Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI

(INVESTASI DICATAT DENGAN METODE HARGA


PEROLEHAN)
Akuntansi Keuangan Lanjutan

Metode harga perolehan (Cost Method)


Apabila metode harga perolehan diikuti untuk mencatat investasi saham-saham
perusahaan anak, maka deviden atas saham-saham tersebut yang diakui sebagai pendapatan oleh
perusahaan induk. Sebaliknya laba atau rugi atas pemilikan modal hanya timbul apabila sebagian
atau seluruh jumlah saham yang dimiliki itu dijual. Kedua hal tersebut merupakan perbedaan
principal antara kedua metode pencatatan investasi saham-saham perusahaan anak. Pada metode
equity pendapatan atas investasi diakui pada saat perusahaan anak melaporkan adanya
keuntungan usaha. Pada metode harga perolehan sebaliknya, saldo rekening investasi saham
perusahaan anak selalu tetap jumlahnya, kecuali apabila terjadi penjualan atau pembelian
tambahan atas saham-saham yang dimiliki, karena harga perolehan hanya terjadi sekali pada
saat pemilikan. Pada metode harga perolehan, perusahaan induk tidak mencatat atas bagian laba
yang diperoleh perusahaan anak sampai dengan laba tersebut dibagikan sebagai deviden. Oleh
sebab itu laporan rugi-laba perusahaan induk tidak mencantumkan pendapatan dan atau
kerugian atas investasi pada perusahaan anak.

Alternatip teknik-teknik penyusunan neraca konsolidasi dengan metode harga


perolehan
Meskipun di dalam buku-buku perusahaan induk tidak dilakukan pengakuan
terhadap bagian laba perusahaan anak yang belum direalisasikan, namun demikian di dalam
neraca yang dikonsolidasikan jumlah tersebut harus diakui pula sebagai kanaikan atas saldo laba
yang ditahan.

Pembagian deviden dari saldo laba yang ditahan sebelum saat pemilikan saham
Di dalam metode harga perolehan penghasilan atas invstasi saham-saham
pada perusahaan anak timbul apabila perusahaan anak membagikan laba yang diperoleh,
sebagaideviden. Namun demikian sangat dimungkinkan terjadinya pembagian deviden
oleh perusahaan anak atas laba yang diakumulasikan sebelum pemilikan saham-saham
oleh perusahaan induk terjadi. Oleh sebab itu deviden yang dibagikan oleh perusahaan anak atas
laba yang diakumulasikan sebelum terjadinya pemilikan saham, harus dicatat sebagai
pengurangan terhadap nilai investasi saham, seperti halnya deviden likuidasi. Dalam hal
penurunan kekayaan bersih pada perusahaan anak, harus pula diakui sebagai penurunan investasi
saham-saham pada perusahaan anak. Hal ini sesuai dengan anggapan bahwa tidak ada saldo
laba bagi perusahaan yang baru dibentuk dan belum melakukan operasinya. Dengan
demikian pada perusahaan yang baru dibentuk membagikan sebagian harta miliknya kepada
para pemegang saham berarti harus diakui sebagai penarikan kembali dari sebagian
atas penanaman modalnya. Dengan anggapan seperti tersebut di atas, maka apabila
dalam pembagian deviden ternyata ada sebagian diantaranya merupakan laba yang
diakumulasikansebelum terjadinya pemilikan saham, harus dipisahkan secara tegas berhubung
masing-masing harus diperlakukan berbeda satu sama lain.

Penyajian-penyajian rekening investasi dalam laporan keuangan perusahaan induk


Di dalam neraca konsolidasi, tidak ada perbedaan lagi antara metode pencatatan terhadap
investasi saham-saham perusahaan anak baik pada metode harga perolehan, atau pada metode
equity. Kedua metode pencatatan tersebut, menghasilkan neraca yang menunjukkan posisi
keuangan yang sama. Akan tetapi kedua metode tersebut menghasilkan saldo dalam rekening
investasi saham dan rekening laba yang ditahan pada buku-buku perusahaan induk yang
berlainan. Hal ini mengakibatkan posisi keuangan dan hasil usaha yang berbeda-beda dalam
laporan keuangan individual perusahaan induk. Sehingga di dalam menginterpretasikan laporan
keuangan tersebut sangat dipengaruhi oleh metode pencatatan yang dipakai, khususnya terhadap
informasi yang berhubungan dengan pemilikan saham-saham perusahaan anak.

Evaluasi terhadap metode equity dan metode harga perolehan (cost method)
Metode harga perolehan, merupakan metode yang pada umumnya dipakai sebagai dasar
pencatatan maupun dasar penyusunan laporan keuangan individual, dalam hubungannya dengan
pemilikan saham-saham pada perusahaan anak. Hal ini disebabkan disamping metode harga
perolehan dianggap sebagai metode yang konsisten dengan metode pencatatan yang dipakai pada
jenis-jenis investasi yang lain dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yuridis, juga adanya
beberapa ketentuan yang sering timbul sebagai akibat dari penggunaanmetode equity tersebut
antara lain ialah :
a. Metode equity menyimpang dari praktek-praktek akuntansi yang lazim, khususnya didalam
masalah pengakuan penghasilan.
b. Saldo rekening investasi saham, sebagai akibat mekanisme pencatatan tidak bisa menunjukkan
berapa besarnya/jumlahnya baik harga perolehan saham maupun nilai saham-saham yang
dimiliki tersebut.
c. Metode quity, memerlukan analisa dan penyesuaian/koreksi secara khusus terhadap rekeningrekening yang terlibat dalam hubungannya dengan pemilikan saham perusahaan anak tersebut,
apabila perusahaan induk ingin mengetahui besarnya saldo laba yang harusdan tersedia untuk
dibagikan sebagai deviden, serta dalam rangka menentukan basarnya laba yang dapat dikenakan
pajak.

Laporan keuangan perusahaan anak yang tidak dikonsolidasikan di dalam


neracakonsolidasi
Meskipun dalam banyak hal metode harga perolehan memiliki kelebihan disbanding
dengan metode equity, namun demikian akan timbul persoalan apabila metode harga perolehan
tersebut dipakai, dan ada satu atau lebih investasi pada perusahaan anak tidak ikutdikonsolidasi
di dalam neraca konsolidasinya, yaitu harus tetap disajikan menurut harga perolehannya atau
harus disesuaikan juga dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada hak-hak para pemegang
saham dari perusahaan anak. Tujuan utama dari penyusunan laporan keuangan yang
dikonsolidasi adalah untuk menunjukkan posisi keuangan dan hasil usaha dari berbagai
perusahaan afiliasi, yang secara ekonomis merupakan satu kesatuan. Oleh sebab itu pengakuan
terhadap laba perusahaan anak sejak saat terjadinya pemilikan saham-saham dan kemudian
menggabungkannya menjadi saldo dalam rekening-rekening pembukuan yang bersangkutan
dalam hubungannya dengan perusahaan yang berafiliasi merupakan suatu keharusan.

Bagian laba yang telah dibagikan kepada perusahaan yang dikonsolidasi oleh perusahaan
yang tidak ikut dikonsolidasi harus dinyatakan secara jelas dan terinci. Secara umum, apabila
keseluruhan pengaruh dari investasi pada perusahaan anak yang tidak ikut dikonsolidasi
dianggap material dalam hubungannya dengan posisi keuangan dan hasil usaha yang
dikonsolidasikan, maka ikhtisar tentang aktiva, hutang, modal serta hasil usaha dari perusahaan
yang tidak ikut dikonsolidasi tersebut, dapat disajilan baik dalam bentuk footnote maupun
laporan tersendiri.

Laporan keuangan konsolidasi pengertiannya

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI


A. Pengertian Umum
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil
operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas
yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau
perusahaan satu perusahaan.
Dari pengertian umum diatas,dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa; Laporan Keuangan
Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap
perusahaan lain, dan sebaliknyalaporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan apabila satu
perusahaan tidak memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Artinya, jika tidak memiliki hak
kendali (control) yang lebih, maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka
masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk
digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya. Jadi, tidak ada maksud untuk membuat sebuah
laporan keuangan konsolidasi.
B. Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat
memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu
perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa,
dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang
berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.
Dalam PSAK No. 4, Paragraf 4 penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi oleh induk
Perusahaan bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemakai Laporan Keuangan
mengenai data keuangan dari suatu kelompok perusahaaan dalam kelompok tersebut merupakan
suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
C. Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
1. Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di
bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana
lainnya.

2.

1.
2.
3.
4.
5.
D.
1.

2.

3.

Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi
gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk
entitas konsolidasi.
Perlu disadari, Disamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat
menjadi ekses yang tidak baik, antara lain:
Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja
perusahaan lain yang bagus.
Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula
dengan aktiva.
Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan
kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.
Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang
Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.
Sifat-Sifat Laporan Keuangan Yang Dikonsolidasikan
Laporan keuangan konsolidasi adalah model laporan akuntansi untuk menunjukkan pengaruh
ekonomi dari penggabungan dua atau lebih perusahaan yang tersendiri, yang didasarkan atas
pemilikan dan pengendalian bersama meskipun peleburan secara hukum tidak dilakukan.
Dalam menyusun neraca konsolidasi untuk perusahaan induk dan anak, perusahaan anak ini
dipandang seakan-akan sebagai cabang; aktiva dan kewajiban masing-masing perusahaan anak
digabungkan dengan aktiva dan kewajiban perusahaan induk; pos-pos silang yang tidak
mempunyai arti penting apabila kesatuan usaha bersangkutan dipandang sebagai kesatuan usaha
tunggal harus dihapuskan.
Neraca perusahaan induk yang melaporkan saham perusahaan anak sebagai investasi, dan neraca
perusahaan anak yang melaporkan kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai
modal saham

E. Masalah-Masalah Umum Yang Dihadapi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan


Konsolidasi
Ada beberapa masalah umum yang senantiasa timbul di dalam rangka penyusunanneraca
konsolidasi. Masalah-masalah tersebut antara lain timbul dan dipengaruhi oleh :
1. Periode di mana laporan / neraca konsolidasi tersebut disusun.
Misalnya : penyusunan neraca konsolidsi sesaat setelah terjadi pemilikan saham-saham, berbeda
dengan neraca konsolidasi yang disusun satu tahun (periode) kemudian berhubung telah
terjadinya perubahan-perubahan di dalam pos-pos neraca.
2. Jumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk, dan harga perolehan (pengorbanan) yang
telah dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut.

Misalnya : penyusunan neraca knsolidasi di mana saham-saham dibeli dengan harga di atas nilai
bukunya berbeda dengan penyusunan neraca konsoidasi apabila saham-saham diperoleh dengan
harga yang sama dan kurang dari nilai bukunya.

TEKNIK DAN PROSEDUR KONSOLIDASI

1.

2.

1.
2.
3.

Prosedur Konsolidasi diatur dalam PSAK No. 4 (Paragraf 8,21 & 23) antara lain
dinyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan Keuangan Induk
Perusahaan (Parent Company) dan Anak Perusahaan (Subsidary Company) digabungkan satu
persatu dengan menggabungkan unsure-unsur yang sejenis dari Aktiva, Kewajiban, Ekuitas,
Pendapatan dan Beban.
Adapun prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Dijelaskan lebih terperinci lagi,
yaitu:
Mengeliminasi semua rekening timbal balik (Recipocal Account)
Eliminasi dilakukan melalui jurnal eliminasi dengan mengeliminasi rekening-rekening yang
bersifat rekening timbal balik, yaitu suatu rekening yang dicatat oleh kedua belah pihak (induk
dan anak) untuk suatu transaksi yang sama.
Menyusun Kertas Kerja (Worksheet)
Worksheet digunakan untuk memepermudah penyusunan laporan keuangan Prosedur
penyusunan worksheet tergantung pada dasar yang dipakai, yaituLaporan Keuangan
Individual atau Neraca Saldo Individual.
Dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi antara Induk Perusahaan dan Anak
Perusahaan dapat digunakan 3 (dua) metode yaitu:
Metode Ekuitas (Equity Method)
Metode Ekuitas Tidak Lengkap
Metode Harga Perolehan (Cost Method)

A. Konsolidasi dengan Metode Ekuitas (Equity Method)


Konsep dasar dari metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk Perusahaan
terhadap Anak Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih Anak
Perusahaan berubah karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan menyebabkan
perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan.data
Pencatatan investasi saham pada Anak Perusahaan dengan metode ekuitas, didasarkan pada suatu
anggapan investasi pada Anak Perusahaan sejajar dan sama dengan investasi pada perusahaanperusahaan cabangnya. Alasan diterapkannya metode ekuitas juga didasarkan atas suatu fakta

1.

2.

3.

4.

5.

B.

bahwa Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan merupakan bagian-bagian dari satu kesatuan
usaha, seperti halnya hubungan antara Kantor Pusat dan Cabang-Cabangnya. Oleh sebab itu
perubahan-perubahan yang terjadi didalam hak-hak pemegang saham pada Anak Perusahaan
harus diakui dan dicatat oleh Induk Perusahaan, untuk dapat mengikuti dan melaporkan posisi
keuangan dan perkembangan usahanya secara lengkap.
Nilai investasi Induk Perusahaan terhadap Perusahaan akan meningkat jika Anak
Perusahaan memperoleh laba bersih dan akan menurun atau berkurangnya nilainya, jika Anak
Perusahaan menderita kerugian.
Meskipun Laporan Keuangan Konsolidasi hasil penerapan metode ekuitas ini nantinya
akan sama dengan penerapan metode biaya, namun lembar kerja konsolidasi beserta jurnal untuk
penyesuaian dan eliminasi akan berbeda. Harus memperhatikan pengaruh perubahan modal anak
Perusahaan terhadap hak pemilikan Induk Perusahaan.
Beberapa perkiraan (account) yang perlu diperhatikan antara lain:
Perkiraan Investasi Saham dalam Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
Perkiraan Kas
Akan berubah jumlahnya apabila Induk Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
Perkiraan Piutang Dividen Anak Perusahaan
Timbul karena perusahaan mengumumkan Dividen namun belum dibayar.Perkiraan ini harus
dihapuskan apabila telah dibayar tunai (kas).
Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Induk Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila Anak Perusahaan melaporkan adanya Laba atau Rugi. Selain
itu akan berubah juga karena adanya Laba atau Rugi milik Induk Perusahaan sendiri.
Perkiraan Laba yang ditahan (Retained Earning) Anak Perusahaan
Akan berubah jumlahnya apabila ada Laba Rugi atau pembagian Dividen pada Anak Perusahaan
sendiri.
Perkiraan-perkiraan diatas, dalam Kertas Kerja (Worksheet) penyusunan Laporan Keuangan
Konsolidasi harus sudah menunjukkan Saldo Akhir pada Laporan Keuangan Konsolidasi, artinya
sudah diperhitungkan perubahan jumlahnya.
Konsolidasi dengan Metode Ekuitas Tidak Lengkap
Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan induk adalah sama dengan
laba bersih konsolidasi,dan saldo laba perusahaan induk adalah sama dengan saldo laba
konsolidasi. Persamaan jumlah laba dan saldo laba perusahaan induk dan konsolidasi ini tidak

selalu ada. Persamaan tersebut tidak ada jika metode ekuitas diterapkan tidak secara benar,atau
jika akuntansi metode biaya digunakan untuk investasi perusahaan anak.
Contohnya, perusahaan induk dalam menerapkan akuntansi metode ekuias mungkin
mengamortisasikan perbedaan antara investasi dan nilai buku yang diperoleh pada buku terpisah
perusahaan induk, atau mungkin tidak mengeliminasi laba atau rugi antar-perusahaan.Kelalaiankelalaian seperti itu menyebabkan tidak lengkapnya penerapan akuntansi metode ekuitas.
Kesalahan-kesalahan lain dalam penerapan metode ekuitas menyebabkan salah saji yang seruppa
dalam laba dan saldo laba perusahaan induk.
Masalah yang timbul dari salahnya penerapan metode ekuitas atau menggunakan metode biaya
untuk investasi perusahaan anak mugkin tidak seserius yang terlihat. Hal ini
dikarenakan akuntan harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi yang benar dengan
mengabaikan bagaimana perusahaan induk mempertanggungjawabkan investasinya pada
perusahan anak. Tidak ada pelanggaran terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum
sepanjang laporan keuangan konsolidasi yang disiapkkan bagi pemegang saham benar dan
perusahaan induk/investor tidak menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit yang lain.
Tetap digunakannya metode biaya atau metode ekuitas tidak lengkap oleh beberapa perusahaan
didasarkan pada asumsi bahwa penerbitan laporan keuangan konsolidasi hanya sebagai laporan
keuangan yang disiapkan bagi para pemegang saham dari entias utama.
C. Konsolidasi dengan Metode Biaya (Cost Method)
Pada Metode Biaya, yang dipakai untuk mencatat investasi saham-saham Anak Perusahaan,
maka hanya dividen atas saham-saham tersebut (yang telah dibagikan oleh Anak Perusahaan)
yang diakui sebagi pendapatan (revenue) oleh Induk Perusahaan. Sebaliknya laba atau rugi atas
pemilikan modal (saham) hanya timbul apabila sebagian atau seluruh jumlah saham yang
dimiliki tersebut dijual.
Pada metode biaya bagian dividen yang dibagikan oleh Anak Perusahaan dicatat pada sisi
debit dalam rekening Piutang Dividen (Kas), dengan rekening lawan kredit Penghasilan
Dividen.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada Metode biaya:
1. Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, tidak mengalami perubahan jumlahnya.
Perubahan modal Anak Perusahaan akibat adanya Laba, Rugi atau pembagian Dividen tidak

2.

3.

4.
5.
6.

mempengaruhi Perkiraan Investasi Saham pada Anak Perusahaan, atau Induk Perusahaan tidak
menyesuaikan Investasinya.
Laba atau rugi dari Anak Perusahaan baru diakui oleh Induk Perusahaan sebesar Prosentase (%)
kepemilikannya pada saat disusun Neraca Konsolidasi melalui perkiraan Laba yang ditahan
(Retained Earning) untuk Induk Perusahaan. Perkiraan ini hanya tampak pada Worksheet
penyusunan neraca Konsolidasi.
Penghapusan (eliminasi) terhadap perkiraan-perkiraan Modal Saham, Agio Saham dan Retained
Earning Anak Perusahaan hanya didasarkan pada jumlah awal/Saldo Awal tahun atau Saldo Awal
pada saat kepemilikan.
Metode Biaya berdasarkan pada asumsi bahwa investasi Induk terhadap Anak Perusahaan
merupakan bagian dari Aktiva.
Nilai Investasi harus selalu tetap, karena akan dittampakkan dalam neraca sebesar harga
perolehannya saja.
Perubahan nilai aktiva bersih Anak Perusahaan sebagai Konsekuensi dari kegiatan
operasionalnya tidak akan mempengaruhi besaarnya nilai investasi tersebut.

LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI


(METODE HARGA PEROLEHAN)
Metode Harga Perolehan
Dalam mencatat investasi saham-saham perusahaan anak, hanya deviden atas saham-saham
tersebut (yang dibagikan oleh perusahaan anak) yang diakui sebagai pendapatan oleh perusahaan
induk. Sebaliknya, laba atau rugi atas pemilikan modal (saham) hanya timbul apabila sebagian
atau seluruh jumlah saham yang dimiliki itu dijual. Saldo rekening investasi saham perusahaan
anak tetap jumlahnya kecuali apabila terjadi penjualan atau pembelian tambahan atas sahamsaham yang dimiliki, karen harga perolehan hanya terjadi sekali pada saat pemilikan. Perusahaan
induk tidak mencantumkan pendapatan dan atau kerugian atas investasi sahamnya pada
perusahaan anak.
Bagian atas laba yang diperoleh (yang belum dibagikan sebagai deviden) atau rugi yang harus
ditanggung, oleh perusahaan induk hanya diakui dalam laporan keuangan (neraca) yang
dikonsolidasi. Pada metode harga perolehan bagian deviden yang dibagikan oleh perusahaan
anak, dicatat debit dalam rekening Piutang Deviden ( Kas ) dengan rekening kredit Penghasilan
Deviden.
Alternatif Teknik-teknik Penyusunan Neraca Konsolidasi
Meskipun di dalam buku-buku perusahaan induk tidak dilakukan pengakuan terhadap bagian
laba perusahaan anak yang belum direalisasikan (dibagikan sebagai deviden), namun demikian di
dalam neraca yang dikonsolidasi jumlah tersebut harus diakui pula sebagai kenaikan atas Saldo
Laba Yang Ditahan. Daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi rekening Investasi Saham-saham
perusahaaan anak, dan saldo Laba Yang Ditahan perusahaan induk disesuaikan dengan bagian
atas kenaikan saldo Laba Yang Ditahan perusahaan anak.
Contoh :
Saldo laba yang ditahan PT X 31 Desember 2007

Rp 25.000.000,00

Saldo laba yang ditahan PT X 1 Januari 2007

Rp 15.000.000,00

Kenaikan saldo laba yang ditahan


sejak terjadinya pemilikan
saham-saham oleh PT Y

Rp 10.000.000,00

Bagian pemilikan saham

80%

Kenaikan saldo laba yang ditahan untuk PT Y =

80% x Rp 10.000.000,00

Rp 8.000.000,00

Jurnal yang akan dibuat :


Invesatasi saham-saham PT X

Rp 8.000.000,00

Laba Yang Ditahan PT Y

Rp 80.000.000,00

Pembagian Deviden dari Saldo Laba Yang Ditahan sebelum saat Pemilikan Saham
Penghasilan atas investasi saham-saham pada perusahaan anak timbul apabila perusahaan anak
membagikan laba yang diperoleh, sebagai deviden. Namun, deviden yang dibagikan oleh
perusahaan anak atas laba yang diakumulasikan sebelum terjadinya pemilikan saham, harus
dicatat sebagai pengurangan terhadap nilai investasi saham, seperti halnya deviden likuidasi.
Dalam hal ini penurunan (nilai) kekayan bersih pada perusahaan anak, harus pula diakui sebagai
penurunan (nilai) investasi saham-saham pada perusahan anak.
Hal ini sesuai dengan anggapan bahwa tidak ada saldo laba yang ditahan bagi perusahaan yang
baru dibentuk dan belum melakukan operasinya. Dengan demikian apabila pada perusahaan yang
baru dibentuk membagikan sebagian harta miliknya kepada para pemegang saham berarti haarus
diakui sebagai penarikan kembali dari sebagian atas penanaman modalnya. Dengan anggapan
seperti tersebut di atas, maka apabila dalam pembagian deviden ternyata ada sebagian
diantaranya merupakan laba yang diakumulasikan sebelum terjadinya pemilikan saham (oleh
perusahaan induk), harus dipisahkan secara tegas berhubung masing-masing harus diperlakukan
berbeda satu sama lain.
Penyajian-penyajian Rekening Investasi dalam Laporan Keuangan Perusahaan Induk
Apabila metode harga perolehan dipakai disamping dinyatakan secara jelas, juga perubahanperubahan neto di dalam hak-hak pemegang saham yang berasal dari (pembagian) laba
perusahaan anak sejak posisi kontrol dicapai harus disajikan secara terpisah di dalam neraca. Jika
sebagian dari perubahan-perubahan neto itu terjadi di dalam periode akuntansi yang sedang
berjalan, maka harus dilaporkan di dalam Laporan Rugi Laba (Perusahaan Induk).
Evaluasi Terhadap Metode Equity dan Metode Harga Perolehan
Metode harga perolehan merupakan metode yang pada umumnya dipakai sebagai dasar
pencatatan maupun dasar penyusunan laporan keuangan individual, dalam hubungannya dengan
pemilikan saham-saham pada perusahaan anak. Hal ini disebabkaan disamping harga perolehan
dianggap sebagai metode yang konsisten dengan metode pencatatan yang dipakai pada jenisjenis investasi yang lain dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yuridis (pajak), juga adanya
beberapa keberatan terhadap metode equity, yaitu :
1. Metode equity menyimpang dari praktek-praktek akuntansi yang lazim, khususnya di
dalam masalah pengakuan penghasilan

Dari segi ekonomis pengakuan terhadap (bagian) laba perusahaan anak sebagai bagian laba
perusahaan indukdan penyajiannya di dalam neraca yang dikonsolidasi dapat dimaklumi. Akan
tetapi sebagai unit usaha yang terpisah tidak dimungkinkan untuk melaporkan informasi tersebut
dalam laporan keuangan individunya.
1. Saldo rekening Investasi Saham, sebagai akibat mekanisme pencatatan (akuntansinya)
tidak bisa menunjukkan berapa besarnya atau jumlahnya baik harga perolehan saham
maupun nilai saham-saham yang dimiliki tersebut.
Hal ini disebabkan karena rekening investasi berisi campuran antara data harga perolehan sahamsaham pada tanggal pemilikan dengan beberapa data penyesuaian sebagai akibat terjadinya
perubahan atas saldo hak-hak pemegang saham pada perusahaan anak.
1. Memerlukan analisa dan penyesuaian/ koreksi secara khusus terhaadap rekening-rekening
yang terlibat dalam hubungannya dalam pemilikan saham perusahaan anak tersebut,
apabila perusahaan induk ingin mengetahui besarnya saldo laba (yang ditahan) yang
harus dan tersedia untuk dibagikan sebagai deviden, serta dalam rangka menentukan
besarnya laba yang dapat (mungkin) dikenakan pajak.
Laporan Keuangan Perusahaan Anak yang tidak Dikonsolidasikan di dalam Neraca
Konsolidasi
Timbul persoalan apabila metode harga perolehan dipakai, dan ada satu atau lebih investasi pada
perusahaan anak tidak ikut dikonsolidasi di dalam neraca konsolidasi. Persoalan tersebut adalah
menyangkut cara menyajikan investasi pada perusahaan anak yang tidak ikut dikonsolidasi di
dalam neraca konsolidasinya ; yaitu harus tetap disajikan menurut harga perolehannya atau harus
disesuaikan juga dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada (saldo) hak-hak para pemegang
saham dari perusahaan anak. Di dalam Laporan Rugi Laba Yang Dikonsolidasi, bagian laba
(rugi) dari perusahaan anak yang tidak ikut dikonsolidasi harus disajikan secara terpisah. Saldo
laba (rugi) dari perusahaan anak (yang tidak ikut dikonsolidasi) digabungkan dengan saldo laba
(rugi) dari perusahaan anak yang dikonsolidasi di dalam Laporan Rugi Laba Konsolidasi.
Bagian laba yang telah dibagikan kepada perusahaan (anak) yang dikonsolidai oleh perusahaan
anak yang tidak ikut dikonsolidasi harus dinyatakan secara jelas dan terperinci. Secara umum,
apabila keseluruhan pengaruh dari investasi pada perusahaan anak yang tidak ikut dikonsolidasi
dianggap material dalam hubungannya dengan posisi keuangan dan hasil usaha yang
dikonsolidasikan, maka ikhtisar tentang aktiva , hutang, modal serta hasil usaha dari perusahaan
(anak) yang tidak ikut dikonsolidasi tersebut, dapat disajikan baik dalam bentuk footnote
maupun laporan tersendiri (secara individual ataupun gabungan di antara mereka).
Contoh :
Pada awal tahun 2007 PT Jaya membeli 80% saham-saham PT Abadi dengan harga seluruhnya
Rp 90.000.000 dibayar tunai. Berikut posisi keuangan kedua perusahaan :
Rekening

PT Jaya (Rp)

PT Abadi (Rp)

Aktiva

50.000.000

70.000.000

Kas

20.000.000

10.000.000

Piutang Dagang

15.000.000

15.000.000

Persediaan

100.000.000

50.000.000

185.000.000
10.000.000

145.000.000
10.000.000

Ekuitas

145.000.000

95.000.000

Modal saham (nom@Rp 10.000)

20.000.000

25.000.000

Agio Saham

10.000.000

15.000.000

185.000.000

145.000.000

Tanah
Total Aktiva
Kewajiban
Utang Dagang

Laba Yang Ditahan


Total Kewajiban dan Ekuitas

Data akhir tahun 2007 adalah sebagai berikut :


PT Jaya

PT Abadi

Laba usaha tahun 2007

Rp 15.000.000,00

Rp 15.000.000,00

Deviden yang dibagikan

Rp -

Rp 5.000.000,00

Jawab :
Jurnal yang diperlukan :
1. Pada saat pemilikan
Investasi saham-saham PT Abadi

Rp 90.000.000,00

Kas

Rp 90.000.000,00

1. Pembagian deviden oleh PT Putih

Kas

Rp 4.000.000,00

Penghasilan deviden

Rp 4.000.000,00

Kertas Kerja Konsolidasi


(dalam 000 rupiah)
Rekening-rekening neraca

PT Jaya

PT Abadi

Kas

(21.000)

80.000

Eliminasi
D
K
76.000

Neraca Konsolidasi
D
K
59.000
18.000

Piutang Dagang

20.000

10.000

20.000

30.000

Persediaan

15.000

15.000

12.000

30.000

Tanah

100.000

50.000

Investasi saham-saham PT Abadi

90.000

150.000

Eliminasi 80% modal saham


Eliminasi 80% agio saham
Eliminasi 80% LYD
SLNBDHP

Utang Dagang

204.000
10.000

155.000
10.000

76.000

20.000

Modal saham PT Jaya

145.000

95.000

20.000

145.000

Agio saham PT Jaya

20.000

25.000

12.000

20.000

LYD PT Jaya

29.000

25.000

29.000

Modal saham PT Abadi

19.000

Eliminasi 80%

5.000

Pemegang hak minoritas

5.000

Agio saham PT abadi

8.000

Eliminasi 80%
Pemegang hak minoritas
LYD PT Abadi
Eliminasi 80%
Pemegang hak minoritas
Kenaikan saldo LYD
(80%x(25juta-15juta)
204.000

155.000

108.000

Keterangan :
1. Kas PT Jaya
saldo awal

50.000.000

laba usaha sendiri

15.000.000

penghasilan deviden

4.000.000

pemilikan saham PT Abadi

(90.000.000)

-21.000.000
1. Kas PT Abadi
saldo awal

70.000.000

laba usaha sendiri

15.000.000

pembagian deviden

(5.000.000)

80.000.000
1. Investasi saham-saham PT Abadi berasal dari saat pemilikan
1. LYD PT Jaya

108.000

269.000

269.000

saldo awal

10.000.000

laba usaha sendiri

15.000.000

penghasilan deviden

4.000.000

29.000.000
1. LYD PT Abadi
saldo awal

15.000.000

laba usaha sendiri

15.000.000

pembagian deviden

(5.000.000)

25.000.000
Jurnal Eliminasi :
Modal saham

Rp 76.000.000,00

Agio saham

Rp 20.000.000,00

Laba yang ditahan

Rp 12.000.000,00

SLNBDHP

Rp 18.000.000,00

Investasi saham-saham PT Abadi

Rp 90.000.000,00

PT Jaya dan anak perusahaannya ( PT Abadi )


Neraca Konsolidasi (Rp)
Aktiva

59.000.000

Kas

30.000.000

Piutang Dagang

30.000.000

Persediaan

150.000.000

Tanah

(18.000.000)

SLNBDHP
Total Aktiva
Kewajiban dan Ekuitas

145.000.000

Utang Dagang

20.000.000

Perusahaan Induk

37.000.000

251.000.000
20.000.000

Modal Saham
Agio Saham
Laba Yang Ditahan
202.000.000
Pemegang Saham Minoritas

19.000.000

Modal Saham

5.000.000

Agio Saham

5.000.000

Laba Yang Ditahan

Total Kewajiban dan Ekuitas

29.000.000
251.000.000

Referensi : Hadori Yunus dan Harnanto, Akuntansi Keuangan Lanjutan, BPFE

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Dalam rangka penyusunan Laporan/Neraca konsolidasi pada pada dasarnya pengertian
terhadap metode dan prosedur pencatatan Investasi Saham adalah penting. Hal ini berhubungan
erat dengan sifat dan dasar dari titik tolak untuk eliminasi yang diperlukan terhadap pospos/rekening-rekening yang timbal balik diantara perusahaan induk dan perusahaan anak. Akan
tetapi terlepas dari metode pencatatan yang digunakan terhadap investasi saham pada perusahaan
anak, pada pokoknya penyusunan laporan/neraca konsolidasi didasarkan atas suatu pandangan
bahwa perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan anaknya merupakan satu-kesatuan
ekonomi.
Prosedur pencatatan investasi saham dapat dipakai salah satu dari dua metode yaitu:
pertama, perusahaan induk dapat mengakui dan mencatat setiap perubahan (perkembangan) yang
terjadi terhadap hak-hak pemegang saham perusahaan anak, dengan jalan melakukan
penyesuaian terhadap rekening Investasi Saham; dan yang kedua, tetap mencatat Investasi
Saham pada perusahaan anak sebesar harga perolehannya (original cost).
Dalam hal (pencatatan) Investasi Saham pada perusahaan anak, selalu diadakan
penyesuaian terhadap adanya perubahan (perkembangan) yang terjadi dalam perusahaan anak,
sehingga rekening Investasi saham senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi pada
perusahaan anak maka prosedur pencatatan itu disebut dengan Metode Equity. Jika terhadap
rekening investasi tidak dilakukan penyesuaian-penyesuian yang berhubungan dengan
perubahan/perkembangan yang terjadi dalam perusahaan anak disebut dengan harga perolehan
(Cost Method).

B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas maka penulis tertarik untuk
mengetahui lebih dalam tentang bagaimana mekanisme pencatatan dan penyususnan Laporan
Neraca Konsolidasi Investasi Saham, dengan menggunakan Metode Equity dan Metode Cost?

C.

Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan dan manfaat penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui mekanisme
pencatatan

dan

penyususnan

Laporan/Neraca

Konsolidasi

Investasi

Saham,

dengan

menggunakan Metode Equity dan Metode Cost.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Metode Pencatatan Investasi Saham


Dalam akuntansi dikenal dua metode pencatatan investasi, yaitu metode biaya (cost
method) dan metode ekuitas (equity method), adalah sebagai berikut :
1. Metode Biaya (Cost Method)
Metode biaya (cost method) adalah metode pencatatan investasi yang pada awal
perolehan investasi, investor mencatat investasi sebesar biayanya (historical cost accounting),
dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai penghasilan, namun apabila dividen yang diterima
melebihi bagian investor atas laba investee dipandang sebagai pemulihan investasi dan dicatat
sebagai pengurang investasi sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.
13 tentang Akuntansi untuk Investasi. Secara akuntansi, metode biaya harus diterapkan oleh
investor yang memiliki saham berhak suara pada perusahaan lain (investee) baik secara langsung
maupun secara tidak langsung dengan kepemilikan kurang dari 20%.

Berdasarkan metode biaya, investasi dalam saham biasa dicatat pada biayanya, dan
dividen dari laba berikutnya dilaporkan sebagai pendapatan dividen. Ada suatu pengecualian,
dividen yang diterima melebihi bagian laba investor setelah saham diperoleh, dianggap sebagai
pengembalian modal (atau likuidasi dividen) dan dicatat sebagai pengurang terhadap rekening
investasi.
2. Metode Ekuitas (Equity Method)
Metode ekuitas adalah metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investor
mencatat investasi sebesar biayanya, dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai pengurang
akun investasi. Perusahaan investor melaporkan bagian miliknya yang menjadi keuntungan
perusahaan investi sebagai pendapatan investasi dan bagian bebannya dari kerugian perusahaan
investi sebagai kerugian investasi.
Akuntansi metode ekuitas dan metode biaya adalah metode akuntansi untuk investasi
yang harus digunakan oleh investor tergantung dari porsi kepemilikan pada perusahaan investee.
Pemilihan metode akuntansi terhadap investasi jangka panjang ini dikaitkan dengan besarnya
pemilikan saham, yaitu :
Pemilikan saham dalam jumlah kecil, yaitu dibawah 20% disarankan untuk menggunakan metode
harga perolehan.
Pemilikan saham dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat mempengaruhi secara berarti
(materiality), yaitu pemilikam 20% - 50%, disarankan untuk menggunakan metode ekuitas.
Pemilikan saham secara mayoritas, sehingga dapat mengendalikan perusahaan anak, yaitu
pemilikan lebih dari 50% dapat menggunakan kedua metode tersebut, akan tetapi disarankan
menggunakan metode ekuitas. Dalam pemilikan di atas 50% ini, perusahaan induk diharuskan
menyusun laporan keuangan konsolidasi.
B.

Pencatatan Dengan Metode Biaya (Cost Method)


1. Laba perusahaan anak
Tidak dijurnal
2. Rugi perusahaan anak
Tidak dijurnal
3. Dividen perusahaan anak

Piutang dividen/kas
xxx
Pendapatan dividen
(% kepemilikan x dividen perusahaan anak)
C.

xxx

Pencatatan Dengan Metode Ekuitas (Equity Method)


1. Laba perusahaan anak
Investasi saham perusahaan anak
Laba-rugi

xxx
xxx

(% kepemilikan x laba perusahaan anak)


2. Rugi perusahaan anak
Laba-rugi
xxx
Investasi saham perusahaan anak
(% kepemilikan x rugi perusahaan anak)
3. Dividen perusahaan anak
Piutang dividen/kas
xxx
Investasi saham perusahaan anak
(% kepemilikan x dividen perusahaan anak)
D.

xxx

xxx

Penerapan Metode Biaya dan Metode Ekuitas


Untuk memudahkan pemahaman tentang metode biaya dan metode ekuitas diatas, maka
dibawah ini diberikan ilustrasi sebagai berikut :
1. Metode Biaya (Cost Method)
PT. Ani (investor) membeli Rp. 250.000.000,- untuk 25.000 lembar saham (15%) saham
berhak suara PT. Budi (investee). Pada tanggal pelaporan keuangan, PT. Budi memperoleh laba
Rp. 60.000.000.- dan PT. Budi membagikan dividen sebesar Rp. 50.000.000,-.
Dengan kepemilikan 15% (kurang dari 20%), maka secara akuntansi PT. Ani wajib
menggunakan metode biaya untuk mempertanggungjawabkan investasinya, jurnal yang dibuat
investor (PT.Ani) adalah sebagai berikut :
a.

Pada saat perolehan investasi


Investasi pada PT.Budi
Kas/bank

Rp.250.000.000
Rp.250.000.000

(jurnal untuk mencatat investasi 15% saham PT.Budi)


b. Pada saat PT.Budi memperoleh laba
tidak ada jurnal

c.

Pada saat PT. Budi membagikan dividen


Kas/Bank
Rp. 7.500.000
Penghasilan Dividen

Rp. 7.500.000

(jurnal untuk mengakui penerimaan dividen dari PT.Budi, (15% x

Rp.50.000.000 = Rp.

7.500.000))
PT.Ani harus mengakui penghasilan dividen dari PT.Budi sebesar Rp. 7.500.000,- dalam
laporan laba rugi, Untuk investasi dilaporkan dalam neraca dan disajikan sebagai aktiva lancar
atau aktiva tidak lancar tergantung dari jenis investasinya, juga perlu diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan tentang investasi yang dilakukan pada PT.Budi.
2. Metode Ekuitas (Equity Method)
PT.Ani (investor) membeli Rp. 400.000.000,- untuk 40.000 lembar saham (40%) saham
berhak suara PT. Budi (investee). Pada tanggal pelaporan keuangan, PT.B memperoleh laba Rp.
60.000.000.- dan PT.B membagikan dividen sebesar Rp. 50.000.000,-.
Dengan kepemilikan 30% (lebih dari 20%), maka secara akuntansi PT. Ani wajib
menggunakan metode ekuitas untuk mempertanggungjawabkan investasinya. Jurnal yang dibuat
oleh investor (PT.Ani) adalah sebagai berikut :
a.

Pada saat perolehan investasi


Investasi pada PT.Budi
Kas/bank

Rp. 400.000.000
Rp. 400.000.000

(jurnal untuk mencatat investasi 40% saham PT.Budi)


b. Pada saat PT.B memperoleh laba
Investasi pada PT.Budi
Rp. 24.000.000
Penghasilan Investasi dari PT.Budi
Rp. 24.000.000
(jurnal untuk mengakui bagian PT.A atas laba PT.Budi (40% x Rp. 60.000.000 =
Rp.24.000.000))
c.

Pada saat PT. Budi membagikan dividen


Kas/Bank
Rp.
Investasi pada PT.Budi

20.000.000
Rp.

20.000.000

(jurnal untuk mengakui penerimaan dividen dari PT.Budi (40% X Rp.50.000.000))

PT. Ani harus mengakui penghasilan dari PT. Budi sebesar Rp. 24.000.000,- dalam
laporan laba rugi, dalam neraca untuk investasi dengan metode ekuitas harus disajikan sebagai
aktiva jangka panjang dan diungkapkan dalam pos terpisah dalam neraca. Dan pengungkapan
dalam catatan atas laporan keuangan untuk daftar perusahaan investasi.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.

Kesimpulan
Dalam akuntansi terdapat dua metode pencatatan investasi, yaitu sbb:
-

B.

Metode biaya (cost method).


Metode ekuitas (equity method).
Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, maka saran yang diajukan oleh penulis
adalah sebagai berikut :
1. Bagi perusahaan sebaiknya dalam pencatatan investasi saham perusahaan induk harus dibuatkan
neraca konsolidasi antara perusahaan induk dan perusahaan anak, agar menggambarkan keadaan
atau posisi keuangan perusahaan induk dan anak perusahaan.
2. Bagi Penulis selanjutnya, sebaiknya dapat menambahkan contoh yang lebih menggambrkan atau
memperlihatkan keadaan perusahaan dengan neraca atau laporan konsolidasi.