Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ILMU DASAR KEPERAWATAN II


PANAS

OLEH
NAMA KELOMPOK:
1. YULITA LOBO
2. THESA Y.W. LUNI
3. NOVYANTI SAKAU

PRODI STUDI KEPERAWATAN


STIKES CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG
2014

KATA PENGANTAR
1

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami juga tak lupa ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata kami mengaharapkan kritik dan saran dari semua pihak untuk
penyempurnaan makalah ini karena kami merasa bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna.

Kupang, Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISI
2

Halaman
KATA PENGANTAR..........................................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian panas.................................................................................................3
2.2 Panas laten dan jenis panas laten........................................................................3
2.3 Produksi panas dalam tubuh...............................................................................3
2.4 Keseimbangan panas dalam tubuh......................................................................4
2.5 Keseimbangan homeostatis suhu tubuh..............................................................4
2.6 Penyebab utama suhu tubuh yang abnormal.......................................................6
2.7 Transfer panas (pergerakan panas) dalam tubuh.................................................7
2.8 Efek panas...........................................................................................................7
2.9 Penggunaan energy panas pada pengobatan.......................................................9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................................14
3.2 Saran................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................15
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


3

Panas merupakan suatu bentuk energi, yang berarti bahwa panas dapat
dimanfaatkan untuk bekerja misalnya panas dapat digunakan untuk menaikkan suhu
air sampai menghasilkan uap yang kemudian dapat menggerakkan mesin uap, yang
dapat digunakan untuk bekerja.
Pada tubuh, panas yang dihasilkan melalui metabolisme makanan, digunakan
untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap dalam rentang yang normal, 36,1 o37,1o C.Sejak beribu-ribu tahun, energy panas telah banyak digunakan dalam
bidang kedokteran. Romans (600 tahun sebelum masehi) memakai minyak panas
untuk memijat.
Tahun 1774 Tuan Faure mempergunakan hotsbrichs dalam pengobatan nyeri
yang disebabkan oleh rheumatik. Roebereiner (1816) membicarakan pemakaian
sinar dalam bidang pengobatan. Sebab kemudian tepatnya 1913 penggunaan sinar
ungu ultra oleh Reyn dalam irradiasi tubuh manusia.
Dan sejak ditemukan piezo elektrik generator oleh Langevin pada tahun 1917
mulailah para klinis mempergunakkan ultrasonic dalam pengobatan. Sepuluh tahun
kemudian Schliepluke melaporkan hasil pengobatan dengan mempergunakan short
wave diathermy. Dan hingga kini masih banyak orang bahkan di klinik masih
mempergunakan air panas atau dingin sebagai bahan kompres.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu panas ?
2. Apa yang dimaksud dengan panas laten dan apa saja jenis panas laten?
3. Bagaimana produksi panas dalam tubuh?
4. Bagaimana keseimbangan panas dalam tubuh?
5. Bagaimana keseimbangan homeostatis suhu tubuh?
6. Apa penyebab utama suhu tubuh yang abnormal?
7. Bagaimana transfer panas (pergerakan panas) dalam tubuh?
8. Bagaimana efek panas?
9. Bagaimana penggunaan energy panas pada pengobatan?
1.3 TUJUAN
1. Tujuan Umum
Membantu mamahami tentang panas.
2. Tujuan Khusus
1. Memahami tentang pengertian panas.
2. Memahami tentang pengertian dan jenis panas laten.
3. Memahami tentang produksi panas dalam tubuh.
4. Memahami tentang keseimbangan panas dalam tubuh.
5. Memahami keseimbangan pada homeastatis suhu tubuh.
2

6.
7.
8.
9.

Mengetahui tentang penyebab utama suhu tubuh yang abnormal.


Memahami tentang transfer panas (pergerakan panas).
Mengetahui tentang efek panas.
Mengetahui tentang penggunaan energi panas pada pengobatan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Panas
Panas merupakan suatu bentuk energi, yang berarti bahwa panas dapat
dimanfaatkan untuk bekerja misalnya panas dapat digunakan untuk menaikkan suhu
air sampai menghasilkan uap yang kemudian dapat menggerakkan mesin uap, yang
dapat digunakan untuk bekerja.
B. Pengertian dan Jenis Panas laten
Panas laten dapat kita sebut sebagai panas tersembunyi. Panas ini samar
karena kita tidak dapat melihat bukti keberadaannya melalui thermometer. Panas
laten ditandai dengan penyusunan kembali molekul.
Panas laten digunakan untuk menguraikan ikatan yang menyatukan molekul
air dalam posisinya yang relative tetap dalam es. Molekul kemudian dapat bergerak
lebih bebas dalam lelehan es itu. Panas yang dibutuhkan untuk menyusun ulang
posisi molekul es dengan cara tersebut disebut sebagai panas laten dari proses
difusi. Energi panas yang terlibat dimanfaatkan untuk menyusun ulang posisi
molekul dalam air mendidih sehingga molekul akan menjadi uap. Energi panas
inilah yang disebut sebagai panas laten pada penguapan.
C. Produksi Panas Dalam Tubuh

Semua produksi energi dalam sel berasal dari metabolisme selular.


Produksi panas dalam sel disebut termogenesis. Energy kimia yang dicerna dalam
bentuk makanan diubah menjadi bentuk lain dari energy. Sekitar 75 %-85% energi
tersebut dilepas sebagai panas atau energi termal.
Jumlah energi panas yang dilepas melalui oksidasi (yaitu, perubahan menjadi energi
panas) dari 1 gram zat makanan berikut adalah :

Jenis makanan

Kilojoule per gram

Karbohidrat

16

Lemak

37

Protein

17

Alkohol

29

Lemak memiliki energi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan


karbonhidrat dan protein. Namun, karena lemak menghasilkan zat sisa yang terlalu
banyak dank arena jumlah oksigen yang diperlukan untuk metabolisme sangat
besar, lemak tidak dianjurkan sebagai bahan bakar tubuh.
Laju panas yang dihasilkan tubuh merupakan alat ukur laju pelepasan
metabolisme dari makanan. Proses tersebut disebut sebagai laju metabolism.
Produksi panas merupakan tugas semua jaringan tetapi panas terbanyak
dihasilkan oleh jaringan yang mengalami reaksi kimia yang cepat. Jantung, otak,
dan hati serta sebagian besar kelenjar endokrin menghasilkan panas dalam jumlah
besar saat istirahat. Akibatnya, suhu organ tersebut sekitar satu derajat lebih tinggi
dari pada suhu keseluruhan tubuh.
D. Keseimbangan Panas Dalam Tubuh
Konsep homeostatis menentukan kebenaran hubungan berikut :
Kehilangan panas = perolehan panas
Suhu tubuh dapat meningkat melalui mekanisme seperti :
Vasokontruksi dalam kulit. Proses ini merupakan kontruksi dari pembuluh
darah yang sangat halus yang menembus kulit. Aliran darah menuju kulit
berkurang dan keluarnya panas dari darah yang melalui kulit, berkurang.
4

Kondisi tersebut menjaga suhu darah tetap tinggi dan membantu menaikkan

suhu tubuh.
Stimulasi simpatis metabolisme. Sel tubuh dapat meningkatkan laju produksi
panasnya untuk menjawab sinyal yang diberikan sistem saraf atau sebagai
respon terhadap

tingginya kadar adrenalin dan nonadrenalin dalam darah.

Konduksi tersebut menyebabkan peningkatan produksi panas sekitar 10 %

sampai 15 % pada orang dewasa dan sampai 100 % pada bayi.


Mengigil. Kondisi itu muncul akibat peningkatan tonus otot pada otot rangka
tubuh. Kontruksi otot rangka berlangsung dengan cepat tetapi energi yang ada
diubah menjadi panas bukan untuk kerja mekanis. Secara maksimum, gigilan
dapat meningkatkan produksi panas sampai empat atau lima kali nilai

normalnya.
Merinding (piloereksi). Pada manusia mekanisme ini tampaknya tidak
seefisien pada binatang berbulu tetapi memiliki efek yang dapat menutup
lapisan udara yang bertindak sebagai insulator dan mengurangi kehilangan

panas.
Peningkatan produksi hormon tiroid. Aktivitaas hormon dapat menyebabkan
peningkatan produksi tiroksin yang kemudian akan meningkatkan laju
metabolisme selular tubuh secara keseluruhan. Proses ini biasanya memerlukan
waktu sampai beberapa minggu seperti halnya proses adaptasi pada iklim.

Suhu tubuh juga akan berkurang melalui mekanisme berikut :


Vasodilatasi. Proses ini dapat meningkatkan diameter pembuluh darah pada
kulit. Proses ini dikendalikan oleh hipotalamus dan mempengaruhi hampir
semua bagian tubuh. Akibatnya laju penghantaran panas ke kulit akan
meningkat sampai delapan kalinya. Kondisi tersebut akan membekali tubuh

dengan suatu proses pendinginan yang sangat efektif.


Berkeringat. Proses ini dimulai oleh kerja sistem saraf simpatis atau oleh
kerja hormon, baik adrenalin maupun nonadrenalin, atau oleh kelenjar keringat
dalam kulit diseluruh tubuh. Kelenjar ini akan mensekresi cairan menyerupai
air yang mengandung ion natrium dan klor, juga ion kalium, urea, dan asam

laktat.
Prodksi panas melalui mengigil dan mekanisme kimia dihambat.
5

E. Keseimbangan pada homeostatis suhu tubuh


Walau tubuh berkemampuan untuk mengatur suhunya sendiri sampai suatu
nilai yang relative tinggi, akan muncul suatu keadaan yang tidak dapat diatasi oleh
mekanisme pengatur suhu tubuh kita. Hal tersebut akan mengakibatkan hipertemia
atau hipotermia. Dimana, hipertermia merupakan suatu kondisi dengan suhu tubuh
yang naik sampai melebihi kisaran normalnya. Salah satu contohnya adalah
demam, atau pireksia. Sedangkan hipotermia adalah suatu kondisi dengan suhu
tubuh yang menurun sampai dibawah kisaran normalnya.
F. Penyebab utama suhu tubuh yang abnormal
Penyebab tersebut mencakup :
Malfungsi pusat termoregulator dalam hipotalamus. Hal ini dapat terjadi :
- Akibat edema serebral, yaitu keluarnya kelebihan cairan yang terakumulasi
ke dalam jaringan otak menyebabkan bagian tersebut tertekan; biasanya

terjadi akibat cedera kepala.


- Setelah pembedahan intracranial (pembedahan pada jaringan otak).
- Setelah serangan jantung-gangguan aliran darah ke jaringan otak.
Akibat Subtansi toksik-misalnya substansi yang dilepas selama infeksi bakteri
atau virus; serbuk sari; debu; vaksin atau zat kimia tertentu, termasuk obat yang
sensitif bagi beberapa orang. Pada beberapa orang plasma donor yang di dapat

secara kimia akan menjadi toksik.


Dehidrasi. Keadaan tersebut terjadi jika tubuh tidak memiliki cukup air untuk
mempertahankan keseimbangan cairannya. Akibatnya tidak tersedia air untuk
berkeringat atau untuk pendiginan. Lagi pula, pusat termoregulator dalam

hipotalamus akan terpengaruh langsung oleh dehidrasi ini.


Pajanan lama terhadap suhu yang ekstrem. Hipertemia dan hipotermia berat
atau berkepanjangan dapat menyebabkan akibat yang cukup menyesengsarakan
pada tubuh manusia.

G. Transfer panas (pergerakan panas)


Panas di pindahkan (keluar atau didapat) dari tubuh melalui kulit ada empat cara :
a. Konduksi
Konduksi merupakan proses penghantaran panas melalui suatu zat (baik
padat atau cair) ke zat lain atau dari suatu objek yang suhunya lebih tinggi ke

objek lain saat bersentuhan. Konduktor panas merupakan zat apapun yang
dapat dilewati oleh panas.
Sebagian besar penghantaran panas dalam tubuh berlangsung dengan proses
konduksi yang melalui sel dan cairan sel dan dibantu oleh sirkulasi cairan
tersebut dan darah.
Berdasarkan teori kinetis di mana energy kinetis dihantarkan dari satu
molekul ke molekul yang lain dengan jalan tabrak sehingga terbentuk panas.
Kecepatan pemaparan panas secara konduksi tergantung kepada besar
perbedaan temparatur dan konduktivitas termal dari bahan.
Beberapa material seperti logam merupakan konduktor /pengkantar yang
baik, sedangkan yang lain seperti udara merupakan penghantar yang jelek.
b. Konveksi
Metode pemindahan panas ini hanya berlaku untuk zat cair (gas dan cairan)
dan bukan zat padat. Dalam hal ini, pergerakan molekul menyebabkan
pemindahan panas.
Contohnya apabila seceret kopi diletakkan di atas kompor listrik yang panas
maka energy di dalam ceret akan meningkat yang disebsbkan oleh konduksi.
Konveksi sangat berbeda dengan konduksi. Aliran konveksi dapat terjadi
dikarenakan massa jenis udara panas sangat ringan dibandingkan udara dingin.
Konveksi secara alam dapat terjadi oleh karena pemanasan yang asymetris. Gaya
konveksi bias terjadi apabila angin secukupnya mengalir melewati tubuh.
Pertukaran panas dan gaya konveksi adalah berbanding lurus perbedaan
temparatur antara kulit dan udara, udara dan kecepatan udara.
c. Radiasi
Sekitar 60% panas yang hilang dari seseorang yang tidak berpakaian dalam
sebuah ruangan yang bersuhu normal terjadi melalui proses radiasi. Jumlah
bersih panas yang dipancarkan bergantung pada perbedaan suhu antara tubuh dan
lingkungannya. Dari sini kemudian diketahui bahwa laju pengeluaran panas akan
meningkat jika lingkungan menjadi semakin dingin.
Radiasi adalah suatu transfer energy panas dari suatu permukaan Objek ke objek
yang lain tanpa mengalami kontak dari kedua objek tersebut.
Efek radiasi :

Radiasi infra merah dikeluarkan oleh semua benda yang mengandung


panas, termasuk tubuh kita. Radiasi panas atau radiasi termal pada tubuh.
Jika tubuh kita terpejan pada begitu banyak radiasi, baik dari sinar matahari
ataupun dari sumber panas yang lain seperti lampu, infra-merah, heatstroke
dan/atau luka bakar serius dapat terjadi. Jika demikian panas dan luka bakar

sangat berkaitan.
Radiasi Ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek
(yaitu, panjang salah satu gelombang) dari pada sinar yang terlihat yang
justru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar inframerah. Radiasi ultraviolet ini dipancarkan oleh tubuh yang sangat panas.
Bohlam listrik biasa pada suhu 2300 0 C memancarkan sangat sedikit radiasi
ultraviolet, tetapi sinar matahari (pada suhu sekitar 6000 0 C pada
permukaannya) memancarkan ultraviolet yang cukup dapat membakar
kulit telanjang penduduk di bumi yang berjarak sekitar 150 juta km.

d. Evaporasi
Evaporasi adalah peralihan panas dari bentuk cairan menjadi uap. Manusia
kehilangan sekitar 9 x 103 kalori/gram melalui penguapan paru-paru. Dengan
suatu latihan yang berat atau lingkungan panas seseorang akan minum air 4
liter/jam, ini merupakan suatu proses pertukaran energi termal.
Kehilangan panas lewat evaporasi dapat terjadi apabila :
a. Perbedaan tekanan uap air antara keringat pada kulit dan udara ambien.
b. Temperatu lingkungan rendah dari normal sehingga evaporasi dari keringat
dapat terjadi dan dapat menghilangkan panas dari tubuh; dan itu dapat
terjadi apabila temperatur basah kering dibawah temperatur kulit.
c. Adanya gerakan angin.
d. Adanya kelembaban.
H. Efek panas
a. Fisik
8

Panas yang menyebabkan zat cair, padat, dan gas mengalami pemuaian segala
arah. Sebuah logam berbentuk kardus mengalami pemuaian isi.
b. Kimia
Kecepatan reaksi kimia akan meningkat dengan peningkatan temperatur.
Permeabilitas membran sel akan meningkat sesuai dengan peningkatan suhu, pada
jaringan akan terjadi peningkatan metabolism seiring dengan peningkatan
pertukaran antara zat kimia tubuh dengan cairan tubuh.
c. Biologis
Efek panas terhadap biologis merupakan sumasi dari efek panas terhadap fisik
dan kimia.
Adanya peningkatan sel darah putih secara total dan fenomena reaksi
peradangan serta adanya dilatasi (pelebaran) pembuluh darah yang mengakibatkan
peningkatan sirkulasi (peredaran) darah serta peningkatan tekanan kapiler. Tekanan
O2 dan CO2 di dalam darah akan meningkat sedangkan PH darah akan mengalami
penurunan.
I. Penggunaan energi panas dalam pengobatan
Telah dibicaraka bahwa hamparan energi panas dapat melalui konduksi,
konveksi, radiasi, dan evaporasi.
Dengan mengetahui sifat hamparan energi panas ini diusahakan agar dengan cara apa
saja dapat menstransferka panas tersebut serta bagaimankah agar energi panas tersebut
dapat mencapai tubuh. Energi panas mula-mula akan penetrasi ke dalam jaringan kulit
dalam bentuk berkas cahaya (dalam bentuk radiasi atau konduksi). Kemudian akan
menghilang di daerah jaringan yang lebih dalam berupa panas. Panas tersebut
kemudian diangkut ke jaringan lain dengan cara konveksi yaitu diangkut ke jaringan
ke seluruh tubuh.
Metoda-metoda yang dipakai dalam pengobatan :
a. Metoda konduksi
Metode ini merupakan dasar dari sifat fisik kedua benda. Apabila terdapat
perbedaan temperatur antara kedua benda maka panas akan ditransfer
secara konduksi yaitu dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih
dingin.
Pemindahan energi panas total tergantung kepada :
Luas daerah kontak.
Perbedaan temperature.
Lama melakukan kontak.
9

Material konduksi panas.


Melalui metoda konduksi ini dapat berupa :
1. Kantong air panas atau botol berisi air panas.
Cara ini sangat efisien dalam pengobatan penderita nyeri. Misalnya
daerah abdomen atau perut.
2. Handuk panas.
Cara ini sangat berarti apabila pengobatan dilakukan pada daerah otot
yang sakit. Spasme otot, fase akut poliomyelitis.
3. Turkish batsh (mandi uap).
Mandi uap ini sangat populer dalam masyarakat. Tetapi manfaat dalam
metode ini belum diketahui dengan pasti. Hanya dikatakan sebagai
penyegar atau dikatakan mempunyai efek relaksasi otot.
4. Mud packs (lumpur panas).
Lumpur panas dapat mengkonduksi panas ke dalam jaringan serta dapat
pula mencegah kehilangan panas tubuh (heat loss).
5. Wax bath (paraffin bath).
Dengan cara ini sangat efisien untuk menstranssfer panas pada tungkai
bawah terutama pada orangtua.
6. Electric pads.
Caranya dengan melingkari kawat elemen panas yang dibungkus abses
atau plastik .
Keenam metode pengobatan dengan konduksi ini dapat mengobati
penyakit :
Neuritis
Sprains
Strain
Contusion
Siausitis
b. Metode radiasi
Metode ini dipergunakan untuk pemanasan permukaan tubuh serupa
dengan pemanasan dengan sinar matahari atau nyala api.
Sumber radiasi berasal dari :
1. Electric fire, ada dua tipe :
a. Old type fire
Mempunyai daya 750 Watt dengan range radiasi antara merah
dan mendekati infra red serta panjang gelombang lebih pendek
dari 15.000 Ao. Ini sering dipergunakan pada home treatment.
b. Pensil bar type

10

Ini mempergunakan reflektor rektangular dan shape like


acoustic type.
2. Infra merah
Metode radiasi dengan infra merah ini secara umum serupa dengan
metode konduksi panas, namun lebih efektif bila dibandingkan
dengan metode konduksi. Oleh karena penetrasi energi panas ke
jaringan lebih dalam.
c. Metoda elektromagnetis
Ada dua metode yang dipakai untuk transfer panas ke dalam jaringan
tubuh :
1. Short wave diathermy (diatermi gelombang pendek).
Agar energi panas dapat ditransferkan ke dalam tubuh maka dapat
dilakukan 2 cara :
a. Teknik kondensor
Bagian tubuh sebelah menyebelah diletakkan mebal plate like
electrode. Pada permukaan electrode diberikan

larutan

elektrolit. Dengan adanya aliran bolak-balik (AC) molekulmolekul tubuh menjadi agitasi dengan akibat kenaikan
temperatur.
b. Inductothermy (diatermi metode induksi)
Bagian tubuh yang akan dipanasi dililitkan dengan kabel
kemudian dialiri listrik, dengan cara ini jaringan tubuh tidak
berada dalam sirkuit tetapi terletak dalam medan magnet dari
suatu koil.
2. Micro wave diathermy (diatermi gelombang mikro).
Micro wave diathermy termasuk gelombang radio dengan ossilasi
pada rekwensi yang sangat tinggi. Energinya terletak antara short
wave diathermy dan infra merah.
Penyakit-penyakit yang memerlukan pengobatan dengan micro
wave diathermy :
Patah tulang (fraktur)
Sprains dan strains
Bursitis
Radang tendon
Arthritis
d. Gelombang ultrasonik

11

Gelombang ultrasonik ini sangat berbeda dengan gelombang elektro


magnetis. Gelombang ultrasonik diperoleh dari gelombang bunyi dengan
frekuensi mendekati 1 M Hz.
Pada waktu penggunaan ultrasonik maka piezo electric transduser
diletakkan langsung pada jaringan yang akan diobati. Intensitas yang
dipergunakan sekitar 5 Watt/cm2. Penggunaan ultrasonik lebih efktif pada
tulang dibandingkan pada soft tissue oleh karena tulang lebih banyak
menyerap panas.
Ultrasonik selain dipergunakan untuk terapi (pengobatan) juga
dipergunakan untuk diagnostic.
Selain itu pada beberapa situasi, ada beberapa kontraindikasi mengenai
pemanfatan panas yaitu :
Peradangan akut, pemanfatan panas justru akan memperluas

area yang meradang.


Trauma, pemanfatan

perdarahan.
Jika terdapat keganasan, pemanfatan panas justru akan

panas

dapat

memperbesar

resiko

menfasilitasi pertumbuhan dan penyebaran.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Panas merupakan suatu bentuk energi. Pada tubuh, panas yang dihasilkan
melalui metabolisme makanan, digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh agar
tetap dalam rentang yang normal, 36,10 37,10 C.
Pemanfaatan energi panas dalam bidang pengobatan antara lain :

Peradangan akut, pemanfaatan panas justru akan memperluas area yang

meradang.
Trauma, pemanfaatan panas dapat memperbesar resiko perdarahan.
12

Jika terdapat keganasan, pemanfatan panas justru akan menfasilitasi


pertumbuhan dan penyebaran.

B. SARAN
Seorang perawat harus menghadapi pasien dengan berbagai gangguan
kepribadian yang berbeda-beda. Dalam memberikan asuhan keperawatan,para perawat
tidak boleh membedakan bahkan mengistimewakan pasien satu dengan pasien lainnya
selama mereka dirawat dari kelas perawat yang berbeda-beda.

DAFTAR PUSTAKA
Bresnick, Stephen. 2002. Intisari Fisika. Jakarta : Hipokrates.
Cree, Laurie. 2005. Sains dalam Keperawatan : Fisika, Kimia, Biologi, Ed. 4. Jakarta : EGC.
Gabriel, J. F. 1996. Fisika Kedokteran. Jakarta : EGC.
Soetarmo. 1981. Fisika 2B. Surakarta : Widya Duta.
Steketee. 1978. Fisika Bagi Mahasiswa, Fakultas Ilmu Kedokteran. Yogyakarta : UGM.

13