Anda di halaman 1dari 12

BAB II

PENAKSIRAN CADANGAN BIJIH (REVIEW)

2.1. PENTINGNYA PENAKSIRAN CADANGAN


1) Memberikan taksiran dari kuantitas (ton) dari cadangan bijih.
2) Memberikan perkiraan bentuk 3-dimensi dari cadangan bijih
serta distribusi ruang (spatial) dari nilainya. Hal ini penting
untuk

menentukan

urutan/tahapan

penambangan,

yang

pada gilirannya akan mempengaruhi pemilihan peralatan


dan NPV (Net Present Value) dari tambang.
3) Jumlah cadangan menentukan umur tambang. Hal ini penting
dalam

perancangan

pabrik

pengolahan

dan

kebutuhan

infrastruktur lainnya.
4) Batas-batas

kegiatan

penambangan

(pit

limit)

dibuat

berdasarkan taksiran cadangan. Faktor ini harus diperhatikan


dalam

menentukan

lokasi

pembuangan

tanah/batuan

penutup dan tailing (waste dump & tailings impoundment),


pabrik pengolahan bijih, bengkel dan fasilitas lainnya.
Karena semua keputusan teknis di atas amat tergantung
padanya, penaksiran cadangan merupakan salah satu tugas
terpenting dan berat tanggung jawabnya dalam mengevaluasi
suatu proyek pertambangan.
Harus pula diingat bahwa penaksiran cadangan menghasilkan
suatu

taksiran.

Model

cadangan

yang

kita

buat

adalah

pendekatan dari realitas, berdasarkan data/informasi yang kita


miliki, dan masih mengandung ketidakpastian.

II - 11

2.2. PERSYARATAN DARI PENAKSIRAN CADANGAN


1) Suatu taksiran cadangan harus mencerminkan secara tepat
kondisi geologis dan karakter/sifat dari mineralisasi.
2) Selain itu iapun harus sesuai dengan tujuan dari evaluasi.
Suatu model cadangan bijih yang akan digunakan untuk
perancangan

tambang

harus

konsisten

dengan

metoda

penambangan dan teknik perencanaan tambang yang akan


diterapkan.
3) Taksiran yang baik harus berdasarkan pada data faktual yang
diolah/diperlakukan secara objektif. Keputusan apaka suatu
data akan dipakai/tidak dipakai harus diambil dengan tak
semena-mena. Tidak boleh ada pembobotan data secara
sewenang-wenang, pembobotan yang berbeda harus dengan
dasar yang jelas.
4) Metoda penaksiran yang digunakan harus memberikan hasil
yang

dapat

dicek/diperiksa.

Tahap

pertama

setelah

penaksiran cadangan diselesaikan adalah memeriksa taksiran


kadar dari unit penambangan (blok) dengan data (komposit
atau

assay

bor)

yang

ada

di

sekitarnya.

Setelah

penambangan dimulai, taksiran kadar dari model cadangan


kita

harus

cek ulang

dengan

kadar

dan

tonase

hasil

penambangan yang sesungguhnya.


2.3. ASPEK LEGAL/HUKUM DARI PENAKSIRAN CADANGAN
Nilai suatu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan
berkaitan langsung dengan kuantitas dan kualitas cadangan
mineral

yang

dimilikinya.

Untuk

perusahaan-perusahaan

tambang yang sahamnya dijual-belikan kepada publik melalui


pasar modal, badan pemerintah seperti SEC (Securities and

II - 11

Exchange Commission) di Amerika Serikat mementau dan


mengawsi cadangan mineral mereka.
1) Dokumen yang berisi pernyataan jumlah cadangan bijih (10k
document) harus diisi dan diperbaharui setiap tahun.
2) SEC juga memeriksa pernyataan mengenai jumlah cadangan
yang

dibuat

dalam

prospektus

penawaran

saham

perusahaan.
Formulir S-18 dari SEC merupakan dokumen yang digunakan
dalam pendaftaran sekuritas. Butir 17A dari formulir ini layak
diperhatikan, karena menyangkut juga definisi yang dipakai SEC
untuk menentukan Proven and Probable Reserves

(cadangan

terbukti dan terkira sering pula disebut Measured and Indicated


Reserves)
1) Cadangan (reserve) :
Bagian dari cebakan mineral yang secara ekonomik dan
secara hukum dapat ditambang atau diproduksi pada waktu
perhitungan cadangan dilakukan.
2) Cadangan terbukti/terukur (proven/measured reserves) :
Suatu cadangan yang :
kuantitas atau jumlahnya dihitung dari data singkapan,
sumur-sumur uji, galian atau lubang-lubang bor, kualitas
atau kadarnya dihitung dari hasil pengambilan percontoh
secara detail, dan
lokasi

pengamatan,

pengambilan

percontoh

dan

pengukuran cukup dekat satu sama lain dan sifat-sifat


geologinya cukup diketahui sehingga ukuran, bentuk,
kedalaman, serta kadar mineral dari cadangan dapat
ditentukan dengan pasti.
3) Cadangan terkira (probable/indicated reserves)

II - 11

Cadangan yang kuantitas dan kualitasnya dihitung dari data


yang serupa dengan data pada cadangan terbukti, tetapi
yang lokasi pengamatan, pengukuran dan pengambilan
percontohnya berjarak lebih jauh satu sama lain atau yang
jaraknya masih kurang cukup dekat. Tingkat keyakinan
cadangan terkira ini, walaupun lebih rendah daripada untuk
cadangan terbukti, masih cukup tinggi untuk menganggap
adanya

kesinambungan

(kontinuitas)

antara

titik-titik

pengamatan.
4)

Harap diperhatikan bahwa SEC hanya mengakui klasifikasi


cadangan Terbukti/Proven dan Terkira/Probable. Klasifikasi
yang

lebih

rendah

atau

yang

kurang

pasti,

seperti

Mungkin/Possible tidak dianggap sebagai cadangan dan tak


boleh dimasukkan kedalam prospektus yang ditawarkan.
5)

Harap diperhatikan pula bahwa definisi di atas masih agak


subyektif, sehingga memberikan fleksibilitas yang cukup
kepada

para

ahli

pertambangan/geologi

dalam

menafsirkannya.
6)

Akhirnya, ada beberapa informasi tambahan yang perlu


diperhatikan dalam mengisi formulir S-18 dari SEC ini.

Dokumen-dokumen lain.
1) Revisi sistem Amerika Serikat yang diusulkan SME (A Guide
for

Reporting

Exploration

Information,

Resources,

and

Reserves, Working Party #79, Society of Mining, Metallurgy,


and Exploration, Inc., 1991).
2) Kode Australasia (Australasia Code for Reporting of Identified
Mineral Resources and Ore Reserves, 1992).
3) Rekomendasi CIM (Recommendations on Reserve Definitions
to

the

Canadian

Institute

of

Mining,

Metallurgy

and

Petroleum, prepared by the Mineral Economics Society of


CIM, 1994).

II - 11

4) Klasifikasi Cadangan/Sumberdaya Mineral oleh USBM/USGS


(Principles of a Resource/Reserve Classification for Minerals,
US Bureau of Mines and US Geological Survey, Circular 831,
1980).
2.4. MODEL KOMPUTER
1)

Model Blok Teratur (Regular Block Model)


a)

Cebakan bijih dan daerah sekitarnya dibagi menjadi unitunit yang lebih kecil atau blok-blok, yang memiliki
ukuran (panjang, lebar dan tinggi) tertentu. Tinggi blok
biasanya

disesuaikan

dengan

tinggi

jenjang

penambangan.
b)

Tiap-tiap

blok

memiliki

atribut-atribut

seperti

jenis

batuan, jenis alterasi, jenis mineralisasi, kadar (bisa lebih


dari satu mineral), kode topografi, dll.
c)

Model blok teratur adalah model komputer yang paling


umum dipakai hingga saaat ini untuk tambang-tambang
logam/bijih berbatuan keras.

2)

Gridded Seam Model


a)

Untuk

permodelan

batubara

dan

cebakan-cebakan

berlapis lainnya.
b)

Cebakan mineral dan daerah sekitarnya dibagi menjadi


sel-sel yang teratur, dengan lebar dan panjang tertentu.

c)

Adapun dimensi vertikalnya tidak dikaitkan dengan


tinggi jenjang tertentu, melainkan dengan unit stratigrafi
dari cebakan yang bersangkutan; pemodelan dilakukan
dalam bentuk puncak, dasar dan ketebalan dari unit
stratigrafi (lapisan batubara, dll). Kadar dari berbagai
mineral atau variabel dimodelkan untuk setiap lapisan.

3)

Model Blok Tak Teratur (Irregular Block Model)

II - 11

a)

Beberapa paket perangkat lunak memungkinkan struktur


data yang lebih canggih sehingga ukuran blok dalam
model tak perlu harus sama. Blok-blok berukuran amat
besar dapat digunakan dalam daerah-daerah tepi yang
tidak termineralisasi,

dimana

informasi

detail tidak

diperlukan. Sebaliknya, blok-blok berukuran kecil dapat


diterapkan didaerah mineralisasi bijih yang penting
dimana detail amat diperlukan.
b)

Namun demikian, model semacam ini tidak mudah


dipindahkan dari suatu perangkat lunak ke perangkat
lunak yang lainnya.

2.5. DATA UTAMA


1)

Geologi
a)

Hasil logging geologi dari data pemboran.

b)

Percontoh

yang

representatif

dari

program

pemboran.
i. Percontoh bor inti (split/skeletal core)
ii. Percontoh bor RC dengan tempatnya (chip trays)
c)
2)

Peta-peta geologi dari pemetaan permukaan, dll

Data Kadar (Assay Data)


a)

Sertifikat

kadar

(assay

certificates)

dari

laboratorium
b)

Data

assay

biasanya

digabung

menjadi

data

komposit untuk tinggi jenjang tertentu untuk keperluan


penaksiran kadar blok. Analisa statistik dapat dilakukan
untuk assay dan/atau komposit.
3)

Data Lokasi
a)

Data survai koordinat permukaan dari titik bor.

II - 11

b)

Data survai bawah tanah dari kemiringan dan deviasi


pemboran.

4)

Peta-peta topografi

2.6. METODA-METODA PENAKSIRAN


1) Penaksiran Cadangan Secara Manual (Cross-Section)
a)

Masih kerap dilakukan pada tahap-tahap paling awal dari


proyek.

b)

Hasil penaksiran secara manual ini dapat dipakai sebagai


alat pembanding untuk mengecek hasil penaksiran yang
lebih canggih menggunakan komputer.

c)

Hasil penaksiran secara manual ini tak dapat langsung


digunakan dalam perencanaan tambang dengan bantuan
komputer.

2) Metoda Poligon
Ada dua metoda poligon yang berbeda :
a)

Penaksiran cadangan secara manual dengan metoda


poligon

daerah

pengaruh

pada

dasarnya

tak

lagi

dilakukan (usang).
b)

Sebaliknya, metoda poligon menggunakan percontoh


terdekat untuk penaksiran kadar blok dalam model
(dimana setiap blok memperoleh kadar dari komposi
terdekat) masih umum dilakukan.

3) Metoda Segitiga
a)

Penaksiran

kadar

blok

dengan

cara

ini

tidak

dilakukan/sudah usang.
b)

Metoda ini penting dalam aplikasi pembuatan kontur


dengan komputer

4)

Metoda Jarak Terbalik (Inverse Distance Method)

II - 11

a)

Suatu

cara

merupakan

penaksiran
kombinasi

dimana
linier

kadar

atau

suatu

harga

blok

rata-rata

berbobot (weighted average) dari komposit lubang bor


disekitar

blok

tersebut.

Komposit

yang

dekat

memperoleh bobot yang relatif lebih besar, sedangkan


komposit yang jauh dari blok bobotnya relatif lebih kecil.
b)

Pilihan dari pangkat yang digunakan (ID1, ID2, ID3, ...)


berpengaruh terhadap hasil taksiran. Semakin tinggi
pangkat

yang

digunakan

hasilnya

akan

semakin

mendekati metoda poligon komposit terdekat.


c)

Sifat/kelakuan anisotropik dari cebakan mineral dapat


diperhitungkan (space warping).

d)
5)

Merupakan metoda yang masih umum dipakai.

Metoda Geostatistik dan Kriging


a)

Metoda inipun menggunakan kombinasi linier atau harga


rata-rata berbobot (weighted average) dari komposit
lubang bor di sekitar blok untuk menghitung kadar blok
yang ditaksir.

b)

Pembobotan
melainkan

tidak

semata-mata

menggunakan

berdasarkan

korelasi

statistik

jarak,
antar

percontoh (data komposit) yang juga merupakan fungsi


jarak. Karena itu, cara ini lebih canggih dan kelakuan
anisotropik dapat dengan mudah dapat diperhitungkan.
c)

Cara ini memungkinkan penafsiran data cebakan mineral


atau cadangan bijih secara probabilistik. Selain itu, ia
memungkinkan pula interpretasi statistik mengenai halhal seperti bias, estimation variance, dll.

d)

Berbagai varian/jenis penaksiran yang berdasarkan pada


metoda kriging dan geostatistik dapat dilakukan.

e)

Merupakan metoda yang paling umum dipakai dalam


penaksiran kadar blok dalam suatu model cadangan.

II - 11

2.7. PEMERIKSAAN

DARI

SUATU

MODEL

CADANGAN

MINERAL
1) Bandingkan peta-peta (penampang atas dan penampang
melintang) dari data pemboran (assay/komposit) dengan
peta-peta yang sama untuk model blok. Apakah kadar blok
mengikuti kecenderungan kadar yang tampak pada data
yang digunakan? Apakah kadar dalam model blok selalu
lebih tinggi atau lebih rendah jika dibandingkan dengan
data? Apakah kadar blok diekstrapolasi terlalu jauh ke
daerah yang belum dibor ?
2) Lakukan perbandingan secara statistik antara kadar blok
dengan
Beberapa

kadar

percontoh

teknik

seperti

(komposit)

yang

digunakan.

statistika

dasar

(rata-rata,

simpangan baku, median, dll) dan perbandingan distribusi


kadar/probability plot dapat dicoba.
3) Lakukan

perhitungan

cadangan

secara

terpisah,

secara

manual atau menggunakan komputer. Apakah taksiran ini


sensitif terhadap parameter-parameter penaksiran seperti
jarak pengaruh dalam mencari percontoh, kadar data yang
tinggi atau kadar tertinggi yang diperbolehkan, dsb ?

4) Untuk tambang yang sudah berjalan, satu cara yang dapat


dikerjakan untuk mengetahui kinerja model cadangan adalah
membandingkannya dengan produksi historis. Dua sumber
data produksi adalah laporan produksi tambang (dari analisa
lubang-lubang tembak) dan laporan pabrik pengolahan.
5) Lakukan

pemeriksaan

yang

rinci

terhadap

data

assay

pemboran itu sendiri. Apakah data dari bor RC sesuai dengan


data dari bor inti yang berdekatan. Pemeriksaan integritas
data dapat pula dilakukan dengan melukakan assay ulang

II - 11

(biasanya di laboratorium yang berbeda) pemeriksaan assay


terhadap komposit metalurgi, dll.
2.8. BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN UNTUK
BERBAGAI KOMODITAS
1)

Tembaga (terutama untuk sistem porfiri)


a)

Zona mineralisasi : biasanya ada beberapa daerah


dengan karakter yang berbeda misalnya sulfida, zona
terlindi (leached), oksida, pengkayaan sekunder atau
supergene, dan zona primer atau hypogene.
i.

Zona sulfida biasanya menghasilkan asam


selama proses pelapukan, yang dapat melarutkan
logam tembaga dan membawanya ke tempat lain.

ii.

Zona terlindi dicirikan oleh kadar total


copper yang rendah, dan acid soluble copper
merupakan bagian besar dari total copper.

iii.

Zona teroksidasi biasanya dicirikan oleh


acid soluble copper yang persentasenya paling
tidak 50% dari total copper. Mineraloginya terdiri
dari malachit, azurit, dll. Merupakan target yang baik
untuk proses pelindian secara heap leaching tetapi
tidak dapat diproses dengan flotasi.

iv.
b)

Zona sekunder

Tidak jarang didapati intrusi berkadar rendah disekitar


titik pusat dari zona bijih/mineralisasi utama. Material ini
sering harus dipisahkan.

2)

Emas
a)

Mineralisasi

emas

diendapkan

oleh

cairan/fluida

mediumnya menuruti hubungan antara temperatur dan


tekanan. Garis yang membatasi zona-zona mineralisasi
emas biasanya dapat ditarik. Kadar emas dalam model

II - 11

cadangan harus menghormati batas-batas mineralisasi


yang ada.
b)

Analisa kadar emas seringkali amat sulit. Jika partikelpartikel emas bebas di dalam bijih mulai melampaui
ukuran 100 mikron, replikasi atau pengulangan untuk
memperoleh hasil yang sama biasanya sukar dicapai.
Biasanya perlu dilakukan assay ulang dalam jumlah
cukup besar.

c)

Jenis atau teknik pemboran yang berbeda (bor inti atau


bor RC) seringkali memberikan hasil analisa assay yang
berbeda. Kontaminasi pada hasil pemboran RC (reverse
circulation) harus dicegah, terutama pada kedalaman di
bawah muka air tanah.

3)

Molibdenum
Banyak cebakan moli primer yang memperlihatkan dengan
jelas zona-zona kadar moli. Biasanya ini dapat dengan
mudah dibuat garis-garis konturnya, baik dari penampang
atas maupun dari penampang melintang. Kadar dalam model
blok perlu merefleksikan hal ini.

4)

Uranium
Penaksirancadangan

bijih

untuk

komoditas

ini

amat

kompleks. Sebaiknya anda panggil ahlinya; terlalu banyak


sandungan yang akan menjatuhkan para pemula atau
mereka yang belum berpengalaman.

PEKERJAAN RUMAH 2
Topik : Pembobotan rata-rata

II - 11

Saudara memiliki dua stockpile bijih tembaga, yang terdiri dari


supergene dan hypogene, sebagai berikut :
Material

Ton

Total

Peroleha

Kadar

Superge

Bijih
91.025

Tembaga
0.410 %

n
85 %

Konsentrat
22.7 %

ne
Hypogen

151.85

0.520 %

92 %

26.7 %

1. Berapakah total tonase bijih dan kadar tembaga rata-rata?


2. Berapakah perolehan rata-rata tembaga?
3. Berapakah kadar rata-rata konsentrat?

II - 11