Anda di halaman 1dari 9

Diskusi Kasus

DERMATITIS NUMULARIS

Oleh:
Tasya Beby Tiara, S.Ked
04084811416017

Pembimbing:
DR. Dr. Tantawi Djauhari, Sp.KK(K), FINSDV

BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. MOH. HOESIN PALEMBANG
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

HALAMAN PENGESAHAN

Diskusi Kasus

Dermatitis Numularis

Oleh:

Tasya Beby Tiara, S.Ked


04084811416017

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian
kepaniteraan klinik senior di Bagian/Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Rumah
Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Palembang Periode 6 April 11 Mei 2015

Palembang,

April 2015

DR. Dr. Tantawi Djauhari, Sp.KK(K), FINSDV

STATUS PASIEN
I.

IDENTIFIKASI
Nama

: Nn. Putri

Tanggal lahir/Usia

: 19 Desember 1991 / 23 tahun

JenisKelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Suku

: Palembang

Pendidikan

: Sarjana

Pekerjaan

: Pelajar

Alamat

: Jl. Melati No. 1111 Kali Musi/Way Hitam, Palembang.

No. Rekam Medik

: 554355

Kunjungan pertama ke Poliklinik IKKK RSUP tanggal 11 April 2015


II.

ANAMNESIS (Autoanamnesis, tanggal 11 April 2015, pukul 12.30 WIB)


Keluhan Utama:
Timbul bercak merah kehitaman mengering di siku kanan dan punggung kaki
kanan sejak 1 hari yang lalu.
Keluhan Tambahan:
Terasa gatal pada bercak.
Riwayat Perjalanan Penyakit:
Sekitar 4 bulan yang lalu, pasien mengeluh timbul bercak merah sebanyak
empat buah seukuran koin lima puluh rupiah di siku kanan dan punggung kaki kanan.
Bercak terasa gatal sehingga pasien sering menggaruk bercak. Tidak bertambah gatal
saat berkeringat. Pasien tidak berobat.
Sekitar 3 pekan yang lalu, pasien mengeluh bercak merah bertambah luas dan
bertambah gatal sehingga pasien makin sering menggaruk sampai lecet dan menjadi
keropeng. Pasien tidak berobat.

Sekitar 3 hari yang lalu, bercak menjadi keabuan, bertambah gatal dan ketika
pasien menggaruk keluar cairan berwarna bening dari bekas garukan. Pasien tidak
berobat.
Satu hari yang lalu, pasien mengeluh bercak kehitaman mengering yang tetap
terasa gatal, kemudian pasien berobat ke Poliklinik IKKK RSUP Palembang.
Riwayat Penyakit Dahulu :

Timbul bercak merah di siku dan punggung kaki yang terasa gatal sejak 2
tahun yang lalu. Pasien berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin, diberi
salep yang dioleskan dua kali sehari, selama 2,5 pekan, bercak hilang. Timbul
bercak baru ditempat yang sama 5 bulan yang lalu, bercak terasa gatal, diolesi
salep selama 3 pekan, bercak menghilang.

Sesak nafas disertai mengi dan sering bersin pagi hari dan jika terkena debu
sebelumnya disangkal.

Timbul bercak merah disertai gatal setelah mengkonsumsi ikan laut disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga:

Timbul bercak merah yang terasa gatal pada keluarga disangkal.

Kedua orang tua pasien memiliki riwayat sesak nafas disertai mengi dan sering
bersin di pagi hari.

Riwayat sosial ekonomi:

Pasien adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dari kedua orang tua yang
bekerja sebagai wiraswasta.

Kesan: status ekonomi menengah ke atas.

Riwayat Higienitas :

Pasien mandi dua kali sehari menggunakan sabun mandi cair.

Pasien menyikat gigi setiap habis mandi dan sebelum tidur, menggunakan sikat
gigi dan pasta gigi biasa.

Kesan : Higienitas cukup baik.


4

III.

PEMERIKSAAN FISIK (Tanggal 11 April 2015, pukul 12.30 WIB)


Status Generalikus
KeadaanUmum

: Tampak sakit ringan

Kesadaran

: Komposmentis

Tekanan darah

: 120/80 mmHg

Nadi

: 87x/menit

Laju pernapasan

: 18x/menit

Suhu

: 36.50C

Berat Badan

: 58 kg

Tinggi Badan

: 162 cm

IMT

: 22.1

Kesan

: Normoweight

Keadaan Spesifik
Kepala
Kulit kepala
Wajah
Mata

: Tidak ada kelainan.


: Tidak pucat.
: Konjungtiva tidak hiperemis, sklera tidak ikterik, orbital
darkening

Hidung
Telinga
Mulut
Leher
Thoraks

tidak ada, konjungtivitis rekurens tidak ada,

Dennie-Morgan fold tidak ada.


: Tidak ada kelainan pada hidung, sekret tidak ada.
: Tidak ada kelainan pada bentuk, sekret tidak ada.
: Mukosa mulut baik, faring tidak hiperemis, chelitis tidak
ada, stomatitis tidak ada, karies pada M3 dextra et sinistra.
: Lipatan leher anterior tidak ada.
: Simetris, sela iga tidak melebar, retraksi dinding dada tidak

Jantung

ada, kulit tidak ada kelainan, nipple eczema tidak ada.


: HR : 87x/menit, bunyi jantung I dan II normal, murmur

Paru-paru

tidak ada, gallop tidak ada.


: Suara nafas vesikuler normal, rhonki tidak ada, wheezing

Abdomen

tidak ada.
: Datar, lemas, nyeri tekan tidak ada, bising usus normal.
5

Ekstremitas
: Superior et inferior: Hiperlinear palmaris tidak ada.
Genitalia
: Tidak ditemukan kelainan.
Kelenjar getah bening : Pada inspeksi dan palpasi tidak ditemukan pembesaran
kelenjar getah bening di regio colli, axilla, inguinal, dan
submandibula.
Status Dermatologikus
Regio Cubitalis Posterior Dextra
Plak eritem hiperpigmentasi, dua buah, berukuran 2 x 2.5 x 0.1 cm 1.5 x 3 x 0.1
cm, ireguler, tertutup skuama putih, kering, sedang, selapis, sebagian lagi tertutup
krusta kuning, tipis dan mudah di lepaskan. Terdapat erosi, multipel, ukuran 0,3-0,4 x
0,4-0,5 cm, diskret.

Gambar 1. Lesi regio cubitalis posterior dextra (1). tampak samping;


(2). tampak depan

Regio Dorsum Pedis Dextra


Plak eritem hiperpigmentasi, dua buah, berukuran 1.5 x 2.5 x 0.1 cm 2.5 x 3 x 0.1
cm, ireguler, tertutup skuama putih, kering, sedang, selapis, sebagian ditutupi krusta
kuning, tipis dan mudah di lepaskan. Terdapat erosi, multipel, ukuran 0,3-0,4 x 0,40,5 cm, diskret.

Gambar 2. Lesi regio dorsum pedis dextra

IV.

PEMERIKSAAN PENUNJANG (Tanggal 11 April 2015, pukul 12.50 WIB)


Dilakukan pemeriksaan KOH pada dari spesimen plak di regio cubitalis posterior
dextra dan regio dorsum pedis dextra. Tidak ditemukan gambaran hifa panjang.

Gambar 3. Gambaran mikroskopis pemeriksaan KOH pada pasien (1) dan (3) pembesaran 40x;
(2) dan (4) pembesaran 10x

V.

RESUME
Nn. Putri, 23 tahun datang ke Poliklinik IKKK RSMH dengan keluhan timbul plak

hiperpigmentasi, multipel, numuler, di regio cubitalis posterior dextra dan regio dorsum
pedis dextra yang bertambah luas dan gatal sejak 3 pekan yang lalu. Sekitar 4 bulan yang
lalu, pasien mengeluh timbul plak eritem, multipel, numuler, berbatas tegas, reguler, yang
terasa gatal. Dua buah plak di regio cubitalis posterior dextra dan dua buah plak di regio
dorsum pedis dextra. Sekitar 3 pekan yang lalu, pasien mengeluh plak bertambah luas dan
bertambah gatal hingga pasien makin sering menggaruk sampai timbul erosi di sekitar
plak. Sekitar tiga hari yang lalu, plak eritem-hiperpigmentasi di regio dorsum pedis dextra
ditutupi krusta kuning dan tertutup skuama putih, bertambah gatal dan keluar serum dari
bekas garukan plak. Sekitar 1 hari yang lalu, pasien mengeluh plak hiperpigmentasi
ditutupi krusta kuning dan berskuama yang terasa gatal, kemudian pasien berobat ke
Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Palembang.
Riwayat plak eritem, numular, berbatas tegas di regio cubitalis posterior dextra et
regio dorsum pedis dextra yang gatal, berulang sebanyak 2 kali, pertama 2 tahun yang lalu
dan 5 bulan yang lalu, diolesi salep 2 kali sehari sampai plak menjadi makula eritem.
Orang tua dengan riwayat sesak napas disertai mengi dan sering bersin pagi hari diakui.
Pada pemeriksaan fisik status generalikus dalam batas normal, pada keadaan
spesifik terdapat karies molar tiga dextra et sinistra. Pada status dermatologikus di regio
cubitalis posterior, tampak plak eritem hiperpigmentasi, dua buah, berukuran 2 x 2.5 x
0.1 cm 1.5 x 3 x 0.1 cm, ireguler, tertutup skuama putih, kering, sedang, selapis, sebagian
tertutup krusta kuning, tipis dan mudah di lepaskan, terdapat erosi, multipel, ukuran 0,3-0,4
x 0,4-0,5 cm, diskret. Regio dorsum pedis dextra, terdapat plak eritem hiperpigmentasi,
dua buah, berukuran 1.5 x 2.5 x 0.1 cm 2.5 x 3 x 0.1 cm, ireguler, tertutup skuama putih,
kering, sedang, selapis, sebagian ditutupi krusta kuning, tipis dan mudah di lepaskan.
Terdapat erosi, multipel, ukuran 0,3-0,4 x 0,4-0,5 cm, diskret. Pada pemeriksaan kerokan
kulit menggunakan larutan KOH 10%, tidak didapatkan hifa panjang.
VI.

DIAGNOSIS BANDING

Dermatitis Numularis
Dermatitis Atopik
Tinea Korporis et Pedis
8

VII.

DIAGNOSIS KERJA
Dermatitis Numularis

VIII. PEMERIKSAAN ANJURAN


Pemeriksaan biakan jamur
IX.

PENATALAKSANAAN
Umum
-

Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit yang diderita merupakan suatu


peradangan pada kulit yang penyebabnya belum jelas, namun pada beberapa
literatur dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan daya tahan
tubuh, kurangnya kelembaban kulit, infeksi gigi, traktus respiratorius atas dan

bawah, dan higienitas diri dan lingkungan.


Menjelaskan cara penggunaan obat topikal, pentingnya mengoleskan krim obat

secara teratur sampai lesi hilang.


Menyarankan pada pasien untuk menggunting kuku agar tidak melukai kulit

ketika menggaruk.
Menyarankan pasien untuk tetap menggunakan pelembab kulit agar kulit tidak

kering.
Menyarankan pasien untuk menambal gigi yang berlubang.

Khusus
-

Topikal:
Krim Klobetasol Propionat 0.05%, di oleskan 2 x sehari pada lesi, 10 menit
setelah mandi.

Sistemik:
Tablet Cetirizin 10 mg, 1 x sehari, peroral, bila gatal.

X.

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: bonam

Quo ad fungtionam

: bonam

Quo ad sanationam

: dubia ad bonam