Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kartografi adalah ilmu dan teknik pembuatan peta. Dalam kaitannya dengan survei
arkeologi, pembahasan mengenai kartografi pada bab ini tidak langsung dikaitkan dengan ilmu
dan teknik pembuatan peta, tetapi lebih berkaitan dengan pemanfaatan peta yang sudah
dipublikasikan untuk kepentingan survei.
Kartografi merupakan bagian dari ilmu geografi yang berhubungan dengan pemetaan. Hal
ini berkaitan erat dengan sistem komunikasi antara si pembuat peta dan si pengguna peta.
Untuk menyampaikan berbagai informasi, peta disampaikan dalam berbagai bentuk. Pada
kartografi digital, yaitu pembuatan peta dalam bentuk digital. Dengan dibuatnya peta
berbentuk digital, diharapkan mampu memudahkan penyampaian informasi karena bentuknya
yang dapat di konsumsi untuk banyak kalangan.
Pada digitasi peta kali ini yang akan di digitasi adalah peta RBI lembar 1508-241 Berbek.
Langkah awal yang dilakukan untuk melakukan digitasi pada peta adalah melakukan rubber
sheet. Rubber sheet adalah proses penyetingan data yang tidak seragam berdasarkan
pergerakan dari Titik Kontrol Tanah yang dimiliki ke sistem yang baru. Setelah peta melalui
tahap rubbersheet saatnya peta memasuki tahap digitasi yaitu proses konversi data atau peta
dari media kertas ke format digital. Setelah tahap ini tahap selanjutnya disebut tahap editing.
Yaitu penyempurnaan terhadap tahap digitasi. Dapat dilakukan pengecekan dengan peta hasil
digitasi lain yang bersebelahan dengan peta yang sedang didigitasi. Selanjutnya telah
dihasilkan peta digital yang dapat diakses dalam bentuk software.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah:
1. Memenuhi penugasan mata kuliah Asistensi Kartografi Digital kelas C yaitu melakukan
digitasi pada peta RBI.
2. Mampu melakukan digitasi pada peta RBI

1.3 Batasan Masalah


Agar penulisan laporan ini tidak menyimpang dari tujuan semula, maka penulis
menetapkan batasan-batasan sebagai berikut:
1. Digitasi dilakukan pada peta RBI Lembar 1508-241 Berbek.
1

2. Digitasi dilakukan dengan menggunakan software AutoCAD.


3. Adapun pendigitasian dilakukan dengan pembagian layer-layer yaitu bangunan, jalan
arteri, jalan lokal, batas kabupaten, batas kecamatan, sungai, vegetasi (daerah berwarna
hijau), pemukiman, kantor pemerintahan, tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Peta (Topografi dan Tematik)
Peta adalah gambaran/proyeksi dari sebagian permukaan bumi pada bidang datar atau
kertas dengan skala tertentu. (Russell C. Brinker,1984). Dengan kemajuan di bidang informasi
dan teknologi elektronika, sangat mempengaruhi dalam penyajian sumber informasi termasuk
peta. Sehingga definisi peta adalah sarana penyajian informasi spasial dari unsur-unsur dimuka
bumi atau di bawah muka bumi.
Peta topografi memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari
permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu
ketinggian. Peta topografi mengacu pada semua ciri-ciri permukaan bumi yang dapat
diidentifikasi, apakah alamiah atau buatan, yang dapat ditentukan pada posisi tertentu.
Oleh sebab itu, dua unsur utama topografi adalah ukuran relief (berdasarkan variasi elevasi
axis) dan ukuran planimetrik (ukuran permukaan bidang datar). Peta topografi menyediakan
data yang diperlukan tentang sudut kemiringan, elevasi, daerah aliran sungai, vegetasi secara
umum dan pola urbanisasi. Peta topografi juga menggambarkan sebanyak mungkin ciri-ciri
permukaan suatu kawasan tertentu dalam batas-batas skala.
Kelebihan Peta Topografi yaitu :
a. Untuk mengetahui ketinggian suatu tempat.
b. Untuk memperkirakan tingkat kecuraman atau kemiringan lereng.
Beberapa ketentuan pada peta topografi:
a. Makin rapat jarak kontur yang satu dengan yang lainnya menunjukkan daerah tersebut
semakin curam. Sebaliknya semakin jarang jarak antara kontur menunjukkan daerah
tersebut semakin landai.
b. Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan depresi (lubang/cekungan) di
puncak, misalnya puncak gunung yang berkawah.
Peta

tematik adalah

tertentu. Peta tematik

peta
juga

yang

isinya

disebut

mengutamakan

sebagai peta statistik

penggambaran

objek

ataupun peta khusus,

yaitu peta dengan obyek khusus.


Tujuan utamanya adalah untuk secara spesifik mengkomunikasikan konsep dan data.
Contoh peta tematik yang biasa digunakan dalam perencanaan termasuk peta kadastral (batas
pemilikan), peta zona

(yaitu peta rancangan

legal

penggunaan

lahan), peta tata

guna

lahan, peta kepadatan penduduk, peta kelerengan, peta geologi, peta curah hujan, dan peta
produktifitas pertanian.
3

Pemilihan sumber data disesuaikan dengan maksud dan tujuan pembuatan peta serta
keadaan medan yang dihadapi. Terdapat beberapa sumber data yang digunakan pada pemetaan
yaitu dengan pengamatan langsung di lapangan, dengan penginderaan jauh atau dari peta yang
sudah ada (base map). Secara khusus, peta pengelolaan hutan berisikan tentang kejelasan
pemilikan (batas-batas kadastral maupun administratif), wilayah itu sendiri dan hasil
inventarisasi yang menunjukkan unit-unit tegakan yang seragam. Karena kegiatan survey
lapangan umumnya sangat mahal, maka peta hutan biasanya digambarkan dari potret udara
dengan penafsiran. Kegiatan di lapangan hanya diperlukan untuk pembuktian apakan
penafsiran sudah betul atau belum dan juga melengkapi rincian di lapangan yang tidak dapat
dilihat secara langsung pada potret.
2.2 Konversi Data Digital
Proses konversi data analog menjadi data digital, seiring dengan perkembangan perangkat
keras dan perangkat lunak komputer, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Secara garis besar
proses konversi dari data analog menjadi data digital dapat dibedakan menjadi dua cara yaitu:
cara manual dan automatis. Cara manual (ada yang menyebut sebagai cara manual
konvensional)

umumnya

dilakukan

dengan

bantuan

suatu interface yang

biasa

disebut digitizer. Adanya alat yang disebut dengan scanner, memungkinkan cara manual
dilakukan tanpa menggunakan digitizer tapi dengan suatu teknik yang disebut digitasi on
screen (disebut pula head up digitizing technique). Scanner, dengan bantuan perangkat lunak
tertentu, juga memunculkan suatu teknik digitasi secara automatis (automated digitizing
technique).
Teknik konversi data dari analog menjadi data digital seperti diuraikan di atas, masingmasing tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang ada pada satu teknik
dapat digunakan untuk menutupi kekurangan pada teknik yang lain. Penguasaan terhadap
teknik-teknik tersebut akan memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam proses konversi
data analog menjadi data digital dengan mempertimbangkan alat yang tersedia. Digitasi on
screen yang dilakukan dapat menggunakan software map info, ataupun melakukan digitasi
automatis dengan software R2V.

2.3 Transformasi Koordinat/Georeferensi


Yang dimaksud dengan transformasi koordinat ialah transformasi (perubahan) suatu sistem
koordinat ke sistem koordinat yang lain. Transformasi koordinat umumnya digunakan untuk
merubah model terain/foto/citra dari sistem koordinat mesin (digitizer, scanner, camera) ke
4

sistem koordinat peta tertentu. Peta merepresentasikan real-world dalam sistem koordinat yang
dibangun melalui proses proyeksi tertentu.
Cara melakukan transformasi koordinat dengan software AutoCAD adalah dengan rubber
sheet. Rubber sheet adalah proses penyetingan data yang tidak seragam berdasarkan
pergerakan dari Titik Kontrol Tanah yang dimiliki ke sistem yang baru. Sebagai contoh data
yang didapatkan dari survey melalui udara dapat saja tidak akurat,ketidakakuratan ini
tergantung pada ketelitian jalur terbang dan lensa kamera. Dengan membandingkan data ini
dengan data survey darat yang akurat maka data survey udara (foto udara) dapat di rubbersheet
terhadap data yang akurat dengan menggunakan titik kontrol atau monumen yang terdapat
pada kedua data yang ada.
Autodesk Map melakukan rubbersheet dengan memindahkan titik sekutu yang anda
spesifikasikan ke titik baru. Semakin banyak titik sekutu yang anda gunakan, semakin akurat
hasilnya. Anda dapat memilih obyek secara manual, atau anda dapat memilih obyek yang
melewati sheet yang asli. Berdasarkan pengalaman yang ada untuk bentuk dengan kurva yang
kompleks semakin banyak titik sekutu yang digunakan maka perubahan yang proporsional
menjadi semakin akurat. Ingatlah bahwa entitas AutoCAD yang memiliki bentuk dasar seperti
lingkaran, lengkungan, dan ellips, mempertahankan bentuk aslinya.
Proses rubbersheet bekerja hanya pada obyek yang masuk
project.Rubbersheet

berfungsi

untuk

mengakuratkan

data.

dalam

sebuah

Melaksanakan queryuntuk

memasukkan sumber data dan melakukan rubbersheet pada dua peta. Jika anda telah
menyiapkan sistem titik kontrol atau monumen, maka gunakan data ini sebagai referensi untuk
merubbersheet peta lain.
2.4 Raster dan Vektor
Format digital terdiri dari 2 macam; yaitu raster da vector. Raster merupakan format data
dengan satuan pixel (resolusi/kerapatan) ditentukan dalam satuan ppi (pixel per inch). Tipe
format ini tidak bagus digunakan untuk pembuatan peta digital, karena akan terjadi korupsi
data ketika dilakukan pembesaran atau pengecilan. Contoh format data raster : bitmap (seperti
tiff, targa, bmp), jpeg, gif, dan terbaru PNG. Perangkat lunak yang sering digunakan untuk
mengolah gambar jenis vektor ini adalah CorelDRAW, Freehand. Monitor biasanya akan
menampilkan gambar dalam bentuk piksel, maka semua gambar baik jenis vector maupun
bitmap akan ditampilkan dalam bentuk piksel. Gambar ini mengandung unsur matematis
seperti arah, ukuran sudut, ketebalan, warna, dan lain sebagainya.
Sedangkan vector merupakan format data yang dinyatakan oleh satuan koordinat (titik dan
garis termasuk polygon) format ini yang dipakai untuk pembuatan peta digital atau
sketsa. Contoh format ini : dxf (autocad), fix (xfig), tgif (tgif), dan ps/eps (postscrift). Contoh
5

gambar raster antara lain photo, gambar-gambar hasil scanner serta gambar yang dihasilkan
dari software grafis seperti Adobe Photoshop, Corel PHOTO-PAINT. Kelemahan dari gambar
jenis bitmap adalah gambar akan menjadi pecah dan terlihat kotak-kotak (jagged) apabila
gambar tersebut diperbesar atau dicetak menggunakan resolusi yang lebih kecil daripada nilai
resolusi aslinya. Format raster ini memerlukan ruang penyimpanan data yang lebih besar
dibandingkan dengan format vektor.
Pada pemetaan digital dilakukan proses konversi dari format raster ke format vector.
Diketahui peta RBI merupakan data jpeg yang merupakan data dengan format raster. Dengan
dilakukan digitasi maka data raster ini akan dirubah menjadi data vector. Proses ini dilakukan
dengan digitasi on-screen.
Proses digitasi on-screen adalah digitasi yang dilakukan pada layar monitor komputer
dengan memanfaatkan berbagai perangkat lunak sistem informasi geografis seperti Arc View,
Map Info, AutoCad Map, dan lain-lain. Data sumber yang akan didigitasi dalam metode ini
tidak dalam bentuk peta analog atau hardcopy. Data sumber tersebut terlebih dahulu disiam
(scan) dengan perangkat scanner. Penyiaman ini akan membentuk sebuah data yang mirip
dengan hardcopy yang disiam, dalam bentuk data raster dengan format file seperti .jpg,
.bmp, .tiff, .gif, dan lain-lain. Data tersebut berujud file gambar raster yang dapat dilihat
dengan menggunakan berbagai perangkat lunak pengolah gambar. Pada perangkat lunak
sistem informasi geografis, data raster tersebut ditampilkan di layar monitor sebagai layer
raster. Data raster dijadikan latar belakang (backdrop) dalam proses digitasi. Digitasi dilakukan
dengan cara membentuk serangkaian titik atau garis menggunakan pointer yang dikendalikan
melalui mouse, pada layar komputer di sepanjang obyek digitasi. Setiap obyek spasial dapat
direkam sebagai layer-layer yang berbeda. Misal, dari sebuah data raster peta administrasi
terdapat fenomena jalan, sungai, dan batas administrasi. Ketiga fenomena tersebut dalam
proses digitasi sebaiknya dipisahkan menjadi layer-layer jalan, sungai, dan administrasi,
sehingga masing-masing fenomena dapat dipisahkan sebagai file yang berdiri sendiri.
2.5 Compute Aided Design (CAD)
2.5.1 Pengenalan
Computer Aided Design (CAD) adalah suatu program computer untuk
menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk. Produk yang ingin
digambarkan bisa diwakili oleh garis-garis maupun symbol-simbol yang memiliki
makna tertentu. CAD adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pembuatan
desain yang prosesnya dibantu dengan computer. Adapun perangkat CAD yang popular

antara lain Pro/ENGINEER, AutoCAD, Solid Works, Catia, Unigraphics, ProgeCAD,


ZWCAD.
Pada kartografi digital perangkat lunak yang diguakan adalah AutoCAD Land
Desktop. Digitasi yang dilakukan pada CAD disebut digitasi tak langsung. Digitasi
peta secara tidak langsung merupakan proses penggambaran ulang dari peta
garis/analog menjadi peta digital dengan bantuan alat pemindai (scanner). Setelah
discanner, peta baru digambar ulang dengan komputer menggunakan software
AutoCAD Land Desktop.
2.5.2

On-screen Digitizing di CAD


Metode untuk merubah data raster peta RBI menjadi data vector digital dapat
dilakukan digitasi on-screen. Langkah ini dilakukan dengan menggunakan perangkat
lunak AutoCAD Land Desktop atau perangkat lunak pendukung lainnya.
Dalam digitasi harus ada pengorganisasian Layer. Pada penggambaran peta digital
dengan AutoCAD Land Desktop, yang sering berkonotasi dengan SIG, pengaturan
layer merupakan hal yang sangat penting untuk dimengerti. Layer adalah sebuah logika
untuk pengelompokan data, yang mempermudah organisasi dan penampilan
data. Penanganan dan organisasi layer yang baik, indentik dengan manajemen data
gamabar yang baik dan merupakan awal dari pembentukan SIG. Sebaliknya jika kita
menggambar tanpa menghiraukan penataan layer, ketika gambar semakin kompleks,
kesulitan-kesulitan pengelolaan dan penyuntingan akan mulai muncul.
Pemakaian layer sangat bermanfaat pada pembuatan peta digital. Peta lebih mudah
didenifisikan karena masing-masing obyek pada peta mempunyai layer sendiri yang
mempunyai aneka pilihan warnanya, jenis garisnya (tebel tipis, putus lurus) atau fill
dari obyek tersebut (hatch). Keuntungan pengelompokan data dengan menggunakan
layer :
a.
b.
c.
d.

Keamanan Data
Mudah dalam hal editing
Jenis informasi yang ingin ditampilkan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan
Informasi objek lebih teratur.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1. Perangkat keras (Laptop dan mouse)
2. Perangkat lunak (AutoCAD Land Desktop)
Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah:
1. Peta RBI Lembar 1508-241 Berbek

Gambar 1. Peta RBI 1508-241 Berbek


3.2 Prinsip Kerja Alat
Berikut adalah langkah-langkah digitasi menggunakan perangkat lunak AutoCAD Land
Desktop:
A. Memasukan Peta Raster Digital ke lembar Kerja
1. Buka perangkat lunak AutoCAD Land Desktop.
2. Masukan peta raster yang disediakan dengan menggunakan menu Insert > Raster
Image atau command untuk fungsi ini adalah _imageattach
3. Pilih peta yang akan dimasukan ke lembar kerja kemudian pilih Ok > Ok.
8

4. Klik sembarang pada lembar kerja agar peta tertampil pada lembar kerja.
5. Atur ukuran peta , tidak perlu mengacu pada koordinat atau ukuran tertentu, karena
hal tersebut akan dilakukan pada langkah selanjutnya, yaitu dengan Rubber Sheet.
B. Rubber Sheet
1. Atur satuan yang digunanakan pada lembar kerja yang sesuai dengan satuan
koordinat pada peta.
2. Pilih menu Map > Tools > Rubber SheetB atau command untuk fungsi ini adalah
_adersheet
3. Perhatikan command window, ketika muncul tulisan base point, pilih titik pada
peta raster yang telah diketahui koordinatnya, misalnya perpotongan grid pada peta.
4. Setelah itu, akan muncul reference point untuk memasukan koordinat titik
tersebut. Gunakan daftar koordinat x, y yang tersedia di pojok peta pada
perpotongan sumbu x dan y.
5. Setelah mendapatkan 4 titik, tekan enter sekali lagi untuk mengakhiri pendefinisian
titik.
6. Pilih objek yang akan dibawa koordinat sebenarnya sengan select kemuadian pilih
bidang peta keseluruhan. Tekan enter untuk mengakhiri.
7. Tampilkan peta hasil rubber sheet yang telah dilakukan.
C. Digitasi On screen
1. Siapkan layer layer dengan objek yang ingin diidentifikasikan pada peta raster.
2. Lakukan digitasi terhadap objek objek pada peta raster sesuai layer masing
masing objek dengan mengaktifkan layer terlebih dahulu.
3. Digitasi dapat dilakukan dengan menggunakan polyline. Manfaatkan fitur OSNAP.
4. Gunakan point untuk men-digitasi objek objek yang berupa titik.
5. Setelah semua objek pada layer yang telah ditentuan sudah terdigit maka dilakukan
editing dengan Drawing Clean Up untuk menyempurnakan hasil digitasi.
6. Selanjutnya, dilakukan penampalan dengan peta yang bersebelahan.

BAB IV
HASIL DAN ANALISIS
4.1 Hasil Praktikum
Hasil dari praktikum digitasi peta RBI Lembar 1508-241 Berbek adalah sebagai berikut:

Gambar 2. Hasil Digitasi Peta RBI Lembar 1508-241 Berbek


Hasil tampalan peta RBI Lembar 1508-241 Berbek (Hilda Arssy Wiga Cintya
3513100061) dan Lembar 1508-242 Loceret (M. Wildan Bobsaid - 3513100064)

10

Gambar 3. Hasil tampalan Peta RBI Lembar 1508-241 dan Lembar 1508-242
4.2 Analisis Hasil Praktikum
Analisis dari praktikum digitasi Peta RBI Lembar 1508-241 Berbek adalah sebagai
berikut:
1. Pada digitasi peta RBI Lembar 1508-241 Berbek dilakukan pengorganisasian layer dengan
tujuan mempermudah proses digitasi karena peta lebih mudah didenifisikan karena masingmasing obyek pada peta mempunyai layer sendiri yang mempunyai pengelompokan sendiri
yaitu berupa garis, titik, atau poligon. Berikut ini adalah tampilan pembagian layer pada
digitasi Peta RBI Lembar 1508-241 Berbek.

Gambar 4. Daftar Layer Digitasi Peta RBI Lembar 1508-241 Berbek


1. Layer Bangunan (Poligon)
2. Layer Batas Kecamatan (Poligon)
11

3. Layer Batas Kabupaten (Poligon)


4. Layer Jalan Lokal (Garis)
5. Layer Sungai (Garis)
6. Layer Kantor Pemerintah (Titik)
7. Layer Rumah Sakit (Titik)
8. Layer Sekolah (Titik)
9. Layer Tempat Ibadah (Titik)
10. Layer Pemukiman (Poligon)
11. Layer Perkebunan (Poligon)
2. Proses penampalan peta dilakukan dengan nomor peta yang bersebelahan. Dalam
praktikum ini peta RBI Lembar 1508-241 bersebelahan dengan Lembar 1508-242. Saat
menampalkan dilakukan proses penyatuan layer. Dalam proses ini terkadang terdpat hasil
digitasi yang tidak pas. Hal ini diatasi dengan menggeser hasil digitasi masing-masing peta
ke rata-rata antara peta satu dengan lainnya sampai menyatu seluruhnya.

12

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang saya lakukan, saya dapat melakukan rubber sheet dan digitasi on
screen. Dalam digitasi on screen saya membuat layer layer objek seperti bangunan, jalan
arteri, jalan lokal, batas kabupaten, batas kecamatan, sungai, vegetasi (daerah berwarna hijau),
pemukiman, kantor pemerintahan, tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah.
5.2 Saran
Dalam praktikum ini saran yang dapat saya berikan adalah sebagai berikut:
1. Saat melakukan rubbersheet diusahakan mendapat lokasi koordinat yang pas sehingga hasil
transformasi tidak miring atau tepat pada peta rasternya. Rubbersheet dapat dilakukan
berulang kali sampai sesuai dengan letak koordinat yang diinginkan.
2. Saat mendigitasi objek berupa poligon, lakukan digitasi secara manual bukan dengan
boundary untuk mempermudah saat proses topologi saat praktikum selanjutnya.

13

DAFTAR PUSTAKA
Brinker, Russel C., Paul R.Wolf. 1984. Elementary Surveying, Harper and Row. New York.
GIS Consortium Aceh Nias. 2007. Modul Pelatihan ArcGis Tingkat Dasar. Banda Aceh.
Ismail,

Pratama.

2012.

Pembuatan

Peta

Rupabumi.

https://pratamaismail.wordpress.com/2012/04/18/pembuatan-peta-rupabumi/ (diakses pada


tanggal 28 Maret 2015)
Landoala, Tasrif. 2013. Digitasi Peta. Palu. http://jembatan4.blogspot.com/2013/08/digitasipeta.html/ (diakses pada tanggal 14 Maret 2015)
N, Anton C. 2012. Computer Aided Design. http://teknik-manufaktur.blogspot.com/2012/09/cadcomputer-aided-design.html/ (diakses pada 28 Maret 2015)
Pratama, Khaerul. 2014. Laporan Praktikum Kartografi Digital. Yogyakarta: Program Diploma
Teknik Geomatika Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Sukirno, Ir. MS. 1999. Handout Ilmu Ukur Wilayah. Yogyakarta: Fakultas Teknologi Pertanian
UGM
Syafrisar,

Putra.

2012.

Transformasi

Koordinat

(Part

1).

Riau.

http://putra-

syafrisar.blogspot.com/2012/12/transformasi-koordinat-part-i.html/ (diakses pada tanggal 14


Maret 2015)

14