut
askariasis

DISTRIBUSI GEOGRAFIK
- Parasit ini ditemukan
kosmopolit
MORFOLOGI DAN DAUR HIDUP
Cacing jantan berukuran lebih
kecil dari cacing betina.
- Stadium dewasa hidup di rongga
usus kecil

- Cacing betina dapat


bertelur 100.000 - 200.000
butir sehari, telur yang
sudah dibuahi berkembang
menjadi bentuk infektif +
3 minggu, jika tertelan
manusia akan menetas di
usus halus.

- Larvanya menembus
dinding usus halus
menuju pembuluh
darah atau saluran
limfe,lalu ke jantung,
kemudian ke paru
paru.

Di paru-paru menembus
dinding pembuluh darahdinding alveousnaik ke
trakea- menuju faring
menimbulkan rangsangan
pada faring penderita batuklarva akan tertelan ke dalam
esofagus lalu ke usus halus,
berubah menjadi cacing
dewasa.

Perjalanan ini
membutuhkan
waktu 2-3 bulan.

PATOLOGI DAN GEJALA


KLINIS
Gejala pada
penderita dapat di
sebabkan oleh cacing
dewasa dan larva.

Gangguan karena larva


biasanya terjadi di
paru.Pada orang yang
rentan,terjadi perdarahan
kecil pada dinding
alveolus dan timbul
gangguan pada paru yang
disrtai batuk,demam dan
eosinofilia.

Pada foto thoraks


tampak infiltrat yang
menghilang dalam
waktu 3
minggu,keadaan ini
disebut SINDROM
LOEFFLER.

Gangguan yang
disebabkan cacing
dewasa biasanya ringan,
kadang penderita
mengalami gangguan
usus ringan seperti
mual, nafsu makan
berkurang, diare atau
konstipati.

Pada infeksi berat


,terutama pada
anak dapat terjadi
malabsorbsi
,malnutrisi
danpenurunan
status kognitif.

Efek yang serius


terjadi jika cacing
menggumpal dalam
usus sehingga
terjadi obstruksi
usus /ILEUS.

Pada keadaan tertentu


cacing dewasa dapat
mengembara ke saluran
empedu,apendiks atau
bronkus dan dapat
menimbulkan keadaan
gawat darurat sehingga
kadang-kadang perlu
tindakan operatif.

DIAGNOSIS
Pemeriksaan tinja secara
langsung, diagnosis
pasti ditegakkan jika
ditemukan telur Ascaris
dalam tinja.

PENATALAKSANAAN
Pengobatan dapat dilakukan
secara perorangan atau
secara massal . Untuk
perorangan dapat
menggunakan PIPERASIN,
PIRANTEL PAMOAT 10 MG/KG
BB, dosis tunggal
MEBENDAZOL 500 MG atau
ALBENDAZOL 400 MG.

Syarat pengobatan massal adalah


Obat mudah diterima masyarakat.
Aturan pemakaian sederhana.
Mempunyai efek samping yang
minim.
Bersifat POLIVALEN ,berkhasiat
terhadap beberapa jenis cacing.
Harganya murah.
Saat ini pengobatan massal
dilakukan pada anak SD dengan
pemberian ALBENDAZOL 400 mg
2 kali setahun.

PROGNOSIS :
Prognosis baik,tanpa
pengobatan dapat
sembuh sendiri dalam
waktu 1,5
tahun,dengan
pengobatan angka
kesembuhan 70- 99%.

EPIDEMIOLOGI
Prevalensi tinggi,terutama
pada anak,krn pemakaian
jamban keluarga yang
kurang --- terjadi
pencemaran tanah dengan
tinja juga kebiasaan
pemakaian tinja sebagai
pupuk.

Kondisi yang baik


untuk perkembangan
telur adalah tanah liat
,kelembaban tinggi
dan suhu 25 30 C.

SINDROM LOEFFLER

MALAYI
DAN
BRUGIA
TIMORI

HOSPES DAN NAMA


PENYAKIT
B.malayi dapat
hidup pada manusia
dan hewan,B.timori
hanya terdapat di
manusia.

Penyakit yang disebabkan


oleh B.malayi disebut
filariasis malayi dan yang
disebabkan B.timori
adalah filariasis
timori.Keduanya kadang
disebut filariasis brugia.

DISTRIBUSI
GEOGRAFIK
B.malayi hanya
terdapat di Asia
,dari India sampai
Jepang,termasuk
Indonesia.

B.timori hanya
terdapat di
Indonesia Timur
yaitu P.Timor,
Flores ,Rote,Alor
dan pulau-pulau di
NTT.

DAUR HIDUP DAN


MORFOLOGI
Cacing dewasa jantan
dan betina hidup di
kelenjar limfe,bentuk
halus seperti benang
,putih susu.Ukuran
mm.

Cacing betina
mengeluarkan
mikrofilaria
bersarung,ukuran
mikron.

Periodisitas
mikrofilaria
B.malayi adalah
periodik nokturna,
subperiodik
nokturna atau non
periodik.

Periodisitas B. timori
adalah periodik
nokturna (apakah
arti periodisitas ini?
Apa kepentingannya
mengetahui
periodisitas ini?)

B.malayi yang hidup


pada manusia dan
B.timori di tularkan
oleh An.barbirostris.
Daur hidup-------baca sendiri.

PATOLOGI DAN GEJALA


KLINIS
Gejala klinis filariasis
malayi dan filariasis timori
sama ,tapi gejala klinis
keduanya berbeda dengan
gejala klinis filariasis
bankrofti ( baca /cari
sendiri perbedaanya )

Stadium akut ditandai


dengan serangan demam
dan peradangan saluran
dan kelenjar limfe, yang
hilang timbul berulang
kali. Limfadenitis
mengenai kelenjar limfe
inguinal di satu sisi, yang
timbul setelah bekerjan
berat.

Khas filariasis : limfangitis


retrograd ,tampak seperti garis
merah yang menjalar ke bawah
dan peradangan menjalar ke
jaringan
sekitarnya,mengnfiltrasi seluruh
paha---tungkai bawah ikut
membengkak. Limfadenitis---bisul----pecah----ulkus----jika
sembuh menimbulkan bekas
jaringan parut-----merupakan
tanda obyektif filariasis limfatik.

Pada filariasis
brugia sistem limfe
alat kelamin dan
payudara tidak
pernah terkena.

Setelah serangan
berulang timbul
elephantiasis
biasanya mengenai
tungkai bawah,di
bawah lutut,kadangkadang lengan bawah
dibawah siku.

Yang sering terkena


adalah kelenjar limfe
inguinal,kelenjar
limfe medial
tungkai,ketiak dan
medial lengan.

Kiluria bukan
merupakan
gejala klinis
filariasis brugia.
(apakah definnisi
dari kiluria?)

DIAGNOSIS
Menemukan
mikrofilaria di dalam
darah tepi.
Diagnosis imunologi
dengan deteksi IgG4.

PENATALAKSANAAN
DAN PROGNOSIS
D.O.C masih DIETIL
KARBAMASIN SITRAT
karena efektif ,aman
dan murah.Dosis
lihat dibuku.

BRUGIA MALAYI

BRUGIA TIMORI

OCCULT
FILARIASIS

DEFINISI :
Penyakit filariasis limfatik yang
disebabkan oleh penghancuran
mikrofilaria dalam jumlah yang
berlebihan oleh sistem
kekebalan penderita,yaitu zat
anti dalam tubuh hospes
akibat hipersensitivitas
terhadap antigen mikrofilaria.

Gejala:
Hipereosinofilia:merupa
kan satu tanda utama
yang merupakan
petunjuk ke arah etiologi
penyakit, biasanya di
ikuti peningkatan jumlah
lekosit.

Peningkatan kadar
antibodi Ig E dan
antifilaria IgG4

Pembengkakan kelenjar limfe (


yang paling sering terkena
adalah kelenjar
inguinal,kadang-kadang
kelenjar limfe,lipat siku,kadang
pembesaran limfe di seluruh
tubuh seperti penykit Hodgkin)
dan gejala asma bronkial.

Jika terkena paru-paru maka


gejala klinis dapat berupa batuk
dan sesak nafas terutama malam
hari,disertai dahak kental dan
mukopurulen.Foto Roentgent
memperlihatkan garis-garis
yang berlebihan pada kedua
hilus dan bercak-bercak halus
terutama di lapangan paru
bawah.Kadang disertai demam
subfebril,pembesaran limpa dan
hati.

DIAGNOSIS
Berdasarkan gejala
klinis,hipereosinofilia,pe
ningkatan kadar IgE
yang tinggi,peningkatan
zat anti terhadap
mikrofilaria dan
gambaran Roentgen
paru.

Konfirmasi diagnosis
dengan menemukan
benda Meyers
Kouwenaar (infiltrasi
sel-sel eosinofil pada
jaringan kelenjar limfe
di paru,limpa dan
hati).

Dengan melihat
perbaikan gejala setelah
pengobatan dengan DEC.

PENGOBATAN
DOC adalah DEC dengan
dosis 6 mg/ kg BB selama
21-28 hari.